Berliana dan Juan melangkahkan kedua kaki mereka lebar, saat memasuki sebuah resto yang dijadikan tempat pertemuan dengan klien mereka.
Waktu pertemuan mereka menjadi molor selama satu jam, karena Berliana harus mengecek alat berat pertambangan yang baru saja sampai di kantor tadi, dan akan di kirimkan ke pertambangan batu bara yang ada di Kalimantan serta Sumatera.
Berliana harus pontang panting sendiri, karena wanita cantik itu memegang dua perusahaan sekaligus, ADAM CORP 2 yang bergerak dibidang pertambangan dan DIAMOND QUEEN yang bergerak di bidang fashion.
DIAMOND QUEEN, dia bangun dengan kerja kerasnya sendiri, Berliana ingin fashion yang selalu diajarkan oleh sang Oma tetap berjalan dan semakin berkembang. Berliana dan DIAMOND QUEEN, menaungi para Desainer Desainer muda dan berbakat, yang ingin mengembangkan kemampuan mereka.
"Astaga kenapa sih ada orang yang bikin sepatu sialan kayak gini, jadi susah jalankan!" gerutunya.
Berliana terus saja menggerutu kesa, karena heels 12centi meter yang dia pakai saat ini, lumayan membuat langkahnya terganggu. Juan yang tengah mengikuti langkah lebar Berlian, hanya menghela napas pelan. Atasannya itu memang mudah sekali tersulut emosi, saat dia merasa kesal. Berliana kesal karena jadwal yang tadinya sudah pro, harus molor karena pihak lain membuatnya morar marit.
"Dengan Ibu Berliana?" tanya seseorang.
Langkah Berliana dan Juan terhenti, kala melihat seorang pelayan resto menghampiri, dan tersenyum ramah pada mereka berdua.
"Ya!" Juan menjawab seadaanya.
"Mari ikut saya, ruang meeting ada diruang VVIP resto ini." pelayan itu membungkukkan sedikit kepala, sebelum dia mengisyaratkan Berliana dan Juan untuk segera mengikuti langkahnya.
"Silahkan," Sang pelayan mempersilahkan Berliana dan Juan, untuk masuk kedalam setelah dia membukakan pintu.
Berliana tersenyum ramah pada pelayan wanita itu, tanpa membuang waktu lagi Berliana segera masuk kedalam, diikuti oleh Juan yang tengah membenarkan letak kaca matanya.
Pria itu terlihat gagah dan manley, dengan kemeja dan jas yang saat ini sedang Juan kenakan. Bahkan sepanjang koridor resto tadi, banyak mata wanita yang terlihat memuja padanya.
"Maaf atas keterlambatan saya." ucap Berliana merasa tidak enak.
Semua orang yang ada disana mendongak, saat mendengar suara pelan dan halus Berliana. Termasuk pria yang tengah sibuk dengan ponsel miliknya, pria itu termangu melihat senyuman ramah Berliana saat menyapa mereka.
"Ah tidak apa apa, silahkan duduk Miss Berliana." ucap salah satu dari mereka seadanya.
Salah satu pria yang ada disana menggeser kursi, yang tidak jauh darinya untuk Berliana duduki. Sementara para rekannya terlihat berdecih, melihat kelakuan pria itu. Padahal sedari tadi dia yang terus saja menggerutu, karena klien yang mereka tunggu tidak juga kunjung datang, dan sekarang pria itu bersikap seolah dia baik baik saja.
"Terimakasih, saya akan duduk dekat asisten saya saja, permisi." Tolaknya halus.
Penolakan Berliana membuat pria itu hanya bisa tersenyum kecut, sementara rekan rekannya menahan tawa saat si player itu terang terangan ditolak oleh wanita. Karena biasanya dia yang menolak wanita.
"Semuanya, perkenalkan ini Ib...,"
"Panggil Berliana saja, jangan pakai Ibu!" Berliana membenarkan.
Berliana menyela ucapan pria, yang menjadi pembicara di meeting mereka kali ini. Dengan senyuman ramah serta sopannya, Berliana kembali menginstruksikan pria itu untuk kembali melanjutkan.
"Perkenalkan ini Berliana, perusahan anda semua akan bekerjasama dengan ADAM CORP 2 dan Berliana sebagai Genderal Manager di perusahaan itu, akan memilih perusahaan mana yang akan bekerja sama dengan perusahaannya, silahkan." Izin sang moderator.
Setelah pria itu selesai berbicara, Berliana segera bangkit dari kursinya. Dia terlihat melirik pada Juan yang tengah sibuk mengotak atik laptop.
"Terimakasih, Juan." Berlian meraih laptop dari Juan, saat pria itu selesai mempersiapkan semuanya.
"Sama sama, Bu Boss!" Juan kembali duduk dengan gagah.
Sementara Berliana mulai berbicara membahas agenda meeting mereka hari ini, Berliana mengabsen satu persatu, perusahaan yang mengajukan kerja sama dengan perusahaan keluarganya.
Hingga data nama perusahan MALIK GROUP dan KILANG ENERGI, berada didalam genggamannya saat ini. Berliana membaca dengan teliti profil kedua perusahaan itu tanpa terlewat sedikit pun.
"Baiklah, saya sudah menemukan dua perusahaan yang akan bekerja sama dengan ADAM CORP 2, karena perusahaan ini memang sejalan dengan kami. Selamat untuk MALIK GROUP dan KILANG ERNERGI, perusahaan kalian yang akan bekerja sama dengan perusahaan kami." ucap Berliana.
Berliana mengakhiri pembicaraan, dia menutup laptop yang sedari tadi ada dihadapannya. Kedua perwakilan perusahaan itu tersenyum penuh kemenangan, sedangkan perwakilan yang perusahaan lain hanya bisa mengumpat dalam hati.
"Terimakasih Miss Berliana, selamat bekerja sama." seorang pria menghampiri Berliana dan mengulurkan tangan pada wanita itu.
"Selamat bekerja sama, Tuan...," Ucapan Berliana terhenti
"Arjuna Pradipta Malik, panggil saja, Juna." jawabnya cepat.
Pria itu menampilkan senyuman manis pada Berliana, sementara Berliana yang tadi hanya mengangkat sebelah alisnya, terlihat mengembangkan senyuman ramah, sembari menyambut uluran tangan Arjuna.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Ayu galih wulandari
Aqu sdh bolak balik baca semua karyamu kak aithor dr generasi yg pertama sampai anak cucu ,civit cm yg TIGER sepertinya tergantung blm selesai ya
2025-01-07
0
Borahe 🍉🧡
Aku dah baca duluan cerita bapak penghulu
2024-11-15
1
Itis Rahmani Itis
perfec👍😍
2023-10-27
0