Isi kepala Syifa terasa berantakan. Ia bahkan tak bisa berfikir jernih kala itu, ketika persyaratan yang Ia minta, justru harus menekan dirinya sendiri.
"Memang berat, kalau harus Dua puluh empat jam bersama dan mengurusnya. Tapi, harus menikah? Aku bahkan tak kenal siapa dia?" gumam Syifa dalam hati.
"Fa... Jika kamu merasa berat, ngga usah di terima. Ayah ngga papa jika harus di penjara. Kamu fokus aja, dengan pekerjaan kamu seharusnya. Berikan pengertian sama Ibu di rumah." ucap Pak Abu, yang masih berada dalam mode panggilan.
"Kebanyakan mikir! Ngga usah sok bingung deh. Istri itu hanya status, agar kamu bisa dengan bebas merawat anak saya. Bukan berarti, kamu dah menjadi keluarga dan menantu kami. Kamu juga harus sadar diri, jangan menggoda anak saya." sambung Mama Ayu lagi.
" Ma... Lagian Bagas lagi lumpuh, mana bisa ngapa-ngapain."
"Mana ada, Pa. Yang namanya laki-laki, mana ada yang tahan godaan wanita. Lumpuh cuma kaki sama tangan, yang lain engga."
Syifa tetap diam diam di tengah pertentangan itu. Kepalanya terasa berat, hati dan jantungnya berdegup kencang melebihi ritme normalnya.
" Berfikirlah, demi semuanya. Ngga ada jalan lain. Setidaknya, fikir Gibran yang nanti harus berjualan bakso di sela sekolahnya." gumamnya lagi.
"Fa... Jangan memberatkan diri." Panggil Ayahnya lagi.
Syifa gamang, tapi harus tetap bisa mengambil keputusan dengan benar. Seketika teringat Adiknya, yang sedang berkelilinh menjual bakso ke seluruh kompleks. Dan itu membuat hatinya sangat perih.
"Baiklah, saya menerima semuanya. Saya akan menikah dengan Tuan Bagas, dan merawat dia hingga sembuh." jawab Syifa dengan lantang.
Pak Abu terdengar pasrah, Tuan Erland mengangguk setuju. Dan Mama Ayu, tersenyum puas ketika kemauannya terlaksana.
"Tapi, saya ngga bisa janji. Ketika nanti, ada sesuatu diantara kami. Sebisa mungkin, saya akan menghindar dan melaksanakan tugas secara profesional." imbuh Syifa.
"Baiklah... Rawat mulai sekarang. Dia seutuhnya mejadi tanggung jawab kamu. Saya, dan Istri saya akan bahu membahu untuk mengurus perusahaan. Karena sebenarnya, Bagas yang menjadi kiblat dan pemegang utama. Ketika dia drop, maka semua akan berantakan." ucap Tuan Erland, lalu mematikan Hpnya.
" Nanti sore, Ayahmu itu akan pulang ke rumah. Kamu telepon saja dia nanti. Kamu jangan pulang, karena harus stay disini. Saya akan urus semua kontrak kamu. Dengan Rumah sakit, dan dengan keluarga saya."
Pasangan suami istri itu pun pergi bersama, meninggalkan Syifa yang kini hidupnya tergadai oleh mereka.
" Tak apa... Setidaknya, mereka akan berkumpul lagi. Toh, aku masih bisa pulang menjenguk. Nikmati saja, aku akan merawat suamiku sendiri. Insyaallah pahala." ucap Syifa, dengan mengusap air matanya.
Syifa pun beranjak dari sofa. Ia masuk kedalam ruangan steril itu lengkap dengan perlengkapannya. Ia menghampiri Bagas yang masih tertidur lelap, dan belum dapat membuka matanya sama sekali.
"Selamat sore, Tuan. Saya Syifa, calon istri Tuan. Saya, yang nantinya akan bertanggung jawab merawat Tuan hingga sembuh. Saya harap, Tuan akan kooperatif dengan semua perawatan yang saya berikan." ucap Syifa.
Ia pun menunggu sebuah respon dari Bagas, entah darimana asalnya. Dari gerakan alis, gerakan tangan, dan bahkan mungkin kaki. Syifa membuka semuanya. Dan teryata, Jari-jari tangan Bagas lah yang kini berbicara.
" Baiklah, saya akan mulai merawat Anda dari sekarang. Maaf, jika harus menyentuh ranah pribadi Anda."
Syifa melanjutkan pekerjaan. Ia memeriksa semuanya seperti biasanya, lalu melaporkan pada Kepala ruangan untuk di catat.
"Kamu serius?" tanya Ibu Karunya.
"Ini.... Hanya pernikahan kontrak. Hanya menghindari sesuatu yang tak diinginkan. Maka kami harus menikah. Dengan begitu, saya akan bebas untuk mengambil tindakan apapun padanya." jawab Syifa.
"Ya... Meski pun sebagai perawat, memang di halalkan meski bukan muhrim karena memang tugas. Tapi, saya mengerti maksud kamu. Selamat bertugas di sana."
Syifa hanya mengangguk, lalu kembali ke dalam ruangan itu. Ia biasa tidur di Rumah Sakit, tapi di ruangannya sendiri. Sedangkan saat ini, Ia harus tetap bersama Bagas di dalam ruangan ICU nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
Yulianti 1707
kenapa namanya jadi karu nya ....kalo bahasa Sunda artinya kasian ..maaf ,😅
2024-06-25
1
Efa Musyrifah
keren thor
2024-03-31
1
Hades Riyadi
Lanjuuutt Thor 😛😆💪👍🙏
2024-01-26
0