^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kondisi Wilo tak kunjung membaik, entah berapa lama Wilo tertidur sejak pingsan tadi sore kini gadis itu nampak masih tidur di ranjang dengan selang infus yang masih menempel di tangan nya.
Hoam..
"Astaga Jody aku sangat mengantuk" Oma pura-pura menguap.
Mata nya melirik Bryan yang terus fokus pada layar laptop nya, dia ingin Bryan dan Wilo lebih dekat maka dari itu meninggalkan keduanya di kamar bersama itu mungkin adalah cara tepat.
"Nyonya besar ingin tidur sekarang?" tanya Jody.
"Iya, ayo kita keluar seperti nya Bryan juga akan tidur" Oma bangkit dari sopa.
Ini masih jam 9 Braun tau ini hanya akal-akalan Oma nya yang ingin membuatnya semakin berdekatan dengan Wilo.
"Bryan Oma titip Wilo, jika dia bangun minta bibi panaskan bubur nya" kata Oma.
Bryan tidak menyahut, dia fokus pada layar laptop nya.
"Jangan buat dia kesal, biarkan dia istirahat dengan nyaman ingat itu." lanjut Oma dan kali ini mendapatkan delikan kesal Bryan.
"Bisakah Oma tidak cerewet? sudahlah Oma keluar lagi pula tidak ada yang meminta Oma menemani ku dan gadis itu" kata Bryan bangkit dari tempat duduk nya.
Oma melihat Bryan yang menyimpan laptop nya dia tersenyum dan melirik Jody.
"Malam ini kau bisa enak-enak cepat, pulang lah" kata Oma sambil berjalan keluar kamar Bryan.
"Terimakasih nyonya besar, kalau begitu saya pulang" Jody dan Oma berjalan ke arah berbeda setelah sampai di lantai bawah.
Hari ini dia pulang jam 9 malam, dan tidak dengan suaminya yang sudah pulang di jam 6 sore.
"Kau menungguku?" tanya Jody saat melihat Nobles duduk di teras bersama satpam.
"Hem, ayo pulang aku merindukan mu" Nobles memeluk pinggang istrinya.
Keduanya masuk ke dalam mobil dan mobil yang di kendarai Nobles itu melaju cepat meninggalkan rumah Bryan.
Di kamar nya Wilo yang merasakan sakit kepala akhirnya membuka mata nya, dia melihat sekitar nya dan ternyata dia ada di kamar nya, ralat kamar mereka berdua atau dia dan suaminya.
"Kau sudah bangun?" Bryan yang baru keluar dari kamar mandi melihat pergerakan tangan Wilo.
"Aku haus" kata Wilo memijat pelipisnya.
Beruntung ada air di nakas, Bryan langsung mengambil segelas air minum itu tapi karena Wilo terlihat lemah dia pun akhirnya harus membantunya.
"Makasih" kata Wilo sambil kembali tiduran.
Seperti biasnya Bryan tidak menjawab, dia bangkit dan menelpon bibi pembantu untuk menghangatkan bubur nya.
Beberapa menit berlalu, makanan pun datang di antarkan oleh bibi pembantu.
"Aku tidak lapar" kata Wilo menolak.
"Kau seperti ini karena karena kelaparan, ayo makan" Bryan mau tak mau menyuapi Wilo.
"Kok maksa sih" Wilo menatap pria yang memiliki kulit seputih susu itu.
"Buka mulut nya!" lanjut Bryan nada memaksa.
Hufh..
Wilo mau tak mau membuka matanya, dia menerima suapan demi suapan yang di berikan Bryan pada nya.
"Tumben baik?" tanya Wilo sambil mengunyah makanan nya.
"Aku memang baik, kau saja yang nakal" sinis Bryan sambil kembali memberikan suapan pada Wilo.
Tapi Wilo tidak menerima suapan nya, Wilo malah terisak dengan air mata yang mengalir di pipi nya.
"Hey jangan menangis, maaf maksud ku kau tidak nakal tapi_" ucap Bryan terhenti karena Isak Wilo semakin menjadi-jadi.
"Aku nakal aku bukan anak baik maka dari itu mereka membuang ku! aku memang nakal" Wilo semakin terisak.
"Tapi, hiks.. kenapa? hiks.. aku anak mereka dan aku nakal karena mereka aku ingin perhatian mereka, kenapa hiks mereka.. " ucap Wilo terhenti karena Bryan langsung memeluknya.
Ucapan Wilo barusan benar-benar mengingatkan Bryan akan masa kecilnya, sebelum meninggal orang tua nya juga sama seperti orang tua Wilo, mereka bercerai di saat Bryan masih berusia 10 tahun.
Bryan tau perceraian orang tua Wilo dari Oma nya tadi, Oma nya bilang kalau sejak kecil Wilo tinggal bersama pengasuh dan kakek nya, dia menginginkan kasih sayang dari orang tuanya sehingga menjadi gadis nakal.
"Seharusnya aku tidak di lahirkan jika hanya berakhir menjadi anak yang di harapkan, mereka tidak menerima kehadiran ku.." Isak Wilo di pelukan Bryan.
Bryan merasakan getaran di tubuh Wilo, dan itu cukup membuatnya iba, apalagi kini tangan Wilo membalas pelukan nya yang membuat perasaan nya menjadi tak menentu.
"Jangan menangis, tunjukkan pada mereka jika kamu bisa hidup tanpa mereka" kata Bryan sambil melepaskan pelukan nya.
Tapi Wilo menahan nya, Wilo melingkarkan tangan nya di pinggang Bryan lalu mendongkak kan wajah nya ke atas.
"Kau tidak akan membuang ku seperti mereka kan?"
🌹
Tenang aja akan double up dengan jarak 2-3 jam sekali, kalau tiap jam nggak bisa ya karena Author ngetik pake hp jadi mudah pegel🤗
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Ku pikir jody itu cowok..Astaga ternyata cewek ya, istrinya Nobles,,
2023-10-02
2
Yola Anita
ya allah cerita nya sedih aku sampe nangis baca nya thorr
2023-04-27
0
Sandisalbiah
ada bawang nya thor...😥😥
.
2023-02-22
1