Berliana menggulingkan tubuhnya kesana kemari diatas tempat tidur, jam didinding kamarnya sudah menunjukan pukul 22.30 malam, namun kedua matanya enggan terpejam sedari tadi. Padahal seharian ini Berliana sudah pontang panting kesana kemari dan pasti bisa membuatnya lelah.
Namun ternyata tidak, wanita berambut panjang itu malah cekikikan sendiri, sembari menutupi wajahnya menggunakan si Kevin, boneka minions kesayangannya, yang selalu menemani Berliana selama ini, disaat dia bahagia dan terluka.
Berliana sudah tidak bisa diam, sekarang posisi tubuhnya sudah tidak lazim. Kepala Berliana tergantung kebawah, sedangkan kedua kakinya masih berada diatas tempat tidur.
Berliana tersenyum sendiri, kalau saja ada orang yang melihatnya saat ini, pasti orang itu menganggap Berliana sedang kesurupan atau sudah mungkin menganggap dia sudah tidak waras.
Senyuman Berliana terus saja mengembang, kala dia teringat kembali dengan sosok pria, yang Berliana lihat di restoran tadi siang. Berliana menggigit bibirnya sendiri, saat mengingat adegan dimana pria itu menyugar kasar rambut gondrongnya, kalau diizinkan oleh Tuhan ingin rasanya Berliana menguncit rambutnya tinggi tinggi.
Buuggh!
"Astaga, otakmu Bell. Bener bener udah gak waras, dia lakik orang! dasar gila!" pekiknya pelan.
Berliana kembali keposisi normalnya, wanita cantik itu menggumamkan doa sebelum tidur, lalu menarik selimut tebal berwarna kuning, bergambar pisangnya sampai dada.
"Selamat malam calon suamiku." gumannya.
💝💝💝
Radja memijat pelipisnya pelan, pria itu melirik jam yang ada di nakas. Waktu sudah menujukan pukul 22.45 malam, namun kedua matanya tidak bisa diajak untuk istirahat.
Diatas tempat tidur bayi, Lora putri kecilnya sudah tertidur lelap setelah meminum susu. Radja menghela napas kasarberkali kali, memandang kosong kearah langit langit kamar. Sudah hampir tiga hari Disha sang istri meninggalkannya, wanita itu pergi selamanya, tanpa meninggalkan pesan apa pun untuknya. Saat itu Radja tengah berada di Turki, untuk menemui seorang klien penting, Radja pontang panting membangun perusahaan, yang dirintis oleh sang Ayah dari nol agar perusahaan itu semakin maju.
Walaupun pernikahan mereka berdua tidak dilandasi cinta, namun Radja berusaha menjadi suami yang bertanggung jawab untuk Disaha, dan menjadi Ayah yang baik untuk Lora. Namun takdir begitu kejam, Tuhan begitu mudah menyatukan mereka, dan dengan mudah pula Tuhan memisahkan mereka selamanya.
'Kau adalah pria pembawa petaka!'
Kata kata Lasmi, Ibu mertuanya terus saja terngiang didalam pikiran Radja. Apa benar dia adalah pria pembawa petaka? kutukan apa yang tengah Tuhan berikan padanya? mengapa tidak ada satu orang pun, mau memberitahukan, apa yang sedang terjadi pada hidupnya saat ini.
Kenapa sang takdir selalu mempermainkan hidup serta hatinya? dulu Radja menurut saja saat sang Ayah menjodohkannya, dengan gadis keturunan India Indonesia itu, selama hampir dua tahun hidup bersama dan tidak pernah ada masalah apa pun, takdir pun memisahkan ikatan mereka berdua.
Dan semua orang menyalahkannya atas semua yang sudah terjadi pada Disha dan dirinya, padahal Radja pun tidak menginginkan perpisahan ini, walaupun belum ada cinta diantara mereka.
"Aku harus bagaimana? Disha tolong jelaskan padaku, sebenarnya apa yang terjadi padamu saat aku pergi kemarin. Bahkan jasadmu saja sudah mereka kebumikan, sebelum aku sempat melihatmu untuk terakhir kalinya. Apa dosaku pada mereka, apa benar aku ini pria yang membawa petaka? kenapa aku jadi takut untuk menjalin hubungan lagi, aku takut petakaku berimbas padanya nanti. Sama sepertimu, tolong jelaskan padaku? ada apa dengan hidup ku ini?" monolognya.
Radja menjambak rambutnya sendiri, sembari memejamkan kedua mata. Pria itu perlahan tertidur, dengan rasa sesak dan penuh tanya, yang masih menyelimuti hatinya. Sedangkan diluar sana, Soraya membekap mulutnya sendiri, mendengar gumaman Radja dari celah pintu kamar sang putra.
"Ibu yakin, suatu saat kamu akan menemukan kebahagian mu Nak. Akan ada wanita baik yang menerima kekurangan serta kelebihanmu, Ibu yakin." lirih Soraya.
ABANG GONDRONG YANG GEMESIN DIMATA BERLIANA
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHHH
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Ayu galih wulandari
😘😘😘😘😘
2025-01-07
0
Erna Masliana
Ada apa sebenarnya.. Radja seperti korban yang tak tau apa-apa.. dibiarkan terlihat bodoh dijadikan kambing hitam tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi.. tidak bisakah ini diusut
2024-07-09
0
Alanna Th
visual radja bgt ganteng, idamanq, thor
2024-01-26
1