🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
•
✨🌹💞🌹✨
Saat ini Aqila sudah berada di kamar setelah menemani dan juga bertengkar dengan Arka akhir nya selesei juga.
"Akhir nya aku bisa terbebas dari kukuman binatang buas, jika terus berlama-lama dengan nya tidak menjamin aku akan baik-baik saja. Dan bisa jadi sekarang aku sudah tersiksa lagi oleh nya yang senang akan penderitaan ku." Gumam Aqila memikirkan apa yang terjadi jika ia tidak bisa lolos tadi.
Aqila membuka laci mengambil handphone sengaja ia simpan di laci agar aman. Ia segera membuka situs web lowongan kerja.
Aqila tidak ingin terus berdiam diri, jika hal ini terus berlanjut bisa-bisa ia gila terus mengahadapi sikap dan kelakuan Arka.
Mengotak-atik situ web, akhirnya Aqila menemukan lowongan yang cocok untuk nya.
"Alhamdulilah akhir nya ketemu juga. Semoga ini awal yang baik untuk aku ke depan nya." Doa Aqila memanjatkan rasa syukur atas nikmat yang ia dapat kan hari.
Dengan gesit Aqila mengirim surat lamaran secara online, berkas akan menyusul jika di terima.
Di tempat lain Arka duduk menyandarkan diri di tepi ujung kasur memikirkan Siska kekasih nya yang hilang entah kemana, orang suruhan Arka belum juga menemukan keberadaan Siska.
Arka mengerahkan puluhan orang nya untuk berpencar mencari siska di penjuru Indonesia dan juga beberapa Negeri yang bisa jadi tempat persinggahan Siska.
"Kamu dimana sayang, aku sudah mengerahkan orang suruhan ku, tapi mereka belum bisa menemukan mu, apa kamu baik-baik saja sekarang, jika kamu baik segera lah pulang aku rindu." Gumam Arka memandang lekat foto Siska di layar ponsel nya.
Wajah sendu Arka memandang foto Siska dengan butiran air mata jatuh tanpa bisa di tahan, hal ini membuktikan betapa besar rasa cinta nya pada Siska.
🌺🌿🌺
Di luar Negeri Siska sangat bahagia dengan Roland di sisi nya selalu menemani kemana ia pergi tanpa niat pergi jauh.
Siska sangat beruntung memiliki Roland, pria tampan, baik, perhatian, romantis dan juga kaya meski masih kaya Arka di banding Roland.
"Roland besok temani aku ke Mall, aku ingin belanja keperluan casting, aku ingin terlihat sempurna gak boleh ada yang kurang." Jelas Siska mengajak Roland.
"Baik Nyonya perintah mu akan hamba ikuti." Bungkuk Roland berlagak seperti seorang pelayan.
"Apaan sih geli tau aku dengar kamu bicara begitu, gak cocok Roland."
"Cocok nya apaan?" Mengerutkan kening menatap Siska.
Melihat tatapan Roland, hati Siska berdenyut tak karuan entah apa yang terjadi ia sendiri tidak tau. Siska merasa nyaman berada di dekat Roland, tapi ia mencintai Arka.
Berada di dekat Arka juga nyaman, tetapi tidak senyaman di dekat Roland seperti ini. Siska tidak suka Roland berdekatan dengan wanita lain selain dirinya, entah kenapa ia tidak tau meski hati nya hanya mencintai Arka seorang.
Bukan kah itu egois tidak mencintai, tapi tidak ingin Roland di dekat wanita lain.
"Kenapa dengan jantung ku, perasaan aku tidak memiliki riwayat jantung. Apa aku perlu ke rumah sakit untuk mengecek, bisa jadi ada masalah." Batin Siska menenangkan diri untuk tetap tenang.
"Kamu kenapa Siska? apa kamu sakit?" Khawatir Roland.
"Ak_ aku baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir dengan ku." Gugup Siska terus di tatap intens oleh Roland terlihat khawatir dengan keadaan nya sekarang.
"Benar kamu baik-baik saja?" Kembali memastikan apa benar yang dikatakan Siska.
"Benar, hentikan tatapan mu itu, aku sangat risih di perhatikan begitu, seperti burunon saja." Bohong Siska mencoba mengalihkan pandangan Roland.
"Kamu ada-ada saja, aku khawatir takut kamu sakit. Apa salah seorang sahabat peduli pada teman nya sendiri." Ujar Roland memandang Siska yang berubah aneh mendengar perkataan nya.
Siska bingung kenapa hati nya begini mendengar perkataan Roland sekedar teman, bukan nya itu benar saat ini mereka hanya berteman lagian Siska dan Arka masih pacaran belum ada kata putus meski Siska kabur dari pernikahan nya.
Siska saat ini masih belum mengetahui Arka menikah dengan adik angkat nya. Pikir Siska saat ia kabur acara pernikahan itu gagal teryata semua berada di luar naluri nya pernikahan tetap terjadi tanpa ada atau tidak nya kehadiran Siska.
"Tidak salah, hanya saja cara tatap mu seperti aku ini buronan, bukan seperti orang yang mengkhawatirkan teman nya." Bantah Siska berbohong, tidak mungkin ia memberitahu sebenarnya bisa salah paham Roland nanti.
"Yah sudah lupakan saja, sekarang kamu sudah makan atau belum?" Tanya Roland.
"Aku belum sempat makan, bukan nya kamu tau seharian ini aku terus bolak balik."
"Yah sudah ayo kita cari makan." Ajak Roland pada Siska yang masih ingin mengeluh, tapi di potong cepat."Hentikan ocehan mu kita berangkat sekarang." Sambung Roland cepat.
"Tap_"
Lagi dan lagi perkataan Siska di potong, siapa lagi kalau bukan Roland, di Apartemen hanya Roland dan Siska, mereka tinggal berdua dengan kamar berbeda.
Roland sangat mencintai Siska ia tidak ingin menodai Siska sebelum cinta nya terbalaskan.
"Kita berangkat." Menarik tangan kiri Siska yang masih ingin berkata tapi tidak bisa karena Roland terus saja memotong perkataan nya setiap ia mencoba berucap.
🌺🌿🌺
Pagi Hari matahari yang masih malu menampakan sinar nya seperti kata pepatah mencintai tapi malu mengungkapkan, begitu juga dengan matahari saat ini malu-malu untuk muncul.
Aqila sudah bangun seperti biasa setelah mendengar adzan subuh bergumandang.
Melakukan kewajiban sebagai orang muslim tidak pernah Aqila melupakan, ia sangat taat dengan ibadah nya tanpa bolong kecuali saat sedang ada tamu bulanan.
Kini Aqila sedang bersiap untuk pergi interview, setelah sholat tadi, handphone nya berdering dari pihak tempat ia melamar kerjaan.
"Semoga pagi yang cerah ini menjadi awal yang baik untuk ku." Doa Aqila dengan penuh harap.
Di meja makan Arka sudah duduk mengamati Art menyajikan sarapan pagi di meja, tanpa bergairah untuk menyentuh hidangan tersebut, entah kenapa ia sekarang hanya ingin sarapan yang di masak Aqila bukan orang lain.
Arka sendiri bingung dengan perubahan nya, baru semalam ia merasakan masakan Aqila kenapa sekarang ia ingin lagi seperti ada sesuatu yang menarik nya lagi dan lagi.
"Bi, di mana Aqila? apa dia sudah turun sejak tadi?" Tanya Arka menelusuri setiap sudut tidak ada tanda kemunculan Aqila.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ.......
✨_______________🌼🌼🌼_______________✨
🥀 𝐽𝑎𝑑𝑖 𝑙𝑎ℎ 𝑤𝑎𝑛𝑖𝑡𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ 𝑚𝑒𝑠𝑘𝑖 𝑑𝑖 𝑠𝑎𝑘𝑖𝑡𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑙𝑖-𝑘𝑎𝑙𝑖 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝 𝑘𝑢𝑎𝑡. 🥀~~~By: Aqila💞
...Jangan lupa dukung karya ini dengan Like, comment, gift🌹 and vote....
...Bantuan jempol mu membantu author untuk semangat menulis....
...Tambahin favorite biar gak ketinggalan up terbarunya.📝📢...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 289 Episodes
Comments
NM DwiMulyani PA
cerita yg bagus
2024-04-11
0
Ika Istyo Rini
kakak yg jahat dan Arka yg tolol
2023-07-05
2
Aska
anak buah mu cuma makan tidur ar masak nyariin Siska aja lama banget ketemu nya
2023-06-24
0