BAB 13 KASUS ABORSI

Setelah cukup terdiam karena ucapan Nayna. Nima mulai mengatur emosinya kembali, tidak ada yang salah dengan apa yang dikatakan sepupunya itu, memang dirinya diberikan kebebasan oleh sang kakek. Namun, bukan karena kakeknya menyayanginya, melainkan rasa tidak peduli terhadap dirinya sehingga mendapatkan kebebasan.

Kakeknya hanya berpesan untuk selalu menjaga dan menyayangi ibunya, Nima pun merasa hanya ibunya yang menyayanginya dengan tulus. Tetapi, ibunya selalu memupuk ke dalam diri Nima untuk membenci Nayna. Ibunya selalu berkata, bahwa ibu Nayna adalah wanita yang tidak benar.

Nima terus melangkahkan kakinya menuju kantor kakeknya, dia merasa senang karena dirinya diminta untuk menemui sang kakek di kantor. Karena itu, Nima sengaja memasak untuk sang kakek. Ini adalah pertama kali Nima memasak untuk kakeknya, tadi dia sengaja berbohong kepada Nayna bahwa dirinya sering memasakkan untuk kakeknya, itu dilakukan hanya semata agar membuat Nayna iri.

Nima menyapa sekertaris kakeknya, semua karyawan tahu akan keramahan Nima yang berbanding kebalik dengan sikap Nayna.

“Aku ingin bertemu kakek.” Nima bicara kepada sekertaris sang kakek.

“Silakan masuk Nona, Tuan memang sudah menunggu Anda.” Sekertaris membukakan pintu kerja Adam, Nima pun masuk.

“Kakek, aku datang, apa Kakek sudah makan? Aku membawakan makan siang untuk Kakek, aku masak sendiri loch,” Nima duduk di kursi tamu di ruang kerja Adam dan mulai menata makanan yang dibawanya di atas meja.

“Bagaimana kabar ibumu?” Adam tidak melihat sama sekali makanan di atas meja, dia duduk berhadapan dengan Nima dan hanya fokus menanyakan kabar Sinta, putrinya.

“Ibu sudah mulai membaik, hanya kadang kadang vertigonya saja suka kambuh." Nima selalu merasa kakeknya dengan tulus menyayangi ibunya tapi kakeknya tidak pernah menanyakan kabar dirinya.

“Kalau Sinta sudah sehat bawalah ke Perancis, di sana ada museum The Louvre, kamu akan banyak melihat lukisan di sana, banyak juga Universitas yang bagus untuk melanjutkan study S2 mu di sana," papar Adam.

“Dalam dua tahun ini aku memfokuskan diri dengan lukisan-lukisanku Kek, dan aku berencana akan membuka gallery ku sendiri di sini." Nima berhenti sejenak untuk mengambil nafas, “dan belum berencana untuk melanjutkan study ku.”

“Kamu akan lebih banyak belajar lagi di sana, lebih banyak referensi di sana, kamu juga bisa sekalian bawa ibumu jalan-jalan, jangan biarkan dia banyak menyendiri. Jika dia pergi maka akan ada kesibukkan untuknya.”

“Apa Kakek mau mengusirku?” Nima tidak mengerti jalan pikiran Adam.

“Kenapa kamu bicara seperti itu?”

“Aku baru berada di sini selama delapan tahun ini Kek. Kakek mengirim aku dan ibu ke Amerika dari usiaku delapan tahun dan aku baru kembali saat kelas dua belas SMU.”

Nima bergetar apakah kakeknya benar benar tidak pernah menyayanginya.

“Dulu aku sangat percaya saat Kakek saat memberi alasan, bahwa pengobatan di Amerika adalah yang terbaik untuk ibu dan aku harus menemani ibu di sana. Semakin aku dewasa semakin banyak pula pertanyaan di kepalaku. Kakek seperti tidak menginginkan keluarga Kakek bersatu, sebelumnya Kakek mengirim aku dan ibu pergi ke Amerika. Setelah aku kembali, Kakek mengirim Nay untuk pergi dan sekarang Kakek akan mengirim aku dan ibu pergi lagi?”

‘Bukannya tidak ingin keluarga ini bersatu tapi memang sulit untukku menyatukan Nay dan Sinta,’ batin Kakek Adam.

“Aku mengirim mu karena memang ibumu membutuhkan perawatan di sana dan kau juga tau apa alasan aku mengirim Nay ke Singapura, bukan?” Kakek Adam berdiri dan berjalan menuju meja kerjanya membuka laci dan mengambil amplop dari dalam meja dan menyerahkan amplop tersebut kepada Nima.

“Lihat ini."

Nima menerima amplop tersebut dan membukanya, seketika wajahnya memucat.

Amplop tersebut berisi data tentang enam tahun lalu, saat Nima menyuap seorang dokter klinik tersembunyi yang menjalankan ilegal aborsi dan membuat rumor di sekolah bahwa Nayna telah melakukan aborsi.

“Kakek menyelidikiku?” ucap Nima dengan wajah pias. Suaranya bergetar.

“Dari awal aku sudah tahu, saat berita Nay aborsi itu tersebar, aku langsung menyelidikinya," ujar Adam.

“Lalu, kenapa kakek diam saja? Kakek tahu Nay tidak bersalah dan akulah yang memfitnahnya, tapi Kakek malah membuat Nay pergi. Bukankah seharusnya aku yang seharusnya pergi?"

“Apa aku harus bilang ke semua orang bahwa cucuku yang satu difitnah oleh cucu ku yang satunya lagi? Cukup sampai disini Nima, berhentilah! Dan kamu jangan berbuat macam-macam lagi terhadap Nay. Fokus saja pada ibumu.”

Kakek Adam tidak tega melihat Nima, dia tahu gadis itu adalah gadis yang baik dan dia tahu Sinta lah yang membuat Nima membenci Nayna. Tapi Kakek Adam pun tidak bisa berbuat apa-apa terhadap Sinta, karna dia tahu penderitaan Sinta sudah terlalu banyak walupun itu akan mengorbankan kedua cucunya.

Nima masih terdiam, terlalu banyak pertanyaan didalam otaknya.

“Kakek,” setelah terdiam akhirnya Nima bersuara, "apa Kakek tahu mengapa aku bisa melakukan itu?” tanya Nima mendongakkan kepala l, mencoba untuk menatap Adam.

“Apapun alasanmu, itu sudah tidak penting lagi, Nima! Lupakan semuanya dan jangan sampai Nay tahu yang sebenarnya. Dia tidak akan tinggal diam kalau sampai tahu apa yang telah kau lakukan." Kakek Adam diam sejenak, lalu menyandarkan punggungnya di kursi.

“Pergilah, Kakek mau beristirahat.” Usir Kakek Adam halus.

Tatapan matanya Nima sendu. Dirinya tak diberi kesempatan untuk menjelaskan. Nima berdiri dengan kaki yang masih sedikit bergetar. “Aku permisi.“

Nima keluar dari ruangan Adam dengan wajah yang sedih. Ya, dia memang yang telah melakukan fitnah terhadap Nayna , itu dia lakukan karna rasa iri kepada Nayna.

Di lubuk hati, saat itu dirinya merasa bersalah namun tidak mampu untuk berkata yang sejujurnya kepada sang kakek.

Saat dia menuju lift untuk turun ke lobby, pintu lift terbuka, keluarlah dua orang pria yang dikenalnya, Leo dan Zima. Nima baru saja ingin menghindar. Namun terlambat, Leo dan Zima sudah melihatnya.

“Nima,” sapa Zima.

“Siang Kak Zima, siang Om Leo,” jawab Nima.

“Siang Nima, apa Kakekmu ada di dalam?” tanya Leo kepada Nima.

“Kakek ada di dalam, Om Leo bisa langsung masuk saja.”

“Kalau begitu, aku masuk dulu.” Leo mengalihkan pandangannya ke Zima, “ayo Zima.”

“Ayah duluan saja, aku mau ke toilet sebentar.”

“Baiklah,” ujar Leo, lalu pergi menuju ruangan Adam.

Saat Nima akan masuk lift, tangannya ditarik oleh Zima.

“Apa kamu baik baik saja?” tanya Zima kepada Nima.

Zima bisa melihat keadaan Nima yang kurang baik, maka dia putuskan untuk menanyakan keadaan gadis itu.

“Aku baik-baik saja, Kak." Melepas tangan zima dan masuk ke dalam lift. Tetapi Zima juga ikut masuk ke dalam lift dan lift pun tertutup.

“Bukannya tadi Kak Zima mau ke toilet?” tanya Nima dengan bingung.

“Sepertinya kamu sedang tidak baik, aku akan antar kamu pulang dulu."

Tidak biasanya Zima berlaku seperti ini. Beberapa tahun ini, Nima selalu mengejar Zima tetapi lelaki itu tidak pernah peduli. Kalau dulu, mungkin Nima akan menerima dengan senang hati atas tawaran Zima. Namun, saat ini dia hanya ingin menghindari lelaki ini.

Dia sudah tidak pantas mengejar seorang Zima, karna itu dia putuskan untuk menyerah. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan dipikirnya Zima, jika Nima lah yang memfitnah Nayna atas kasus aborsi itu.

“Tidak usah, Kak, aku bisa pulang sendiri.” tolak Nima.

“Benar kamu tidak apa-apa? Wajahmu pucat, apa kamu sakit?”

Ini adalah pertama kali Zima perhatian kepadanya, hati Nima mulai menghangat.

“Tidak, aku baik-baik saja, Kakak ke sini pasti ada urusan pekerjaan bukan? Keluarlah, Kakek dan Om Leo pasti sudah menunggu Kakak."

‘Tumben tumbenan dia tidak agresif,' batin Zima.

“Baiklah, kalau kamu tidak mau diantar."

“Kalau begitu, Kakak cepat pergi ke ruangan kakek," usir Nima.

“Lift ini sedang bergerak turun, Nima! Sepertinya kamu lupa kita sedang ada di dalam lift."

Akward!

“He ... he ..., aku lupa,”

“Sudahlah, setidaknya aku antar kamu sampai lobby."

Nima hanya menganggukkan kepalanya.

Terpopuler

Comments

NandhiniAnak Babeh

NandhiniAnak Babeh

ini perjalanan panjang ku untuk marathon tanpa hrs menskip ceritamu ini thor

2022-04-11

1

Atha Mie

Atha Mie

lunas ya kak

2022-02-23

0

Sweet Suga

Sweet Suga

hai kak, aku mampir nih, semangat terus nulisnya, ntar lanjut lagi

2022-02-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Dua Sejoli
2 Bab 2 Kamuflase
3 BAB 3 Pernikahan
4 BAB 4 KAMAR PENGANTIN
5 BAB 5 MALAM PERTAMA
6 BAB 6 HARI PERTAMA MENJADI SUAMI ISTRI
7 BAB 7 HONEYMOON
8 BAB 8 CEMBURU
9 BAB 9 SANG PENGGODA
10 BAB 10 PULANG
11 BAB 11 PINDAH APARTEMEN
12 BAB 12 Ryawan
13 BAB 13 KASUS ABORSI
14 BAB 14 SAUDARA SEPUPU
15 BAB 15 WANITA KEJAM
16 BAB 16 Uhm
17 BAB 17 Ayam Bumbu Mentega Dan Capcay
18 BAB 18 Pertengkaran
19 BAB 19 Pertengkaran bag. 2
20 BAB 20 Penyesalan
21 BAB 21 Maaf
22 BAB 22 Sebelum Musibah
23 BAB 23 Malam Musibah
24 BAB 24 Pengakuan
25 BAB 25 Pengakuan Bag 2
26 BAB 26 Pertama
27 BAB 27 Sam Penyebabnya
28 Bab 28 Mesra
29 BAB 29 Posesif
30 BAB 30 Sayang
31 BAB 31 Mawar Merah dan Lotus
32 BAB 32 Kenapa kau melakukannya?
33 BAB 33 Tante Sinta
34 BAB 34 Apa Kak Zima tidak membenciku?
35 BAB 35 Praktek Biologi
36 BAB 36 Kakek Adam
37 BAB 37 Strawberry
38 BAB 38 Siapa yang membunuh?
39 BAB 39 Terungkap
40 BAB 40 Terungkap bag 2
41 BAB 41 Masa Lalu
42 42. Apel Merah
43 BAB 43 Kunang-Kunang
44 BAB 44 Kamu tidak takut padaku?
45 BAB 45 Penampilan baru
46 BAB 46 Damai
47 BAB 47 Pertemuan
48 BAB 48 Pertemuan Bag 2
49 BAB 49 Promil
50 BAB 50 Janji Temu
51 BAB 51 Khawatir
52 BAB 52 Periksa Kesuburan
53 BAB 53 Periksa Kesuburan Bag 2
54 BAB 54 Reuni
55 BAB 55 Reuni Bag 2
56 BAB 56 Daddy?
57 BAB 57 Sisil
58 BAB 58 Ayo kita menikah?
59 BAB 59 Kesepakatan
60 BAB 60 Kalah Sebelum Berperang
61 BAB 61 Tiga Jam Menunggu
62 BAB 62 Karate VS Taekwondo
63 BAB 63 Kita Cerai Saja!
64 Bab 64 Mudah Memaafkan Tapi Sulit Melupakan
65 BAB 65 Menyadap Ponsel
66 BAB 66 Cincin Berlian
67 BAB 67 The Countess
68 BAB 68 Samudra Hanya Untuk Nayna
69 BAB 69 Infertilitas Primer
70 BAB 70 Isi Chat
71 BAB 71 Saw
72 BAB 72 Lukas
73 BAB 73 Rumah Baru
74 BAB 74 Taman Belakang
75 BAB 75 Percayalah Padaku
76 BAB 76 Gelas Kaca
77 BAB 77 Pupus
78 BAB 78 Hujan
79 BAB 79 Bahas Masa Lalu
80 BAB 80 Berobat ke Amerika
81 BAB 81 30%
82 BAB 82 Bertemu Teman Lama
83 BAB 83 Bertemu Teman Lama Bag 2
84 BAB 84 Bertukar Peran
85 BAB 85 Salah Tangkap
86 BAB 86 Salah Tangkap Bag 2
87 BAB 87
88 BAB 88 Pamit
89 BAB 89 Berdamai Dengan Takdir
90 BAB 90 Kunjungan Nay
91 BAB 91 Miss Ribet
92 BAB 92
93 BAB 93 Bom-bom Car
94 BAB 94 Memohon Maaf
95 BAB 95 Air Terjun
96 BAB 96 Kisah Di Air Terjun
97 BAB 97 Keguguran
98 BAB 98 Pernikahan
99 BAB 99 Panggilan Telepon
100 BAB 100 Pemakaman
101 BAB 101 Cara Yang Paling Liar
102 Kamuflase Cinta Sang CEO
103 BAB 102 Cara Yang Paling Liar Bag 2
104 BAB 103 Pasrah
105 BAB 104 End Part 1
106 Bab 105 End Part 2
107 Terima Kasih
108 EXTRA PART 1
109 Extra Part 2
110 Extra Part 3
111 Promo Novel
112 My Pet Husband
113 Hello! Miss Call...
114 Bridge of Love
115 April's Voice
116 Lucid Dream
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab 1 Dua Sejoli
2
Bab 2 Kamuflase
3
BAB 3 Pernikahan
4
BAB 4 KAMAR PENGANTIN
5
BAB 5 MALAM PERTAMA
6
BAB 6 HARI PERTAMA MENJADI SUAMI ISTRI
7
BAB 7 HONEYMOON
8
BAB 8 CEMBURU
9
BAB 9 SANG PENGGODA
10
BAB 10 PULANG
11
BAB 11 PINDAH APARTEMEN
12
BAB 12 Ryawan
13
BAB 13 KASUS ABORSI
14
BAB 14 SAUDARA SEPUPU
15
BAB 15 WANITA KEJAM
16
BAB 16 Uhm
17
BAB 17 Ayam Bumbu Mentega Dan Capcay
18
BAB 18 Pertengkaran
19
BAB 19 Pertengkaran bag. 2
20
BAB 20 Penyesalan
21
BAB 21 Maaf
22
BAB 22 Sebelum Musibah
23
BAB 23 Malam Musibah
24
BAB 24 Pengakuan
25
BAB 25 Pengakuan Bag 2
26
BAB 26 Pertama
27
BAB 27 Sam Penyebabnya
28
Bab 28 Mesra
29
BAB 29 Posesif
30
BAB 30 Sayang
31
BAB 31 Mawar Merah dan Lotus
32
BAB 32 Kenapa kau melakukannya?
33
BAB 33 Tante Sinta
34
BAB 34 Apa Kak Zima tidak membenciku?
35
BAB 35 Praktek Biologi
36
BAB 36 Kakek Adam
37
BAB 37 Strawberry
38
BAB 38 Siapa yang membunuh?
39
BAB 39 Terungkap
40
BAB 40 Terungkap bag 2
41
BAB 41 Masa Lalu
42
42. Apel Merah
43
BAB 43 Kunang-Kunang
44
BAB 44 Kamu tidak takut padaku?
45
BAB 45 Penampilan baru
46
BAB 46 Damai
47
BAB 47 Pertemuan
48
BAB 48 Pertemuan Bag 2
49
BAB 49 Promil
50
BAB 50 Janji Temu
51
BAB 51 Khawatir
52
BAB 52 Periksa Kesuburan
53
BAB 53 Periksa Kesuburan Bag 2
54
BAB 54 Reuni
55
BAB 55 Reuni Bag 2
56
BAB 56 Daddy?
57
BAB 57 Sisil
58
BAB 58 Ayo kita menikah?
59
BAB 59 Kesepakatan
60
BAB 60 Kalah Sebelum Berperang
61
BAB 61 Tiga Jam Menunggu
62
BAB 62 Karate VS Taekwondo
63
BAB 63 Kita Cerai Saja!
64
Bab 64 Mudah Memaafkan Tapi Sulit Melupakan
65
BAB 65 Menyadap Ponsel
66
BAB 66 Cincin Berlian
67
BAB 67 The Countess
68
BAB 68 Samudra Hanya Untuk Nayna
69
BAB 69 Infertilitas Primer
70
BAB 70 Isi Chat
71
BAB 71 Saw
72
BAB 72 Lukas
73
BAB 73 Rumah Baru
74
BAB 74 Taman Belakang
75
BAB 75 Percayalah Padaku
76
BAB 76 Gelas Kaca
77
BAB 77 Pupus
78
BAB 78 Hujan
79
BAB 79 Bahas Masa Lalu
80
BAB 80 Berobat ke Amerika
81
BAB 81 30%
82
BAB 82 Bertemu Teman Lama
83
BAB 83 Bertemu Teman Lama Bag 2
84
BAB 84 Bertukar Peran
85
BAB 85 Salah Tangkap
86
BAB 86 Salah Tangkap Bag 2
87
BAB 87
88
BAB 88 Pamit
89
BAB 89 Berdamai Dengan Takdir
90
BAB 90 Kunjungan Nay
91
BAB 91 Miss Ribet
92
BAB 92
93
BAB 93 Bom-bom Car
94
BAB 94 Memohon Maaf
95
BAB 95 Air Terjun
96
BAB 96 Kisah Di Air Terjun
97
BAB 97 Keguguran
98
BAB 98 Pernikahan
99
BAB 99 Panggilan Telepon
100
BAB 100 Pemakaman
101
BAB 101 Cara Yang Paling Liar
102
Kamuflase Cinta Sang CEO
103
BAB 102 Cara Yang Paling Liar Bag 2
104
BAB 103 Pasrah
105
BAB 104 End Part 1
106
Bab 105 End Part 2
107
Terima Kasih
108
EXTRA PART 1
109
Extra Part 2
110
Extra Part 3
111
Promo Novel
112
My Pet Husband
113
Hello! Miss Call...
114
Bridge of Love
115
April's Voice
116
Lucid Dream

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!