Pagi-pagi sekali ira sudah berdiri di depan sebuah pagar yang sangat tinggi dan terkunci rapat dan disana ada bel ira mencoba untuk memencet bel itu setelah itu keluarlah seorang pria paruh baya yang pakaiannya menunjukkan kalau ia merupakan seorang tenaga keamanan disini
"selamat pagi mbak, cari siapa?" tanya bapak itu
"pagi pak, mau cari pak rian" jawabku sambil menyodorkan kartu nama yang di berikan rian kemarin
"oooh pak adrian, mbak sudah ada janji sama pak adrian sebelumnya?" tanya bapak itu lagi
"sudah pak, kemaren pak adrian meminta saya untuk menjadi baby sister anaknya pak, jadi dia meinta saya untuk datang pagi ini" jelasku
"Baiklah mbak, tapi tunggu sebentar saya akan sampaikan ke bapak dulu sebentar ya?" kata bapak itu
"baik pak" jawabku dan bapak itu langsung melangkah ke dalam sedangkan aku menunggu di luar
tidak berapa lama pak satpam dan diikuti oleh pak adrian keluar menemuiku
"Pagi ra" sapa rian sambil senyum
"pagi pak" jawabku
"ya udah masuk yuk" ajaknya
kami berjalan masuk menuju rumah utama disana terdapat beberapa bangunan yang aku sendiri tidak tahu fungsinya apa, dan kami sampai juga dipintu rumah utama yang menurutku sangat indah sekali dengan ukirannya
aku masih terkagum-kagum dengan ukiran dan desain rumah ini saat pak rian menyuruhku masuk "hei, silakan masuk" ucapnya dengan menjentikkan jarinya saat aku masih bengong
"eh iya pak" jawabku malu sambil jalan masuk kedalam sambil memperhatikan perabot yang ada dalam rumah itu benar-benar mewah
"duduklah ra, tunggu sebentar disini" ucap rian dan berjalan kedalam meminta pembantunya untuk membuatkan minuman
"arka masih tidur, pagi sekali kamu tiba?" ucapnya
"iya pak, saya hanya terlalu senang dapat pekerjaan dan ingin memberikan kesan terbaikku untuk atasanku" ucapku senang
"hahaha kau semangat sekali ternyata" ucapnya senang
"ini minum dulu" tawar pak rian
"eh iya terimakasih, hmm kalo boleh tahu tugas saya disini apa aja ya pak?" tanya ira sambil meminum minuman yang telah diantarkan pembantunya pak rian tadi
"saya salut dengan semangatmu, baiklah sekarang kamu ikut saya biar saya jelaskan apa saja tugasmu" ucapnya sambil beranjak pergi dan mengisyaratkan padaku untuk mengikutinya
saya berjalan mengikuti pak rian dari belakang sambil mengagumi setiap dekor yang ada di rumah itu benar-benar mewah "ini pasti mahal semua" gumamku pelan sangat pelan hingga hanya aku yang mendengar
"ini kamarnya arka dia masih tidur pasti sekarang" ucapnya meyakinkan ternyata tebakannya salah karena arka sudah bangun dari tidurnya dan bermain sendiri di box nya
"oh udah bangun ternyata putranya papi, pagi sayang" ucap pak adrian pada putranya sambil mencium-ciuminya dengan gemas hingga anaknya tertawa karena geli
"jadi tugasnya kamu itu harus memandikannya, dan pastikan dia wangi dan bersih, menyiapkan makanannya, memastikan makanannya sesuai dengan kebutuhannya, dan menemaninya bermain dan tidur yang cukup, jadi kamu hanya fokus pada anak saya" ucapnya menjelaskan dengan panjang lebar "kamu pahamkan, kalau saya bisa urus diri sendiri jadi kamu tidak usah khawatir" ucapnya sambil mengedipkan matanya padaku dan aku cuma bengong dengan kata-katanya yang terakhir
"hahahaha kamu benar-benar lucu ya ra, udah intinya kamu cuma mengurus anakku! bisa mulai sekarang? " tanyanya dan aku mengangguk "bisa pak" jawabku sambil mencoba meraih arka dari boxnya
"sini sayang, kita mandi dulu ya" ajakku pada arka, aku menggendongnya dengan sebelah tangan tanganku satu lagi menyiapkan air hangat untuk mandi arka
setelah kurasa pas aku melepas pakaian arka dan menyiapkan handuknya di atas kasur yang ada di kamar itu dan aku masuk lagi ke kamar mandi untuk memandikan arka dan berceloteh sama arka yang juga suka ngomong walaupun aku belum mengerti apa yang dia ucapkan
sedangkan dibawah pak rian sedang berbicara dengan ibunya yang baru datang
"arka sama siapa ian? yuli udah pulang" tanya ibu adrian
"sama ira bu, baby sister baru arka dan yuli masih belum pulang katanya masih banyak kerjaan disana jadi masih belum bisa pulang" ucap adrian santai
"baby sister baru? kenapa kamu nggak ngomong dulu sama ibu ian? apa orangnya bisa dipercaya? ibu takut nanti terjadi apa-apa sama arka ian" ucap ibu khawatir
"tenang bu, nggak usah khawatir ini anaknya baik kok ian udah kenal cukup lama dan ian yakin dia bisa jaga arka degan baik lagian kasihan arka selalu ditinggal sendiri terus, sama mbak juga nggak bisa karena tanggung jawab mbak juga banyak yang lain, apalagi ian sekarang juga banyak kerjaan bu" jelas pak rian pada ibunya
"baiklah ibu juga akan coba pantau dia nanti" ucap ibu
"iya bu"
"ian apa tidak sebaiknya kamu minta sama yuli untuk berhenti saja bekerja, ibu rasa perusahaan kamu juga baik-baik aja jadi dia nggak perlu bekerja" saran ibu
"ian udah pernah coba bu, tapi yuli tetap ngotot untuk bekerja katanya dia itu sudah bekerja dari sebelum menikah jadi aku harus terima keadaan yang seperti ini"
"termasuk dengan menelantarkan anaknya?" tanya ibu
"udahlah bu, aku juga capek terus berdebat sama yuli! aku akan coba jalani dulu seperti ini nanti kalau aku sudah lelah aku akan coba cari solusi yang terbaik untuk kami" jelas rian lagi
"baiklah tapi jangan sampai ke bablasan ya, ingat arka masih kecil dia masih butuh ibunya" nasehat ibu
"iya bu, ya udah ian berangkat kerja dulu sekalian ian antar ibu menemui ira dulu, masalahnya anaknya suka canggung sama orang yang baru dikenal" ajak rian pada ibunya
mereka berjalan beriringan menuju kamar arka
tok tok
ceklek
"eh pak rian" kaget iya yang sedang mengajak arka ngobrol sambil memakaikan pakaian arka
"eh iya ra, kenalkan ini ibu saya dia yang akan mengajarkanmu bagaimana merawat arka" ucap rian sambil memperkenalkan ibunya pada ira
"iya, perkenalkan nama saya humaira putri bu, panggil ira aja" ucap ira sambil menyodorkan tangannya dan langsung disambut oleh ibu rian "saya rina ibunya tuan dan iya dari suka si gembil ini" jawab ibu rina sambil menjawil pipi arka dengan gemes
"hebat kamu ya ra bisa langsung akrab sama arka, dia biasanya susah didekati sama orang baru lo" ucap ibu sedikit heran
"masa buk? arka tadi langsung mau sama saya kok, atau jangan-jangan tadi masih belum sadar mungkin waktu saya mengajak dia mandi" jawab ira juga bingung dengan pernyataan ibu rina tadi
mereka asik ngobrol tanpa mempedulikan seseorang yang dari tadi sudah berdiri dari tadi
"hemm" rian mendehem
"eh kamu masih disini? ibu pikir udah berangkat tadi" jawab bu rina
"gimana bisa pergi orang dicuekin" jawab pak rian kesel
"ya kalo di cuekin ya langsung pergi aja, ngapain masih berdiri di situ, nggak malu kamu apa di liatin sama ira?" ucap ibu rina
"kalo itu ira udah biasa kok, iyakan ra" ucap pak rian dan hanya di jawab senyuman oleh ira
"udah sana kamu berangkat kerja" usir ibu
"baiklah aku berangkat kerja dulu, ra saya pergi dulu ya, nanti kalo ada apa-apa kamu ngomong aja sama ibu" ucap rian dan dijawab dengan anggukan oleh rian
"baiklah pak, terimakasih" jawab ira
"papi kerja dulu ya" pamit rian pada anaknya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments