Rutinitas yang sama terus dilakukan Syifa selama Seminggu ini. Sesekali Syifa ingin istirahat, dan meminta temannya untuk melakukan tugas itu meski hanya mengelap tubuhnya. Tapi, tubuh Bagas melakukan penolakan. Hingga akhirnya, Syifa lah yang haris kembali melakukan semua itu sendiri..
"Kau tahu, siapa yang menyentuhmu. Kau menolak jika itu bukan aku. Kenapa? Padahal semua perawat sama saja. Aku memang calon istrimu, tapi aku bisa lelah." keluh Syifa, ketika sedang mengelap tubuh Bagas yang sebenarnya kekar dan berotot itu
"Siapa yang kamu bilang calon istrinya?" seorang wanita tiba-tiba datang memotong pembicaraan.
"Eh, Mba.... Kenapa masuk. Saya lagi ngelap tubuh, loh. Ini privasi."
"Saya pacar.... Maksudnya, mantan pacar Bagas. Saya mau jenguk."
"Tapi, ini belum waktu jenguk. Pasien pun lagi bersihin badan supaya nyaman. Emang ngga ada yang halangin masuk apa?"
Syifa akhirnya menyelesaikan pekerjaan dengan mendadak. Lalu membereskan semua peralatan yang ada agar ruangan kembali rapi.
"Saya balikin alat sebentar... Jangan di apa-apain loh, ya." ancam Syifa pada Luna.
Selepas kepergian Syifa, Luna mendekati tempat tidur Bagas. Ia menggenggam tangan Bagas dengan erat, dan menangis di sana.
"Kenapa seperti ini? Andai tak separah ini, mungkin aku masih bisa merawatmu. Aku tak sanggup, jika harus menemani mu yang lumpuh total. Kamu tahu, aku tak bisa diam dan hanya menunggumu saja 'kan? Mama mau menjodohkan aku dengan seseorang. Mau tak mau aku menyanggupinya karena Mama memiliki hutang dengannya. Akhirnya, tubuhku yang harus melunasinya. Kamu tahu, itu semua gara-gara kamu... Karena kamu cacat sekarang, dan kita tak mungkin menikah. Kenapa harus seperti ini, Gas... Kenapa? Aku sudah menggantungkan semua harapan masa depanku sama kamu. Tapi kenapa seperti ini?" ucap Luna, yang tampaknya begitu kecewa.
" Dan Satu lagi... Maaf jika harus merepotkan sekali lagi. Tapi, ini juga demi masa depanku. Kredit cardku, yang masuk dalam jaminanmu. Sekali ini saja, aku mohon lunasi. Aku ngga sanggup mencari lagi, karena sudah terlalu banyak. Maafkan aku, tapi kamu harapan aku, Gas."
Luna kemudian mengeluarkan secarik kertas. Itu berisi tagihan kredit card yang harus Luna lunasi, tapi biasanya Bagas yang membayarkannya. Dan kini, Ia ingin Bagas melunasi untuk yang terakhir kali.
" Aku ngga bisa menirukan tanda tangan kamu. Tapi untuk mewakili, tak apa jika cap jempolmu saja."ucap Luna.
Ia pun meraih sebuah tinta, dan menempelkannya di jempol Bagas. Ia menarik lengan Bagas agar dapat terbubuh ke dalam surat keterangan itu. Tapi mendapat respon penolakan dari Bagas.
" Kamu pura-pura Koma? Kenapa kamu menolak ini? Ayolah, aku mohon, Sekali saja. Aku tak akan mengganggumu lagi." pinta Luna dengan sangat.
Paksaan itu membuat degup jantung, nafas, dan semua tanda-tanda vital Bagas meningkat. Dan karena itu, suara monitor terasa lebih kencang dan gerakan semakin cepat.
" Gas... Ayolah, kali ini saja. Aku akan mati kalau ngga di lunasin." paksa Luna.
Tangan Bagas menggenggam, dan jempolnya di sembunyikan di sela yang lain. Tapi Luna terus memaksanya.
"Hey... Kamu ngapain dia?" pekik Syifa yang baru saja datang. Ia pun panik melihat kondisi Bagas yang tampak syok dan kritis.
"Kamu apakan dia? Kenapa begini? Pergi, atau saya laporkan ke polisi?" ancam Syifa.
"Kamu cuma perawat, kamu ngga tahu apa-apa. Lebih baik, kamu diam." ucap Luna yang terus memaksa untuk membuka genggaman Bagas.
"Hentikan! Kamu bisa menyakiti dia."
"Dia koma, mana bisa merasakan sakit." jawab Luna.
"Saya mohon hentikan... Anda tak lihat, Dia syok." Syifa terus mencegah, tapi justru Luna mendorong tubuhnya hingga menabrak dinding.
"Aaaakkkh!!" pekik Syifa.
Akhirnya Luna mendapat apa yang Ia inginkan. Ia pun bergegas pergi dengan rasa puas di hatinya.
Nafas Bagas tampak tersengal. Dadanya menarik keatas dan kebawah, serta bunyi mengiknya yang tak beraturan. Syifa langsung berdiri dan memencet bel panggilan, lalu Ia sendiri mengatur oksigen dan berusaha terus agar Bagas tetap stabil.
"Tuan... Tuan tak apa? Kalau terjadi sesuatu pada Tuan... Saya akan mati. Tolonglah, jangan drop..." pinta Syifa yang begitu khawatir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
Ratu Kalinyamat
waah bnr bnr tuh pacar ga pny ahlak y hehehee
2024-01-28
3
Hades Riyadi
Lanjuuutt Thor 😛😆💪👍🙏
2024-01-27
0
Hades Riyadi
Bagas dulu cari pacar yang beneerr ajaahh...kagak becus dan selalu dimanfaatin... paraaahh bangeett 🤔🙄😩😠😡💪👍👍
2024-01-27
0