Pernikahan super pasif yang di jalani Syifa saat ini, adalah pernikahan tanpa cinta, tanpa malam pertama, bahkan tanpa sesuatu yang membahagiakan. Semua datar, hanya mengganti gelar dan menjadikan haram ke Halal.
Syifa melakukan tugasnya dengan baik. Lebih bebas memang, untuk melakukan semua aktifitasnya merawat sang suami. Memeluk, membersihkan tubuhnya, semua di lakukan Syifa tanpa rasa sungkan. Meski sebenarnya Ia sudah terbiasa melakukan itu semua.
"Mas... Kata Mama, hari ini kita pulang. Aku siapin dulu semuanya, kamu duduk aja disini." ucap Syifa, yang membuat posisi tempat tidurnya setengah duduk.
Bagas hanya mengangguk, lalu terus manatap Syifa yang sibuk dengan semua pekerjaannya. Menata semua pakaian mereka yang banyak, peralatan yang harus mereka bawa pulang, dan bahkan harus mengurus administrasi Bagas. Tak ada yang lain, yang bisa mewakili Syifa saat ini.
"Huftzzz... Tinggal tunggu jemputan. Capek banget rasanya." gumam Syifa, yang menyelesaikan tas terakhirnya.
Hampir Satu bulan mereka tinggal Di Ruang VVIP Rumah sakit itu. Hingga terasa seperti rumah dan kamar sendiri bagi Syifa dan Bagas. Meski Mama Ayu sempat meminta untuk Bagas di rawat di rumah saja, tapi pihak Rumah Sakit melarang karena harus rutin kontrol setiap harinya.
"Kami tahu, jika anda kaya raya. Tapi, kami tak bisa menjamin jika terjadi sesuatu dengan putra anda."
Dan hal itu juga di benarkan oleh Syifa yang merawatnya. Bahwa, Bagas akan lebih mudah lelah dalam perjalanan, dan akan sulit ketika melakukan pemeriksaan.
Syifa menunggu, dan terus menunggu. Tapi tangannya tak bisa tinggal diam. Ia memainkan jari-jari Bagas, menangkap telapak tangannya dalam genggaman, lalu menggerakkannya ke atas dan kebawah. Sesekali, Ia memijat jari-jari Bagas.
"Kelihatannya, kamu pekerja keras. Jari-jari dan lenganmu berotot." ucap Syifa.
Ia menghentikan kegiatannya, setelah mendengar suara langkah kaki memasuki ruangan tersebut. Syifa sudah faham, karena sudah setiap hari mendengarnya. Bahkan, aroma parfumnya pun sudah tercium dari kejauhan.
"Bau-bau ketegasan telah datang." ucapnya lirih.
Syifa lalu merapikan pakaian suaminya, agar semakin tampan dan sang mama mmelihatnya dengan bahagia.
"Bagas, anak Mama... Sudah siap pulang, Nak?" tanya Mama Ayu. Dan Bagas pun mengangguk dengan mengulurkan senyumnya.
"Fa, semua udah diurus?" tanya Sang mertua.
"Udah, Ma. Tinggal pulang aja lagi. Tapi belum Syifa naikin kursi roda, takut Mas Bagas kecapean duduk nanti."
"Oke... Yaudah, ayo pulang. Mama sebentar lagi ada pertemuan. Tadi telat, karena ngurusin kamar pengantin buat kalian."
"Hah... Kamar pengantin?" lirih Syifa, dengan mata melotot nya.
Mama Ayu memanggil supirnya, lalu membawakan kursi roda untuk Bagas. Sang supir berniat membantu Syifa untuk memindahkan Bagas, tapi Bagas menolaknya dengan gelengan..
"Kenapa ngga boleh bantu? Berat tau." omel Syifa, yang berusaha menurunkan Bagas dari tempat tidurnya.
Syifa menghela nafas lega, ketika sukses menempatkan Bagas di kursi roda mewahnya itu. Bagas tampak tenang dan nyaman, sembari menyandarkan kepalanya di kursinya yang empuk.
Mama Ayu berjalan paling depan, Syifa mendorong suaminya di belakang, dan barang mereka yang begitu banyak, di bawa supir dan beberapa perawat pria yang membantunya.
Mobil Toyota Alphard sudah menunggu di depan. Kembali lagi, Syifa harus memeluk dan mengangkat tubuh Bagas untuk masuk kedalamnya. Terasa terbanting, karena tubuh Syifa yang mungil. Dengan tinggi 163 Cm itu, harus terbebani dengan pria setinggi hampir 180Cm.
Namun Syifa kuat, karena Ia telah terlatih dengan beban yang lebih berat dari itu.
"Huffffzzzt... Tinggal tunggu otot sixpack ku keluar kalau kayak gini." ucap Syifa, ketika berhasil menaikkan Bagas dikursinya.
Syifa lalu duduk di sebelah Bagas, di tengah berdua sementara Mama Ayu duduk di depan, disebelah supirnya.
Sepanjang perjalanan, karena semua rasa lelah yang Ia rasakan. Syifa tertidur dengan pulas. Bahkan, Ia tidur dengan bersandar pada tubuh Bagas, dan menggenggam tangannya dengan erat.
"Astaga... Itu anak kenapa malah tidur begitu. Bagas keberatan? Biar Mama pindahin Syifanya ya, Nak?" tawar Mama Ayu, tapi Bagas menggelengkan kepalanya.
"Owh, baiklah..." jawab Mama Ayu, lalu diam kembali fokus pada layar Hpnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
Hades Riyadi
Lanjuuutt Thor 😛😆💪👍🙏
2024-01-27
2
Hades Riyadi
Syifa sebagai menantu Keluarga kaya menjadi isteri sekaligus Kuki Angkut badan Bagas yang berat karena tinggi besar...kesian ngeliatnya...🤔🙄😩😛💪👍👍
2024-01-27
0
Fatah Liverpooldlian
layar
2023-12-24
0