Setelah dinding gua terbuka yang membentuk seperti sebuah pintu yang sangat kokoh Guo dang dan Guo fang pun dengan hati hati masuk kedalam pintu rahasia itu.
Sungguh mereka sangat terkejut,dan hampir saja jatuh pingsan melihat tumpukan emas dan permata di depan mereka membuat mereka hampir saja tak percaya dan mereka pun menampar pipi mereka sendiri apakah ini mimpi atau bukan.
Guo fang dan Guo dang akhirnya menjerit kesakitan karena pipi mereka menjadi merah akibat kena tampar dengan tangan mereka sendiri.
" ayah kita kaya..Guo fang langsung menjatuhkan dirinya di tumpukan emas dan permata sambil teriak kesenangan.
Guo dang yang masih belum percaya hanya bisa melihat anaknya yang sedang berada di tumpukan emas dan permata tersebut.
" Ayah apa yang harus kita lakukan dengan harta sebanyak ini?"
" Fang er,sepertinya ini harta sengaja di kumpulkan oleh pemiliknya dan di simpan di gua ini sebaiknya kita pergi dari sini sebelum pemiliknya mengetahui keberadaan kita disini."
" Tidak ayah,harta ini milik kita karena kitalah yang telah menemukan harta ini
" Fang er,sudahlah mari kita pergi dan tinggalkan tempat ini"
Mereka ayah dan anak berdebat soal harta yang berada di dalam gua membuat akhirnya Guo dang mengalah dan membawa harta tersebut atas permintaan anaknya.
Dengan susah payah mereka membuat peti dan mengumpulkan emas dan permata tersebut,tetapi mereka sangat bingung ketika menemukan sebuah kitab di tumpukan emas dan permata tersebut.
Karena tidak ingin ambil pusing memikirkan kitab itu,tanpa pikir panjang mereka pun memasukan kitab bersama tumpukan emas dan permata di dalam peti.
Lalu mereka pun kembali kerumahnya dan meninggalkan sebagian tubuh rusa di dalam gua itu.
Bertahun tahun kejadian itu sudah berlalu,keluarga Guo akhinya menjadi orang terkaya di kota Anhui kota yang berada di kaki pegunungan yanshan.
Kekayaan keluarga guo menjadi bertambah ketika mereka berhasil dengan usahanya dengan cara berniaga membuat kekayaan keluarga guo semakin berlimpah.
" ayah..saya ingin menikah ayah."
" benarkah itu fang er?"
senyum sumringah di bibir Guo dang yang mendengar anaknya akan menikah.
Guo dang sangat senang mendengar anaknya akan menikah,karena Guo fang yang sudah dewasa pantas sudah waktunya melepaskan masa lajangnya.
" tetapi ayah jangan marah karena calon istriku bukanlah orang kaya atau memiliki harta berlimpah seperti kita dia hanya gadis dusun ayah."
" fang er kanapa ayah harus marah bukankah kita juga dahulu hanyalah keluarga yang sangat miskin?
bawalah calon istrimu untuk menemui ayah di rumah."
" terima kasih ayah saya akan membawa calon istri saya."
Guo fang sangat senang kerena ayahnya menyetujui kalau dia ingin menikah dengan wanita biasa.dia pun bergegas menjemput calon istrinya.
setelah anaknya pergi,Guo dang pun segera keruang penyimpanan harta mereka.
dia ingin memberikan hadiah istimewa kepada calon menantunya.
setelah membongkar bongkar peti yang berisikan emas dan permata Guo dang menemukan sebuah kalung yang terbuat dari berlian dan indah sekali.
Dia pun mengambil kalung itu dan memperhatikan kalung tersebut.
sambil memperhatikan kalung yang terbuat dari berlian matanya tak sengaja melirik sebuah kitab yang sudah sangat tua dan terbuat dari kulit binatang.
Entah apa yang ada di pikirannya kitab itu di ambilnya.
selama Guo dang dan anaknya tinggal di kota Anhui dan telah menjadi orang terkaya.
Guo dang dan anaknya telah belajar membaca agar mereka tidak mudah di tipu karena mereka juga menjalankan usaha niaga di kota Anhui.
KITAB SERAT JIWA.
walaupu Guo dang masih lambat membacanya dan butuh mengeja untuk membacanya tetapi Guo dang merasa bahwa itu adalah kitab silat yang sangat hebat.
Guo dang pun membuka halaman demi halaman kitab serat jiwa yang ada di tanganya.
Walaupun dia tidak mengerti silat dan membacanya pun masih di eja dia yakin ini adalah kitab yang sangat luar biasa.
Hem..sebaiknya kitab ini saya simpan di ruangan saya batin Guo dang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 215 Episodes
Comments
Harman LokeST
next
2022-06-29
1
Anonymous
jutdul
2022-06-29
0
kongkor Tua
bencana
2021-11-01
0