Bala bantuan datang. Dokter, bahkan perawat langsung bahu membahu untuk menolong kondisi Bagas. Resusitasi Jantung paru pun di berikan oleh Sang profesional. Mereka baru berhenti, ketika melihat meonitor sudah normal kembali.
"Dah, normal.... Cek lagi tekanan darah, jantung dan yang lain." perintah sang dokter pada mereka.
Syifa mengucap syukur atas semuanya. Karena jika semakin parah, itu akan membuat keluarganya kembali hancur gara-gara sang ayah yang akan kembali di tahan. Syifa langsung terduduk lega di sofanya. Ia menghela nafas panjang dan menyandarkan bahunya disana.
Kepalanya terasa berat, fikirannya sudah melayang kemana-mana karena takut yang berlebihan. Apalagi, membayangkan marahnya Mama Ayu yang pasti akan sangat mengerikan.
"Hallo, Nyonya..." Syifa mengangkat teleponnya yang berdering.
"Kamu apakan anak saya? Kenapa bisa drop. Kamu mau melanggar perjanjian?"
"Nyonya, maaf. Saya ngga sengaja. Tadi ada seorang wanita, memaksa untuk menggenggam tangan Tuan Bagas. Dia drop gara-gara itu, saya pun berusaha sebaik mungkin agar tak semakin parah." jelas Syifa.
"Wanita? Siapa dia?"
"Saya ngga tahu... Saya ngga kenalan sama dia tadi. Saya........." ucapan Syifa terhenti, tatkala tak sengaja menoleh ke arah Bagas.
Namun, ternyata Bagas tak drop seperti yang di perkirakan. Ia justru tampak membuka mata untuk yang pertama kali setelah lebih dari Satu minggu tertidur pulas.
" Nya... Nyonya... Tuan Bagas buka mata. Dia sadar." ucap Syifa seolah tak percaya.
"Kamu jangan bohong. Katanya tadi drop."
"Saya serius, Dia buka mata. Saya mau cek dulu, silahkan Nyonya kemari."
Syifa pun menutup teleponnya, lalu menghampiri Bagas yang sedang tajam menatap dirinya.
"Tuan, Tuan sudah sadar? Bisakah mengedipkan mata untuk menjawab pertanyaan saya?" tanya Syifa.
Bagas pun mengedipkan matanya sedikit lama. Pertanda jika Ia mengerti semua ucapan Syifa.
"Bisakah, menggerakkan tangan?" pinta Syifa lagi.
Bagas pun menggerakkan buku-buku jarinya sedikit, tapi belum bisa dengan yang lain.
"Lumpuhnya dari kaki hingga lengan. Jari-jarinya masih sedikit bisa di gerakan. Tapi tak apa, kita bisa latih terus sampai sembuh." ucap Syifa, daj Bagas mengedipkan matanya lagi untuk merespon.
Dokter kembali masuk untuk memeriksa, dan sesekali memberi rangsangan pada tubuh Bagas yang lain. Itu untuk melatih tubuh Bagas yang kaku akibat berbaring terlalu lama.
" Sudah sadar, dan Semuanya baik. Kalau begini, sudah bisa pindah ke ruangan rawat biasa." ucap Dokter Yanof.
"Baik, saya akan hubungi orang tuanya." jawab syifa.
"Bukankah, akan jadi orang tuamu juga? Kamu akan jadi menantunya kan? Kalian akan menikah, bukan?" tanya dokter itu.
Syifa hanya tersipu malu, masih berat untuk mengakui kenyataan. Meski sebenarnya seisi Rumah sakit sudah mendengar rumor itu.
Derap suara langkah terdengar, apalagi ketika sudah masuk ke dalam ruangan itu. Mama Ayu dan Papa Erland datang dengan wajah yang semringah. Ia mendatangi Bagas yang tatapannya masih sayu.
"Bagas... Bagas bangun, Nak? Mama kangen sekali sama Bagas." peluk dan cium Mama Ayu pada putra semata wayangnya.
"Syifa, siapa yang datang tadi?" tanya Papa Erland.
"Saya kurang tahu. Tapi sepertinya dekat dengan Tuan Bagas. Dan.... Dia meminta cap jempolnya." Syifa melangkah dan menunjukkan jempol Bagas yang terkena tinta biru.
"Buat apa dia minta itu?" lirih Papa erland.
Mama Ayu beringsut. Ia mengambil Hp Bagas yang ada di laci, lalu membuka sebuah foto.
"Apakah dia?" tunjuk Mama Ayu.
"Iya... Dia sendirian kemari. Saya tinggal sebentar untuk merapikan bekas mandi, tadi. Maaf."
"Brengsek... Untuk apa lagi dia kemari? Bukankah dia sudah putuskan hubungan? Untuk apa lagi butuh cap jempol?" geram Mama Ayu.
"Ma... Papa akan urus ini. Mama bantu Syifa dulu jagain Bagas. Pasti Syifa lelah."
"Iya, Pa. Hati-hati di jalan."
Papa Erland pun pergi. Tinggal Syifa dan calon mertuanya di dalam sana. Ia menghampiri Syifa dengan sorot matanya yang sangat tajam.
"Kamu siap menikah?"
"Ta-tapi... Dia belum sadar betul. Bagaimana mau ijab qabul?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
Yulianti 1707
hanya dengan menggadaikan hidup...bisa menolong keutuhan keluarga...salut sama sifa...semoga ke depan pengorbanan mu tidak sia sia....😘😘😘
2024-06-25
1
Hades Riyadi
Lanjuuutt Thor 😛😆💪👍🙏
2024-01-27
0
Hades Riyadi
iyaaa.... gimanaaa yaaa...ijab Qabul orang yang super lumpuh ga bisa menggerakkan badannya dan membisu...🤔🙄😩💪👍💪
2024-01-27
0