^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Masih memakai seragam nya Wilo sekarang sudah duduk di kursi tunggu, wajah nya terus melihat ke arah jam yang sudah menunjukan pukul tiga sore.
"Pak masih lama ya?" tanya Wilo pada satpam.
"Kurang tau neng, tapi biasanya tuan dan nyonya pulang nya sore" jelas si satpam.
Wilo menghela nafasnya panjang, ini sudah sangat sore kalau pun pulang Wilo akan malu dia tidak benar-benar pergi ke sekolah dan Wilo takut terkena omelan Bryan.
"Bapak punya nomer ponsel nya nggak?" tanya Wilo pada si satpam.
Wilo tidak bisa menghubungi Papa nya karena ponselnya yang dulu sudah rusak dan Wilo tidak hapal nomer Papa nya.
"Ada neng bentar" si satpam masuk ke dalam pos nya.
Wilo menunggu sambil melihat rumah mewah di depan nya, kedua orang tua nya sama-sama sukes dan memiliki segalanya.
Tapi kenapa mereka harus malu mengakui nya sebagai anak? apa dia semenjijikan itu sehingga orang tuanya malu membawa nya masuk ke dalam kehidupan baru nya.
Tit..
Mobil tiba-tiba berhenti tepat di halaman rumah.
Wilo yang melihat itu langsung berlari mendekati mobil, dan dia melihat seorang wanita cantik yang keluar dari mobil itu.
"Tante Papa mana?" tanya Wilo pada ibu sambung nya itu.
"Ck kamu lagi, sudah aku bilang jangan pernah menginjakan kaki mu di rumah ku lagi!" omel Lidya tak berperasaan.
"Aku kesini nyari Papa Tante, Papa mana?" Wilo mengulang pertanyaan nya lagi.
Dia melihat ke perut Lidya, ibu sambung nya itu sedang hamil besar.
"Suamiku sedang pergi keluar kota, sudah ya aku tidak mau melihat wajah menyedihkan mu di sini sebelum aku mengusir mu cepat pergi, awas ya kalau kamu minta uang lagi pada suamiku!" Lidya menatap sini Wilo.
"Dia Papa ku Tante!" Wilo menekan kata Papa.
Meski dia selalu mengatakan membenci kedua orang tuanya dalam hati nya Wilo masih berharap jika dia akan mendapatkan kasih sayang lagi.
"Iya tapi tidak sekarang, Papa mu adalah Papa nya anak ku, dan kamu akan aku pastikan tidak akan terlihat, pergi sana dasar nakal nggak ibu nggak anak sama saja nggak bener hobby nya club' malam, sekalian saja jual diri agar suamiku tidak perlu repot-repot membiayai hidup mu!" lanjut Lidya semakin tak berperasaan.
Wilo menahan kesal nya, dia mengambil batu yang ada di taman dengan wajah yang menahan kemarahan nya Wilo melemparkan batu-batu itu ke rumah mewah itu.
Prenkkk !
Prenkkk !
Suara kaca pecah terdengar jelas, Wilo tidak perduli dengan kemarahan Lidya yang memaki nya dan Wilo di seret keluar dari area rumah Papa nya.
Kerumah Mama nya dia mendapatkan pengusiran karena Mama nya tidak mau Wilo menghancurkan keluarga baru nya, dan ke rumah Papa nya Wilo juga mendapatkan penolak kan dari Ibu sambung nya.
"Kakek lihat! aku sendiri kenapa kakek pergi, hiks kenapa!" Wilo menangis sambil berlari tanpa arah.
Beberapa orang nampak melihat ke arah nya, Wilo tidak perduli dia memilih terus berlari dengan kekecewaan nya akan kehidupan nya.
Sedangkan di tempat lain, Bryan baru sampai di rumah nya dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Oma nya.
"Mana Wilo!" tanya Oma.
"Bukan nya dia sudah pulang?" menjawab santai.
"Dia belum pulang, dari tadi Oma menunggunya." balas Oma.
"Lalu?" tanya Bryan marah.
"Dia tidak punya siapa-siapa, kamu suaminya cari istrimu jangan biarkan dia sendirian, itu tanggung jawab mu!" kata Oma lagi.
"Oma aku lelah!" Bryan mengacak rambutnya prustasi.
Memiliki istri bukan nya senang dia malah semakin merasa rumit hidup nya.
"Nobles kau cari Wilo" lanjut Bryan ingin melangkah namun langkah nya di hentikan oleh Oma.
"Cepat cari Wilo atau setiap malam kau akan mendapatkan teror dari kakek nya Wilo karena telah menelantarkan cucu nya!" tegas Oma.
Hufh..
Mau tak mau Bryan akan mencari Wilo, tapi baru juga dia akan melangkah pergi tiba-tiba dia melihat Wilo yang datang dengan wajah yang aneh.
"Astaga cantik dari mana saja?" tanya Oma langsung memeluk Wilo.
Tapi Wilo tidak menjawab nya, dia hanya tersenyum kecil dan menatap wanita tua yang memeluk nya itu.
"Oma aku bolos sekolah, maaf." kata Wilo melepaskan pelukannya.
"Tidak apa itu menantang cantik, lakukan apapun yang kamu mau" Oma mengusap kepala Wilo lembut.
Dan Wilo merasakan kehangatan yang belum dia dapatkan.
"Oma, bisa kah peluk lagi?"
"Tentu saja boleh, astaga kemarilah cucu ku"
"Apa yang terjadi dengan nya? apa ini salah satu cara nya untuk mengambil hati Oma?" batin Bryan curiga.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Atik Marwati
kasihan banget willo
2024-09-16
0
Juan Sastra
bryan hidupmu sangat beruntung di banding wilo..
2023-12-16
1
ai entin
sayangi wilo Bryan,,kasian dia
2022-06-17
2