Selama diperjalanan, Berliana tidak mengeluarkan suaranya sedikit pun, bahkan wanita itu lebih memilih untuk duduk dibelakang, dan menyuruh Juanda untuk duduk didepan bersama Radja.
Sudah duduk dibelakang saja, Berliana masih merasakan sesak di dada, saat hidungnya mencium wangi parfum maskulin, yang Radja pakai.
Berliana lebih memilih, untuk memandang kearah jendela mobil, dia tidak kuat untuk menatap kearah spion, yang ada didalam mobil itu terlalu lama, karena wajah Radja terlihat jelas disana. Berliana menghindari wajah itu, untuk mengendalikan dentuman jantungnya sendiri saat ini.
'Ingat Bell, dia itu suami orang oke! please hati dirimu jangan terlalu murahan seperti ini, mencintai milik orang lain itu pasti sangat menyakitkan.' Berliana terus saja berbisik dalam hati, dia harus mewaraskan otaknya yang mulai konslet.
"Bagaimana Ibu Queenza, apa Ibu setuju?" tanyanya.
Berliana tersentak, saat Radja tiba tiba bertanya kepadanya, Berliana yang sedari tadi tidak menyimak pembicaraan, antara Radja dan Juanda, hanya menatap bingung pada pria, yang tengah menatapnya lewat kaca spion.
"Ekhem, terserah anda saja Tuan Radja." Berliana mengambil jalur aman saja, dia tidak tahu harus menjawab apa. Berliana hanya tersenyum tipis, pada pria yang terlihat masih menatapnya melalui kaca spion, yang ada didalam mobil.
Wanita itu kembali mengalihkan pandangan, kearah jendela mobil kembali, sedangkan Radja tersenyum tipis, dan kembali fokus pada jalanan ekstrim yang akan mereka lalui.
"Miss Bell, mau minum?" Juanda menyodorkan satu botol air mineral pada bossnya, Juan tahu kalau saat ini Berliana sedang tidak baik baik saja. Karena biasanya wanita itu, akan banyak bicara, walaupun ada orang baru bersama mereka. Namun ternyata saat ini temannya itu lebih memilih berdiam diri, seakan tengah menahan sesuatu.
"Boleh, thanks." Berliana meraih botol air mineral, yang disodorkan oleh Juanda untuknya.
💝💝💝
Jalanan yang mereka lewati mulai ekstrim, untung saja Radja pintar mengendalikan mobilnya, walaupun mobil itu adalah mobil mewah Radja tidak peduli. Bahkan, lumpur tebal dan dalam pun dia terobos, urusan kotor bisa belakangan, masih banyak steam mobil yang buka nanti.
"Kalau tau jalannya kayak gini, kenapa gak pakai mobil Jeep atau mobil Strada aja sih, eman eman mobil Alphard nya." Berliana terus saja bergumam kecil, saat melihat body mulus mobil ini mulai kotor karena lumpur. Lagian orang gila mana sih, yang nekat membawa Alphard ke perkebunan sawit tua, yang sudah tidak terurus ini, selain Bapak Radja yang mulai agung.
Berliana bahkan melongokan kepala keluar jendela, wajahnya memberengut, saat melihat body luar mobil ini, sudah celemotan oleh lumpur basah.
"Masih lama ya?" Berliana kembali bersuara, dia merasa posisi mereka saat ini sudah cukup lumayan jauh, dari area jalan raya yang mereka lewati tadi.
Menempuh waktu hampir 4 jam lamanya, membuat pinggang Berliana terkena encok ringan.
"Sebentar lagi kita sampai." Radja menanggapinya dengan santai dan sabar, pria itu berbicara tanpa menoleh sedikit pun pada Berliana. Radja terus memfokuskan pandangannya, kearah jalan yang menurut mereka, Masya Allah.
"Kayaknya kalau area ini sudah kita bongkar, nih jalan harus diganti sama aspal hotmit, biar gak menguras iman dan tenaga." ocehnya Berliana panjang lebar.
Juanda terkikik geli, melihat wajah kesal Berliana, apalagi saat wanita itu kembali mengoceh. Sepertinya Berliana mulai terbiasa, makanya sedari tadi wanita itu terus menggerutu.
"Iya, besok Ibu Queenza bisa menyerakkan, dua tronton batu bara dijalanan ini, supaya jalannya jadi bagus." Radja ikut menimpali ucapan kesal Berliana, membuat wanita itu menatap kearahnya.
"Bukan batu bara, tapi dua tronton berlian sekalian, biar pro!" ucap kesal Berliana.
JUANDA PRATAMA( JUAN )
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Ayu galih wulandari
😂😂😂😁
2025-01-08
0
Itis Rahmani Itis
hehehe aneh berlin
2023-10-27
0
Surtinah Tina
ganteng..tapi suka belok....
2023-09-16
0