Promosi karya baru

Kehancuran yang Ia rasakan, membuat Ilham Adi Prawira, kabur dan mengasingkan diri di sebuah hotel selama beberapa minggu.

Putra pertama dari Prawira grup yang berusia berusia 27 tahun itu, mengalami patah hati yang cukup parah. Ketika sang wanita yang Ia cintai, justru memilih sang Papa sebagai calon suaminya.

Di hotel itu, Ia mengalami sebuah insiden. Seorang pelayan, bernama Khalila. Ia salah memberikan pesanan, hingga berakibat fatal untuk mereka berdua.

Karena kejadian malam itu, dengan semua rasa bersalahnya, Iam mencari wanita itu dan memberikan tanggung jawab untuknya.

"Tak perduli bagaimanapun kau menolak. Aku, akan tetap menikahimu."

Bab 1.

*

Sebuah bucket bunga mawar merah besar, telah berada di tangan Ilham. Ia dengan semangat yang membara, berjalan dari kantor menuju sebuah reztauran untuk menemui wanita yang telah Ia sukai selama Dua tahun ini.

Sebuah cincin pun telah Ia siapkan, begitu indah dengan ukiran nama Dona di dalamnya.

"Jika kamu yang mengajak bertemu, pasti memang ada yang ingin kamu katakan." ucap Ilham, dengan senyum manis penuh harap..

Doa dan semangat pun selalu di kirimkan sang adik padanya Alulia. Ia yang tengah menjalani pendidikan di bangku kuliah itu, sangat mendukung  sang kakak dengan Dona. Karena memang, Ilham selalu curhat padanya.

"Semangat Kak,  Iam. Doa Aul dari sini untuk Kakak ipar." ucapnya, melalui whatsapp.

"Terimakasih, sayangku." balas I'am, dengan emoticon love nya.

Rasa semangat makin terpacu, hingga Ia sampai di tempat yang di janjikan.

"Hallo, Dona? Kamu dimana?" telepon I'am padanya.

"Di kursi Vip, ruang biasa." jawab Dona.

I'am pun menghela nafas panjang, sembari merapikan rambut dan jas hitamnya. Lalu kembali melangkah ke ruangan tersebut

"Siapa?"

"I'am, Mas. Dia, sudah sampai." jawab Dona.

"Oke, tak apa. Aku yang akan bicara padanya nanti." ucap Papa Wira, yang menggenggam tangan Dona, erat.

Mereka tampak saling menguatkan, dengan tatapan penuh cinta antara satu sama lain. Meski, Dona tampak takut akan respon yang akan I'am berikan padanya.

Setibanya I'am disana, Papa Wira melepas tangan Dona. I'am menghampiri dengan senyum, dan memberikan bucket bunga itu padanya.

"Terimakasih." ucap Dona. I'am pun duduk, di kursi yang tersedia.

"Kok, Papa ada disini? Ada apa?" tanya I'am, sedikit heran.

"I'am...."

"I'am, begini." potong Papa Wira pada Dona yang akan memulai cerita.

"Apa, ada apa?" tanya I'am, yang semakin penasaran.

Papa Wira, menggandeng tangan Dona. Ia membentang jari manis mereka berdua, dengan sebuah cincin yang sama. Satu tindakan, yang sanggup menjawab semua pertanyaan.

"Gila! Kalian Gila? Kalian mengkhianati aku seperti ini. Kenapa?" bentak I'am, yang tampak begitu emosi.

"Maaf, I'am. Aku, cinta sama Papamu." jawab Dona, lirih.

"Aku tahu, aku tahu kamu dari dulu memang ngga pernah merespon aku, Don. Tapi, jangan seperti ini. Dengan orang lain, aku bisa terima. Tapi ini, kamu dengan Papaku. Kenapa harus dia?" amarah I'am kian memuncah.

"I'am, tenang dulu. Papa bisa jelaskan."

"Apa? Apa yang mau Papa jelaskan? Papa udah lupa janji pada Mama? Papa lupa, tak akan membagi hati? Pengkhianat!"

"Ngga ada yang tahu, kapan perasaan itu timbul. Ngga ada yang tahu, kapan kita jatuh cinta lagi, dan dengan siapa itu. Ketika dengan Dona, Papa merasa nyaman. Papa merasa, Dia begitu mengerti apa yang Papa inginkan. Tak akan ada yang bisa menggantikan posisi Mama kamu, Papa bersumpah."

"Kalian, sudah sejauh mana?" tanya I'am, dengan wajah datar.

"Apa maksud kamu?" tanya Dona.

"Apa, kalian sudah sering bertemu diam-diam, dan tidur bersama? Apa, kalian sudah sejauh itu? Jujur saja kalau...."

Plaaaaakkk! Sebuah tamparan keras, di layangkan Dona ke rahang I'am. Membuat pria itu meringis kesakitan. Bahkan, telapak tangan Dona memerah karenanya..

" Kamu fikir, aku wanita apa? Wanita murahan? Kamu fikir, karena aku menginginkan yang lebih tua, aku bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya? Kamu picik, I'am!" tukas Dona.

"Dan apalagi, yang di inginkan dari seorang Duda beranak Dua? Padahal kamu seorang wanita yang masih sangat muda? Hartanya?"

"Ilham!! Ngga pantes kamu ngomong begitu. Setuju atau tidak, kami akan tetap menikah." sergah sang Papa padanya.

Terpopuler

Comments

☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈နզ⃠

Siap meluncur dan favoritkan kakak Onel.... Ku selalu jadi pembaca setiamu ❤❤❤
semangat berkarya, sehat-sehat selalu 🤗🤗🤗

2022-03-19

17

Uum Umyaroh

pasti mampir dong di karya baru nya author,,,,,,

2022-03-19

14

Irman M Z Palembang

waahh sdh up karya baru lagi niih thor?
siap akan selalu ikutin karya baru author ☺

2022-03-19

2

lihat semua
Episodes
1 Kecelakaan Tragis malam itu
2 Diagnosa yang menyakitkan
3 Di tinggalkan, ketika tak berdaya
4 Dari saksi, menjadi tersangka
5 Berusaha ikhlas dengan keadaan.
6 Perawat pilihan hati
7 Keadaan yang pahit
8 Mengadakan perjanjian
9 Perawat dan Muhrim
10 Keluarga yang menepati Janji
11 Mantan yang masih memanfaatkan
12 Bagaimana Ijab Qabul nya?
13 Syifa akan selalu di sampingnya
14 Tuan, kau perlu gosok gigi..
15 Sakit yang tak dapat di sembuhkan.
16 Aku akan segera sembuh!
17 Pernikahan pasif.
18 Sambutan para kelarga.
19 Seperti, Suami Istri betulan.
20 Makan malam yang berantakan
21 Kan, sudah muhrim
22 Syifa capek, Yah.
23 Ingin menggenggam tanganmu erat
24 Tentang keberadaan Syifa
25 Kata pertama dari Bagas
26 Kesabaran sang Junior
27 Harusnya adalah pengantin baru.
28 Yang selalu kalah dengan keadaan
29 Karena kamu Istriku, Fa.
30 Membuat keajaiban sendiri.
31 Mama rindu suaramu...
32 Maafkan aku, Fa.
33 Berat badanmu, tak seberat badanku.
34 Gosip tentang Syifa dikampungnya
35 Wajahmu seperti ikan Fugu.
36 Subhanallah, Cantiknya!
37 Lekaslah sembuh, jika ingin menunaikan hakmu, Mas.
38 Berani melawan Papamu, Reza?
39 Haruskah, berbicara seperti itu?
40 Syifa tak sepolos yang Bagas kira.
41 Sebutir nasi di pipimu, yang tak dapat ku singkirkan.
42 Ternodai oleh tangan.
43 Mama mendukungmu, sayang.
44 Kamu bagaikan candu untukku.
45 Undangan dari mantan
46 Bola karet kenyal
47 Kamu cemburu?
48 Aku bukan menantu pilihan.
49 Kapan kaki ini bergeak?
50 Tatapan yang saling mengisi
51 Ingin agar semua mendoakanmu.
52 Tatapannya di jaga, Fa.
53 Bola Karet yang buat otak traveling
54 Meminta Ayah dan Ibu untuk berkunjung
55 Jangan ganggu suamiku
56 Kedatangan mertua.
57 Kasihan Gibran
58 Nikmatnya Bakso buatan mertua
59 Hp baru dari Kakak Ipar
60 Apa kalian, sudah saling mencintai?
61 Pernikahan Luna
62 3 kecupan sebelum tidur.
63 Ikan fugunya, kalau nangis jelek.
64 Berusaha keras memelukmu
65 Aku kapan belajar jalan?
66 Mengungsi kerumah Bagas
67 Apa yang kamu sembunyikan?
68 Ya, emang kamu ganteng, Mas...
69 Makin lama makin cerewet
70 Tamu tak diundang
71 Semua orang menjadi jahat, ketika aku lemah
72 Syifa selalu memancing
73 Pujian untuk Syifa
74 Shoping untuk menantu kesayangan
75 Bisakah, jangan ucap perpisahan?
76 Hanya kalian, harapanku dalam keluarga ini.
77 Tentang surat kuasa
78 Satu-satunya yang Bagas percaya saat ini
79 Kecupan pertama
80 Syoknya Mama Ayu
81 Huru Hara di perusahaan Keluarga
82 Reza juga ingin di peluk
83 Kamu semakin menggemaskan
84 Mendandani anak perempuan.
85 Istri Sang Direktur Utama
86 Peringat ke Dua. Mengenai Om Edward
87 Tak ada yang dapat menolak pesona Syifa.
88 Aku ikut, kemanapun kamu pergi
89 Mendadak ingin punya cucu
90 Mati dalam keadaan glowing
91 Panggilan Sayang yang menggemaskan
92 Bermimpi, Mama menghampiri (Reza)
93 Mengunjungi mertua
94 Omongan para tetangga
95 Rendang jengkol kesukaan
96 Ada saja penemuan hari ini.
97 Maaf, Mas. Kelepasan...
98 Akhirnya, ada yang bilang aku tampan.
99 Mau mandi sama-sama...
100 Syifa dengan amarahnya
101 Takaran bahagia manusia itu, berbeda
102 Terapi untuk berjalan.
103 Hubungan suami istri?
104 Pertemuan yang mendebarkan
105 Sakit di awal, demi sebuah kesembuhan
106 Si Rambut Mie, yang begitu mempesona
107 Mulai tak fokus
108 I LOVE YOU sayang
109 Pergulatan Reza dan Bagas.
110 Ketemu mantan
111 Apa yang kamu katakan, Luna?
112 Mengejar wanita idaman
113 Aku Cemburu!
114 Percobaan pertama yang gagal
115 Membersihkan kenangan dari Luna
116 Kalian jahat padaku...
117 Kemesraan kalian, menyebalkan.
118 Sindiranmu menyakitkan, Fa.
119 Kak, Aku lelah..
120 Perkenalan yang manis.
121 Fikiran yang semakin melayang terbang
122 Aku sudah punya yang asli
123 Pawangku mantap.
124 Syifa tukang ngambek
125 Tak pernah ada alasan, untuk mencintaimu
126 Ada penyerangan di rumah
127 Bercandanya ngga lucu, Humairah.
128 Lakukan saja, apa yang harus dilakukan
129 Menjadi istrimu seutuhnya
130 Akan terjadi huru hara lagi
131 Jangan pernah halangi Papa, Za!
132 Langkah kaki pertamamu.
133 Jika sakit, katakan sakit.
134 Aku akan jadi Zuko, atau jadi Azula?
135 Pertengkaran kedua saudara
136 Asal mula huru hara keluarga
137 Semakin suka curiga.
138 Apapun untukmu, Humairah.
139 Kejutan Untuk Syifa
140 Makan gratis di kedai baru.
141 Tendangan maut, ala Cinta.
142 Kesialan seorang Reza
143 Dikira, hanya bersandiwara.
144 Dokter pelanggar sumpah
145 Udah lama ngga di cubit, ya?
146 Pengen punya Bayi....
147 Berkumpulnya Dua keluarga
148 Pertama kalinya, pergi tanpa suami.
149 Siapa, Kalian?!
150 Bukan Hanya Papa yang jahat, Reza.
151 Lakukan perintah mereka, sayang.
152 Kembalinya Syifa
153 Makan lah dengan cinta..
154 Kuasa tak berlaku lagi, ketika Bagas sehat.
155 Aku harus apa dengan keadaan ini?
156 Gempa Lokal
157 Andai semuanya mudah
158 Wajah Reza, Wajah Badboy
159 Aku selalu gagal, Bu.
160 Rasa cinta yang membabi buta
161 Pi, Mami mulai galak.
162 Tujuan yang tak jelas lagi.
163 Sebahagia itukah kalian?
164 Olin tak mempan di rayu
165 Tetaplah di sana, Olin.
166 Saya diam, ketika diminta untuk diam
167 Kenapa tak mati saja?
168 Tak ada jalan lain
169 Andai aku dapat berlari
170 Dia tak akan berani melawanku
171 Kau, pengkhianat
172 Dia, Ayahku.....!
173 Ingin pulang, dan segera memelukmu.
174 Mencintaimu dengan leluasa.
175 Siaga Satu
176 Tangis Reza
177 Kenyataan dari masa lalu.
178 Keisengan Reza
179 Aku yang sakit, kenapa Bagas yang dipeluk?
180 Melamar Humairah ku.
181 Arti sebuah keluarga
182 Dulu pengap, sekarang nyaman.
183 Permintaan Reza
184 Dua raga, Satu jiwa.
185 Sifat Asli Bagas.
186 Kejujuran Olin.
187 Olin selalu menghindar
188 Syifa turun tangan membantu Reza
189 Tersedak hatiku karenamu, Olin.
190 Gadis yang tak mudah di taklukan
191 Senyum itu, hanya milikku.
192 Es kutub, yang telah mencair.
193 Tak dapat membiarkanmu sendirian.
194 Caraku meredam amarahmu
195 Jomblo terhormat, yang terbully
196 Tak pernah melihat orang, hanya dari statusnya
197 Seperti anak kecil yang menggemaskan
198 Harapan Syifa
199 Aku masih ingin memanjakanmu, sayang.
200 Reza ingin melamar Olin
201 Reza tergesa-gesa
202 Jadian, Olin dan Reza
203 Getaran dahsyat di hati Reza
204 Pernikahan hangat
205 Babang Eza ngambek lagi.
206 Hari-hari indah Reza
207 Olin Naik pangkat
208 Apel pertama Reza Edwardo
209 Papi marah dengan anak bujangnya
210 Mejenguk Papa Edward
211 Asing, tapi bahagia.
212 Bukan hanya, sekedar wanita
213 Mencuri waktu bertemu Ayang
214 Olin mulai berharap.
215 Terpisah oleh adat dan keluarga.
216 Pagi hari tanpa peluk mesra Ayang
217 Dia telah muncul kembali.
218 Seharusnya, hari bahagiaku
219 Dia datang tepat waktu.
220 Jebakan untuk Viona.
221 Kejutan dari Mami untuk Papi.
222 Part Ekstra bab 1
223 Ekstra part bab 2
224 Promosi karya baru
225 Ekstra part 3
226 Ekstra part 4
227 Ekstra part 5
228 Ekstra part 6
229 Akhirnya Olin mengeluh
230 Promo kisah Zaolin.
231 Ekstra part 1 kelahiran Baby B.
232 Ekstra part, lahirnya Baby B, 2
233 Ekstra part: Breyhan Nata Nugraha
234 Baby Brey
235 Sambutan untuk Breyhan
236 Brey itu anakku, Mas.
237 Promo karya baru. Istri Tuan Amnesia
238 Oh, Baby Brey
239 Punya anak banyak yuk, Mas?
240 Kujungan Dady ganteng.
Episodes

Updated 240 Episodes

1
Kecelakaan Tragis malam itu
2
Diagnosa yang menyakitkan
3
Di tinggalkan, ketika tak berdaya
4
Dari saksi, menjadi tersangka
5
Berusaha ikhlas dengan keadaan.
6
Perawat pilihan hati
7
Keadaan yang pahit
8
Mengadakan perjanjian
9
Perawat dan Muhrim
10
Keluarga yang menepati Janji
11
Mantan yang masih memanfaatkan
12
Bagaimana Ijab Qabul nya?
13
Syifa akan selalu di sampingnya
14
Tuan, kau perlu gosok gigi..
15
Sakit yang tak dapat di sembuhkan.
16
Aku akan segera sembuh!
17
Pernikahan pasif.
18
Sambutan para kelarga.
19
Seperti, Suami Istri betulan.
20
Makan malam yang berantakan
21
Kan, sudah muhrim
22
Syifa capek, Yah.
23
Ingin menggenggam tanganmu erat
24
Tentang keberadaan Syifa
25
Kata pertama dari Bagas
26
Kesabaran sang Junior
27
Harusnya adalah pengantin baru.
28
Yang selalu kalah dengan keadaan
29
Karena kamu Istriku, Fa.
30
Membuat keajaiban sendiri.
31
Mama rindu suaramu...
32
Maafkan aku, Fa.
33
Berat badanmu, tak seberat badanku.
34
Gosip tentang Syifa dikampungnya
35
Wajahmu seperti ikan Fugu.
36
Subhanallah, Cantiknya!
37
Lekaslah sembuh, jika ingin menunaikan hakmu, Mas.
38
Berani melawan Papamu, Reza?
39
Haruskah, berbicara seperti itu?
40
Syifa tak sepolos yang Bagas kira.
41
Sebutir nasi di pipimu, yang tak dapat ku singkirkan.
42
Ternodai oleh tangan.
43
Mama mendukungmu, sayang.
44
Kamu bagaikan candu untukku.
45
Undangan dari mantan
46
Bola karet kenyal
47
Kamu cemburu?
48
Aku bukan menantu pilihan.
49
Kapan kaki ini bergeak?
50
Tatapan yang saling mengisi
51
Ingin agar semua mendoakanmu.
52
Tatapannya di jaga, Fa.
53
Bola Karet yang buat otak traveling
54
Meminta Ayah dan Ibu untuk berkunjung
55
Jangan ganggu suamiku
56
Kedatangan mertua.
57
Kasihan Gibran
58
Nikmatnya Bakso buatan mertua
59
Hp baru dari Kakak Ipar
60
Apa kalian, sudah saling mencintai?
61
Pernikahan Luna
62
3 kecupan sebelum tidur.
63
Ikan fugunya, kalau nangis jelek.
64
Berusaha keras memelukmu
65
Aku kapan belajar jalan?
66
Mengungsi kerumah Bagas
67
Apa yang kamu sembunyikan?
68
Ya, emang kamu ganteng, Mas...
69
Makin lama makin cerewet
70
Tamu tak diundang
71
Semua orang menjadi jahat, ketika aku lemah
72
Syifa selalu memancing
73
Pujian untuk Syifa
74
Shoping untuk menantu kesayangan
75
Bisakah, jangan ucap perpisahan?
76
Hanya kalian, harapanku dalam keluarga ini.
77
Tentang surat kuasa
78
Satu-satunya yang Bagas percaya saat ini
79
Kecupan pertama
80
Syoknya Mama Ayu
81
Huru Hara di perusahaan Keluarga
82
Reza juga ingin di peluk
83
Kamu semakin menggemaskan
84
Mendandani anak perempuan.
85
Istri Sang Direktur Utama
86
Peringat ke Dua. Mengenai Om Edward
87
Tak ada yang dapat menolak pesona Syifa.
88
Aku ikut, kemanapun kamu pergi
89
Mendadak ingin punya cucu
90
Mati dalam keadaan glowing
91
Panggilan Sayang yang menggemaskan
92
Bermimpi, Mama menghampiri (Reza)
93
Mengunjungi mertua
94
Omongan para tetangga
95
Rendang jengkol kesukaan
96
Ada saja penemuan hari ini.
97
Maaf, Mas. Kelepasan...
98
Akhirnya, ada yang bilang aku tampan.
99
Mau mandi sama-sama...
100
Syifa dengan amarahnya
101
Takaran bahagia manusia itu, berbeda
102
Terapi untuk berjalan.
103
Hubungan suami istri?
104
Pertemuan yang mendebarkan
105
Sakit di awal, demi sebuah kesembuhan
106
Si Rambut Mie, yang begitu mempesona
107
Mulai tak fokus
108
I LOVE YOU sayang
109
Pergulatan Reza dan Bagas.
110
Ketemu mantan
111
Apa yang kamu katakan, Luna?
112
Mengejar wanita idaman
113
Aku Cemburu!
114
Percobaan pertama yang gagal
115
Membersihkan kenangan dari Luna
116
Kalian jahat padaku...
117
Kemesraan kalian, menyebalkan.
118
Sindiranmu menyakitkan, Fa.
119
Kak, Aku lelah..
120
Perkenalan yang manis.
121
Fikiran yang semakin melayang terbang
122
Aku sudah punya yang asli
123
Pawangku mantap.
124
Syifa tukang ngambek
125
Tak pernah ada alasan, untuk mencintaimu
126
Ada penyerangan di rumah
127
Bercandanya ngga lucu, Humairah.
128
Lakukan saja, apa yang harus dilakukan
129
Menjadi istrimu seutuhnya
130
Akan terjadi huru hara lagi
131
Jangan pernah halangi Papa, Za!
132
Langkah kaki pertamamu.
133
Jika sakit, katakan sakit.
134
Aku akan jadi Zuko, atau jadi Azula?
135
Pertengkaran kedua saudara
136
Asal mula huru hara keluarga
137
Semakin suka curiga.
138
Apapun untukmu, Humairah.
139
Kejutan Untuk Syifa
140
Makan gratis di kedai baru.
141
Tendangan maut, ala Cinta.
142
Kesialan seorang Reza
143
Dikira, hanya bersandiwara.
144
Dokter pelanggar sumpah
145
Udah lama ngga di cubit, ya?
146
Pengen punya Bayi....
147
Berkumpulnya Dua keluarga
148
Pertama kalinya, pergi tanpa suami.
149
Siapa, Kalian?!
150
Bukan Hanya Papa yang jahat, Reza.
151
Lakukan perintah mereka, sayang.
152
Kembalinya Syifa
153
Makan lah dengan cinta..
154
Kuasa tak berlaku lagi, ketika Bagas sehat.
155
Aku harus apa dengan keadaan ini?
156
Gempa Lokal
157
Andai semuanya mudah
158
Wajah Reza, Wajah Badboy
159
Aku selalu gagal, Bu.
160
Rasa cinta yang membabi buta
161
Pi, Mami mulai galak.
162
Tujuan yang tak jelas lagi.
163
Sebahagia itukah kalian?
164
Olin tak mempan di rayu
165
Tetaplah di sana, Olin.
166
Saya diam, ketika diminta untuk diam
167
Kenapa tak mati saja?
168
Tak ada jalan lain
169
Andai aku dapat berlari
170
Dia tak akan berani melawanku
171
Kau, pengkhianat
172
Dia, Ayahku.....!
173
Ingin pulang, dan segera memelukmu.
174
Mencintaimu dengan leluasa.
175
Siaga Satu
176
Tangis Reza
177
Kenyataan dari masa lalu.
178
Keisengan Reza
179
Aku yang sakit, kenapa Bagas yang dipeluk?
180
Melamar Humairah ku.
181
Arti sebuah keluarga
182
Dulu pengap, sekarang nyaman.
183
Permintaan Reza
184
Dua raga, Satu jiwa.
185
Sifat Asli Bagas.
186
Kejujuran Olin.
187
Olin selalu menghindar
188
Syifa turun tangan membantu Reza
189
Tersedak hatiku karenamu, Olin.
190
Gadis yang tak mudah di taklukan
191
Senyum itu, hanya milikku.
192
Es kutub, yang telah mencair.
193
Tak dapat membiarkanmu sendirian.
194
Caraku meredam amarahmu
195
Jomblo terhormat, yang terbully
196
Tak pernah melihat orang, hanya dari statusnya
197
Seperti anak kecil yang menggemaskan
198
Harapan Syifa
199
Aku masih ingin memanjakanmu, sayang.
200
Reza ingin melamar Olin
201
Reza tergesa-gesa
202
Jadian, Olin dan Reza
203
Getaran dahsyat di hati Reza
204
Pernikahan hangat
205
Babang Eza ngambek lagi.
206
Hari-hari indah Reza
207
Olin Naik pangkat
208
Apel pertama Reza Edwardo
209
Papi marah dengan anak bujangnya
210
Mejenguk Papa Edward
211
Asing, tapi bahagia.
212
Bukan hanya, sekedar wanita
213
Mencuri waktu bertemu Ayang
214
Olin mulai berharap.
215
Terpisah oleh adat dan keluarga.
216
Pagi hari tanpa peluk mesra Ayang
217
Dia telah muncul kembali.
218
Seharusnya, hari bahagiaku
219
Dia datang tepat waktu.
220
Jebakan untuk Viona.
221
Kejutan dari Mami untuk Papi.
222
Part Ekstra bab 1
223
Ekstra part bab 2
224
Promosi karya baru
225
Ekstra part 3
226
Ekstra part 4
227
Ekstra part 5
228
Ekstra part 6
229
Akhirnya Olin mengeluh
230
Promo kisah Zaolin.
231
Ekstra part 1 kelahiran Baby B.
232
Ekstra part, lahirnya Baby B, 2
233
Ekstra part: Breyhan Nata Nugraha
234
Baby Brey
235
Sambutan untuk Breyhan
236
Brey itu anakku, Mas.
237
Promo karya baru. Istri Tuan Amnesia
238
Oh, Baby Brey
239
Punya anak banyak yuk, Mas?
240
Kujungan Dady ganteng.
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!