^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Wilo masih kekeh menolak pernikahan dadakan ini, dia tidak suka di paksa seperti ini. Wilo terbiasa bebas dan menurutnya dia bisa hidup sendiri.
"Lihat kakek mu sekarat, kau benar-benar memiliki keras kepala ya." Oma Mona bersidekap dada melihat gadis yang sedang memberantakan kamar nya itu.
"Aku tidak perduli aku tidak mau menikahi bandit tua!" kekeh Wilo sambil menggunting bantal sehingga isi bantal itu berterbangan ke mana-mana.
Oma Mona berdecak kesal, benar kata teman nya jika Wilo adalah gadis yang keras kepala dan juga susah di kendalikan.
"Nyonya tuan wirawan meminta nona Wilo untuk menemuinya." kata Jody.
"Cantik, ayo temui kakek mu kasihan dia ingin pergi dengan damai jangan kekanakan seperti ini, kau gadis baik bukan kakek mu menyayangi mu, jangan kecewakan dia di hari terakhir nya hidup." Oma Mona bicara pelan-pelan.
Perlahan Wilo mengusap air mata nya, lalu menatap tajam pada dua wanita berbeda usia di depan nya.
Oma Mona dan Jody menelan ludahnya kasar saat melihat tatapan itu, Wilo yang sedang marah benar-benar terlihat menakutkan.
Tanpa bicara Wilo berjalan melewati Oma Mona dan Jody, dan saat Oma Mona dan Jody akan mengikuti dari belakang saat itulah Wilo menghentikan langkah nya.
"Jika alian mengikuti ku aku tidak akan mau melihat kakek lagi!" kesal Wilo.
"Iya, masuklah.. masuklah." Oma Mona memilih mengalah dan berjalan ke ruang tamu.
Dimana ada Nobles dan Bryan yang menunggu di sana.
"Gadis itu menolak? sudahlah Oma aku sudah katakan aku tidak mau menikah." Bryan beranjak dari duduknya.
Dia tadi mendengar keributan antara si gadis labil yang akan menjadi istrinya bersama kakek Wirawan.
"Oma hanya membuang waktu ku." lanjut nya ingin melangkah.
"Kau melangkah sedikit saja aku pastikan kau kehilangan hak untuk melihat makam ku!" ancam Oma Mona yang selalu punya cara untuk membuat cucunya mengalah.
"Tentu bisa, Oma sudah meninggal tentu saja aku bisa melihat makam Oma."
"Tidak! Oma akan memperkerjakan banyak bodyguard untuk menjaga makam Oma."
"Astaga Oma!"
"Diam kau cucu tengik!"
Huh..
"Assalamualaikum.." suara itu mendatangkan beberapa pria memakai kopiah.
Dan Bryan bisa menebak jika pria-pria itu mungkin adalah penghulu dan orang-orang yang akan menjadi saksi di pernikahan nya.
"Walaikumsalam..silahkan duduk dulu pak." Oma Mona tersenyum ramah.
"Ini di mulai sekarang pernikahan nya?" tanya pak penghulu.
"Sebentar lagi, di tunggu ya pak." balas Oma Mona lalu memberikan kode pada Jody untuk mengintip ke kamar kakek Wirawan.
Sedangkan di kamar, Wilo masih tidak mau menatap kakek nya, dan itu membuat kakek Wirawan semakin sedih.
"Kamu bilang kamu sayang kakek, dan mau menuruti kemauan kakek? tapi sekarang apa?." kakek Wirawan menjeda ucapan nya.
"Sudahlah tidak apa, kau pergi hidup sendiri dan jangan pedulikan kakek biarkan kakek mati dengan meninggalkan penyesalan. kakek memang tidak pernah bisa mendapatkan anak dan cucu yang berbakti pada kakek, semuanya sama egois."
Uhuk..
Kakek Wirawan kembali muntah darah lagi.
Air mata Wilo mengalir di sudut mata nya, Wilo masih dengan penampilannya yang sangat jauh dari kata cantik, rambut acak-acakan tangan yang berlumuran darah kakek Wirawan dan juga mata sembab nya.
Tidak ada yang bisa di tatap oleh orang lain jika melihat penampilan Wilo, tapi perduli apa Wilo pada omongan orang.
"Aku akan menikahinya, demi kakek." akhirnya Wilo memilih tidak egois.
Dan saat bersamaan juga Oma Mona berjalan dengan penghulu dan beberapa saksi.
Dokter juga ada di sana, tentunya Oma Mona menelpon dokter terdekat untuk mengecek kondisi teman lama nya itu.
"Nikahkan mereka sekarang, pak." kata kakek Wirawan dengan wajah menahan sakit nya.
Wajahnya nampak terlihat pucat, membuat Wilo yang melihat itu hanya bisa menunduk.
"Nona saya antar mengganti pakaian ya." Jody mendekat.
Namun Wilo menggelengkan kepalanya cepat.
"Aku akan menikah seperti ini, silahkan nikahkan kami." Wilo tidak mau melihat mempelai pria nya, yang dia tau hanya suara pria itu terdengar seperti bapak-bapak hanya itu.
Akad nikah yang sangat sakral itu di lakukan dengan di hadiri beberapa orang saja, kata Sah yang terdengar membuat Wilo kembali terisak.
Saat mencium tangan suaminya pun Wilo sama sekali tidak mau melihat suaminya itu, pun sama dengan Bryan yang mencium kening Wilo dengan ekspresi jijik karena di pipi Wilo ada darah yang keluar dari mulut kakek Wirawan.
"Kalian sudah sah menjadi suami istri." pak penghulu melirik kedua pasangan pengantin yang sangat aneh itu.
Bagaimana tidak Bryan yang tampan memakai pakaian yang sangat rapih, sedangkan mempelai wanita nya? penampilan Wilo benar-benar jauh dari kata rapih ataupun cantik.
"Uh akhirnya, setelah ini aku hanya harus memikirkan bagaimana caranya Wilo dan Bryan malam pertama dan melahirkan cicit yang banyak untuk ku." batin Oma Mona.
"Semoga setelah ini aku punya banyak waktu bersama suami ku, huh.. tuan dan nyonya akan fokus pada nona muda, aku yakin." batin Jody sambil melirik Nobles, suaminya.
Dan beberapa saat setelah pernikahan itu, Wilo kembali di kagetkan dengan dokter yang baru selesai memeriksa kakek Wirawan.
"Maaf, tuan Wirawan sudah meninggal dunia, beliau menghembuskan nafas terakhirnya dua menit yang lalu."
Deg..
Wilo yang ada di ambang pintu itu seketika ambruk, ke lantai.
"Tidak! kamu bercanda! kakek.. aaaa tidak!" Wilo berteriak histeris dan masuk ke kamar kakek Wirawan.
"Kek bangun! kek."
"Sabar sayang, sabar." Oma Mona ingin mendekati Wilo.
Tapi terhenti karena Wilo mengeluarkan suara nya.
"Ini semua gara-gara kalian! semalam kakek masih baik-baik saja dan sekarang? karena kedatangan kalian kakek ku pergi!"
"Pergi kalian! tinggalkan aku di sini sendiri."
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Asngadah Baruharjo
waah di Wil Wil minta diapain yak
2023-06-29
3
Alivaaaa
kasihan kamu Wilo 🥺
2022-08-13
1
Sunarty Narty
aduh bisa berubah gak wilo nanti
2022-06-10
4