"Hari ini kayaknya kamu yang harus wakilin meeting Papa lagi deh, soalnya Papa harus ke Kalimantan. Opa gak bisa ngecek ANUM ENERGI sendiri, Papa harus ngantar Opa kamu." titah Bara.
Bara memberikan perintahnya pada Berliana pagi ini, sedangkan wanita cantik itu hanya menganggukkan kepalanya patuh. Mau bagaimana lagi, di ADAM CORP Berliana kan hanya GM, jadi mau tidak mau harus patuh pada perintah atasan, kalau tidak nanti gajihnya bisa dipotong, walaupun oleh Papa serta Opanya sendiri.
"Iya, emang meeting apa lagi sih Pa, perasaan dari kemaren meeting mulu. Kan kemaren udah selesai semuanya, terakhir aku pergi kelokasi lahan yang mau kita bongkar. Terus sekarang meeting apa lagi?" tanya Berliana tidak sabaran.
Berliana menyuapkan roti isinya dengan gemas, kenapa harus meeting terus? apa mereka betah berkumpul kumpul begitu, sembari menatap layar besar yang ada didinding.
"Kali ini semua Klien dan Patner bisnis kita akan datang, pokoknya nanti Juanda akan bantu kamu. Anak itu lumayan kalau soal mengurusi berkas berkas, biar pun melambai dikit tapi cepet kerjanya, Papa suka." ucap Bara santai.
Berliana hampir saja tersedak mendengar ucapan Papanya yang terakhir. 'Papa suka' dua kata ambigu, yang membuat Berliana melirik kearah sang Mama.
"Papa suka sama si janda? ya Allah Pa,kenapa Papa bis..,"
"Udah diem, kalau kamu tetap berbicara dan berfikiran macam macam sama Papa kamu, nanti meetingnya telat. Papa kamu cuma suka sama cara kerjanya Juanda, bukan suka sama orangnya." Agatha segera memotong ucapan Berliana.
Agatha segera membekap mulut Berliana, yang pastinya tidak akan bisa dihentikan, sebelum dia bertindak seperti itu.
"Iya Mama, ya udah Bell berangkat. Sini cium dulu," ujar santai Berliana.
Cup
Cup
Berliana mengecup kedua pipi Agatha, lalu pandangannya tertuju pada Bara yang tengah menatap jahil kearahnya.
"Bell berangkat dulu ya Pa, doain Bell semoga nanti gak ngantuk pas dengerin mereka ngomong." lanjutnya lagi.
Cup
"Dah semuanya, dah Apin. Baik baik sekolahnya, jangan kaku kaku tuh muka nanti gantengnya hilang." pesan sang Kakak pada adiknya.
Berliana memberikan satu kecupan di pipi Bara, dia juga tidak lupa untuk mengusap kepala Gavyn dengan gemas.
💝💝💝
Waktu sudah menujukan pukul 10 pagi, Berliana dan Juanda sudah berdiri tegak didepan loby kantor. Mereka berdua dan para karyawan lain, sudah siap untuk menyambut para Klien, yang mulai berdatangan satu persatu ke area perusahaan ADAM CORP.
Banyak mobil mewah dan mahal, berjejer rapi di area parkir gedung itu, satu persatu para Klien ADAM CORP, keluar dari mobil mereka masing masing.
Seperti biasanya, Berliana terus saja memasang senyuman tipis dan ramah, pada tamu tamunya saat ini. Namun kedua matanya tidak dapat berbohong, kedua netra hitam beningnya terus saja mencari mobil, yang sedari tadi dia tunggu, namun ternyata mobil serta pemiliknya belum datang, atau mungkin tidak akan datang.
"Miss Berliana?" panggil seseorang.
Berliana sedikit tersentak saat Juan memanggilnya, wanita itu mengembangkan senyumannya, pada para Klien yang mulai masuk kedalam Perusahaan. Bahkan senyuman Berliana, kembali disalah artikan oleh para pria lajang saat ini, termasuk Arjuna yang ikut menjadi bagian dalam meeting.
Pria itu menampilkan senyuman manisnya, pada Berliana saat mereka sudah dekat, dengan percaya diri, Arjuna mengulurkan tangan pada Berliana terlebih dahulu. Untung saja Berliana segera meraih tangannya, kalau tidak entah apa yang terjadi.
"Kita bertemu lagi, Berliana," ujar Arjuna pelan, dan semakin melebarkan senyuman. Pria itu bahkan terlihat enggan untuk melepaskan, genggaman tangannya pada tangan Berli, membuat wanita itu sedikit tidak nyaman.
"Ah iya Tuan Arjuna, wajar kita bertemu lagi, karena hari ini kita harus meeting bersama mau tidak mau kita ya harus bertemu bukan." sahut tenang Berliana.
Berliana tetap menampilkan senyuman ramahnya, walau sejujurnya pipi itu sudah kram, karena terus saja tersenyum pada Arjuna.
"Oke baiklah, sampai bertemu lagi didalam nanti." ucap Arjuna.
Berliana sedikit memundurkan tubuh, saat melihat Arjuna mengerling nakal padanya, Arjuna semakin agresif, Berliana tidak suka, dan tidak akan pernah suka. Saat ini dia berharap pria gondrong itu ikut meeting bersama mereka.
"Apa dia tidak akan datang?" Berliana bertanya pada dirinya sendiri, untung saja Arjuna sudah cukup jauh, jadi pria itu tidak mendengarnya.
"Ya udahlah," Berliana berbalik.
Namun saat langkahnya yang ketiga, sebuah mobil Alpard putih masuk kedalam area ADAM CORP, dan itu membuat senyuman Berliana mengembang, sedangkan pria yang tidak jauh darinya mengerenyitkan dahi, saat melihat senyuman lebar Berliana saat melihat mobil itu.
"Radja," gumamnya.
ARJUNA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Itis Rahmani Itis
yaea akhirnya berlin bisa brnpas lega liat raja
2023-10-27
1
dementor
akhirnya ketemu lagi sama duku mateng.. duda kuat mapan ganteng..
2023-07-01
1
Wirda Wati
Bell suka duda🤣🤣🤣
2023-02-14
0