Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu

Naina Sheralia Putri

Malam itu langit tampak tengah menumpahkan segala beban nya. Hujan deras tengah mengguyur setiap sudut kota yang sudah sangat sepi. Hanya beberapa pengendara mobil yang nampak nya nekad menerobos hujan yang disertai petir itu.

Beberapa orang kelihatan sedang berteduh menunggu hujan mereda. Mereka tampak nya saling merapat disetiap sudut emperan toko toko yang sudah mulai tutup.

Seorang gadis dengan jaket tebal nya sedang berdiri memeluk diri nya sendiri dengan helm masih bertengger diatas kepala nya.

Sesekali dia mengusap usap tangan nya yang menggigil menahan dingin, berharap ada sedikit kehangatan disana.

Dia adalah Naina Sheralia Putri, seorang gadis yang selalu berpenampilan sederhana namun tetap terlihat cantik. Rambut hitam lebat, kulit putih bersih, mata dengan netra hitam yang penuh aura meski tidak memiliki tinggi badan yang terlalu tinggi.

Naina adalah seorang gadis dari desa yang melanjutkan pendidikan nya dikota besar dengan harapan bisa merubah sedikit keadaan hidup nya. Meski terlalu banyak beban yang ditanggung nya setelah tiba dikota, apalagi setelah dia kehilangan seseorang yang begitu berarti dihidup nya.

Saat ini sebagian tubuh nya sudah basah karena terkena hujan, sesekali dia melirik orang orang yang juga seperti nya tengah merasakan dingin dan juga kesal karena hujan tak kunjung berhenti.

Sudah hampir setengah jam lebih dia berdiri diemperan toko itu setelah sebelum nya pulang dari bekerja disalah satu cafe ternama dikota itu .

Sesekali dia melihat keatas dan mengadahkan tangan nya, merasakan rintik hujan yang kian mereda. Nampak orang orang yang bernasib sama dengan nya sudah mulai beranjak meninggalkan tempat itu.

Ia membuang kasar nafas nya, setelah di rasa cukup reda dia pun mulai menjalankan motor nya. Membelah jalanan malam yang sangat dingin hingga menusuk ketulang.

Berpacu dengan kecepatan sedang sesekali ia melirik kearah kanan dan kiri, tampak jalanan sudah sangat sepi. Seperti nya orang orang sudah berada diperaduan mereka masing masing.

Hanya ada bebedapa orang yang masih menepikan diri mereka.

Hingga tak lama motor yang dikendarai nya pun tiba disebuah rumah kontrakan sederhana berdinding papan bewarna hijau.

Dia memakirkan motor nya, kemudian masuk kedalam rumah itu.

Membuka jaket dan langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.

Setelah dirasa segar dia langsung menghempaskan tubuh lelah nya keatas ranjang yang lumayan membuat nya merasa lebih nyaman.

Mata nya terpejam namun masih enggan untuk tertidur.

Diluar gerimis masih enggan untuk pergi, masih menyisakan dingin dan sepi.

Membuat suasana semakin terasa melow untuk jiwa gadis itu yang masih tengah berjuang menata hati.

"sudah hampir setahun kak, tapi kenapa sakit ini masih sangat terasa. Aku sungguh sangat merindukan mu" isak gadis itu.

Dia memeluk guling kesayangan nya dan menangis menumpahkan segala kerinduan nya pada orang yang sama, orang yang sudah pergi jauh dari kehidupan nya.

Sudah hampir setahun namun bayangan wajah itu masih sering membuat nya menangis jika teringat. Apalagi ketika ia merasa sedih dan sendiri seperti ini.

Naina menangis sesunggukan hingga akhirnya ia terlelap dalam tidur nya.

...

Keesokan pagi nya..

Kring kring....

Terdengar suara alarm yang sudah berdering nyaring sejak setengah jam yang lalu. Namun sang pemilik masih kelihatan enggan untuk membuka mata nya yang terasa masih sangat berat.

Hingga alarm sudah mulai bosan untuk berbunyi barulah si pemilik melihat kearah jam beker kecil itu.

Dilirik nya dengan mata masih setengah terbuka, namun masih belum yakin, dia pun duduk dengan malas ditatap nya lagi jam itu namun seketika mata nya pun langsung terbelalak kaget.

"astagaaa, kenapa bisa gak denger, terlambat kan aku, aaaa" Naina pun menjerit histeris, dia langsung berlari masuk kekamar mandi.

Membasuh muka dan menggosok gigi, lupakan mandi, sudah sangat terlambat fikir nya.

Dengan cepat dia memakai pakaian dan menyisir sedikit rambut nya, memberi sedikit sentuhan lips balm agar tidak terlalu pucat kemudian segera menyambar tas dan langsung meraih kunci motor matic biru kesayangan nya.

Dipacu nya motor itu dengan kecepatan lumayan tinggi. Sudah terlambat 15menit.

Setelah sampai diparkiran dia langsung berlari menuju kelas nya dengan tergesa gesa. Tanpa menghiraukan tatapan heran dan mengejek semua mata yang menatap nya.

Bruukk

"au, aduh. Maaf maaf, aku buru buru" ucap Naina tergesa sambil bangun dari jatuh nya

"ck, kamu ini, kenapa buru buru si nai? . Jatuh kan" kata Sean sambil memandang wajah kacau Naina

"hehe, maaf kak. Aku udah telat. Permisi ya kak. Bye" seru Naina melambaikan tangan nya dan langsung berlari dari hadapan Sean senior nya dikampus

Sean hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan gadis cantik idaman nya itu.

Sesampai nya didepan pintu kelas dia pun langsung mengetuk pintu dengan senyum khas nya. Membuat sang dosen yang mengajar itu mencebikan bibir nya karena kesal.

"kamu terlambat lagi Naina Sheralia. Kamu fikir ini kampus kamu ha, seenak jidat mu saja" kata dosen itu menatap marah Naina yang memang sudah sering terlambat

"hehe, maaf pa maaf. Saya kesiangan, jalanan juga macet tadi. Maaf pak,, janji deh gak lagi" rayu Naina dengan kedua tangan mengatup didepan dada nya

"tidak akan, sana tidur saja kamu diluar" ucap pak Malik nama dosen itu dan langsung memalingkan wajah nya menatap kembali layar laptop nya

"yah pak jangan dong, saya janji deh bakal lakuin apapun yang penting saya bisa ikut ulangan pagi ini. Tolong pak" pinta Naina memohon dengan raut wajah memelas

"alasan aja tu pak, besok juga dibuat lagi, gak tau diri banget" ucap salah satu mahasiswi dengan sombong nya

Naina hanya diam saja mendengar itu.

Dosen itupun tampak berpikir sejenak

"oke, kamu boleh ikut ulangan pagi ini, tapi setelah itu kamu ikut keruangan saya" kata pak Malik datar

Naina pun dapat bernafas lega. Dia langsung duduk dikursi nya dan mengerjakan ulangan nya.

Setengah jam berlalu dan tugas sudah harus dikumpul. Naina pun mengikuti pak malik keruangan nya. Disana dia disuguhkan dengan berbagai tugas pak Malik yang sudah menumpuk. Pak Malik memerintahkan nya untuk memeriksa seluruh laporan mahasiswa baru. Pak Malik tau bahwa Naina adalah seorang siswi yang mempunyai nilai akademik yang cukup bagus sehingga dia bisa masuk keuniversitas ternama ini dengan mendapatkan beasiswa siswi berprestasi. Mengingat universitas ini hanya diisi oleh kalangan elit sekelas anak pejabat dan juga anak para pengusaha pengusaha kaya. Sedangkan orang seperti Naina bisa masuk karena keberuntungan mendapatkan beasiswa.

Karena Naina hanya anak orang desa, penampilan nya sangat sederhana dibandingkan yang lain, jadi dia dikucilkan dari teman teman nya. Hanya ada beberapa orang yang mau berteman dengan nya dan juga satu orang anak pengusaha sukses yang memang tulus ingin berteman dengan nya yang kini merangkap sebagai sahabat satu satu nya dikota itu. Dia adalah Clarissa, teman pertama Naina .

Dia melihat Naina tulus dan apa ada nya tidak seperti anak anak orang kaya yang mau senang nya saja ketika berteman dengan nya. Dengan Naina dia merasa nyaman meski Naina bukan berasal dari keluarga kaya.

Setelah hampir dua jam diruangan itu Naina pun akhir nya bisa bernapas dengan lega. Dia keluar dari ruangan pak Malik dengan wajah kusut karena lelah dan sudah sangat lapar.

"Naina! " panggil Clarissa yang tengah berlari mendapati nya

"hai Cla" sapa Naina lemas

"disuruh ngapain lo tadi sama pak ganteng? " tanya Clarissa sambil menggandeng lengan Naina

"ck, dia mau bunuh aku perlahan kayak nya, masak disuruh meriksa semua tugas mahasiswa baru yang dia ajar, kan telewat. Berasa rontok otak aku ini" ucap Naina mengeluh sembari mengetuk pelan kepala nya

"hahahha, maka nya lo jangan terlambat mulu, marah deh tu kan dosen. Lo sih kayak banyak amat piaraan dirumah, hampir tiap hari terlambat" ungkap Clarissa

"ya gimana, aku kan pulang larut, jadi susah banget mau bangun pagi" keluh Naina lagi

Clarissa pun menatap nya iba, sungguh gadis yang penuh perjuangan batin nya

"ya ya, salut gue sama lo. Yauda yuk kita makan. Gue juga udah laper banget nih" ajak Clarissa

Mereka pun makan dikantin kampus dengan lahap tanpa memperdulikan omongan anak anak kampus yang mulut nya melebihi mulut tetangga fikir Naina.

..

jangan lupa ninggalin jejak ya guys

ini karya amburadul kedua ku

selamat menikmati

😉

Terpopuler

Comments

Tuti Rusnadi

Tuti Rusnadi

lagi baca Anara..... langsung spill yg ini.....☺️

2023-10-07

1

Mukmini Salasiyanti

Mukmini Salasiyanti

gini amburadul nya
yg bagusnya yg gmn, mbak? hihi

2023-09-06

0

🌹Fina Soe🌹

🌹Fina Soe🌹

aku kesini thor...habis baca Nara..😁

2023-06-09

2

lihat semua
Episodes
1 Naina Sheralia Putri
2 Reyza Askara Gemilang
3 Pindah
4 Suasana Kampus
5 Pertemuan Pertama
6 Berkelahi
7 Bekerja
8 Ribut Lagi
9 Terkenang
10 Berkelahi Lagi
11 Phobia Jarum Suntik
12 Curhat
13 Clarissa dan Dion
14 Menolong Naina
15 Petaka Membawa Hikmah
16 Kenangan Naina
17 Tuan Muda Askara ?
18 Berbagi Kisah yang Mengejutkan Reyza
19 Kenangan Reyza
20 Angelina
21 Mari Berjuang Bersamaku
22 Angelina Dan Daniel
23 Mulut Pedas Warga Kampus
24 Sudah Jatuh Hati ?
25 Janji Reyza
26 Mengamen
27 Serangan Andre
28 Bercerita Dengan Mama
29 Mimpi
30 Fakta Yang Terungkap
31 Meraih Mimpi
32 Bersenda Gurau
33 Ke Perusahaan Record Company
34 Menemani Naina Rekaman
35 Penampilan Perdana
36 Bahagia Ku Bersamamu
37 Berziarah Ke Makam Abimanyu
38 Mengisi Acara DiGladion Corp
39 Sudah Mulai Terkenal
40 Bibit Pelakor
41 Perjodohan
42 Berita Miring Naina dan CEO RC
43 Pertengkaran Pertama
44 Masuk Rumah Sakit
45 Bertemu Angelina
46 Mantan Reyza
47 Jadi Model Vidio Clip
48 Harapan Bersamamu
49 Acara Ulang Tahun Gemilang Group
50 Cafe Kenangan
51 Terungkap
52 Reyza Kritis
53 Fakta Yang Mengejutkan
54 Trauma
55 BangunLah Sayang
56 Sadar Kembali
57 Apa Pantas ?
58 Wisuda Dan Salam Perpisahan
59 LDR Dimulai
60 Menjemput Lolita
61 Lolita dan Sean
62 Konser Sheralia
63 Ujian LDR
64 Rindu Yang Saling Terpaut
65 Wisuda Naina dan Clarissa
66 Sakit ?
67 Hati Yang Begitu Hancur
68 Resign
69 Melepaskan
70 Ketahuan Sean
71 Menjenguk Naina
72 Kepulangan Reyza
73 Tuan Muda Askara
74 Kekejaman Reyza Askara
75 Bertemu Dion
76 Reyza Mabuk
77 Persiapan Pernikahan Dion dan Clarissa
78 Kebencian Reyza dan Kesakitan Naina
79 Kegundahan Reyza
80 Penyesalan Reyza
81 Buku Diary Naina
82 Mencari Naina
83 Hati Ku Lemah Melihatmu
84 Pingsan
85 Tentang Eyang Putri
86 Kamu Harus Kuat
87 Melamar
88 Meminta Restu
89 Takjub
90 Pernikahan Dengan Air Mata
91 Bertahanlah Sayang
92 Operasi Naina
93 Naina Sadar
94 Naina Pulih
95 Pulang Kerumah Eyang Putri
96 Dirumah Eyang Putri
97 Terimakasih Telah Kembali
98 Acara Syukuran
99 Terimakasih
100 Perpisahan
101 Nona Muda Askara
102 Obrolan Absurd
103 Sosok Yang Masih Dirindukan
104 Ke Makam Abimanyu
105 Keadaan Naina
106 Kebahagiaan Beti
107 Bolehkah Berharap Lebih (Beti)
108 Jatuh Cinta ????? (Beti dan Dokter Bayu)
109 Rencana Resepsi
110 Resepsi Pernikahan
111 Menggoda Reyza
112 Berbuka Puasa
113 Obrolan DiMeja Makan
114 OTW Liburan
115 Bermain Di Pantai Lombok
116 DiBawah Sinar Rembulan
117 Kegalauan Beti
118 Menjenguk Clarissa
119 Kecelakaan
120 Beti Dan Dokter Bayu
121 Pernikahan Beti Dan Dokter Bayu
122 Naina Yang Sensitif
123 Naina Pingsan
124 Naina Hamil
125 The End
126 Promo Novel Baru
127 Part Bonus (Mirip Uncle)
128 Menyerah (Diantara cinta yang terabaikan)
129 Takdir Cinta Maira
130 RANULA (Sejarah Penuh Luka)
131 Bukan Cinderella (novel baru)
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Naina Sheralia Putri
2
Reyza Askara Gemilang
3
Pindah
4
Suasana Kampus
5
Pertemuan Pertama
6
Berkelahi
7
Bekerja
8
Ribut Lagi
9
Terkenang
10
Berkelahi Lagi
11
Phobia Jarum Suntik
12
Curhat
13
Clarissa dan Dion
14
Menolong Naina
15
Petaka Membawa Hikmah
16
Kenangan Naina
17
Tuan Muda Askara ?
18
Berbagi Kisah yang Mengejutkan Reyza
19
Kenangan Reyza
20
Angelina
21
Mari Berjuang Bersamaku
22
Angelina Dan Daniel
23
Mulut Pedas Warga Kampus
24
Sudah Jatuh Hati ?
25
Janji Reyza
26
Mengamen
27
Serangan Andre
28
Bercerita Dengan Mama
29
Mimpi
30
Fakta Yang Terungkap
31
Meraih Mimpi
32
Bersenda Gurau
33
Ke Perusahaan Record Company
34
Menemani Naina Rekaman
35
Penampilan Perdana
36
Bahagia Ku Bersamamu
37
Berziarah Ke Makam Abimanyu
38
Mengisi Acara DiGladion Corp
39
Sudah Mulai Terkenal
40
Bibit Pelakor
41
Perjodohan
42
Berita Miring Naina dan CEO RC
43
Pertengkaran Pertama
44
Masuk Rumah Sakit
45
Bertemu Angelina
46
Mantan Reyza
47
Jadi Model Vidio Clip
48
Harapan Bersamamu
49
Acara Ulang Tahun Gemilang Group
50
Cafe Kenangan
51
Terungkap
52
Reyza Kritis
53
Fakta Yang Mengejutkan
54
Trauma
55
BangunLah Sayang
56
Sadar Kembali
57
Apa Pantas ?
58
Wisuda Dan Salam Perpisahan
59
LDR Dimulai
60
Menjemput Lolita
61
Lolita dan Sean
62
Konser Sheralia
63
Ujian LDR
64
Rindu Yang Saling Terpaut
65
Wisuda Naina dan Clarissa
66
Sakit ?
67
Hati Yang Begitu Hancur
68
Resign
69
Melepaskan
70
Ketahuan Sean
71
Menjenguk Naina
72
Kepulangan Reyza
73
Tuan Muda Askara
74
Kekejaman Reyza Askara
75
Bertemu Dion
76
Reyza Mabuk
77
Persiapan Pernikahan Dion dan Clarissa
78
Kebencian Reyza dan Kesakitan Naina
79
Kegundahan Reyza
80
Penyesalan Reyza
81
Buku Diary Naina
82
Mencari Naina
83
Hati Ku Lemah Melihatmu
84
Pingsan
85
Tentang Eyang Putri
86
Kamu Harus Kuat
87
Melamar
88
Meminta Restu
89
Takjub
90
Pernikahan Dengan Air Mata
91
Bertahanlah Sayang
92
Operasi Naina
93
Naina Sadar
94
Naina Pulih
95
Pulang Kerumah Eyang Putri
96
Dirumah Eyang Putri
97
Terimakasih Telah Kembali
98
Acara Syukuran
99
Terimakasih
100
Perpisahan
101
Nona Muda Askara
102
Obrolan Absurd
103
Sosok Yang Masih Dirindukan
104
Ke Makam Abimanyu
105
Keadaan Naina
106
Kebahagiaan Beti
107
Bolehkah Berharap Lebih (Beti)
108
Jatuh Cinta ????? (Beti dan Dokter Bayu)
109
Rencana Resepsi
110
Resepsi Pernikahan
111
Menggoda Reyza
112
Berbuka Puasa
113
Obrolan DiMeja Makan
114
OTW Liburan
115
Bermain Di Pantai Lombok
116
DiBawah Sinar Rembulan
117
Kegalauan Beti
118
Menjenguk Clarissa
119
Kecelakaan
120
Beti Dan Dokter Bayu
121
Pernikahan Beti Dan Dokter Bayu
122
Naina Yang Sensitif
123
Naina Pingsan
124
Naina Hamil
125
The End
126
Promo Novel Baru
127
Part Bonus (Mirip Uncle)
128
Menyerah (Diantara cinta yang terabaikan)
129
Takdir Cinta Maira
130
RANULA (Sejarah Penuh Luka)
131
Bukan Cinderella (novel baru)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!