^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Kau tidak akan membuang ku seperti mereka kan?"
Bukan tanpa sebab Wilo bertanya seperti itu, dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain kakek nya dia hanya seorang gadis malang yang tidak memiliki keluarga.
Papa Mama nya mereka meninggalkan nya, mencampakkan nya dan memilih kehidupan baru dengan keluarga baru nya, Wilo tidak takut sendirian hanya saja untuk saat ini dia membutuhkan sandaran.
"Kita sudah menikah, tentu kita akan bersama selamanya karena aku membenci perceraian" entah untuk membuat Wilo senang atau apa, tapi kata-kata itu keluar begitu saja dari bibir nya.
Bryan tau rasanya menjadi anak korban perceraian, dia lebih dulu merasakan nya dan tidak mudah untuk seorang gadis remaja yang beranjak dewasa seperti Wilo untuk menerima nya.
"Janji?" tanya Wilo masih menatap Bryan.
"Iya" balas nya singkat, lalu melepaskan pelukan nya dan kembali menyuapi Wilo lagi.
Karena sudah malam pada akhirnya Bryan dan Wilo memilih tidur, tapi sebelum itu Wilo meminta di antar ke kamar mandi karena masih lemas.
"Sampai di sini saja, kamu bisa keluar" kata Wilo malu.
"Baiklah" Bryan keluar dari kamar mandi.
Setelah selesai dengan urusan nya Wilo langsung memanggil Bryan, dan dengan pelan-pelan Bryan membantu Wilo berjalan keluar dari kamar mandi.
"Tidurlah" kata Bryan.
"Aku tidak mengantuk, tadi aku baru bangun tidur" balas Wilo.
"Ya sudah" Bryan memilih merebahkan tubuhnya di samping Wilo.
Wilo melirik Bryan yang membelakangi nya, dan tangan nya terulur untuk mengusap punggung Bryan.
"Apa sudah tidur?"
"Belum."
"Bisakah mengahdap ke arah ku?"
Hufh..
Bryan menghela nafasnya panjang, dia harus bisa terbiasa dengan sikap Wilo yang seenaknya.
"Ada apa?" tanya Bryan kini menatap Wilo.
"Emmm bisa lepaskan ini, tapi pelan-pelan saja aku merasa tidak nyaman tapi juga tidak mau kesakitan" cicit Wilo pelan.
Bryan melakukan nya dengan perlahan seperti yang Wilo inginkan, dan setalah selang infus itu terlepas Wilo bisa menghela nafas nya lega karena kini dia bisa bergerak dengan leluasa.
"Sudah" kata Bryan.
Wilo mengangguk dengan senyuman kecilnya, lalu membenarkan posisi nya agar tidur menyamping seperti Bryan.
"Apa kita bisa berteman dulu, jujur saja ini terasa aneh untuk ku yang masih sekolah" akhirnya Wilo mengeluarkan unek-unek nya.
Semula dia memang membenci pernikahan ini, tapi saat mengingat hidup nya yang sendirian Wilo tidak egois ini yang di inginkan kakek nya, dan sekarang Wilo baru paham jika kakek nya hanya ingin dia memiliki keluarga, teman dan sandaran di saat dia sedih seperti ini.
"Lakukan apapun yang kau mau, sudah dulu aku harus tidur karena besok aku akan bekerja" kata Bryan yang membuat Wilo mengembungkan pipi nya sebal.
Sebenarnya Bryan juga belum mengantuk, hubungan ini benar-benar membuat nya berada di posisi yang serba salah, terkadang dia ingin menolak hubungan ini dan di saat bersamaan juga dia merasa sudah menjadi seorang suami.
Dan di depan nya sekarang adalah Wilona, istri pilihan Oma nya yang memiliki banyak kejutan baik dari sikap dan perilaku nya ataupun kehidupan nya yang tidak seindah anak gadis pada umumnya.
"Apa boleh aku memanggil mu kakak? Om atau Mas?" gumam Wilo sambil menatap wajah tampan di depan nya.
Suara tidur Bryan membuat Wilo menginginkan untuk mengusap pipi yang putih itu, dan dia melakukan nya Wilo bisa merasakan pipi lembut tanpa kotoran sedikit pun.
"Apa ini seorang pria punya pipi semulus ini, aku juga mau" gumam Wilo lagi.
Kali ini tangan nya turun ke hidung dan bibir, senyuman mengembang di wajah nya dan Bryan yang pura-pura tertidur tentu hanya bisa menahan diri.
"Bibir nya juga lembut, hidung nya mancung..aku juga mau" Wilo tidak mau berhenti untuk meraba wajah Bryan.
Sampai akhirnya mata Wilo menangkap kedipan mata, di saat itu juga Wilo tau kalau Bryan pura-pura tertidur.
"Aku sering ke club' malam, dan aku tidak pernah melihat pria semulus ini, ehk salah aku pernah melihat mu tapi aku pikir itu adalah pria hidung belang." Wilo menjeda ucapan nya.
Dia tertawa kecil, lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah Bryan.
"Sudah dari lama aku penasaran dengan rasanya berciuman, apa sekarang saja ya mumpung dia lagi tidur" lanjut Wilo sambil tersenyum menyeringai.
Wilo semakin mendekatkan wajahnya dengan Bryan, dia ingin membuat Bryan tidak tahan dan benar saja saat bibir mereka sudah menempel Bryan membuka matanya.
"Apa yang kamu lakukan!" Bryan menatap tajam Wilo.
"Sudah nempel gini nanya? ayo ajari ciuman aku tadi udah gosok gigi kok nggak bau" Wilo sekuat tenaga menahan tawa nya.
Apalagi melihat wajah kaget Bryan, dia benar-benar ingin tertawa karena Bryan seperti nya percaya dengan keluguan nya, padahal jelas-jelas Wilo tidak sepolos itu, dia hobby ke club' dan sering melihat orang-orang berciuman.
"Jangan memancing ku Wilona! cepat jauhkan bibir mu sebelum kamu menyesal" kata Bryan dingin.
"Oke, tapi lain kali tidak lagi." sahut Wilo sambil tersenyum.
Cup..
Secepat kilat Wilo mengecup pipi Bryan, lalu membelakangi tubuh Bryan.
"Selamat malam" kata Wilo tersenyum kecil.
"Ya ini malam dan bukan siang" Bryan berusaha untuk biasa saja, di memilih ikut membelangi Wilo dengan perasaan nya yang aneh.
"Dia benar-benar nakal dan lincah"
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Rita Wati
ayo mulai berpikir.....
2023-04-19
1
Alivaaaa
cie cieeee 🤭😂
2022-08-14
1
UmyMinatoen Soethisna
c wilo lucu parah
2022-06-22
3