Tendangan maut, ala Cinta.

Sore hari yang cerah. Reza tiba di kantornya, dan langsung menuju ke ruangan pribadinya. Disana ada lemari berisi pakaian dan jasnya, hingga Ia pun segera mengganti dengan yang lebih formal.

"Kamu dimana?" tanya Papa Erland via telepon.

"Di kantor, sebentar lagi ke ruang rapat."

"Oke, cepat. Para anggota dewan sudah menunggu."

"Siap...." ucap Reza dengan begitu antusias. Ia pun segera pergi, setelah menyimpan cincin yang Ia beli di dalam laci lemari, lalu menguncinya dengan rapi.

"Selamat siang, Pak." sapa seorang karyawan padanya.

Reza membalas dengan ramah, sembari menganggukkan kepala padanya. Itu lah kelebihan Reza, begitu ramah dengan para karyawan, dan lagi Ia murah senyum. Tak seperti Bagas, yang memang terlalu tegas, dan terkesan dingin bagai es batu.

Maka dari itu, beberapa orang berasumsi Reza lebih baik dari Bagas. Dan itu adalah orang-orang yang Pro dengan Om Edward.

"Selamat siang, eh sore." sapa Reza, pada orang yang telah menunggunya.

Karena tak menunggu siapapun lagi, rapat pun di mulai.

"Ada rumor mengatakan, jika Bagas dapat bicara?"

"Siapa, yang mengatakannya?" tanya Reza, dengan mode seriusnya. Tak kalah dengan Bagas ketika melakukan hal itu.

"Kabar burung, dapat di dengar dari mana saja. Hanya tinggal jawaban, Iya atau tidak."

"Iya.... Tapi, hanya baru beberapa kata. Dan itu pun, ketika memanggil istrinya." jawab Reza.

Semua anggota kembali berdiskusi. Beberapa diantara mereka bernafas lega ketika kabar baik datang. Dan yang lain, seolah cemas untuk menyambut kesembuhan Bagas.

"Sebelumnya, saya minta maaf pada kalian semua. Bukan bermaksud merahasiakan, tapi... Hanya ingin agar keadaan kantor tetap stabil. Dan untuk Pak Bagas, Beliau perlu fokus untuk mencapai sebuah kesembuhan. Berbagai macam terapi, dan semua usaha pun telah di lakukan. Jadi, saya mohon pengertiannya." Reza membungkukkan badan pada mereka semua.

Mau tak mau mereka mengangguk setuju. Pro dan kontra saling diam untuk saat ini, meski akan ada rencana lain nantinya.

Tak lama kemudian, semua orang membubarkan diri dari ruang rapat. Reza masih diam, dan Ia berfikir keras untuk mencari siapa penyebar rumor tersebut.

"Ngga mungkin Papa... Papa ngga akan menyebarkan berita ini pada orang lain. Karena jika tahu Bagas sembuh, maka dia akan semakin terancam posisinya." fikir Reza.

"Za... Ayo pulang. Ini sudah sore, lebih baik kamu istirahat dulu." bujuk Papa Erland.

Reza hanya mengangguk. Ia pun keluar dalam keadaan malas dan tak bergairah. Menuju ruangannya, berharap dapat istirahat sejenak.

Derap langkah lambat, membawa Reza ke ruangannya. Dengan jarak yang cukup dekat, Ia mendengar senandung merdu dari seorang wanita.

"Bagus juga suaranya." puji Reza.

Ia pun menelusuri, mengikuti arah suara tersebut. Dekat, dan semakin mendekat ke sumber suara, yang tak lain adalah ruangannya sendiri. Ia masuk perlahan, berusaha tak bersuara sama sekali.

Seorang wanita, bertubuh langsing dengan rambut keriting yang di ikat rapi. Ia sedang bersenandung dengan sebuah lagu ceria lagu dari sebuah grup Kpop 'BTS' berjudul Dynamite. Ia berlenggak lenggok memperagakan dance nya dengan begitu handal, sembari membersihkan kaca jendela ruangan itu.

Reza berdiri bersandar meja kerjanya, menatap gadis itu dengan sesekali menganggukkan kepala mendengar irama yang Ia nyanyikan. Hingga di sebuah nada, dan begitu bersemangat, gadis itu tak sengaja menghentakkan kakinya ke arah Reza.

(Tau kan, lagu dynamite ada koreo mereka menendang kan kakinya? Nah, itu dia.)

Buuuuggg! Sebuah tendangan mendarat di perut rata Reza. Sakit, hingga Reza jatuh tersungkur ke lantai.

"Aaaakkkhhh, sakit!" lirihnya, meringkuk memegangi perut.

"Tuan... Tuan tak apa? Maafkan saya. Saya, terlalu bersemangat menari, sampai tak melihat di sekitar." ucap gadis itu, cemas.

Reza mendongakkan kepala. Ia melihat sosok yang selama ini Ia cari.

"Olin...." panggilnya lemah. Ia pun memejamkan mata, tak sadarkan diri untuk beberapa lama.

Terpopuler

Comments

serafika andriana

halahhh pura pura pingsan ni anakkk, modus moduss

2022-02-13

83

Rusminisuyitno

yeeea akhirnya Reza ketemu rambut kriting dambaan hati

2022-02-13

38

Erina

Tor, Army juga yah😅

2022-02-13

2

lihat semua
Episodes
1 Kecelakaan Tragis malam itu
2 Diagnosa yang menyakitkan
3 Di tinggalkan, ketika tak berdaya
4 Dari saksi, menjadi tersangka
5 Berusaha ikhlas dengan keadaan.
6 Perawat pilihan hati
7 Keadaan yang pahit
8 Mengadakan perjanjian
9 Perawat dan Muhrim
10 Keluarga yang menepati Janji
11 Mantan yang masih memanfaatkan
12 Bagaimana Ijab Qabul nya?
13 Syifa akan selalu di sampingnya
14 Tuan, kau perlu gosok gigi..
15 Sakit yang tak dapat di sembuhkan.
16 Aku akan segera sembuh!
17 Pernikahan pasif.
18 Sambutan para kelarga.
19 Seperti, Suami Istri betulan.
20 Makan malam yang berantakan
21 Kan, sudah muhrim
22 Syifa capek, Yah.
23 Ingin menggenggam tanganmu erat
24 Tentang keberadaan Syifa
25 Kata pertama dari Bagas
26 Kesabaran sang Junior
27 Harusnya adalah pengantin baru.
28 Yang selalu kalah dengan keadaan
29 Karena kamu Istriku, Fa.
30 Membuat keajaiban sendiri.
31 Mama rindu suaramu...
32 Maafkan aku, Fa.
33 Berat badanmu, tak seberat badanku.
34 Gosip tentang Syifa dikampungnya
35 Wajahmu seperti ikan Fugu.
36 Subhanallah, Cantiknya!
37 Lekaslah sembuh, jika ingin menunaikan hakmu, Mas.
38 Berani melawan Papamu, Reza?
39 Haruskah, berbicara seperti itu?
40 Syifa tak sepolos yang Bagas kira.
41 Sebutir nasi di pipimu, yang tak dapat ku singkirkan.
42 Ternodai oleh tangan.
43 Mama mendukungmu, sayang.
44 Kamu bagaikan candu untukku.
45 Undangan dari mantan
46 Bola karet kenyal
47 Kamu cemburu?
48 Aku bukan menantu pilihan.
49 Kapan kaki ini bergeak?
50 Tatapan yang saling mengisi
51 Ingin agar semua mendoakanmu.
52 Tatapannya di jaga, Fa.
53 Bola Karet yang buat otak traveling
54 Meminta Ayah dan Ibu untuk berkunjung
55 Jangan ganggu suamiku
56 Kedatangan mertua.
57 Kasihan Gibran
58 Nikmatnya Bakso buatan mertua
59 Hp baru dari Kakak Ipar
60 Apa kalian, sudah saling mencintai?
61 Pernikahan Luna
62 3 kecupan sebelum tidur.
63 Ikan fugunya, kalau nangis jelek.
64 Berusaha keras memelukmu
65 Aku kapan belajar jalan?
66 Mengungsi kerumah Bagas
67 Apa yang kamu sembunyikan?
68 Ya, emang kamu ganteng, Mas...
69 Makin lama makin cerewet
70 Tamu tak diundang
71 Semua orang menjadi jahat, ketika aku lemah
72 Syifa selalu memancing
73 Pujian untuk Syifa
74 Shoping untuk menantu kesayangan
75 Bisakah, jangan ucap perpisahan?
76 Hanya kalian, harapanku dalam keluarga ini.
77 Tentang surat kuasa
78 Satu-satunya yang Bagas percaya saat ini
79 Kecupan pertama
80 Syoknya Mama Ayu
81 Huru Hara di perusahaan Keluarga
82 Reza juga ingin di peluk
83 Kamu semakin menggemaskan
84 Mendandani anak perempuan.
85 Istri Sang Direktur Utama
86 Peringat ke Dua. Mengenai Om Edward
87 Tak ada yang dapat menolak pesona Syifa.
88 Aku ikut, kemanapun kamu pergi
89 Mendadak ingin punya cucu
90 Mati dalam keadaan glowing
91 Panggilan Sayang yang menggemaskan
92 Bermimpi, Mama menghampiri (Reza)
93 Mengunjungi mertua
94 Omongan para tetangga
95 Rendang jengkol kesukaan
96 Ada saja penemuan hari ini.
97 Maaf, Mas. Kelepasan...
98 Akhirnya, ada yang bilang aku tampan.
99 Mau mandi sama-sama...
100 Syifa dengan amarahnya
101 Takaran bahagia manusia itu, berbeda
102 Terapi untuk berjalan.
103 Hubungan suami istri?
104 Pertemuan yang mendebarkan
105 Sakit di awal, demi sebuah kesembuhan
106 Si Rambut Mie, yang begitu mempesona
107 Mulai tak fokus
108 I LOVE YOU sayang
109 Pergulatan Reza dan Bagas.
110 Ketemu mantan
111 Apa yang kamu katakan, Luna?
112 Mengejar wanita idaman
113 Aku Cemburu!
114 Percobaan pertama yang gagal
115 Membersihkan kenangan dari Luna
116 Kalian jahat padaku...
117 Kemesraan kalian, menyebalkan.
118 Sindiranmu menyakitkan, Fa.
119 Kak, Aku lelah..
120 Perkenalan yang manis.
121 Fikiran yang semakin melayang terbang
122 Aku sudah punya yang asli
123 Pawangku mantap.
124 Syifa tukang ngambek
125 Tak pernah ada alasan, untuk mencintaimu
126 Ada penyerangan di rumah
127 Bercandanya ngga lucu, Humairah.
128 Lakukan saja, apa yang harus dilakukan
129 Menjadi istrimu seutuhnya
130 Akan terjadi huru hara lagi
131 Jangan pernah halangi Papa, Za!
132 Langkah kaki pertamamu.
133 Jika sakit, katakan sakit.
134 Aku akan jadi Zuko, atau jadi Azula?
135 Pertengkaran kedua saudara
136 Asal mula huru hara keluarga
137 Semakin suka curiga.
138 Apapun untukmu, Humairah.
139 Kejutan Untuk Syifa
140 Makan gratis di kedai baru.
141 Tendangan maut, ala Cinta.
142 Kesialan seorang Reza
143 Dikira, hanya bersandiwara.
144 Dokter pelanggar sumpah
145 Udah lama ngga di cubit, ya?
146 Pengen punya Bayi....
147 Berkumpulnya Dua keluarga
148 Pertama kalinya, pergi tanpa suami.
149 Siapa, Kalian?!
150 Bukan Hanya Papa yang jahat, Reza.
151 Lakukan perintah mereka, sayang.
152 Kembalinya Syifa
153 Makan lah dengan cinta..
154 Kuasa tak berlaku lagi, ketika Bagas sehat.
155 Aku harus apa dengan keadaan ini?
156 Gempa Lokal
157 Andai semuanya mudah
158 Wajah Reza, Wajah Badboy
159 Aku selalu gagal, Bu.
160 Rasa cinta yang membabi buta
161 Pi, Mami mulai galak.
162 Tujuan yang tak jelas lagi.
163 Sebahagia itukah kalian?
164 Olin tak mempan di rayu
165 Tetaplah di sana, Olin.
166 Saya diam, ketika diminta untuk diam
167 Kenapa tak mati saja?
168 Tak ada jalan lain
169 Andai aku dapat berlari
170 Dia tak akan berani melawanku
171 Kau, pengkhianat
172 Dia, Ayahku.....!
173 Ingin pulang, dan segera memelukmu.
174 Mencintaimu dengan leluasa.
175 Siaga Satu
176 Tangis Reza
177 Kenyataan dari masa lalu.
178 Keisengan Reza
179 Aku yang sakit, kenapa Bagas yang dipeluk?
180 Melamar Humairah ku.
181 Arti sebuah keluarga
182 Dulu pengap, sekarang nyaman.
183 Permintaan Reza
184 Dua raga, Satu jiwa.
185 Sifat Asli Bagas.
186 Kejujuran Olin.
187 Olin selalu menghindar
188 Syifa turun tangan membantu Reza
189 Tersedak hatiku karenamu, Olin.
190 Gadis yang tak mudah di taklukan
191 Senyum itu, hanya milikku.
192 Es kutub, yang telah mencair.
193 Tak dapat membiarkanmu sendirian.
194 Caraku meredam amarahmu
195 Jomblo terhormat, yang terbully
196 Tak pernah melihat orang, hanya dari statusnya
197 Seperti anak kecil yang menggemaskan
198 Harapan Syifa
199 Aku masih ingin memanjakanmu, sayang.
200 Reza ingin melamar Olin
201 Reza tergesa-gesa
202 Jadian, Olin dan Reza
203 Getaran dahsyat di hati Reza
204 Pernikahan hangat
205 Babang Eza ngambek lagi.
206 Hari-hari indah Reza
207 Olin Naik pangkat
208 Apel pertama Reza Edwardo
209 Papi marah dengan anak bujangnya
210 Mejenguk Papa Edward
211 Asing, tapi bahagia.
212 Bukan hanya, sekedar wanita
213 Mencuri waktu bertemu Ayang
214 Olin mulai berharap.
215 Terpisah oleh adat dan keluarga.
216 Pagi hari tanpa peluk mesra Ayang
217 Dia telah muncul kembali.
218 Seharusnya, hari bahagiaku
219 Dia datang tepat waktu.
220 Jebakan untuk Viona.
221 Kejutan dari Mami untuk Papi.
222 Part Ekstra bab 1
223 Ekstra part bab 2
224 Promosi karya baru
225 Ekstra part 3
226 Ekstra part 4
227 Ekstra part 5
228 Ekstra part 6
229 Akhirnya Olin mengeluh
230 Promo kisah Zaolin.
231 Ekstra part 1 kelahiran Baby B.
232 Ekstra part, lahirnya Baby B, 2
233 Ekstra part: Breyhan Nata Nugraha
234 Baby Brey
235 Sambutan untuk Breyhan
236 Brey itu anakku, Mas.
237 Promo karya baru. Istri Tuan Amnesia
238 Oh, Baby Brey
239 Punya anak banyak yuk, Mas?
240 Kujungan Dady ganteng.
Episodes

Updated 240 Episodes

1
Kecelakaan Tragis malam itu
2
Diagnosa yang menyakitkan
3
Di tinggalkan, ketika tak berdaya
4
Dari saksi, menjadi tersangka
5
Berusaha ikhlas dengan keadaan.
6
Perawat pilihan hati
7
Keadaan yang pahit
8
Mengadakan perjanjian
9
Perawat dan Muhrim
10
Keluarga yang menepati Janji
11
Mantan yang masih memanfaatkan
12
Bagaimana Ijab Qabul nya?
13
Syifa akan selalu di sampingnya
14
Tuan, kau perlu gosok gigi..
15
Sakit yang tak dapat di sembuhkan.
16
Aku akan segera sembuh!
17
Pernikahan pasif.
18
Sambutan para kelarga.
19
Seperti, Suami Istri betulan.
20
Makan malam yang berantakan
21
Kan, sudah muhrim
22
Syifa capek, Yah.
23
Ingin menggenggam tanganmu erat
24
Tentang keberadaan Syifa
25
Kata pertama dari Bagas
26
Kesabaran sang Junior
27
Harusnya adalah pengantin baru.
28
Yang selalu kalah dengan keadaan
29
Karena kamu Istriku, Fa.
30
Membuat keajaiban sendiri.
31
Mama rindu suaramu...
32
Maafkan aku, Fa.
33
Berat badanmu, tak seberat badanku.
34
Gosip tentang Syifa dikampungnya
35
Wajahmu seperti ikan Fugu.
36
Subhanallah, Cantiknya!
37
Lekaslah sembuh, jika ingin menunaikan hakmu, Mas.
38
Berani melawan Papamu, Reza?
39
Haruskah, berbicara seperti itu?
40
Syifa tak sepolos yang Bagas kira.
41
Sebutir nasi di pipimu, yang tak dapat ku singkirkan.
42
Ternodai oleh tangan.
43
Mama mendukungmu, sayang.
44
Kamu bagaikan candu untukku.
45
Undangan dari mantan
46
Bola karet kenyal
47
Kamu cemburu?
48
Aku bukan menantu pilihan.
49
Kapan kaki ini bergeak?
50
Tatapan yang saling mengisi
51
Ingin agar semua mendoakanmu.
52
Tatapannya di jaga, Fa.
53
Bola Karet yang buat otak traveling
54
Meminta Ayah dan Ibu untuk berkunjung
55
Jangan ganggu suamiku
56
Kedatangan mertua.
57
Kasihan Gibran
58
Nikmatnya Bakso buatan mertua
59
Hp baru dari Kakak Ipar
60
Apa kalian, sudah saling mencintai?
61
Pernikahan Luna
62
3 kecupan sebelum tidur.
63
Ikan fugunya, kalau nangis jelek.
64
Berusaha keras memelukmu
65
Aku kapan belajar jalan?
66
Mengungsi kerumah Bagas
67
Apa yang kamu sembunyikan?
68
Ya, emang kamu ganteng, Mas...
69
Makin lama makin cerewet
70
Tamu tak diundang
71
Semua orang menjadi jahat, ketika aku lemah
72
Syifa selalu memancing
73
Pujian untuk Syifa
74
Shoping untuk menantu kesayangan
75
Bisakah, jangan ucap perpisahan?
76
Hanya kalian, harapanku dalam keluarga ini.
77
Tentang surat kuasa
78
Satu-satunya yang Bagas percaya saat ini
79
Kecupan pertama
80
Syoknya Mama Ayu
81
Huru Hara di perusahaan Keluarga
82
Reza juga ingin di peluk
83
Kamu semakin menggemaskan
84
Mendandani anak perempuan.
85
Istri Sang Direktur Utama
86
Peringat ke Dua. Mengenai Om Edward
87
Tak ada yang dapat menolak pesona Syifa.
88
Aku ikut, kemanapun kamu pergi
89
Mendadak ingin punya cucu
90
Mati dalam keadaan glowing
91
Panggilan Sayang yang menggemaskan
92
Bermimpi, Mama menghampiri (Reza)
93
Mengunjungi mertua
94
Omongan para tetangga
95
Rendang jengkol kesukaan
96
Ada saja penemuan hari ini.
97
Maaf, Mas. Kelepasan...
98
Akhirnya, ada yang bilang aku tampan.
99
Mau mandi sama-sama...
100
Syifa dengan amarahnya
101
Takaran bahagia manusia itu, berbeda
102
Terapi untuk berjalan.
103
Hubungan suami istri?
104
Pertemuan yang mendebarkan
105
Sakit di awal, demi sebuah kesembuhan
106
Si Rambut Mie, yang begitu mempesona
107
Mulai tak fokus
108
I LOVE YOU sayang
109
Pergulatan Reza dan Bagas.
110
Ketemu mantan
111
Apa yang kamu katakan, Luna?
112
Mengejar wanita idaman
113
Aku Cemburu!
114
Percobaan pertama yang gagal
115
Membersihkan kenangan dari Luna
116
Kalian jahat padaku...
117
Kemesraan kalian, menyebalkan.
118
Sindiranmu menyakitkan, Fa.
119
Kak, Aku lelah..
120
Perkenalan yang manis.
121
Fikiran yang semakin melayang terbang
122
Aku sudah punya yang asli
123
Pawangku mantap.
124
Syifa tukang ngambek
125
Tak pernah ada alasan, untuk mencintaimu
126
Ada penyerangan di rumah
127
Bercandanya ngga lucu, Humairah.
128
Lakukan saja, apa yang harus dilakukan
129
Menjadi istrimu seutuhnya
130
Akan terjadi huru hara lagi
131
Jangan pernah halangi Papa, Za!
132
Langkah kaki pertamamu.
133
Jika sakit, katakan sakit.
134
Aku akan jadi Zuko, atau jadi Azula?
135
Pertengkaran kedua saudara
136
Asal mula huru hara keluarga
137
Semakin suka curiga.
138
Apapun untukmu, Humairah.
139
Kejutan Untuk Syifa
140
Makan gratis di kedai baru.
141
Tendangan maut, ala Cinta.
142
Kesialan seorang Reza
143
Dikira, hanya bersandiwara.
144
Dokter pelanggar sumpah
145
Udah lama ngga di cubit, ya?
146
Pengen punya Bayi....
147
Berkumpulnya Dua keluarga
148
Pertama kalinya, pergi tanpa suami.
149
Siapa, Kalian?!
150
Bukan Hanya Papa yang jahat, Reza.
151
Lakukan perintah mereka, sayang.
152
Kembalinya Syifa
153
Makan lah dengan cinta..
154
Kuasa tak berlaku lagi, ketika Bagas sehat.
155
Aku harus apa dengan keadaan ini?
156
Gempa Lokal
157
Andai semuanya mudah
158
Wajah Reza, Wajah Badboy
159
Aku selalu gagal, Bu.
160
Rasa cinta yang membabi buta
161
Pi, Mami mulai galak.
162
Tujuan yang tak jelas lagi.
163
Sebahagia itukah kalian?
164
Olin tak mempan di rayu
165
Tetaplah di sana, Olin.
166
Saya diam, ketika diminta untuk diam
167
Kenapa tak mati saja?
168
Tak ada jalan lain
169
Andai aku dapat berlari
170
Dia tak akan berani melawanku
171
Kau, pengkhianat
172
Dia, Ayahku.....!
173
Ingin pulang, dan segera memelukmu.
174
Mencintaimu dengan leluasa.
175
Siaga Satu
176
Tangis Reza
177
Kenyataan dari masa lalu.
178
Keisengan Reza
179
Aku yang sakit, kenapa Bagas yang dipeluk?
180
Melamar Humairah ku.
181
Arti sebuah keluarga
182
Dulu pengap, sekarang nyaman.
183
Permintaan Reza
184
Dua raga, Satu jiwa.
185
Sifat Asli Bagas.
186
Kejujuran Olin.
187
Olin selalu menghindar
188
Syifa turun tangan membantu Reza
189
Tersedak hatiku karenamu, Olin.
190
Gadis yang tak mudah di taklukan
191
Senyum itu, hanya milikku.
192
Es kutub, yang telah mencair.
193
Tak dapat membiarkanmu sendirian.
194
Caraku meredam amarahmu
195
Jomblo terhormat, yang terbully
196
Tak pernah melihat orang, hanya dari statusnya
197
Seperti anak kecil yang menggemaskan
198
Harapan Syifa
199
Aku masih ingin memanjakanmu, sayang.
200
Reza ingin melamar Olin
201
Reza tergesa-gesa
202
Jadian, Olin dan Reza
203
Getaran dahsyat di hati Reza
204
Pernikahan hangat
205
Babang Eza ngambek lagi.
206
Hari-hari indah Reza
207
Olin Naik pangkat
208
Apel pertama Reza Edwardo
209
Papi marah dengan anak bujangnya
210
Mejenguk Papa Edward
211
Asing, tapi bahagia.
212
Bukan hanya, sekedar wanita
213
Mencuri waktu bertemu Ayang
214
Olin mulai berharap.
215
Terpisah oleh adat dan keluarga.
216
Pagi hari tanpa peluk mesra Ayang
217
Dia telah muncul kembali.
218
Seharusnya, hari bahagiaku
219
Dia datang tepat waktu.
220
Jebakan untuk Viona.
221
Kejutan dari Mami untuk Papi.
222
Part Ekstra bab 1
223
Ekstra part bab 2
224
Promosi karya baru
225
Ekstra part 3
226
Ekstra part 4
227
Ekstra part 5
228
Ekstra part 6
229
Akhirnya Olin mengeluh
230
Promo kisah Zaolin.
231
Ekstra part 1 kelahiran Baby B.
232
Ekstra part, lahirnya Baby B, 2
233
Ekstra part: Breyhan Nata Nugraha
234
Baby Brey
235
Sambutan untuk Breyhan
236
Brey itu anakku, Mas.
237
Promo karya baru. Istri Tuan Amnesia
238
Oh, Baby Brey
239
Punya anak banyak yuk, Mas?
240
Kujungan Dady ganteng.
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!