"Radja," gumamnya.
Berliana segera menyambut pria itu, dengan senyuman lebarnya.Entah kenapa, interaksi Berliana seakan menunjukkan, kalau dia seperti tengah menyambut sang kekasih. Senyuman tipis yang Berliana tampakan tadi, berubah menjadi senyuman lebar nan tulus.
Radja pun terlihat tersenyum tipis, pada Berliana yang tengah mendekat kearahnya. Pria itu bahkan sempat, menundukkan sedikit kepalanya pada security, yang berjaga disana.
"Aku kira kamu gak datang." Berliana langsung mencecar Radja, saat jarak mereka sudah dekat.
"Kalau saya tidak datang, nanti Pak Barata bisa membatalkan kerja sama yang sudah deal beberapa waktu yang lalu." Berliana tergelak kecil mendengar ucapan Radja, pria itu terlihat begitu takut pada Papanya.
"Ya sudah ayo masuk! yang lain sudah menunggu." Berliana melangkah berdampingan dengan Radja, wanita itu terlihat tidak begitu canggung lagi, saat dia mengobrol atau berinteraksi dengan Radja, setelah mengetahui status pria itu. Tidak seperti sebelumnya, Berliana begitu ingin menjaga jarak dengan Radja, karena status Radja yang masih menjadi suami orang, pikir Berliana. Tapi ternyata, pria itu sudah menduda sebelum mereka bertemu.
Tanpa mereka berdua sadari, sedari tadi Arjuna melihat semua, interaksi keduanya tanpa terlewat sedikit pun. Arjuna mengerenyitkan dahi, saat melihat keakraban Berliana dan Radja. Sejak kapan mereka kenal? kenapa Berliana terlihat begitu bebas saat bersama sepupunya, dari pada saat wanita itu berdekatan dengan diq atau pria lain.
"Loh, Pak Arjuna masih disini?" Arjuna sedikit tersentak, saat Berliana dan Radja ternyata, melihat serta sudah mendekat kearahnya. Pria berdarah India Indonesia itu, terlihat berusaha menutupi rasa salah tingkah, serta gugupnya saat ini dihadapan Berliana dan Radja.
"Ah iya tadi aku baru saja menelpon, jadi masih berada luar." Arjuna mengangkat ponsel mahalnya didepan Berliana, agar wanita serta sepupunya itu percaya.
"Oh gitu, Pak Arjuna kenalkan ini Pak Radja, dia juga salah satu Patner ADAM CORP juga." Berliana memperkenalkan Radja pada Arjuna, tanpa Berliana ketahui, kalau mereka bukan sekedar sudah kenal, namun satu keturunan.
"Arjuna!" Arjuna mengulurkan satu tangannya pada Radja, bahkan pria berambut klimis itu, menampilkan senyuman tipisnya pada sepupunya.
"Radja!" dengan senang hati, Radja menyambut uluran tangan sang sepupu, kedua tangan itu saling mengerat, namun kedua pria itu terlihat saling melemparkan senyuman.
Bahkan Berliana pun, terlihat tidak menyadari kalau didekatnya saat ini, tengah terjadi perang dingin.
' Dulu kamu boleh saja mendapatkan Disha, tapi kali ini aku tidak akan membiarkanmu merebut apa yang sedang aku inginkan. Bila perlu, aku akan meminta Kakek untuk melamarnya untukku. Aku yakin dia tidak akan menolakku, seorang GM mendapat lamaran dari seorang CEO pertambangan berlian, mana mungkin dia menolak.' Arjuna berbisik dalam hati penuh percaya diri, senyuman di bibirnya tidak pernah luntur sedikit pun, bahkan genggaman tangannya pada tangan Radja semakin erat.
"Hei, udah dong salamnya, nanti kalian dipandang aneh sama karyawan kantor ini." suara Berliana menyadarkan keduanya, Radja dan Arjuna berdehem kecil, untuk menetralkan rasa yang ada didalam dada masing masing.
"Ayo! klien yang lain sudah menunggu kita." ajak Berliana.
Berliana melangkah terlebih, dahulu meninggalkan kedua pria, yang terlihat masih saling menatap penuh arti. Namun tidak lama Arjuna melangkah mengikuti Berliana, meninggalkan Radja, yang terlihat tengah menampilkan senyuman tipisnya. Pria itu menghela napas kasar, lalu perlahan dia juga mengikuti langkah, kedua orang yang terlebih dahulu meninggalkannya.
SENYUMAN LEBAR QUUENZA BUAT RADJA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Nuryati Yati
pede banget Arjuna
2024-07-31
1
Erna Masliana
dih kepedean..Bell maunya duda.. situ bukan duda
2024-07-10
0
Itis Rahmani Itis
seteru SMA SMA satu kluarga
2023-10-27
0