❤️
"Luna, kamu dimana, Sayang? Kenapa ngga jenguk Bagas? Bagas pasti kangen banget sama kamu." tanya Mama Ayu via telepon.
"Tante, Maaf. Luna dan Bagas udahan, ya? Luna ngga bisa, kalau harus rawat Bagas dalam keadaan seperti itu. Masa depan Luna masih panjang, sedangkan menunggu Bagas sembuh pun, entah kapan." jawab Luna, dengan nada tak enak sebenarnya.
"Ya Allah, Luna. Tega kamu ngomong seperti itu sama kami? Bagas udah ngelakuin semuanya buat kamu. Apa yang ngga dia turutin buat kamu. Kenapa justru begini?" hati Mama Ayu begitu pedih mendengarnya.
"Luna tahu, Luna ucapin terimakasih atas itu semua. Tapi, Luna bener-bener ngga bisa lanjut. Mama sudah atur perjodohan Luna dengan yang lain. Maaf, Tante."
Luna pun menutup teleponnya tanpa memberi kesempatan bicara lagi.
Mama Ayu langsung terduduk lemah, dengan memegangi dadanya yang terasa sangat sakit dan sesak. Ia dan Luna sudah begitu akrab, bahkan mereka sudah seperti anak dan Ibu yang begitu dekat. Rencana pernikahan pun sudah di depan mata. Tapi semua gagal karena kecelakaan itu.
"Malang sekali nasibmu, Nak. Gara-gara tukang bakso itu, kamu harus kehilangan segalanya. Bahkan, wanita yang paling kamu cintai pun harus pergi." tangisnya memuncah. Apalagi, saat ini Ia sedang sendirian menunggu Bagas yang belum juga membuka matanya.
Tuan Erland kembali sibuk mengurus perusahaannya, yang akan Ia pegang kembali selama Bagas sakit. Dan Ia akan di bantu keponakan Mama Ayu, yang bernama Arya, anak Om Aris adik dari Mama Ayu.
"Permisi, Ibu. Saya perawat yang akan merawat Tuan Bagas siang ini."
"Kamu? Yang tadi pagi kemana?"
"Kami bergantian Sift, Bu. Dia akan kembali besok pagi." jawab Perawat bernama Ratna itu.
Mama Ayu berdiri, lalu mengontrol pekerjaan perawat itu. Ia melihat respon yang diberikan Bagas. Perawat akan mengelap tubuhnya sore ini, agar Bagas nyaman dan dapat tidur nyenyak malam ini. Tapi, menurut pengelihatan Mama Ayu, Bagas tak merespon, seperti apa yang di ajarkan Syifa tadi pagi.
"Kamu ngga permisi dulu sama anak saya? Anak saya seperti menolak dengan tindakan kamu."
"Maaf, gimana?" tanya Sang perawat.
"Bagas ngga pernah mau disentuh oleh orang lain. Apalagi di bagian tubuhnya. Tidak... Dia tidak mau sama kamu. Hentikan tindakan itu." tolak Mama Ayu.
Perawat Ratna langsung pergi setelah penolakan itu. Ia pun memanggil kepala ruangan untuk melapor akaj kejadian yang menimpanya barusan.
" Setidaknya kamu sudah menjalankan tugas. Jika Ia menolak, itu adalah haknya. Tolong panggil dia, dan bawa ke ruangan saya.
" Baik, Bu." jawab Perawat Ratna, lalu memanggil Mama Ayu untuk menemui kepala perawat itu.
"Saya mau perawat yang tadi pagi. Anak saya maunya sama dia. Meskipun, Ayahnya adalah penyebab anak saya kecelakaan." ucap Mama Ayu dengan tegas.
"Ibu, kalau di Rumah sakit, perawat bertugas sesuai jam nya. Itu demi menghindari kelelahan dan resiko kecelakaan kerja untuk perawat kami." ucap Kepala perawat itu.
"Benarkah? Dia tak boleh lelah. Dan harus bekerja sesuai sift nya?"
"Iya, Bu. Apalagi, Syifa itu pegawai kontrak disini."
"Oke, baiklah. Lepaskan dia dari kontrak, dan berikan dia pada anak saya. Anak saya hanya mau dengan dia saja. Biar saya yang membayar denda kontraknya nanti." ucap Mama Ayu.
Kepala perawat itu hanya menghela nafas melihat kelakuan wanita kaya itu. Berbuat semena-mena, asal ada uang dan semua akan beres...
"Tapi, siapa tahu dengan ini, akan meringankan hukuman untuk Ayah Syifa." gumam Kepala perawat dalam hati.
Setelah Mama Ayu pergi, kepala perawat itu pun menghubungi Syifa untuk menanyakan permintaan barusan. Meski sebenarnya tak enak, karena pasti Syifa sedang tertekan saat ini.
♦️♦️
" Bu... Makan dulu, nanti sakit." bujuk Syifa pada Ibunya yang terbaring lemah.
Tetangga bilang, Ibunya sudah beberapa kali pingsan dan menangis histeris sejak penangkapan sang Ayah. Dan ketika berhenti menangis, beliau justru hanya diam dan melamun.
"Bagaimana Ibu makan, kalau Ayahmu sendiri disana. Tidur tanpa alas, makan seadanya dan sendirian?" ucap Bu Mariam lirih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
Nayyara Kalyani
setidaknya masih minta maaf lah ya
2024-11-23
1
Ratu Kalinyamat
kasian bget yg ayahnya syifa
2024-01-28
2
Hades Riyadi
Lanjuuutt Thor 😛😆💪👍🙏
2024-01-26
0