'Istriku sudah meninggal'
'Istriku sudah meninggal'
'Istriku sudah meninggal'
Berliana menggulingkan tubuhnya kesana kemari, diatas tempat tidur. Wanita itu menghela napasnya berkali kali, sembari memejamkan kedua mata rapat rapat.
Ucapan pria itu terus saja terngiang didalam pikirannya, beberapa jam yang lalu saat Radja memberi tahukan, statusnya pada dia dan Juanda.;Berliana sempat termenung sejenak, wanita itu memasang telinganya lebar lebar, dia ingin memastikan, kalau yang diucapkan oleh pria itu, tidak salah dikedua pendengarannya.
Namun ternyata pendengarannya memang tidak salah, itulah kenyataannya. Radja berstatus duda beranak satu, yang ditinggalkan oleh sang istri, karena meninggal bukan bercerai.
Entah kenapa, ada rasa iba saat Berliana menatap diam diam wajah Radja kala itu, pria ini mengurus sendiri putri kecilnya. Apa mungkin saat Berliana melihat dia di resto, gadis kecil itu sudah tidak memiliki Ibu?
Berliana bahkan sedikit bersalah, saat berharap kalau Radja itu duda bukan suami orang, dia mengatakan pada sang Papa akan menunggu statusnya menjadi duda. Lalu setelah Berliana mengetahui kalau Radja itu duda, dia harus bagaimana?
"Aku dosa gak ya, udah berdoa yang gak baik buat dia, apa lagi ternyata istrinya meninggal baru beberapa hari ini. Aku jahat banget gak sih, udah berharap dia jadi duda waktu itu? kasihan anaknya." monolognya.
Berliana menutupi wajah, menggunakan boneka minios kesayangannya, dia masih bingung saat ini. Harus maju, bertahan, atau mundur? tapi kalau Berliana bergerak maju, apa mungkin Radja mau menerimanya suatu saat nanti? istrinya saja baru meninggal, dan Berliana yakini kalau Radja sangat mencintai mendiang istrinya.
Tapi kalau mundur, kapan lagi dia bisa mendapatkan duda gondrong, ganteng, mapan dan dilihat dari postur tubuhnya, itu tipe Berliana sekali. Duda kuat mapan dan ganteng, fiks gak main main.
"Maju, mundur? maju, mundur?" celoteh Berliana.
Berliana terus saja menghitung tempelan bintang, yang ada di plafon kamarnya. Entah apa yang sedang Berliana pikirkan, yang terpenting saat ini adalah, dia tidak akan berdosa kalau berharap banyak pada Radja bukan, kalau urusan kedepannya bisa dibicarakan baik baik.
"Oke aku maju Mas Gondrong, semangat Bell!!" serunya pelan.
💝💝💝
"Bagaimana perkembangan kasus Disha?" tanyanya, Soraya mendudukkan diri didekat Radja, yang tengah sibuk dengan berkas berkas, yang ada dihadapannya saat ini.
"Pihak kepolisian mengatakan kalau kasus Disha adalah murni bunuh diri, tidak ada tanda tanda mencurigakan tkp." ucap Radja pelan.
Radja menghela napas kasar, pria itu meraup kasar wajahnya sendiri. Radja melirik pada Lora yang tengah tertidur dipangkuan adiknya.
"Sudahlah, mungkin ini sudah takdir Disha. Keluarga almarhum istrimu juga, kelihatannya masih marah pada kita, terutama padamu. Tapi kamu tenang saja, Ibu akan selalu ada untuk kamu Nak, selalu." ucap Soraya menenangkan.
Soraya menangkub wajah sang putra, dengan wajah yang berkaca kaca, putranya yang selalu berkorban untuk keluarga ini, namun pengorbanannya tidak pernah dihargai sama sekali, oleh keluarga Ayah mertuanya.
"Ambar juga akan selalu ada buat Kak Radja, Ambar sudah bekerja di DIAMOND QUEEN mulai besok. Jadi Ambar sudah bisa meringankan beban Kakak sama Ayah, Kakek juga gak bisa lagi paksa Ambar buat menerima pinangan Varun." sahut sang adik.
Ambaresa, yang sedari tadi terdiam ikut bersuara, dia merasa kali ini Ambar harus ikut meringankan, beban psikis dan materi keluarganya.
Hidup dari keluarga yang berjuang, dengan kaki serta tangan sendiri, tanpa embel embel harta keluarga. Membuat dia dan Radja terbiasa untuk bekerja keras sendiri, keluarga Malik hanya akan merangkul mereka ketika ada maunya saja, padahal status hukum Dia dan Radja, tidak ada bedanya dengan Arjuna. Hanya status dimata Rohid kakek mereka saja yang berbeda.
MAS GONDRONG
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Nuryati Yati
Ambaresa yg jd model di kantor Berliana ya
2024-07-30
0
Erna Masliana
mending tinggalin keluarga gitu mah toxic..gak usah haus pengakuanlah.. yang ada menderita terus
2024-07-10
0
Erna Masliana
semangat 💪😁
2024-07-10
1