Di ruangan mewah Rumah sakit itu, kini telah bersiap beberapa orang dengan pakaian rapi. Begitu juga ruangan yang sedikit di hias agar lebih indah. Setidaknya, menandakan jika ada sebuah pernikahan di sana.
Tampak di sana, Ayah, Ibu dan Adik Syifa. Mereka telah berdandan rapi dengan baju kiriman dari Mama Ayu.
"Semua orang tahu pernikahan ini, setidaknya harus ada foto keluarga meski hanya Satu." ucap Mama Ayu kala itu.
"Bagas siap, sayang?" tanya Mama Ayu, yang telah memakaikannya sebuah jas.
Bahkan Bagas pun masih di atas tempat tidurnya, dan akan melakukan Ijab qabul disana. Ia hanya mengangguk, tapi dari tatapannya, Ia siap dengan semua itu.
"Tenang, ini hanya pernikahan sementara. Agar Syifa bisa dengan bebas bertindak untuk merawat kamu, tanpa ada rasa risih dan terhalang kata bukan muhrim." bisik Mama Ayu padanya.
Namun, wajah Bagas tampak sedih ketika sang Mama mengatakan kata sementara padanya.
Tak lama kemudian, Syifa muncul dengan wajah telah di rias dengan make up. Dengan kebaya putih yang begitu indah dan mahkota yang menawan. Wajar saja, karena semua adalah pilihan dari Mama Ayu untuknya. Bahkan untuk penata rias saja, Ia memilih MUA yang terbaik langganan keluarga mereka..
"Untuk sementara waktu, Ia adalah menantu sah ku. Menantu keluarga Nugraha, dan akan menjadi pusat perhatian dari banyak orang."ucap Mama Ayu.
Syifa datang, dingandeng dengan Adiknya menuju tempat Bagas berada. Ia melangkah dengan anggun, menghampiri Sang ayah dan calon suaminya, yang berada disebelah penghulu sekarang.
" Syifa... Kamu cantik sekali." batin Bagas
Tanpa banyak kata sambutan. Tanpa banyak lagi yang diucapkan karena kondisi Bagas yang belum normal sepenuhnya. Pak penghulu mempercepat Ijab Qabul mereka, dan meminta Pak Abu menjabat tangan Bagas yang belum mantap menggenggam.
Sementara itu, Papa Erland berdiri di sisi lain Bagas untuk membantunya memencet tombol suara.
"Siap, Pak Abu?"
"Insya Allah siap." balas Ayah dari Syifa itu.
"Bismillahirrohmanirrohim... Saudara Bagas Nata Nugraha, Aku Nikahkan engkau dengan anakku, Asyifa Humairah, dengan Mas Kawin seperangkat Alat shalat di bayar, Tunai."
Bagas menghela nafasnya panjang, lalu Papa Erland mulai menekan tombol dari Elektro laringnya.
"Saya terima, Nikahnya Asyifa Humaira dengan Mas kawin tersebut, Tunai." ucap Bagas, dengan suara roboticnya.
Tangis pecah dari ruangan itu. Syifa menangis karena Ia sah menikah, meski sebenarnya Ia belum ingin. Pak Abu menangis karena Anaknya yang telah menjadi alat penebus dosa bagi dirinya.
Syifa pun bergerak, mencium tangan Bagas dengan begitu lembut. Bagas merasakannya, meski Ia tak bisa membelai rambut Syifa kala itu.
Mama Ayu pun menangis sejadi-jadinya, karena Anak kesayangannya harus menikah dalam keadaan yang seperti ini. Dan sebagian yang menyaksikan pun, ikut menangisi semua proses haru itu.
"Bagas, kamu menangis, sayang?" tanya Mama Ayu, yang melihat air mata mengalir di pipi sang putra.
Selepas doa, mereka semua mengambil sesi foto dengan apik dan teratur. Layaknya Dua keluarga baru yang bahagia.
"Nyonya... Setelah ini, saya titipkan anak saya pada kalian. Meski bukan menantu idaman dan menantu yang sebenarnya, tapi perlakukan dia dengan baik. Setidaknya, Ia lah yang merawat anak kalian nantinya." ucap Pak Abu, pada Mama Ayu.
"Bapak... Akan langsung pergi?" tanya Papa Erland.
"Ya, apalagi? Saya harus berjualan setelah ini. Itu rutinitas saya dan keluarga. Setidaknya, sedikit mengalihkan perhatian, akan rasa sepi saya akan kepergian syifa." jawab Pak Abu.
"Syifa tak pergi jauh. Dia hanya di rumah kami, dan tinggal disana untuk Bagas. Kapanpun kalian mau, kalian bisa menjenguknya. Tapi maaf, jika Syifa tak saya izin kan keluar."
Papa Erland berhati lembut, meski tegas. Sedangkan Mama Ayu, sedikit arogan tapi Ia penyayang. Kedua sifat itu menyatu dalam diri Bagas, namun belum tampak karena Ia hanya bisa diam saat ini. Tapi, melihat ketulusan Syifa, keinginannya untuk sembuh menjadi tinggi.
"Syifa... Aku akan segera sembuh, dan membalas jasamu untukku. Aku janji."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
Yulianti 1707
ada pepatah Jawa mengatakan witting tresno jalaran Soko kulino...artinya asal cinta karena terbiasa....karena terbiasa di rawat di urus dengan sepenuh hati ...ikhlas ...nanti lama lama Mas Bagas akan jatuh cinta ...❤️❤️❤️
2024-06-25
1
Hades Riyadi
Lanjuuutt Thor 😛😆💪👍🙏
2024-01-27
1
Hades Riyadi
Nampaknya Bagas jadi Cinta bangeett ama Syifa Humaira...cantiikk seehh... walopun dari keluarga miskin...😛😆💪👍👍👍
2024-01-27
1