Berliana tidak langsung pulang setelah meeting itu selesai, dia dan Juan melanjutkan makan siang, dan saat ini Arjuna pun terlihat ikut makan siang bersama keduanya.
Sebenarnya, Berliana sedikit keberatan dengan keberadaan pria itu, diantara dia dan Juan saat ini. Apa lagi saat melihat teman, sekaligus asistennya, merasa tidak bebas saat makan. Karena biasanya mereka berdua, akan lebih nikmat makan menggunakan tangan secara langsung, dari pada memakai sendok dan teman temannya. Terlebih lagi menu makan mereka saat ini, sungguh menggoda untuk menggunakan tangan secara langsung, saat menikmatinya.
"Ayo dimakan, ini enak loh. Nanti biar aku saja yang menteraktir kalian." Arjuna kembali menampilkan senyuman manis pada Berliana.
"Tidak usah, biar kam...,' ucapan Berliana terputus.
"Anggap saja ini adalah bentuk terimakasih, karena kamu sudah memilih perusahaan ku sebagai partner." Arjuna memotong ucapan Berliana cepat.
Mau tidak mau, Berliana menganggukkan kepala pelan, saat pria itu kembali menyela ucapannya. Berliana menatap tidak selera pada ayam bakar, yang ada dihadapannya saat ini. Entah kenapa selera makannya tiba tiba saja hilang, padahal tadi saat Juan mengajaknya makan, Berliana sangat bersemangat.
Dengan malas Berliana mencongkel paha ayam menggunakan garpu, dan perlahan lahan memasukan potongan daging ayam kedalam mulutnya. Kedua matanya enggan menatap pria yang ada dihadapannya saat ini, pria yang sedari tadi terus saja menatap dalam penuh misteri. Berliana mengunyah makanan dengan malas, kedua mata hitam beningnya , dia alihkan pada pintu masuk resto.
Alunan lagu hindi 'DIL KO KARAAR AAYA' mengalun indah didalam resto, entah kebetulan atau tidak, saat lagu itu mengalunkan lirik yang sangat menyentuh hati, seorang pria masuk kedalam resto, sembari menggendong seorang balita perempuan, yang sangat imut dan cantik, menurut Berliana.
Saat pria itu mengalihkan pandangan, kedua netra mereka beradu. Serasa dejavu, Berliana menatap kedua manik mata pria itu tanpa berkedip sedikit pun, rasanya dia pernah bertemu dengan manik hazel bening itu, sebelumnya.
Namun Berliana tersenyum kecut, saat pria itu mengalihkan pandangan kearah lain, seakan dia tidak mau Berliana berlama lama menatap manik matanya.
"Berliana!" Panggilnya.
Berliana tersentak, saat Arjuna tiba tiba menyentuh lengannya, wanita cantik itu segera menarik lengan yang disentuh oleh Arjuna. Diam diam, Berliana meraih tissue basah yang ada didalam tas, dan mengelap lengan yang tadi disentuh oleh Arjuna. Berliana hanya tersenyum tipis pada pria yang tengah menatapnya heran, Arjuna tidak tahu kalau Berliana tengah membersihkan bekas sentuhannya tadi.
"Ya!" sahut Berliana.
"Kamu tidak apa apa? soalnya sedari tadi kamu melamun." tanya Arjuna lagi.
Arjuna ingin meraih telapak tangan Berliana kembali, namun dengan cepat Juan meraih tangan Arjuna dan memberikan tissue pada pria itu.
"Maaf pak Juna, itu di bibirnya ada saos." Juan ikut menyela.
Berliana berdehem pelan, dia bersyukur Juan peka dengan ketidaknyamanannya saat ini.
"Maaf, saya mau ketoilet dulu." izin Berliana pada kedua pria itu.
Berliana segera bangkit, dia meraih sling bag nya, lalu bergegas pergi dari hadapan Arjuna dan Juan.
Wanita itu mengedarkan pandangannya kesetiap penjuru resto, namun apa yang dia cari tidak kunjung juga Berliana temukan.
Berlina menoleh kesana kemari seperti orang kebingungan, namun saat kedua matanya menangkap punggung lebar seseorang, yang tidak jauh darinya, perlahan dia mengembang senyuman. Namun saat melihat kedua mata bulat balita, yang ada didalam gendongan pria berambut gondrong itu, langkahnya terhenti.
"Astaga Bell, apa yang mau kamu lakuin sih. Masa iya kamu mau ngejar ngejar suami orang, nope! tanpa kamu jadi pesangon pun, akan banyak laki laki yang antri nanti." gerutu Berliana.
Berliana menggigit gemas sling bag mahalnya, tatapannya tertuju pada pria yang tengah memberikan satu botol susu, pada balita yang ada didalam gendongannya.
"Definisi calon suami dan Papa idaman, sayang kamu udah jadi milik orang. Coba aja kalau kamu duda, bakalan aku kejar sampai kemana pun. Anak satu anak satu deh, aku gak peduli. Bukannya kalo dapet satu gratis satu itu lebih menguntungkan." lanjutnya lagi.
Berliana terkikik sendiri seperti orang gila, bahkan dia tersenyum gemas melihat pria itu menyugar rambut panjangnya kebelakang. Oke, pesona hot daddy sangat menguar dari arah sana, membuat Berliana mulai tidak waras dibuatnya.
"Sini aku kuncitin, gatel banget rasanya." Ucap gemas Berliana sembari berlalu dari tempat itu.
**RADJA DEWANGGA MALIK
SINI BIAR OTHOR YANG KUNCITIN BANG, SEKALIAN HATINYA JUGA OTHOR KUNCIT BIAR GAK LEPAS EEEEAAAAKKKK**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Luluk Listyaningrum
cita citanya dari balita punya suami duda🤣🤣
2024-11-18
0
Nuryati Yati
kalo tau duda psti Berliana ngejar terus
2024-07-29
1
Erna Masliana
hot duda..aku pun tergoda 🤭
2024-07-09
0