^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di kamar Bryan baru bangun tidur, dan ya tubuh nya terasa sangat sakit karena kasur nya tak senyaman kasur milik nya di rumah.
"Jam berapa ini." gumam Bryan sambil melirik ke samping.
Dan saat melihat ruangan kosong Bryan baru sadar kalau ini bukan kamar nya yang memiliki jam yang di simpan di nakas dan juga ruangan yang besar.
Tangan Bryan mengambil ponselnya dan betapa kagetnya Bryan melihat ponselnya sudah hancur di lantai.
"Siapa yang menghancurkan ponsel ku!" kesal Bryan sambil mengepalkan tangan nya.
Bryan melihat sekitar kamar nya dan menemukan selembar kertas yang entah di buat oleh siapa.
"Anggap saja pernikahan kemarin itu hanya formalitas untuk menyenangkan hati kakek, aku tau kau di paksa dan begitupun dengan ku yang terpaksa, jadi kita selesai di sini. bye!"
" Dasar bocah ingusan! dia pikir dia siapa berani nya mempermainkan pernikahan." tangan Bryan meremas kasar selembar kertas itu.
Dengan wajah menahan kesal Bryan berjalan keluar dari kamar nya, dan saat akan ke kamar Wilo dia berpapasan dengan Bi Onah.
"Wilo sudah bangun bi?" tanya Bryan.
"Mungkin masih tidur Den." balas bi Onah.
Bryan tidak menjawab, dia memilih masuk ke kamar Wilo dan ya dia tidak menemukan gadis ingusan itu.
"Sial! dia kabur." umpat Bryan saat melihat tulisan di dinding yang sangat membuat nya emosi.
"Dasar bandit tua! kau pikir aku mau menikah dengan pria tua seperti mu? hah tidak akan!"
Sekali lagi tingkah Wilo membuat Bryan kesal, Oma nya benar-benar tidak memberikan nya udara segar dan sekarang Bryan harus di pusingkan dengan tingkah bocah ingusan yang kini menjadi istrinya itu.
Bryan keluar dari kamar Wilo dengan wajah emosi nya, dia meminjam telpon bi Onah untuk menelpon Nobles, dan setelah empat kali menelpon akhirnya telpon nya di angkat.
"Halo!"
"Jemput aku sekarang, gadis itu kabur."
"Hah?"
"Sekali lagi kau berekspresi seperti itu aku akan memotong gaji mu!"
Tut..
Bryan mematikan panggilan nya dan langsung masuk ke kamar nya untuk mandi.
Sedangkan di tempat lain Wilo nampak tersenyum karena baru sampai di apartemen nya.
"Akhirnya aku bebas!" Wilo langsung menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur ternyaman nya.
"Tapi bagaimana dengan cincin ini?" Wilo melihat Cincin yang melingkar di tangan nya.
Lepas enggak lepas enggak.. Wilo bimbang.
Sampai tiba-tiba suara perut nya terdengar, dan Wilo yang merasakan sakit di perut tentu saja langsung bergegas keluar kamar nya.
"Ponsel ku kan rusak, aduh gimana cara pesen makan nya coba." gumam Wilo sambil melihat apartemen nya yang berantakan.
Debu nampak di sudut-sudut ruangan nya dan itu membuat Wilo menghembuskan nafasnya kasar.
"Nanti aja beresin nya, sekarang beli makanan dulu yang lebih penting." gumam Wilo sambil mengusap perut nya yang terasa lapar.
Kaki Wilo kembali melangkah keluar dari apartemen nya, tak lupa Wilo juga memakai kartu kredit nya.
Biasanya orang tuanya akan mengirimkan uang untuk nya, ya begitulah setiap dua Minggu sekali orang tuanya akan mentransfer sejumlah uang untuk nya.
Sesampainya di loby Wilo langsung berjalan ke restoran terdekat, dan memesan makanan nya.
"Harus beli ponsel baru nih, tapi uang nya cukup nggak ya." gumam Wilo sambil menunggu makanan nya.
Setelah menunggu beberapa menit makanan datang, Wilo langsung makan dan tak lama setalah itu makanan nya habis karena Wilo memang sangat kelaparan.
Dan saat akan membayar Wilo di buat kaget dengan penjelasan kasir, di mana kartu nya telah di blokir dan tentu saja Wilo tidak punya uang lagi.
"Coba cek lagi Mbak, masa iya sih di blokir." Wilo masih meminta kasir untuk mengecek ulang.
Dan kasir melakukan nya berulang kali tapi hasilnya tetap sama, yaitu kartu kredit nya di blokir.
"Mama dan Papa benar-benar kejam! mereka membuang ku!" Wilo mengepalkan tangan nya penuh marah.
Sampai tiba-tiba pundaknya di tepuk seseorang, dan Wilo kaget tentu nya.
"Dit." Wilo melihat kakak kelas nya yang sudah berkuliah di universitas X.
"Kamu kenapa, kok kaya kaget gitu?" tanya Radit aneh.
"Nggak apa." bohong Wilo.
"Bohong mas, nona ini tidak bisa membayar tagihan makanan nya." si mbak kasir lemes dan memberitahu Radit.
Wilo sangat malu, di hanya menunduk apalagi Radit langsung membayarkan makan nya itu, dan karena sungkan Wilo mengatakan jika dia akan mengganti.
Setelah itu Wilo pun kembali ke apartemen nya dan ketiduran di sopa karena kelelahan beres-beres yang sebenarnya belum sepenuhnya selesai.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Cih apa kabar dgn mu, Tau udah jukah dan punya bini tapi mau ditinggalin,Saat diancam aja baru nurut..
2023-10-02
1
Nicky Nick
wilo liar amat sih ga' da sopan2 nya ma ortu ingat kamu dah nikah looh wil...
2023-03-02
1
yudi
💐
2022-12-14
1