Bab 9. HUJAN

Sejak pagi tadi, hujan turun mengguyur kota Bandung dengan derasnya. Indira dan Fika kini tengah berada di Mesjid Raya Bandung. Mereka baru saja selesai mengajar anak-anak jalanan yang sering mengamen dan berjualan asongan disana.

"Huft! Hujan nya masih deras banget," keluh Fika.

"Allahumma sayyiban nafi'an, jangan mengeluh Fika! Karena hujan itu sebuah berkah bagi manusia, cuman manusia macem kamu nih yang gak bersyukur! Panas ngedumel, hujan juga ngedumel, sampe langit nanya 'aku kudu piye?'," ucapan Indira membuat Fika tertawa.

Karena hujan masih sangat deras, keduanya memutuskan untuk pergi ke basement Alun-alun untuk mencari makanan yang dapat menghangatkan tubuh mereka yang kedinginan.

"Dira! Kayaknya makan cuankie enak deh," Fika menunjuk penjual cuankie.

"Boleh, lagian cuman disana tempat yang gak begitu rame," Indira dan Fika berjalan menghampiri sang penjual cuankie.

"Pak, cuankie nya 2 porsi ya!" pinta Fika.

"Siap neng, antosan!"

Mereka berdua menikmati cuankie sambil sesekali tertawa, mereka sedang membahas kelucuan anak-anak jalanan yang diasuhnya.

Dddrrttt ddrrrttt...

Getar ponsel milik Fika menghentikan obrolan mereka, Indira lebih memilih kembali menikmati sisa cuankie di mangkoknya.

"Dira! Kamu mau ikut aku sama Carel ke Cimahi gak? Kita mau survey tempat buat bikin rumah singgah, ikut ya!" ajak Fika dan Indira menggeleng.

"Gak ah! Kalian aja, aku mau ke butik Teh Alana," tolak Indira.

"Ish! Yaudah yuk, aku temenin kamu nyari taksi ya! Sekalian nunggu Carel di halte, apa mau sekalian aja kita anterin kamu dulu?" ujar Fika menyarankan.

"Gak usah, nanti kalian malah kesorean! Aku mah gampang, ada taksi ada ojek online juga," ucap Indira sambil beranjak.

Sebelum pergi, mereka membayar cuankie terlebih dahulu.

"Pak, totalnya berapa?" tanya Indira.

"18ribu aja neng," jawab sang penjual.

"Ini Pak, makasih ya!" ucap Indira lalu berpamitan.

"Neng, ini uangnya kebanyakan!" panggil penjual cuankie itu.

"Buat bapak, semoga dagangannya laris!" ucap Indira dan pergi darisana.

Sang penjual menatap lima lembar uang seratus ribuan ditangannya.

"Semoga Allah selalu melindungimu dan menjagamu serta menambahkan banyaknya rezeki untukmu," do'a tulus penjual cuankie itu pada Indira.

Sedangkan tak jauh disana, seorang laki-laki menatap Indira yang mulai menjauh.

"Hatimu memang sangat tulus dari dulu hingga sekarang, apakah kamu masih mengingatku?"

Indira dan Fika menunggu kedatangan Carel di halte bis, mereka duduk bersama. Disana tak begitu ramai, sebab orang lebih memilih berteduh dimasjid.

"Tuh Carel udah dateng!" tunjuk Indira pada sebuah mobil mungil berwarna kuning.

"Ck! Gak sedep banget dipandang, kenapa mesti pake si yellow sih," cebik Fika.

"Lho emang kenapa?" Indira menatap Fika dengen keheranan.

"Iyalah gak sedep! Kuning kan kalo ujan ngambang!" celetuk Fika membuat Indira kesal.

"Udah sana pergi!" usir Indira.

Carel membuka kaca mobilnya, dia kembali mengajak Indira bersama mereka.

"Beneran gak mau dianterin?" teriak Carel dari dalam mobilnya.

"Gak usah! Gampang nanti aku pake angkot atau taksi," jawab Indira sambil mengibas-ngibaskan kedua tangannya.

"Awas hati-hati dijalan! Kalo ada apa-apa, hubungin kita!" pinta Carel dan Indira hanya menunjukan kedua jempolnya.

* * *

Selepas kepergian Carel dan Fika, dia kembali mendudukan dirinya dibangku halte. Hujan masih cukup deras, sedangkan sejak tadi angkot dan taksi seolah menghilang.

"Lumayan dingin juga ternyata," gumam Indira memeluk dirinya sendiri.

"Boleh saya duduk disini, bangku disana penuh," ucap seorang laki-laki berseragam TNI.

"Silahkan," jawab Indira tanpa melihat orang yang tengah berbicara.

Ada jarak diantara keduanya, tapi Indira bisa dengan jelas menghirup parfumnya.

"Wangi ini, kayak pernah cium bau parfumnya!" batin Indira.

"Angkot kalapa ledeng belun ada yang lewat ya?" tanya laki-laki itu.

"Iya belum ada, saya juga lagi nunggu," jawab Indira sambil menunduk, membuat laki-laki itu tersenyum puas sebab bisa berbicara dengan Indira.

"Apakah kamu tahu hal yang paling romantis dari hujan?" tanya laki-laki itu dan Indira menggelengkan kepalanya seolah tak peduli.

"Dia selalu kembali meski ia tahu ia akan selalu terjatuh. Langit menjatuhkan tetesan air hujan yang sedih, sakit, dan tak mampu menghapuskan dosa, apalagi kenangan," ucapnya lagi membuat Indira terpancing untuk menjawabnya.

"Daripada hanya memikirkan kenangan, lebih baik kita banyak bersyukur. Hidup ini penuh dengan keindahan. Perhatikan sekelilingmu ada lebah kecil, anak kecil, dan wajah-wajah yang penuh senyuman, hirup aroma hujan, dan rasakan anginnya. Jalani hidupmu dengan penuh pengharapan. Lebih baik, berjuanglah untuk mimpi terbesarmu," ucap Indira membuat laki-laki itu tersenyum.

Tak lama kemudian, datanglah angkot jurusan Kelapa ledeng. Sayangnya hanya bangku samping sopir yang kosong.

"Naik dua-duanya aja didepan, Pak! Udah gak ada yang ngetem dibelakang!" ucap sopir angkot itu membuat Indira menggelengkam kepalanya.

"Biar beliau aja yang naik, saya bisa memakai kendaraan lain," tolak Indira.

"Taksi susah neng, lagi pada demo! Mending masuk aja sekarang," titah sang sopir.

Akhirnya Indira mengalah, terlebih waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore dan hujan masih turun deras pula.

"Kamu kesempitan?" tanya laki-laki itu pada Indira.

"Sudah jelas kan? Jadi gak perlu saya jelaskan," ketus Indira membuatnya tertawa.

"Jangan galak-galak, nanti cantiknya hilang," gombal laki-laki itu sambil berbisik.

Indira tak menyauti ucapannya lagi, kini dia sudah sampai dijalan R. E. Martadinata atau lebih dikenal dengan jalan riau.

"Kiri depan, Pak!" pinta Indira pada sang sopir.

"Bisa turun dulu? Saya mau turun," ucap Indira membuat laki-laki itu turun terlebih dahulu.

"Hati-hati dijalan, nona cantik! Hujan masih deras!" ucap laki-laki itu sambil melambaikan tangannya.

Deg!

Jantung Indira berdegup kencang, dia melihat syal yang beberapa tahun lalu pernah terikat pada kakinya yang terluka.

"Apa dia Kak Yoga?! Arrrgghhh! Aku gak liat mukanya lagi tadi!" kesal Indira pada dirinya sendiri.

Dengan langkah gontai, dia berjalan masuk ke butik milik sang calon Kakak ipar.

"Kiran! Kirania," teriak Athaya dari parkiran sayangnya Indira tak menyaut.

"Hei! Lo daritadi gue panggil-panggil gak nyaut!" ucap Athaya menarik tas Indira.

"Lepas! Nama saya Indira, kalo kamu panggil saya dengan nama lain untuk apa saya menoleh," ketus Indira.

"Oke deh, oke! Gue panggil lo Dira aja!" Athaya melepaskan tas Indira.

Tanpa memperdulikan Athaya, Indira masuk kedalam butik.

"Teh Raya, kok Teh Alana gak ada?" tanya Indira.

"Lah barusan Teh Alana pergi sama Teh Elmira, emang gak ketemu tadi?" ucap Raya membuat Indira mendengus kesal.

"Enggak! Yaudah deh, aku pulang ya Teh," pamit Indira.

"Gue anter ya! Diluar masih hujan! Daripada lo sakit," bujuk Athaya.

"Gak usah, itu saya udah pesen taksi!" ketus Indira lalu pergi masuk kedalam taksi.

Athaya menatap taksi itu, dia semakin tertantang untuk mendekati gadis itu. Terlebih Athaya tau, jika Alana adalah calon kakak iparnya.

"Akan aku kejar kamu, Indira. Kamu semakin membuatku yakin, kalo kamu adalah perempuan yang tepat untuk menjadi belahan jiwaku," batin Athaya.

Sedangkan didalam taksi, Indira termenung menatap air hujan dan memegang sebuah liontin yang selalu tergantung dikalungnya.

"Aku selalu menitipkan rindu, pada hujan yang selalu lewat di depan kaca jendelaku. Aku ingin kau mengetahui, diam-diam aku selalu berharap agar hujan membawa harapanku yang sama. Aku berharap hujan ini segera reda, agar rindu ini tak terlalu dalam mengorek luka. Bila diibaratka ujan bagaikan tirai yang memisahkan kamu dan rindu. Dan jika harus memilih, maka kupilih untuk membuka tirai, agar bertemu dengan dirimu, Kak Yoga," batin Indira hingga tak terasa membuat airmatanya menetes dipipi.

* * * * *

Semoga suka dengan ceritanya...

Jangan lupa loh buat Like, Komen, Vote dan Favorite 🥰🙏🥰

Dukung Author terus ya!

Salam Rindu, Author ❤

Terpopuler

Comments

WD

WD

Thor yg baik hati satu kan yoga ma Dira ya

2022-02-04

2

Araya Raya

Araya Raya

ayo kak satuin dira sama dirga...

2022-02-04

2

Mey

Mey

menanti pelangi setelah hujan..menunggu waktu yg tepat untk menjadi indah...❤️❤️
sabar Dira..sabar...dia jg punya rasa yg sama..hanya tinggal menunggu waktu yg tepat...😍😍😍😍
lanjut neng...😔😘😘😘

2022-02-03

1

lihat semua
Episodes
1 1. I'M INTROVERT
2 Bab 2. Berkemah
3 Bab 3. Menemukan, tapi ternyata Bukan kamu
4 Bab 4. Dirga Agung Prayoga
5 Bab 5. Sahabat Baik
6 Bab 6. Panji Sang Penakluk
7 Bab 7. Kisah kasih di sekolah
8 Bab 8. New Chapter
9 Bab 9. HUJAN
10 Bab 10. Kisah Hidup Athaya
11 Bab 11. Cinta yang Rumit
12 Bab 12. Selalu ada luka
13 Bab 13. Persimpangan Dilema
14 Bab 14. Sebuah Rahasia
15 Bab 15. Tentang Seseorang
16 Bab 16. Mengikuti Alur
17 Bab 17. You're Mine
18 Bab 18. Kesedihan Indira
19 Bab 19. Cinta Tak Mungkin Berhenti
20 Bab 20. Lamaran
21 Bab 21. Rencana Aini
22 Bab 22. KKN di Sukabumi
23 Bab 23. Kebetulan macam apa ini?!
24 Bab 24. Tanggung Jawab
25 Bab 25. Rasa Kehilangan
26 Bab 26. Sebuah Kenyataan
27 Bab 27. Penyesalan
28 Bab 28. Sebuah Keputusan
29 PENGUMUMAN
30 Bab 29. Dua Cincin
31 Bab 30. Siuman
32 Bab 31. Menunggu
33 Bab 32. Ada apa dengan Cinta
34 Bab 33. Niat Baik Athaya
35 Bab 34. Perjuangan
36 Bab 35. Nikah Dadakan
37 Bab 36. Jadi Ipar
38 Bab 37. Masalah
39 Bab 38. Orang Yang tepat
40 Bab 39. Sebuah tanggung jawab
41 Bab 40. Malang
42 Bab 41. Menghindar
43 Bab 42. Rumah Tangga
44 Bab 43. Drama Kejepit
45 Bab 44. Pelabuhan Ratu
46 Bab 45. Tugas Pertama
47 Bab 46. Hari ini, Mas Milikmu!
48 Bab 47. Pergi tuk kembali
49 Bab 48. Bibit Unggul
50 Bab 49. Ngidam?
51 Bab 50. Jeruk Bali
52 Bab 51. Kembali Pulang
53 Bab 52. Dirga vs Athaya
54 Bab 53. H-1 Akad Aini Athaya
55 Bab 54. Pelabuhan Terakhir
56 Bab 55. Madu Asmara
57 Bab 56. Kelahiran
58 Bab 57. Gemma Giacinta Indirga
59 Bab 58. Aqiqah Gemma
60 Bab 59. Sulitnya menjadi Ibu
61 Bab 60. Persimpangan Dilema
62 Kabar Bahagia
63 Bab 62. Kegiatan bersama
64 Ulang Tahun Pertama, Gemma.
65 Bab 64. Ujian Pernikahan
66 Bab 65. Kelahiran Adzka
67 Bab 66. Yang datang dan yang pergi
68 Bab 67. Duka diatas Luka
69 Bab 68. Memulai Kembali
Episodes

Updated 69 Episodes

1
1. I'M INTROVERT
2
Bab 2. Berkemah
3
Bab 3. Menemukan, tapi ternyata Bukan kamu
4
Bab 4. Dirga Agung Prayoga
5
Bab 5. Sahabat Baik
6
Bab 6. Panji Sang Penakluk
7
Bab 7. Kisah kasih di sekolah
8
Bab 8. New Chapter
9
Bab 9. HUJAN
10
Bab 10. Kisah Hidup Athaya
11
Bab 11. Cinta yang Rumit
12
Bab 12. Selalu ada luka
13
Bab 13. Persimpangan Dilema
14
Bab 14. Sebuah Rahasia
15
Bab 15. Tentang Seseorang
16
Bab 16. Mengikuti Alur
17
Bab 17. You're Mine
18
Bab 18. Kesedihan Indira
19
Bab 19. Cinta Tak Mungkin Berhenti
20
Bab 20. Lamaran
21
Bab 21. Rencana Aini
22
Bab 22. KKN di Sukabumi
23
Bab 23. Kebetulan macam apa ini?!
24
Bab 24. Tanggung Jawab
25
Bab 25. Rasa Kehilangan
26
Bab 26. Sebuah Kenyataan
27
Bab 27. Penyesalan
28
Bab 28. Sebuah Keputusan
29
PENGUMUMAN
30
Bab 29. Dua Cincin
31
Bab 30. Siuman
32
Bab 31. Menunggu
33
Bab 32. Ada apa dengan Cinta
34
Bab 33. Niat Baik Athaya
35
Bab 34. Perjuangan
36
Bab 35. Nikah Dadakan
37
Bab 36. Jadi Ipar
38
Bab 37. Masalah
39
Bab 38. Orang Yang tepat
40
Bab 39. Sebuah tanggung jawab
41
Bab 40. Malang
42
Bab 41. Menghindar
43
Bab 42. Rumah Tangga
44
Bab 43. Drama Kejepit
45
Bab 44. Pelabuhan Ratu
46
Bab 45. Tugas Pertama
47
Bab 46. Hari ini, Mas Milikmu!
48
Bab 47. Pergi tuk kembali
49
Bab 48. Bibit Unggul
50
Bab 49. Ngidam?
51
Bab 50. Jeruk Bali
52
Bab 51. Kembali Pulang
53
Bab 52. Dirga vs Athaya
54
Bab 53. H-1 Akad Aini Athaya
55
Bab 54. Pelabuhan Terakhir
56
Bab 55. Madu Asmara
57
Bab 56. Kelahiran
58
Bab 57. Gemma Giacinta Indirga
59
Bab 58. Aqiqah Gemma
60
Bab 59. Sulitnya menjadi Ibu
61
Bab 60. Persimpangan Dilema
62
Kabar Bahagia
63
Bab 62. Kegiatan bersama
64
Ulang Tahun Pertama, Gemma.
65
Bab 64. Ujian Pernikahan
66
Bab 65. Kelahiran Adzka
67
Bab 66. Yang datang dan yang pergi
68
Bab 67. Duka diatas Luka
69
Bab 68. Memulai Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!