"Dari ujung sana, hingga ujung pohon gaharu itu, lokasi yang akan kita bongkar." Radja menunjukan seluruh area.
Berliana meraih sebuah teropong kecil dari tangan Juanda, wanita itu melepaskan kaca mata hitamnya, lalu meletakkan benda itu, diatas kepala.
"Cukup luas, kayaknya kita bakalan butuh banyak waktu buat bongkar tempat ini. Sebelumnya kita juga harus meminta izin pada aparat setempat, sebelum melakukan pembongkaran." Berliana menatap kagum, kearah pepohonan yang terlihat indah melalui teropongnya.
"Saya sudah melakukannya Bu Queenza, ADAM CORP sudah bisa secepatnya membongkar tempat ini." Radja kembali menjawab setiap ucapan yang dilontarkan oleh Berliana.
"Oh oke, semuanya udah beres, sekarang kita mau kemana lagi?" Berliana memandang sekelilingnya, waktu sudah menujukan pukul 14.30 siang. Mereka bertiga bahkan belum makan siang, dan perut karet Berliana sudah meronta ronta minta dipuaskan.
"Sekarang, mending kita makan siang terlebih dahulu. Ini sudah melebihi waktu makan siang, mari." ajak Radja.
Radja mendahului Berliana dan Juanda, pria berambut gondrong itu terlihat membuka bagasi mobilnya.
"Emangnya disekitar perkebunan ini, ada warteg atau warung nasi gitu? gak mungkinkan kalau kita balik ke pemukiman dulu, bisa pingsan dijalan aku, Janda." Pekikan Berliana tertahan.
"Heh! kalo manggil orang suka sekate kate ya, eyke bukan janda, tapi jendes." Juanda sok mengibaskan rambut pendeknya, pada Berliana. Untung saja Radja tidak melihat kelakuan Juanda, karena pria itu tengah sibuk sendiri, kalau pria berambut gondrong itu melihatnya, sudah dapat dipastikan Radja tidak akan mau untuk berdekatan, dengan Juanda.
"Memangnya di sekitar sini ada warung nasi ya?" Berliana kembali bertanya, saat dia sudah sampai didekat mobil. Wanita itu bahkan memukuli nyamuk nyamuk nakal, yang hinggap di lengannya. Nyamuk nyamuk seperti ini, sudah biasa Berliana temui, saat dia dan Bara berkunjung ke pertambangan, yang ada di Kalimantan dan Sumatera.
"Memangnya siapa yang mau membuat warung nasi disini, saya sudah membawakan makan siang untuk kita bertiga. Karena saya yakin disini tidak akan ada resto maupun warung makan, mari kita makan dilesehan saja ya, saya juga bawa karpet piknik. Untung saja saya tidak mengeluarkannya kemarin setelah saya mengajak putri saya bermain." ucap Radja tenang.
Penjelasan panjang lebar Radja, membuat Berliana sedikit tercekat, 'Bermain bersama putrinya', berarti benar pria ini sudah menikah. Si gondrong hot sudah sold out, tidak akan ada lagi kesempatan untuk wanita mana pun bestie.
"Oh putri Pak Radja, pasti putri anda cantik ya." Berliana tersenyum tipis, pada pria yang tengah menyusun rantang, serta beberapa piring makan diatas karpet.
"Ya dia cantik, bahkan sangat cantik, seperti...," ucapan Radja terputus.
"Miss Bell minumannya, mau saya bawakan sekalian tidak?" Teriakan Juanda, membuat ucapan Radja terpotong, bahkan Berliana pun ikut menoleh kearah Juanda, yang tengah membawa beberapa botol air mineral untuknya.
"Ah iya aku lupa, makasih Juan." Berliana ikut membantu Juanda, membawa beberapa botol air mineral ditangannya.
"Ini minumnya untuk Pak Radja." Berliana meletakan dua botol air mineral, didekat Radja yang masih sibuk mengatur posisi duduk mereka.
"Maaf, masakannya seadaanya. Ibu saya yang memasak ini semua, semoga kalian suka dengan masakan Ibu saya." Radja mempersilahkan.
Radja membuka satu persatu tutup rantang, wangi masakan menguar di udara. Walaupun masakannya sudah dingin, namun kelihatannya sangat menggoda untuk segera dicoba.
"Ini semua Ibu anda yang memasaknya?" Berliana kembali bertanya, dia hanya memastikan pendengarannya baik baik saja.
"Iya, bagaimana?" Radja menatap kedua orang yang terlihat mulai menyicipi masakan sang Ibu.
"Saya kira istri anda yang memasaknya." Juanda ikut bersuara kali ini, pria itu tersenyum kikuk, pada Berliana yang tengah memelototinya.
'Banyak tanya, tinggal makan aja apa susahnya sih!' Kira kira begitulah arti pelototan, kedua mata Berliana pada Juanda.
"Bukan, ini Ibu yang memasaknya, i-istri saya, istri saya sudah meninggal," ujar Radja pelan.
DUKU MATENG CUY
YUHUUU JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAYY MUUAAACCHH
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Erna Masliana
uhuy duda..pepet Bell 😂😂
2024-07-10
1
Erna Masliana
auto ngacir 🤣🤣🤣
2024-07-10
1
rubyy rubyy
ada yang berbunga bunga nih..
2024-06-22
0