🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
•
✨🌹💞🌹✨
Di ruang kerja Aqila terus mengotak-atik komputer yang berada di depan meja, ada beberapa file dokumen yang harus ia kirim hari ini ke CEO.
Waktu istirahat kantor ia lewati meski perut meminta jatah untuk di isi, Aqila tidak menggubris karena waktu sudah mepet beberapa jam lagi sudah harus di kirim.
Dewi sudah berulang kali mengajak Aqila tapi selalu di tolak dengan alasan nanggung waktu mepet ini hari pertama bekerja ia tidak ingin mengecewakan perusahaan.
Aqila tidak mau di anggap tidak bertanggung jawab di hari pertama nya bekerja, bagaimana jika ini uji coba yang harus ia lakukan untuk mengetahui betapa dalam pengetahuan nya.
Ketukan pintu kembali terdengar.
Tok...
Tok...
Tok...
"Masuk." Sahut Aqila tanpa menoleh, mata dan tangan nya masih fokus pada layar komputer dan jari mungil nya lincah mengotak-atik keyboard.
"Qila ayo makan nanti kamu sakit kalau terlalu forsi bekerja." Ucap Dewi membawa sebuah kantong kresek berisi makanan.
Orang yang mengetuk pintu tadi ia adalah Dewi.
Berulang kali mengajak makan selalu di tolak, akhirnya ia berpikir untuk memesan makanan untuk Aqila. Meski baru dua hari mengenal Aqila, ia sudah merasa nyaman mungkin karena kepribadian Aqila apa ada nya tanpa malu mengekspresikan jati dirinya.
"Nanggung Dewi bentar lagi selesei." Balas Aqila masih sama tanpa menoleh.
"Yah sudah aku kasih waktu 15 menit, dalam waktu tersebut belum kelar. Sorry aku matiin komputer kamu." Ancam Dewi serius.
Uang bisa di cari kapan saja, tapi tidak dengan kesehatan. Dewi bukan wanita yang memaksa diri, jika lapar ia akan meninggalkan semua pekerjaan meski itu penting atau lain nya ia tidak perduli.
"Iya 15 menit." Setuju Aqila mengiyakan.
Belum sampai 15 menit pekerjaan Aqila sudah selesei dan sudah di kirim langsung ke CEO perusahaan.
"Hebat lho Qila belum sampai 15 menit sudah selesei saja." Puji Dewi menganggumi kecerdasan Aqila meski lulusan SMA, pengetahuan nya di atas lulusan Sarjana.
"Hebat apaan sih, nama nya juga profesional kerja jadi harus tepat waktu." Balas Aqila.
"Profesional kerja sih iya. Tapi ini sudah melebihi." Ucap Dewi membingungkan Aqila yang tidak paham maksud perkataannya." Yah sudah lupakan saja, mending kita makan dulu aku sudah pesan 2, satu untuk kamu dan satu nya untuk aku." Kata Dewi yang sadar Aqila binggung terpapar jelas dari wajah.
"Terima kasih Dewi, semua ini harga nya berapa?" Tanya Aqila
"Maksud kamu harga nasi nya?" Tanya balik Dewi menunjuk nasi bungkus.
"Iya. Harga nya berapa?" Ucap Aqila membuka dompet mengembalikan uang pada Dewi yang sudah dipakai untuk membeli nasi bungkus nya.
"Ini apaan?" Binggung Dewi dengan sodoran uang yang diberikan Aqila pada nya.
"Bayar nasi bungkus ini." Tunjuk Aqila mengangkat nasi bungkus.
"Ngapain bayar Qila, aku ikhlas kamu kayak siapa saja deh." Geleng Dewi mendengar pernyataan Aqila.
"Tapi aku gak enak makan gratisan Dewi, aku bayar saja yah." Pinta Aqila masih menolak.
"Yah sudah gini anggap saja hari ini aku traktir kamu, dan besok giliran kamu traktir aku. Bagaimana kamu setuju gak?" Tanya Dewi memberi penawaran menarik.
"Okey aku setuju dengan ide kamu. Kalau begitu sama-sama enak." Balas Aqila.
🌿🌺🌿
Hari ini Arka bekerja dengan suasana hati yang kacau, entah kenapa hanya ia sendiri yang tau.
Semua meeting penting ia lempar kepada asisten untuk menghandle nya.
Saat ini ia tidak bersemangat untuk melakukan apa pun. Kepala nya terasa pusing. Saat ingin bangun ponsel nya berdering panggilan masuk. Arka segera mengangkat."Hallo, ada apa Mama menghubungi ku?" Tanpa basa-basi Arka langsung bertanya.
📞:"Anak kurang ajar, Orang tua telpon bukan nya tanya kabar atau basa-basi, ini malah tanya kenapa, mau kamu jadi anak durhaka hah?"
📞:"Iya maaf, Arka lagi sibuk banyak klien yang harus temui hari ini juga." Bohong Arka.
Saat ini ia sangat tidak mood menerima telpon kalau bukan Orang tua nya sudah dipastikan ia akan matikan sambungan tersebut.
📞:"Maksud kamu Mama nganggu jam kerja kamu?"
📞:"Mama tidak nganggu hanya saja sekarang Arka harus segera ketemu klien, sambungan nya di lanjutkan setelah Arka ketemu klien yah." Bohong Arka sejujur nya ia ingin istirahat.
📞:"Yah sudah kalau begitu selesei kan pekerjaan kamu, dua jam lagi Mama akan hubungin lagi."
Setelah sambungan terputus Arka meletakkan ponsel di meja kerja agar tidak mengganggu waktu istirahat nya.
Arka menjatuhkan tubuh di kasur empuk, sambil menatap langit atap kamar yang berada di ruang kerja.
Ruangan tersebut tidak ada yang tau selain Ia, Yudha dan Siska kekasih pujaan nya.
Sampai saat ini Arka masih belum mendapat kabar dari orang suruhan nya tentang keberadaan Siska. Hal itu menambah kepala Arka semakin pusing.
"Kamu dimana sayang, kemana aku harus mencari kamu, sudah hampir seminggu tidak ada yang bisa menemukan mu. Aku berdoa di mana pun kamu berada selalu di lindungi yang kuasa dan di beri kesehatan." Gumam Arka.
Di sisi lain Yudha asisten Arka terus mengumpat kesal atasan sekaligus sahabatnya. Tidak pernah bersikap profesional dalam mengatasi masalah kerjaan.
Arka selalu melepas semua sesuka hati sesuai mood nya, hal itu membuat Yudha selalu kena imbas jika mood Arka hancur.
"Kenapa aku harus punya atasan seperti Arka, kalau untuk sahabatan aku fine-fine saja gak ada masalah." Gerutu Yudha kesal harus bolak balik menemui klien di 5 tempat berbeda.
3 jam sudah Arka berada di alam bawah sadar, bunyi dering ponsel tidak di dengar Arka saking pulas tidur nya. Yudha yang kini telah selesei menemui klien langsung masuk ke ruangan Arka tanpa mengetuk pintu seperti biasa.
"Dimana Arka kenapa membiarkan ponsel terus berdering, bagaimana jika penting." Ucap Yudha mendekati meja kerja Arka dan melihat nama penelpon yang sejak tadi menghubungi.
"Astaga ternyata Mama Diana yang telpon, kemana Arka kenapa bisa membiarkan begini saja." Kata Yudha mengambil ponsel Arka memencet tombol hijau.
Belum sempat Yudha mengucap salam, Mama Diana sudah lebih dulu mengoceh.
📞:"Dasar anak durhaka, Mama hubungi berulang kali gak di angkat kemana saja kamu, apa sudah bosan hidup?" Maki mama Diana di ujung telpon.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ.......
✨_______________🌼🌼🌼_______________✨
🥀 Jadikan semua pekerjaan yang di lakukan sebagai tantangan sebuah kunci keberhasilan kamu. 🥀~~~By: Aqila💞
...Jangan lupa dukung karya ini dengan Like, comment, gift🌹 and vote....
...Bantuan jempol mu membantu author untuk semangat menulis....
...Tambahin favorite biar gak ketinggalan up terbarunya.📝📢...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 289 Episodes
Comments
Sabrina Safa
🤭🤭 kasian bgt lo yuda😅
2024-02-05
1
Ika Istyo Rini
Yudha Yudha udah jatuh tertimpa tangga 😂😂😂
2023-07-05
0
Sunaning Naning
gegara nyiksa qila.. akhirnya arka terjebak dg sikap perlakuannya selama ini...itu namanya karma
2022-12-28
0