^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kakek Wirawan hanya bisa memberikan pelukan hangat nya untuk sang cucu, dia tentu tau seperti apa kehidupan Wilo cucu nya itu selama ini, yang kekurangan peran orang tua.
Wilo hidup tanpa kasih sayang orang tua nya, tepatnya setelah perceraian kedua orang tuanya yang membuat Wilo menjadi gadis yang tidak bisa mengontrol emosi nya dan hidupnya tidak seperti anak gadis pada umum nya yang mungkin bisa lebih nyaman menjalani kehidupan nya.
"Aku benci mereka kek." ucap Wilo kali ini isakan tangis nya menjadi tatapan tajam.
Tangan nya mengepal, Wilo berjanji akan membalaskan dendam nya pada kedua orang tuanya yang sibuk dengan hidup baru nya, tanpa memperhatikan nya.
"Aku akan membuat mereka hancur, kalian berdua bersiaplah untuk mendapatkan kehancuran yang akan di ciptakan oleh anak yang tidak di harapkan ini." batin Wilo sambil melepaskan pelukannya kakek nya.
"Tidak baik membenci orang tua mu, jangan begitu karena bagaimanapun mereka adalah orang tua mu." kata kakek memberi pengertian.
Meski dirinya pun sama di campakkan nya oleh anak nya, uang? ya hanya itu yang sering anaknya kirim pada nya begitupun dengan Wilo.
"Aku tidak mau membahas itu lagi, aku mau tidur cape." Wilo berdiri, lalu berjalan begitu saja meninggalkan kakek nya.
Kakek hanya melihat kepergian sang cucu dengan wajah iba, kasihan tentu saja dia merasa kasihan dan karena itu juga dia meminta Wilo untuk pulang.
"Aku harus mencari cara untuk Wilo bisa menerima pernikahan ini, umur ku sudah tua dan aku sering sakit-sakitan aku tidak mau Wilo sendirian." gumam kakek Wirawan sambil meneteskan air mata nya.
"Onah!" panggil kakek Wirawan.
Dan datanglah wanita paruh baya yang membantu nya dalam sehari-hari itu.
"Ada apa Pak?" tanya bi Onah.
"Tolong ambilin ponsel saya." pinta kakek Wirawan.
"Baik pak." BI Onah berjalan ke kamar kakek Wirawan.
"Ini Pak." BI Onah memberikan ponsel pada kakek Wirawan.
Kakek Wirawan menerima ponselnya dan langsung mengusap layar ponselnya mencari nama teman lama nya.
"Halo!"
"Yuhu ada apa? tumben sekali pria tua kau menelpon ku, haha kau rindu ya?"
"Aku ingin bicara penting dengan mu."
"Bicaralah, telingaku masih berfungsi kok secara aku ini masih muda dan masih bahenol."
"Bisakah kau tidak bercanda! aku sedang sakit parah dan aku takut aku mati tanpa melihat cucu ku menikah, dasar nenek-nenek centil."
"Hey dasar pria tua!"
"Mona berhenti bicara omong kosong!"
"Iya, lalu kau mau apa? mau cucu mu menikah dengan ku? aku tidak mau menikah dengan daun muda"
"Astaga bukan itu maksud ku, cucu ku perempuan dan masih 19 tahun, aku ingin cucu mu menjadi suami cucu ku, dan dengan begitu aku bisa bernafas lega."
"Kau bercanda? astaga aku benar-benar syok, cucu ku memang harus segera menikah."
"Aku serius, maka dari itu datanglah ke Villa X yang ada di kota Xxxx, dan bawa cucu mu"
"Haha baiklah, tunggu aku pria tua kita akan menjadi besan."
Dan Tut..
Panggilan itu terputus oleh kakek Wirawan.
"Kalau aku punya teman banyak sudah pasti aku menikahkan cucu ku pada yang lain, tapi huh.. hanya Mona yang memiliki cucu kaya, aku harus bisa menikahkan Wilo dengan pria yang memiliki tanggung jawab penuh seperti Bryan, dia matang dan pas untuk Wilo yang keras." gumam kakek Wirawan.
Di kamar Wilo nampak sedang melihat beberapa foto masa kecilnya, masa kecilnya bersama nenek dan orang tuanya yang masih bersama-sama.
"Kalian jahat pada ku dan aku tidak boleh jahat? bukan kah itu tidak adil?" Wilo mencoret bagian wajah kedua orang tuanya dengan spidol.
Lalu tertawa terbahak-bahak karena merasa lucu.
"Selamat ulang tahun, haha.. kemarin siang aku melihat wanita ini mengucapkan selamat ulang tahun pada bocah itu, sedangkan pada ku? datang pun bahkan enggan." sekali lagi Wilo menertawakan hasil coretan nya di bagian tubuh kedua orang tuanya.
Sedangkan di tempat lain seorang pria nampak kaget mendengar kabar jika Oma nya serangan jantung lagi.
"Percepat jalan nya! kenapa kau lambat!" kesal pria itu karena perjalanan nya terasa sangat lama.
"Maaf tuan di luar macet." kata pria yang menyupir.
"Pencet klakson nya, aku harus cepat Oma ku sedang sekarat" kata pria itu dingin.
"Tapi tuan_" ucap pria yang menyupir terhenti.
"Pencet saja, aku tidak mau tau kau harus melakukan nya."
Huh..
Terpaksa pria bernama Nobles itu pun harus menurut menjadi pria bodoh yang memencet klakson, dan mendapatkan beberapa umpatan dari pengendara lain nya karena telah membuat kebisingan.
"Setidaknya bertahan lah untuk menunggu ku mengucapkan perpisahan Oma." gumam pria itu.
Dan meninggalkan perjalanan yang macet, di rumah mewah nampak seorang nenek-nenek yang terus berjalan ke sana ke mari sudah seperti setrikaan.
"Bagiamana menurut mu?" tanya Oma Mona.
"Mungkin tuan muda akan menolak nyonya." balas Jodi, asisten pribadi Oma Mona.
"Tapi aku tidak perduli, di harus menikah dengan cucu si tua Wirawan, kasihan teman ku sedang sekarat dan ingin menikahkan cucu nya, aku juga sama dengan si tua yang ingin punya cicit dari cucu ku." balas Oma Mona.
"Nyonya di luar sudah ada mobil tuan muda." ucap Jodi.
Astaga.
Oma Mona langsung dengan cepat merebahkan tubuhnya di ranjang, dan pura-pura terlihat sakit.
Ceklek..
"Oma." panggil seorang pria.
Dia tak lain adalah Bryan Adams Steep, seorang pengusaha sukses yang nama nya cukup terkenal di dunia bisnis, tapi tidak dengan masalah percintaan nya tidak sesukses pekerjaan nya.
"Huh.. kau baru datang setelah Oma hampir mati." Oma Mona mulai melancarkan drama nya.
Jodi dan Nobles memilih keluar, keduanya adalah pasangan suami istri yang baru menikah beberapa bulan ini, dan belum mendapatkan honeymoon nya karena memiliki bos yang rese seperti Bryan.
"Oma, jika ingin mati jangan menunggu ku, matilah dengan tenang aku akan menyiapkan pemakaman yang bagus." balas Bryan dingin.
Tentu dia tau kalau Oma nya itu sedang bermain drama, terkahir kalinya Oma nya membuat drama jatuh dari tangga dan itu yang mengakibatkan wanita tua itu memakai tongkat.
Tapi sekarang? Bryan penasaran apa yang akan di lakukan Oma nya, apa Oma nya akan melompat dari ketinggian dua puluh meter? atau mungkin akan naik ke atas pohon seperti yang di lakukan nya beberapa bulan lalu?.
"Dasar cucu gila, kenapa sih tidak menurut saja untuk menikah, Oma ingin punya cicit dari mu." kata Oma Mona sambil menatap sang cucu penuh harap.
Sudah Bryan duga kalau ujung-ujungnya akan ke sana, menikah menikah dan menikah, Bryan malas membicarakan itu.
Pria itu berdiri dan berniat pergi, namun dengan cepat Oma Mona yang melihat itu langsung mengambil racun tikus yang sudah disiapkannya dari sejak tadi.
"Jika kau tidak mau maka bersiaplah melihat Oma mati di depan mu." ancam Oma Mona sambil membuka penutup botol kecil itu.
Alih-alih perduli, Bryan malah tersenyum kecut.
"Silahkan saja, dan mungkin setelah Oma keracunan aku akan membuatkan pemakaman Oma seperti tikus karena Oma mati dengan racun tikus." balas Bryan yang masih tidak mau menuruti keinginan sang Oma.
Huh..
"Baik kalau kamu nggak perduli lagi, Oma akan meminum nya." Oma Mona langsung meminum sedikit dari racun tikus itu.
Yang mana hal itu membuat Bryan kaget dan langsung melemparkan racun tikus itu ke lantai.
Brugkkk !!
Oma Mona jatuh ke pelukan Bryan.
"Oma! astaga kenapa harus seperti ini!"
"Uhuk.. uhukk.."
"Oma hanya mau kamu menikah."
"Oma, aku tidak mau."
"Tidak mau sekarang, tapi nanti kau akan tau enak nya menikah."
"Oma!"
Uhuk !!
"Oma mohon, uhuk.. Oma.." Oma Mona pura-pura menutup matanya.
"Baiklah Oma aku mau, pilihkan siapapun asal dia bukan gadis nakal."
"Kau serius?" Oma Mona dengan cepat membenarkan posisi nya.
"Oma!"
"Sudah deal, kamu harus menikah! dan bersiap-siap besok kau harus ikut Oma karena calon pengantin mu ada di desa."
"Astaga Jodi!! yuhuu rencana berhasil! Bryan mau menikah."
"Oma bukan kah Oma meminum racun tikus? kenapa Oma sekuat itu?" Bryan menatap Oma nya tidak percaya.
Dan saat itulah Oma Mona lupa jika dia masih dalam proses drama, tapi karena sudah terbongkar jadi Oma Mona langsung tersenyum.
"Itu isinya teh manis, mana mungkin Oma mau mati, enak saja Oma masih enam puluh tujuh tahun dan Oma masih sehat."
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Tuthy Dzaky Syarif
keren oma
2024-04-27
1
Trisna
walah ini Oma tadi tang masih bohai🤣🙏
2024-01-21
2
Juan Sastra
keren keren oma mona sesuai dengan namamu
2023-12-15
1