Sepanjang para kliennya menjelaskan, Berliana dibuat tidak fokus oleh duda gondrong, yang duduk tepat dihadapannya saat ini. Berliana bahkan tidak berkedip sama sekali, saat Radja memperkenalkan diri dihadapan para klien lainnya, dan itu tidak lepas dari kedua mata seseorang yang duduk tidak jauh dari keduanya.
Bahkan bulpoin yang ada di tangan Berliana menjadi sasarannya, wanita itu menggigit gemas bulpoin, saat melihat Radja menyugar rambut gondrongnya kebelakang.
Tolong secepatnya sadarkan Berliana dari sutuasi ini, dia tidak menyadari ada dua telapak tangan, yang tengah terkepal erat dibawah meja, saat melihat tatapan dalam yang Berliana tujunkan, pada pria yang ada dihadapannya saat ini.
"Bagaimana, Bu Berliana?" Berliana tersentak saat orang yang tengah menjadi moderator itu tiba tiba bertanya padanya.
"Ah iya, bagus saya suka," ujar Berliana.
Berliana menjawab seadanya, bahkan si Owner DIAMOND QUEEN itu, terlihat melirik pada Juanda yang duduk tidak jauh darinya. Namun sayang asisten kurang ajarnya itu, malah mengedikan bahu dan membuang muka.
'Awas kau janda, ku potong anumu.' pekik Berliana didalam hati.
Berliana berteriak didalam hati, saat melihat Juanda bersikap tak acuh padanya.
Sedangkan para kliennya, terlihat mengerenyitkan dahi mendengar jawaban Berliana tadi. Orang orang itu saling pandang satu sama lain, lalu mengedikan bahunya.
"Ah maksud saya begini, apa pun keputusan yang anda ambil tadi saya setuju. Yang terpenting kita disini tidak ada yang dirugikan, kalian masih ingatkan apa isi perjanjian ADAM CORP, dengan perusahaan kalian masing masing. ADAM CORP tidak akan mentolelir, perusahaan manapun yang berbuat curang atau berkhianat, pada ADAM CORP, terimakasih waktunya." Berliana menundukkan kepalanya sedikit, saat dia sudah selesai berbicara.
Wanita cantik itu menghela napas lega, saat melihat respon positif dari para kliennya. Untung saja ketidak fokusnya hari ini, tidak membuatnya mati kutu, dihadapan klien sang Papa.
Semua ini gara gara si duda gondrong, yang terlihat tengah tersenyum tipis padanya, lalu kembali mengobrol dengan pria paruh baya, yang duduk bersebelahan dengannya.
Berliana yakin kalau nanti malam, dia akan kembali insomnia parah gara gara hari ini. Senyuman duda beranak satu itu, begitu mematikan urat sarafnya, saat Berliana belum mengetahui status asli Radja saja, dia sudah ketar ketir, apa lagi setelah Berliana mengetahui status dudanya Radja.
Berliana menghembuskan napasnya berkali kali, dia berdoa pada Tuhan, agar malam ini dia bisa tidur dengan nyenyak dan bermimpi indah, aamiin.
"Butuh minum?"
Berliana mendongakkan kepala, saat melihat seseorang menyodorkan sebuah botol air mineral padanya. Berliana tersenyum canggung, saat melihat orang yang memberikan, air mineral itu padanya.
"Terimaksih Pak Arjuna, tapi saya sudah punya sendiri, ini." Berliana mengangkat botol air mineral, yang ada dihadapannya, wanita itu kembali mengumbar senyuman tipis pada Arjuna, sembari meneguk air itu langsung dari botolnya.
"Pak Arjuna tidak minum?" Berliana kembali meneguk air mineral itu hingga tandas, rasanya ruangan ini begitu panas, hingga membuatnya sangat kehausan luar dalam.
"Aku kira tadi kamu yang lebih membutuhkan air ini, soalnya sedari tadi aku lihat kamu gugup dan salah fokus pada pembahasan kita." Arjuna berbicara hati hati pada Berliana, agar wanita itu tidak salah mengartikan ucapannya.
"Ah iya tadi saya lagi mikirin kucing saya di rumah, jadi sedikit tidak fokus." Berliana mengisyaratkan kata 'sedikit', dengan jari telunjuk serta ibu jarinya pada Arjuna.
"Kucing?" Arjuna kembali bertanya.
"Iya kucing, kucing gondrong saya. Ya sudah minum air mineralnya dulu, biar Pak Arjuna gak gagal fokus seperti saya. Saya permisi dulu, ada yang harus saya bicarakan dengan Juanda asisten saya." pamitnya.
SIKUCING GONDRONG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Nuryati Yati
kuncing gondrong yg bikin salfok ya Bell 🤭
2024-07-31
0
Erna Masliana
hahahaha fokus dulu makanya Bell.. profesional lah Bell
2024-07-10
0
Ryani
hadeuh😂 putrinya si Bara
2024-03-30
0