^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi-pagi sekali Bryan sudah bangun jika biasanya dia bangun sendirian maka berbeda dengan sekarang, Bryan tak sengaja membangunkan Wilo yang tertidur.
"Jam berapa?" tanya Wilo saat menatap Bryan yang juga menatap nya.
"Jam 6" balas Bryan.
"Aku telat lagi!" Wilo bangkit dari tempat tidur nya.
Dan langsung berlari ke kamar mandi, dan di ikuti oleh Bryan karena dia juga harus mandi.
"Ngapain?" tanya Wilo melihat Bryan ikut masuk.
"Mandi" singkat padat dan jelas.
"Bentar dulu aku mau cuci muka sama sikat gigi dulu" kata Wilo sambil menggosok gigi nya.
"Nggak mandi?" tanya Bryan cukup kaget.
Pasalnya kemarin Wilo juga tidak mandi, dan sekarang Wilo juga tidak akan mandi? benar-benar gadis jorok.
"Tanggung lah sudah siang" balas Wilo sambil mencuci muka nya.
Bryan mengelengkan kepalanya, kebersihan adalah nomer satu untuk nya, dan melihat Wilo yang jorok membuat dia geli.
"Lepasin ngapain tarik-tarik gini" kesal Wilo.
Bryan tidak menjawab, dia menyalakan shower dan menahan Wilo agar tetap ada di bawah guyuran shower.
"Nggak mau mandi! dingin" kesal Wilo.
"Tanggung, sudah mandilah awas kalau tidak mandi jangan coba-coba masuk ke kamar ku lagi" kata Bryan sambil melepaskan pegangan nya, dan berjalan untuk menggosok gigi.
Mau tidak mau Wilo akhirnya mandi, padahal selama ini dia sangat jarang mandi pagi, Wilo hanya mandi pagi di saat dia sempat saja, dan jika sudah kesiangan jalan satu-satunya hanya satu yaitu gosok gigi dan cuci muka.
"Nyebelin!" gerutu Wilo di bawah guyuran shower.
Bryan yang sedang menggosok gigi hanya tersenyum kecil melihat Wilo yang bermain sabun.
Setelah beberapa menit keduanya sudah sama-sama berpakaian rapih, Wilo yang memakai seragam sekolah nya dan Bryan yang memakai setelan kerja kantoran nya.
"Waw kece banget nih Om-om" gumam Wilo sambil melihat Bryan yang berdiri di duduk di sopa dekat jendela.
"Kok aku baru sadar ya kalau aku bukan nikahin aki-aki tua bangka tapi nikah sama Om-om yang muka nya Baby face" lanjut Wilo sambil membenarkan seragam nya.
Dan Wilo sadari jika sedari tadi Bryan juga melihat ke arah nya, bahkan dia sampai hafal yang Wilo lakukan tadi, dari mulai memakai seragam, menyisir dan yang lain nya.
"Ayo berangkat" kata Wilo sambil mengambil tas gendong nya.
Bryan cukup kaget melihat bibir Wilo yang sangat merah seperti itu, penampilan Wilo terlihat lebih tua dari usianya.
"Kamu mau sekolah atau mau ke club'?" tanya Bryan sambil menggelengkan kepalanya.
"Apaansih bawa-bawa club', mau ngajak joged bareng ya? yuk kapan nanti aku ajak teman-teman aku juga kalau mau" kata Wilo malah konek.
Jika menyinggung club' Wilo memang sangat suka, tempat itu selalu ia jadikan pelampiasan di saat dia sedih dan butuh hiburan diri.
"Bukan itu, bibir mu terlalu merah" Bryan mengambil tisue.
Dengan pelan-pelan dia mengusap lipstik merah di bibir Wilo, dan bukan hanya itu saja Bryan juga membenarkan rambut Wilo agar lebih terlihat rapih.
Wilo menatap Bryan dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, entah kenapa perhatian kecil ini membuat nya sedikit tersentuh.
"Nikah nya yang kecepatan, coba kalau kakek ngasih aku waktu dulu buat mengenal dia seperti ini mungkin aku nggak akan berontak seperti kemarin." batin Wilo.
"Ini jauh lebih bagus" kata Bryan saat melihat penampilan Wilo yang lebih terlihat seperti gadis baik-baik.
Tidak seperti tadi, bibir merah Wilo bukan hanya membuat Wilo terlihat lebih tua dari usianya, tapi juga membuat Wilo terlihat seperti gadis nakal.
Wilo melihat penampilan di cermin, dan dia tersenyum saat melihat wajahnya lebih terlihat cantik alami tanpa riasan.
"Waw, aku jadi cantik" kata Wilo sambil nyengir di depan cermin.
"Sudah ayo berangkat" Bryan berjalan lebih dulu, dia meninggalkan Wilo di kamar.
Seperti biasnya di bawah dia di sambut oleh Oma, Jody da Nobles.
"Pagi cucu-cucu Oma" sapa Oma.
Dia senang melihat Wilo yang baik-baik saja, seperti nya malam tadi banyak yang merubah cucu nya, Oma melihat senyuman di wajah Wilo.
"Pagi Oma, maaf Oma aku terlambat lagi dan aku juga tidak bisa sarapan, tapi nanti akan makan" kata Wilo sambil mencium punggung tangan Oma.
"Tidak apa, Oma membawakan bekal untuk kalian berdua." balas Oma melirik Jody.
"Ini bekal nya nona, dan tuan" Jody memberikan dua bekal yang sudah di siapkan pada Wilo.
"Terimakasih Oma, bye!" Wilo mengejar langkah dua pria yang sudah berjalan lebih dulu dari nya.
Dan saat masuk ke dalam mobil nya Wilo di buat kesal karena ternyata mobil ini bukan mobil Bryan, mobil Bryan sudah melaju keluar dari area rumah.
"Jalan pak" kata Wilo dengan wajah di tekuk nya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Masih jam 6 juga,Kan sempat aja tuh mandinya,Dasar Wilo..😅
2023-10-02
1
Husna Dewi
aduh tambah gemes aja dech
2023-03-20
1
Zaitun
hii
2022-05-21
3