"Jadi kau ingin mengajukan kerja sama bagi hasil dengan ADAM CORP?" tanyanya, Bara menopang dagu, dengan kedua tangannya di meja, kedua mata hitamnya menatap tenang pada pria muda yang juga tengah menatap kearahnya.
"Iya, saya ingin menawarkan kerjasama bagi hasil dengan ADAM CORP, lahan yang berhasil saya dapatkan ternyata banyak mengandung berlian hitam didalamnya. Namun karena perusahaan saya tidak bergerak dibidangnya, walaupun sama sama pertambangan, tapi saya tidak memiliki alat alat itu disini. Semua alat berat saya ada di Rusia sedangkan di Martapura masih baru. Jadi alat alat saya belum sampai ke Kalimantan Selatan." jawab Radja apa adanya.
Radja terdengar menjelaskan panjang lebar, apa keinginannya saat ini pada Bara, dan sepertinya Bara serta Damar tertarik, dengan tawaran pria muda ini. Tidak perlu mencari lahan yang kaya akan berlian hitam, perusahaan mereka hanya tinggal membongkar, menampung serta menjualnya.
"Fifty fifty?" Bara kembali mengajukan penawaran pada Radja.
"Fifty fifty!" Radja mengulurkan tangannya pada Bara, dan disambut baik oleh pria paruh baya itu.
Tanpa menunggu lagi, kesepakatan mereka akhirnya deal, Bara dan Radja terlihat tengah menandatangani, berkas berkas kesepakan mereka.
"Baiklah, besok GM ADAM CORP akan mewakili saya meninjau lokasinya, saya mohon anda bisa menemani dia nanti." Titah Bara.
"Saya akan siap menemani GM perusahaan ini, besok pagi!" Radja menyerahkan satu map pada Bara, dan satu map lagi dia pegang untuk bukti kerjasama mereka.
"Baiklah, selamat bergabung dan bekerjasama dengan ADAM CORP Tuan Radja Dewangga, atau mungkin aku bisa memanggilmu dengan sebutan si putra Rajasa Dewangga." Bara menepuk pundak Radja lumayan kencan, sejujurnya Barata sedikit kesal pada Rajasa, tapi dia melampiaskan semua kekesalannya pada putranya.
"Nanti saya akan sampaikan rasa kesal anda pada Ayah saya, Tuan Barata!" ucap Radja santai.
Bara tergelak mendengar ucapan Radja, pria muda ini benar benar sangat peka. Radja menyadari, kalau saat ini Bara tengah melampiaskan kekesalannya terhadap Sang Ayah, kepadanya. Radja masih bersyukur, Bara mau menerima pengajuan kerja sama bagi hasil. Kalau tidak, lalu untuk apa lahan perkebunan sawit tua seluas itu.
Sedangkan Damar, hot Opa itu hanya menggelengkan kepalanya, melihat interaksi kedua pria beda usia itu.
💝💝💝
"Akhirnya sampai juga!" Cia meregangkan kedua tangannya, saat mobil Audy merah milik Berliana mulai memasuki area gedung, perusahaan ADAM CORP.
Berliana segera membawa mobilnya menuju area parkir, yang tidak jauh dari loby kantor.
"Ayo Kak!" Cia dengan tidak sabaran segera membuka pintu mobil, dan keluar terlebih dahulu. Sedangkan Berliana masih sibuk, memakai blazernya yang tadi dia lepaskan.
Berliana segera turun dari dalam mobil, namun saat salah satu kakinya menginjak papin blok, gerakannya terhenti. Berliana menunduk, dia menepuk dahinya sendiri, saat melihat kalau dia masih memakai heels, 12 centi meter yang membuatnya sedikit kurang nyaman. Berliana kembali masuk kedalam mobil, dia membungkuk untuk mencari sandal jepit kesayangannya.
Dan disaat Berliana tengah sibuk meraih sandal jepitnya, Radja terlihat melewati mobil Audy itu begitu saja. Sepertinya, pria itu enggan untuk melirik kearah sekitar, kalau tidak ada hal yang sangat darurat.
"Susah amat sih ngambilnya!" Berliana menggerutu pelan, saat apa yang dia inginkan, akhirnya dia dapatkan juga. Gerakannya sempat terhenti, saat merasakan seseorang, baru saja lewat dibelakangnya. Berliana segera menegakan tubuh, dia melempar heels kejok belakang, lalu segera memakai sandal jepitnya.
Saat tatapannya terarah ke sebuah mobil, kedua matanya menyipit, untuk memastikan siapa yang baru saja, masuk kedalam mobil Aplhard putih itu.
"Kak Bell!" Panggilan Cia membuat Berliana mengurungkan niatnya, untuk semakin mendekat kearah mobil itu.
"Kenapa rasanya kayak kemarin ya, gak karuan gini nih hati? tau ah! Cia tunggu lagi make sandal dulu!" Berliana berteriak pada Cia di akhir kalimatnya.
Dan teriakan Berliana itu, membuat Radja yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya, sempat menatap kearah punggung kecil, milik wanita berambut panjang, yang tengah berlari kearah loby.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Alanna Th
pasti jodoh dari othor
2024-01-26
0
Itis Rahmani Itis
moga berjodoh
2023-10-27
0
Ita Xiaomi
Aku dr Kalbar
2023-10-27
0