^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Kakek jangan bicara seperti itu! aku akan mendoakan kakek semoga kakek panjang umur." kata Wilo dengan nada tak suka.
Bagaimana tidak, tidak ada angin tidak ada hujan kakek nya menyuruh nya menikah dan mengatakan jika hidup kakek nya sudah tidak lama lagi.
"Kakek serius Wilo, kakek tidak mau kamu sendirian setidaknya ada seseorang yang bisa menemani mu kala kau sedih." balas kakek.
Makan malam itu menjadi tak asyik lagi saat kakek Wirawan mulai mengungkit masalah pernikahan.
Demi apa Wilo membenci sebuah pernikahan karena dia adalah korban dari pernikahan kedua orang tuanya.
Dia tidak percaya pernikahan karena menurut Wilo ujung-ujungnya akan sama dengan apa yang di alami nya, yaitu menjadi anak terlantar yang tidak di harapkan oleh kedua belah pihak.
"Sekali lagi kakek memaksa ku aku tidak akan pernah mau bertemu dengan kakek lagi."
Brugkkk !!
Wilo mengebrak meja, lalu pergi begitu saja ke arah kamar nya.
Meninggalkan kakek Wirawan yang memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Onah." panggil kakek Wirawan.
"Iya pak?" sahut Bi Onah.
"Bereskan semuanya setelah itu bantu saya untuk tidur." kata Kakek Wirawan lagi.
Bi Onah hanya mengangguk sambil mengerjakan perintah kakek Wirawan, makanan ini akan dia bawa ke rumah nya, karena seperti biasnya kakek Wirawan selalu menyuruhnya membawa sisa makan malam.
Dan bi Onah tentu saja senang, makanan ini sama sekali tidak sisa kakek Wirawan memang selalu menyuruhnya masak banyak tapi tentu saja yang di makan hanya sayur sedangkan ayam dan lauk pauk yang lain nya itu adalah miliknya yang di beri kakek Wirawan.
Malam-malam Wilo tidak bisa tidur dia masih terbayang dengan omongan kakek nya tadi, bagaimana bisa kakek nya mau menikahkan nya pada pria 30 tahun? what usia Wilo sekarang masih 19 tahun dia masih SMA dan kakek nya mau menikahkan nya yang benar saja.
"Kakek benar-benar sudah terkena virus orang kampung, nikahin anak cucu nya di usia belasan." kesal Wilo sambil memandang ke atas, di mana dua cicak terlihat saling kejar mengejar.
"Jangan bilang kakek ma jual aku!" entah kenapa pikiran itu muncul di kepala Wilo.
Sampai sebuah dering ponsel membuat Wilo kaget, dan langsung mengambil ponselnya.
"Halo!"
"Wil kaan pulang?" suara Mela.
"Iya ihk rindu." kali ini suara Dewi.
What!!
"Kalian sekamar? kalian nginep di mana?" tanya Wilo kaget.
"Yoi, ibu ku lagi keluar kota biasa urusan kerjaan dan aku nginep di rumah Dewi." jelas Mela.
Keduanya memang tetanggan, dan itu yang membuat Wilo sedikit iri karena meski anak dari single perent Mela lebih beruntung dibandingkan dengan nya, yang masih punya orang tua lengkap tapi tidak ada yang perduli dengan nya.
"Lagi apa Wil?" tanya Dewi.
"Biasa tiduran rebahan dan liatin cicak." balas Wilo malas.
"Suara nya biasa aja kali, so sedih banget." Mela manyahuti.
"Iya emang lagi sedih." balas Wilo dengan suara pelan.
"Di sana ada club' nggak?" tanya Dewi polos.
"Di pedesaan mana ada, Dewi tulalit dasar!"
"Apaan sih orang nanya sama Wilo juga."
Dan terdengar suara gaduh di sebrang telpon yang membuat Wilo kesal dan memilih mematikan panggilan nya sepihak.
Hufh..
"Mereka benar-benar menyebalkan!" kesal Wilo sambil menyimpan ponselnya di ranjang kosong sebelahnya.
Karena rasa kantuk sudah menerpa Wilo memilih tidur dengan memeluk guling kesayangan nya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Umi Thea
lanjjut..
2022-10-03
2
Ade Nurjanah
penasaran
2022-06-22
4
Ristipauzi
lanjut,trema aja deh neng biar nggak kesepuan lagi 😆😆😆
2022-05-20
7