^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Keduanya menuruni tangga dengan tujuan berbeda, Wilo yang akan makan malam dan Bryan yang akan keluar.
"Kau mau kemana?" tanya Oma melihat Bryan tidak belok ke meja makan.
Tapi bukan nya menjawab Bryan malah terus berjalan lurus, meninggalkan Oma yang terlihat menahan kesal.
Jody melihat itu, dia berjalan mendekati nyonya besar nya.
"Nyonya tuan akan keluar bersama Nobles." jelas Jody, dia melihat mobil suaminya di halaman rumah.
"Nobles tau tujuan Bryan keluar?" tanya Oma.
"Seperti nya tidak, nyonya." balas Jody lagi.
Hufh..
Oma menghembuskan nafas nya kasar, lalu melirik Jody lagi.
"Makanan enak sudah siap kan?" tanya Oma lagi.
Dia harus memastikan anggota baru di keluarga nya bisa makan dengan nyaman, tentunya makanan itu adalah makanan yang enak.
"Sudah nyonya."
Oma mengangguk, dia berjalan ke arah ruang makan dan sesampai nya di meja makan Oma melihat Wilo yang fokus pada ponsel nya.
"Malam cantik." sapa Oma berusaha mendekatkan diri dengan Wilo.
"Ya malam" singkat jelas dan padat.
Wilo masih fokus pada ponselnya, membuat Oma mendeuhem melihat itu, dia tau sikap Wilo seperti itu karena dia tidak pernah hidup dengan benar.
Yang dia tau dari teman nya Wilo adalah anak broken home yang masa kecil nya lebih banyak menyendiri, sejak usia tiga tahun dia di asuh oleh pengasuh dan bisa di pastikan jika gadis itu tidak mendapatkan perhatian cukup dari orang tuanya.
"Simpan dulu ponselnya, ayo mari makan." Oma kembali membuka suasana.
Wilo melirik wanita tua yang menurut nya sangat bawel itu, entah kenapa dia menurut dan menyimpan ponsel nya.
Mata nya melihat ke arah makanan lalu tersenyum.
"Waw ini makanan kesukaan ku" Wilo tersenyum melihat sambal goreng ati yang di satukan dengan kentang, ini adalah makanan favorit nya.
Oma tersenyum, dia tau makanan ini dari teman nya, sebelum meninggal Kakek Wirawan banyak memberikan daftar kesukaan Wilo dan yang tidak di sukai Wilo.
Dan Oma cukup kaget karena Wilo hanya tidak menyukai satu hal, yaitu dia tidak suka jika ada orang yang menyingung perihal keluarga nya, Wilo membenci orang tuanya.
"Makanlah, ini di masak khusus untuk mu" kata Oma ramah.
Lalu memberikan kode pada Jody agar ikut makan bersama nya.
Wilo mengambil nasi dan lauk pauk yang di sukai nya, dan setelah suapan pertama gadis itu terdiam nampak menimbang rasa yang dia makan sekarang.
Oma melihat itu, dan dia kaget saat Wilo menjatuhkan sendok nya dengan wajah yang berderai air mata.
"Astaga Jody apa yang mereka masak, lihat cucu ku menangis!" Oma panik.
"Saya akan memarahi mereka nyonya" kata Jody berdiri dan langsung ke dapur.
Oma bangkit dari duduknya, dia mengusap air mata Wilo dengan tisue, lalu mengusap kepala Wilo dengan lembut.
"Jangan menangis, apa masakan nya seburuk itu?" tanya Oma kebingungan.
Tapi tangis Wilo semakin pecah dan itu membuat Oma semakin panik dan juga sekaligus bingung bagaimana cara menghadapi Wilo yang bersedih.
"Astaga wirawan kenapa kau tidak menuliskan cara membuat cucu mu berhenti menangis, kalau begini kan aku yang bingung." batin Oma sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Wilo menghentikan tangis nya setalah dia kembali mendapatkan usapan di kepalanya, perlahan dia mendongkak kan wajah ke atas dan melihat Oma yang tersenyum ke arah nya.
"Aku terharu dengan masakan nya, ini enak dan mengingatkanku pada mbak pengasuh ku. dia meninggal saat melahirkan bayi pertamanya, hiks..aku benar-benar merindukan nya" Wilo berkata dengan Isak tangis nya.
Astaga..
Oma langsung memeluk Wilo, menenangkan Wilo yang masih bersedih.
"Menangis lah sesuka mu, dan setalah itu tersenyum. Oma yakin pengasuh mu juga merasakan rindu yang sama dengan mu" balas Oma masih dengan mengusap kepala Wilo lembut.
Dan sekarang dia tau jika di balik si gadis nakal yang keras kepala itu ada hati yang rapuh, sunyi dan butuh sandaran.
"Aku tidak salah menerima tawaran Wirawan, Wilo memang masih labil tapi aku suka karena dengan adanya Wilo cucu tengik ku bisa menjadi pria sejati!" batin Oma.
Tiba-tiba terdengar suara orang marah-marah di dapur dan Oma yang mendengar nya langsung menepuk jidat nya.
"Jody kemari!" teriak Oma.
Dan tak lama kemudian Jody datang dengan dua bibi pembantu yang terlihat menunduk takut di belakang nya.
"Hey apa yang kau lakukan?" tanya Oma melihat dua bibi pembantu nya ketakutan.
"Seperti yang nyonya suruh, saya memberikan peringatan pada mereka nyonya" jelas Jody tanpa keraguan.
"Astaga, minta maaf pada mereka cucu ku tidak menangis karena masakan tidak enak, cucu ku menangis karena merindukan pengasuh masa kecilnya." jelas Oma yang membuat Jody gelagapan di buatnya.
Mau tak mau Jody meminta maaf pada kedua bibi pembantu nya, dan melihat itu Wilo tertawa geli.
"So sih jadi gitu, lain kali mbak-mbak kalau di marahin jangan takut harus berani apalagi nggak salah harus di lawan jangan mau tertindas" kata Wilo sambil makan dan itu menarik perhatian Oma dan Jody.
🌹
Akan double up jadi jangan lupa jejak😅
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Atika Adiba
🤪🤪🤪tanyain dulu ke kakek wirawan oma....datang ke kuburnya gihh...🤭
2023-06-08
2
Lelly Ester L. Sianturi
Duh ngakak banget sama si oma hahaha
2023-04-26
1
Anonymous
wilo...wilo...
2022-11-17
2