Berliana menghembuskan napas lelahnya, saat dia baru saja keluar dari dalam mobil. Setelah mengantar Juan pulang, Berliana pun memutuskan untuk segera pulang. Dia sudah tidak sabar untuk berendam dan berbaring manja, didalam kamar. Wanita itu bahkan menenteng heelsnya, karena sudah tidak kuat lagi untuk berjalan, menggunakan sepatu tinggi itu.
"Assalamu'alaikum!" seruan Berliana keras
Suara keras Berliana menggema didalam rumah, dua bocah laki laki yang tengah bermain monopoli, diruang tengah terlihat mendelik pada Berliana. Sedangkan Berliana hanya tersenyum lebar, pada kedua bocah laki laki yang usianya hanya terpaut dua tahun itu.
"Aduh si kembar upil dan ipil lagi akur, tumben biasanya kan suka rebutan si Minah kalo ketemu." Berliana terkikik geli melihat wajah kesal kedua bocah itu.
"Gak usah mulai deh Kak, Gavyn lagi males debat sama Kak Bell." bocah laki laki yang berusia 10 tahun itu terlihat mengocok dadunya dengan kesal.
"Davyn gak punya uang receh buat ngasih ke Kak Bell, si Papi belum ngasih jatah uang jajan." Bocah yang berusia 8 tahun itu ikut menimpali, sedangkan Berliana menghela napasnya lelah.
Gara gara terlalu sering berinteraksi dengan Gavy, kedua bocah itu ikut menyebalkan seperti kakak sepupu mereka.
Entah kenapa Mama dan Ontynya memberi nama kedua bocah itu, hampir sama seperti anak kembar. Ya walaupun mereka memang seperti upil dan ipil, kemana mana selalu berdua, bahkan berak pun berdua.
Berliana dan Yasmine sampai tidak habis pikir, kenapa kedua bocah itu begitu kompak sekali epribadeh. Tumben sekali Gavyn bermain didalam, bukannya kalau pulang sekolah seperti ini, kedua bocah itu lebih senang bermain diluar rumah.
"Terserah terserah terserah, pusing pala eyke." ucapnya lelah.
Berliana melenggang pergi, meninggalkan kedua bocah yang tengah asik bermain, tanpa ingat dengan sekitar.
"Mamaaaa Miss Universe sudah pulang." seruan Berliana kembali terdengar
Berliana melemparkan sepatu heelsnya begitu saja, saat melihat Sang Mama tengah berada didalam dapur. Kedua kaki telanjangnya perlahan menyusuri ubin demi ubin dingin, dengan senyum mengembang Berliana memeluk tubuh Agatha dari belakang.
"Sudah pulang?" tanya seseorang.
Berliana dan Agatha menoleh kearah belakang tubuh mereka, padahal belum juga sempat Agatha bertanya pada Berliana, Bara suaminya sudah terlebih dahulu mengeluarkan suaranya. Pria paruh baya yang masih sangat tampan, serta muda diusianya saat ini, terlihat tersenyum pada putri kesayanganya.
"Gimana meetingnya? katanya kamu sudah milih dua perusahaan yang bakalan gabung sama ADAM CORP2?" tanya Bara.
Bara mendudukkan dirinya diatas kursi meja makan, pria itu menatap Berliana penuh penasaran. Berliana melepaskan pelukannya pada sang Mama, setelah dia memberikan satu kecupan pada Agatha.
"Ya, Bell udah milih dua. Perusahaan yang mungkin bisa sejalan dengan ADAM CORP2 bisa kita terima. Mungkin setelah ini masih akan ada perusahaan perusahaan lain yang ingin berpatner sama kita Pa. Udah ah Bell capek, gak usah ngomongin itu dulu. Bell mau keatas, mau berendem terus mandi."
Cup! satu kecupan Berliana berikan pada Barata.
"Dah Papa!" Berliana melambaikan tanganya
Berliana segera berlari setelah memberikan satu kecupan dipipi Bara, pria paruh baya itu menggelengkan kepalanya pelan, melihat kelakuan putrinya yang tengah bertelanjang kaki, menaiki satu persatu anak tangga dengan lesu.
"SI DUDANYA UDAH DAPET BELUM BELL?" teriak Barata.
Suara teriakan Bara, bahkan menggema didalam rumah, dan itu membuat langkah lesu Berliana terhenti, sedangkan Agatha segera berbalik menghadap sang suami, sembari mengacungkan spatula yang ada ditangannya kearah Bara.
"BELUM PA, KAYAKNYA DIA MASIH PUNYA ISTRI. TAPI BIARLAH, KU TUNGGU DUDANYA!" balas Berliana lebih keras
Astaga, Agatha hanya menghela napasnya kasar, sembari mengelus dadanya miris. Kenapa suami dan putrinya ini tidak pernah berubah, dari jaman main cacing sampai sekarang main hati, Berliana tidak pernah berubah kalau membahas tentang duda.
Disaat Agatha menatap miris pada Berliana, Bara malah tertawa mendengar jawaban yang dilontarkan oleh putrinya itu. Entah serius atau tidak, Bara tidak terlalu terbawa perasaan. Berliana sudah dewasa bukan, pasti putrinya akan memilih yang terbaik diantara yang terbaik untuk hidupnya nanti.
**YUHUUUUUU GIMANA GIMANA MENURUT KALIAN CERITANYA
BIASA AJA, NGEBOSENIN APA MAKIN BIKIN PENASARAN
OKE POKOKNYA JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT TOMORROW BABAYY MUUUAAACCHHH**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Ayu galih wulandari
Semakin keyeeeen seruuuu 😘😘😘😘
2025-01-07
0
Nuryati Yati
bikin penasaran thor
2024-07-29
0
Mamah Kekey
yg sedih mah baca cinta untuk Nagara...cinta operator Barata...
2024-06-15
0