Kenapa Harus Malu?

Mobil milik Awan melaju dengan kecepatan sedang. Jalanan cukup padat sore itu. Sepanjang jalan pikirannya terus tertuju pada pembicaraan tadi dengan Priska. 

“Aku akan tetap menunggu! Begitu urusan kamu selesai dengan istrimu, baru kita pikirkan lagi hubungan kita selanjutnya.” 

Seharusnya ucapan Priska membuat Awan merasa lega, senang dan bahagia. Kesempatan untuk merajut kembali hubungan yang pernah kandas itu terbuka lebar. Namun, di saat Priska mendeklarasikan keinginannya untuk kembali, tiba-tiba Awan malah merasa ragu. 

Awan membuka kaca jendela mobil untuk melihat beberapa kendaraan di depannya. Saat itu juga, aroma lezat yang berasal dari sebuah kedai roti bakar menyita perhatiannya. 

“Bukannya hari ini Pelangi sedang berpuasa, ya?” Pria itu melirik arloji  yang melingkar di pergelangan tangannya. Waktu menunjuk di angka 17:30. Sepertinya tidak akan terlambat jika Awan mampir sebentar dan membeli sesuatu untuk pelangi berbuka puasa. 

...........

Awan memasuki rumah dengan membawa sebuah kantongan makanan di tangannya. Sebentar lagi waktu maghrib akan tiba. Awan yakin bahwa saat ini Pelangi sedang berada di dapur. 

Benar dugaannya, Pelangi sedang menantikan waktu berbuka puasa. Sebuah gelas berisi air putih dan juga kurma ada di meja. 

“Dia buka puasanya pakai itu doang?” Awan bergumam menatap Pelangi yang duduk seorang diri.

Suara Adzan berkumandang membuat Pelangi tersenyum tipis. Bibirnya bergerak mengucapkan sebuah kata yang diartikan Awan sebagai ‘Alhamdulillah’. Pelangi mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, membuat Awan terpaku menatap wajah teduh yang nyaris tanpa beban itu. 

Pelangi mulai meminum air putih dan memakan kurmanya.

“Ini untuk kamu!” Pelangi refleks menoleh saat mendengar suara Awan menyapa.

Sebuah kantongan berisi kotak makanan di letakkan suaminya itu ke atas meja. Aroma dari roti panas yang lezat menyeruak dari dalam sana. 

“Assalamu’alaikum, Mas.” 

Awan gelagapan. Dirinya selalu saja lupa mengucapkan salam saat memasuki rumah. “Walaikumsalam.” 

“Terima kasih untuk makanannya,” ucap Pelangi dengan sebuah senyum di bibirnya.

Awan kembali terpaku. Ini adalah pertama kalinya Pelangi tersenyum kepadanya sejak menikah. Entah memang Pelangi yang tidak pernah tersenyum, ataukah Awan yang tak melihatnya. 

"Mas mau ikut makan?"

Awan mengangguk dengan tatapan yang seolah terhipnotis oleh Pelangi. Wajah bulat, hidung kecil dan bibir mungil itu tampak semakin manis. Lesung pipit terlihat dalam saat bibirnya melengkung membentuk senyuman.

“Sebenarnya dia tidak jelek. Wajahnya sangat alami dan manis dengan riasan seadanya.”

Awan yakin Pelangi hanya memoles wajahnya dengan bedak tipis dan juga lipstik berwarna yang tidak mencolok. Meski begitu, sebenarnya Awan tidak begitu menyukai penampilan Pelangi yang baginya terlalu tertutup. Gamis panjang dengan khimar itu menyamarkan seluruh bentuk tubuhnya. 

“Ngomong-ngomong, kenapa kamu tidak pernah membuka penutup kepalamu? Apa kamu tidak merasa panas menggunakannya?” 

“Aku sudah terbiasa menggunakannya sejak kecil.” Diiringi obrolan ringan, Pelangi menghidangkan roti bakar ke hadapan suaminya dan membuat teh hangat.

“Apa kamu tidak ada niat untuk sedikit merubah penampilanmu? Maksudku, tidak perlu terlalu tertutup seperti ini.” 

Ya, dipikirnya mungkin Pelangi akan lebih manis kalau penampilannya sedikit dirubah.

“Ayah pernah bilang, satu langkah anak perempuan keluar rumah tanpa menutup aurat, maka satu langkah pula ayahnya mendekat pada api neraka. Begitu pun dengan suaminya.” 

“Tapi ini kan di dalam rumah. Tidak ada yang akan melihatmu selain aku.” 

“Aku malu, Mas.” Sebuah jawaban singkat yang menciptakan kerutan di tipis di kening Awan. Bukankah seharusnya seorang istri tidak perlu malu di hadapan suaminya sendiri?

“Kenapa harus malu?” 

Pelangi kembali menundukkan pandangan.  

“Aku belum pernah membukanya di hadapan laki-laki manapun, selain ayah dan Zidan. Lagi pula, bukankah Mas Awan pernah bilang tidak akan tertarik dan berselera, walaupun aku membuka seluruh pakaianku?” 

...........

Terpopuler

Comments

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

salahmu sendiri Awan ,kamu masih mikirkan wanita lain

2025-01-06

0

Evy Zaneta

Evy Zaneta

ak kok malah bayangin Syifa haju

2025-01-09

0

✨️ɛ.

✨️ɛ.

kalo lu udah bucin pasti lu bakal kekepin Pelangi di rumah kagak bole keluar² takut diliatin para lelaki di luar sana..

2024-12-01

1

lihat semua
Episodes
1 Kenapa Tidak Menentang Sejak Awal?
2 Kenyataan Pahit
3 Kenapa Ayah Memilih Saya?
4 Kok Enak Sih?
5 Kompromi!
6 Pindah Ke rumah Baru
7 Pingsan!
8 Jadi Seperti Ini Pilihan Ayah?
9 Kenapa Kakak Bohong?
10 Apa Ini Adil?
11 Seperti Apa Wujudnya?
12 Sulit Bagiku!
13 Kenapa Harus Malu?
14 Antar Pulang!
15 Jauh Lebih Baik Daripada ....
16 Aroma Parfum?
17 Melepas Awan Untuk Priska?
18 Menyusul
19 Melamar Pelangi?
20 Terpaku
21 Aku Memang Kecewa!
22 Memperbaiki Kesalahan
23 Berkata Jujur
24 Kamu Sudah Berubah!
25 Tolong Lepaskan Awan!
26 Dosakah?
27 Meminta Anakku Kembali
28 Beri Kesempatan?
29 Tetap Huznudzon
30 Laa Tahzan Innallaha Ma'ana
31 Zidan?
32 Tersadar?
33 Meminta Kesempatan
34 Menjadi Lenteramu
35 Hubby-nya Mana?
36 Pulang
37 Kena Sawan!
38 Belajar Shalat
39 Kenapa Akhirnya Memilih Aku?
40 Jangan Lupa Berdoa
41 Cemburu dan Posesif
42 Hijab Bagi Laki-Laki
43 Do You Love Him?
44 Ajarin Kakak Napa?
45 Membangun Dari Titik Awal Bersama
46 Bos Baru?
47 Cari Informasi Tentang Awan!
48 Suamiku Sedang Dalam Perjalanan Hijrahnya!
49 Rekomendasi Bacaan
50 Mau Ajak Kamu ....
51 Semoga Hijrahku Mengantarkanmu Pada Cinta Allah
52 Pelangi Berselimut Awan
53 Guntur Diselimuti Awan
54 Kamu Siap-Siap, Ya?
55 Merasa Diikuti
56 Mending Gue Pulang!
57 Siapa Yang Kirim Kalian?
58 Mengapa Manusia DiUji?
59 Tentang Foto Yang Mengejutkan
60 Apakah Semua Hanya Topeng?
61 Siapa Yang Menyumbang?
62 Bentuk Ujian
63 Sakina, Mawaddah, Wa Rahma
64 Kejutan Tak Terduga
65 Keadaan Sebenarnya ....
66 Kalung Berlian?
67 Apa Aku Tidak Boleh Kecewa?
68 Kenapa Tidak Bilang?
69 Bermuka Dua
70 Dia Pernah Apa?
71 Kejadian Masa Lalu
72 Pengantin Tuan Adam
73 Kamu Tidak Percaya Sama Aku?
74 Saling Terbuka
75 Boleh Ajak Keluarga?
76 Memang Baru Hijrah!
77 Jangan Kasih Salam!
78 Pertanyaan Jebakan!
79 Buat Di Tempat Lain
80 Bertemu Sahabat Lama
81 Aku Tidak Suka!
82 Beritahu Teman Kamu Itu!
83 Maafkan Aku!
84 Rumah Baru Maryam
85 Aku sedih
86 Mas Guntur!
87 Umi Abah?
88 Rencana Guntur?
89 Perasaan Tidak Enak!
90 Kehilangan!
91 Melaporkan?
92 Butuh Waktu
93 Meminta Maaf
94 Untung Dokter!
95 Move On, Priska!
96 Ngajak Ribut!
97 Extra Part Maryam-Guntur
98 Extra Part - Tidak Akan Bisa Kemana-Mana
99 Extra Part- Kejutan Untuk Kamu
100 SUAMI BOHONGAN
101 Extra Part - Rumah Baru
102 Extra Part - Memuji kamu
103 Bisa Makin Tidak Benar
104 Jemput Saudara
105 Temani Kakak, ya!
106 Kenapa Kabur?
107 Mama Jahat, Bu!
108 Seperti Apa Kriteria Zidan?
109 MY SEXY LITTLE WIFE
110 Extra Part - Kamu Akan Kabur, Nggak?
111 Extra Part - Kedatangan Maryam
112 Extra Part - Masih Ada Kesempatan
113 Extra Part - JALAN BARENG
114 Extra Part - Dia Yang Aneh
115 Extra Part - Zidan Itu Judes
116 Extra Part - Dijodohkan Dengan Pria Brutal
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Kenapa Tidak Menentang Sejak Awal?
2
Kenyataan Pahit
3
Kenapa Ayah Memilih Saya?
4
Kok Enak Sih?
5
Kompromi!
6
Pindah Ke rumah Baru
7
Pingsan!
8
Jadi Seperti Ini Pilihan Ayah?
9
Kenapa Kakak Bohong?
10
Apa Ini Adil?
11
Seperti Apa Wujudnya?
12
Sulit Bagiku!
13
Kenapa Harus Malu?
14
Antar Pulang!
15
Jauh Lebih Baik Daripada ....
16
Aroma Parfum?
17
Melepas Awan Untuk Priska?
18
Menyusul
19
Melamar Pelangi?
20
Terpaku
21
Aku Memang Kecewa!
22
Memperbaiki Kesalahan
23
Berkata Jujur
24
Kamu Sudah Berubah!
25
Tolong Lepaskan Awan!
26
Dosakah?
27
Meminta Anakku Kembali
28
Beri Kesempatan?
29
Tetap Huznudzon
30
Laa Tahzan Innallaha Ma'ana
31
Zidan?
32
Tersadar?
33
Meminta Kesempatan
34
Menjadi Lenteramu
35
Hubby-nya Mana?
36
Pulang
37
Kena Sawan!
38
Belajar Shalat
39
Kenapa Akhirnya Memilih Aku?
40
Jangan Lupa Berdoa
41
Cemburu dan Posesif
42
Hijab Bagi Laki-Laki
43
Do You Love Him?
44
Ajarin Kakak Napa?
45
Membangun Dari Titik Awal Bersama
46
Bos Baru?
47
Cari Informasi Tentang Awan!
48
Suamiku Sedang Dalam Perjalanan Hijrahnya!
49
Rekomendasi Bacaan
50
Mau Ajak Kamu ....
51
Semoga Hijrahku Mengantarkanmu Pada Cinta Allah
52
Pelangi Berselimut Awan
53
Guntur Diselimuti Awan
54
Kamu Siap-Siap, Ya?
55
Merasa Diikuti
56
Mending Gue Pulang!
57
Siapa Yang Kirim Kalian?
58
Mengapa Manusia DiUji?
59
Tentang Foto Yang Mengejutkan
60
Apakah Semua Hanya Topeng?
61
Siapa Yang Menyumbang?
62
Bentuk Ujian
63
Sakina, Mawaddah, Wa Rahma
64
Kejutan Tak Terduga
65
Keadaan Sebenarnya ....
66
Kalung Berlian?
67
Apa Aku Tidak Boleh Kecewa?
68
Kenapa Tidak Bilang?
69
Bermuka Dua
70
Dia Pernah Apa?
71
Kejadian Masa Lalu
72
Pengantin Tuan Adam
73
Kamu Tidak Percaya Sama Aku?
74
Saling Terbuka
75
Boleh Ajak Keluarga?
76
Memang Baru Hijrah!
77
Jangan Kasih Salam!
78
Pertanyaan Jebakan!
79
Buat Di Tempat Lain
80
Bertemu Sahabat Lama
81
Aku Tidak Suka!
82
Beritahu Teman Kamu Itu!
83
Maafkan Aku!
84
Rumah Baru Maryam
85
Aku sedih
86
Mas Guntur!
87
Umi Abah?
88
Rencana Guntur?
89
Perasaan Tidak Enak!
90
Kehilangan!
91
Melaporkan?
92
Butuh Waktu
93
Meminta Maaf
94
Untung Dokter!
95
Move On, Priska!
96
Ngajak Ribut!
97
Extra Part Maryam-Guntur
98
Extra Part - Tidak Akan Bisa Kemana-Mana
99
Extra Part- Kejutan Untuk Kamu
100
SUAMI BOHONGAN
101
Extra Part - Rumah Baru
102
Extra Part - Memuji kamu
103
Bisa Makin Tidak Benar
104
Jemput Saudara
105
Temani Kakak, ya!
106
Kenapa Kabur?
107
Mama Jahat, Bu!
108
Seperti Apa Kriteria Zidan?
109
MY SEXY LITTLE WIFE
110
Extra Part - Kamu Akan Kabur, Nggak?
111
Extra Part - Kedatangan Maryam
112
Extra Part - Masih Ada Kesempatan
113
Extra Part - JALAN BARENG
114
Extra Part - Dia Yang Aneh
115
Extra Part - Zidan Itu Judes
116
Extra Part - Dijodohkan Dengan Pria Brutal

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!