"Lihat! pria pembawa petaka yang kalian jodohkan dengan putriku yang malang sudah kembali. Bagaimana? apa kau senang karena Disha sudah pergi dari hidupmu hm?" ucap sinis seorang wanita.
Wanita paruh baya yang masih memakai saree putih, menandakan kalau dia tengah berduka, menatap nyalang pada menantunya. Bahkan sangat terlihat sangat jelas, kalau ada kebencian didalam kedua matanya saat ini.
Bahkan, wanita itu mengguncang kemeja hitam, sang pria yang tengah menundukkan wajahnya dalam. Dia membiarkan wanita itu, melampiaskan semua amarah padanya, walaupun dia tidak tahu apa kesalahannya saat ini.
"Kau lihat Radja, Disha ku sudah pergi. Dia meninggalkan kami, dan itu semua gara gara kau yang tidak becus menjaganya! kau benar benar pembawa petaka!" jeritnya lagi.
Wanita itu mendorong tubuh pria yang bernama Radja dengan kasar, hingga tubuh nya yang tidak siap pun tersungkur di lantai.
"Radja! kau keterlaluan Lasmi! putraku tidak bersalah disini, dia tidak bersalah. Disha yang mengakhiri hidupnya sendiri Lasmi! bukan karena putraku!" ucap tegas Wanita yang tengah membangunkan Radja, dia sangat tidak terima dengan perlakuan besannya pada sang putra.
Dia juga kecewa dengan anggota keluarga suaminya yang terlihat cuek, terkesan tidak peduli dengan Radja saat ini. Apa lagi keluarga saudara tiri suaminya itu, mereka terlihat menikmati adegan demi adegan yang ada dihadapan mereka, tanpa ingin menjadi penengah.
"Soraya Soraya, apa kau buta huh! semenjak Disha menikah dengan putra mu ini! putriku jarang sekali menghubungi kami, jangan kan bertemu, menelpon saja dia jarang. Jadi apa aku salah kalau keluarga kami meminta pertanggung jawaban put..,"
"Pertanggung jawaban bagaimana maksudmu! bukannya kalian yang sudah menukar Disha dengan saham perusahaan huh! lalu kalian memaksa putraku untuk menikahi anak kalian, tanpa persetujuan darinya. Bahkan putraku tidak bisa membantah apa yang diinginkan oleh kalian, dan sekarang saat putri kalian membuat masalah sendiri, kalian minta pertanggung jawaban dari Radja. Ku tanya sekali lagi, pertanggung jawaban yang seperti apa huh?!" Soraya ikut menaikan nada suaranya.
Soraya benar benar sudah muak, dengan keluarga Malhotra yang memang sedari dulu, berhubungan baik dengan keluarga Malik, keluarga suaminya.
"Sudah Bu, aku tidak apa apa. Aku akan ke..., aku ketas Bu, Lora sepertinya menangis!" ujar Radja pelan.
Dengan langkah tertatih Radja berjalan menuju tangga, dia tidak ingin berurusan lebih lagi, dengan keluarga Almarhumah istrinya, yang saat ini dan pasti kedepannya akan terus menerus menyalahkannya.
Suara tangisan bayi yang baru berusia 1tahun, membuat hati Radja teriris. Kenapa Disha, sang istri tega meninggalkan putri mereka, yang sangat masih membutuhkan kasih sayangnya.
"Om Tante, Juna pamit dulu ya, hari ini Juna harus meeting. Perusahaan kakek akan menjalin kerjasama baru dengan DIAMOND QUEEN dan ADAM CORP 2," ujarnya.
Pria yang sedari tadi menjadi penonton adegan demi adegan yang terjadi dihadapan mereka, terlihat kembali memakai jasnya yang sedari tadi dia lepas.
"Hati hati Sayang." Seru wanita yang berusia 40 tahunan lebih yang berada tepat disisi Juna.
Pria itu tersenyum pada sang Ibu yang tadi menepuk pundaknya pelan, sembari menyunggingkan senyuman tipis, dia pergi meninggalkan semua orang yang tengah terdiam setelah kepergian Juna.
"Lihat, karena Arjuna lebih patuh padaku dia akan menjadi orang sukses nantinya. Aku tidak salah karena sudah mempercayakan perusahan keluarga Malik padanya." ucap pria paruh baya, yang tengah menatap bangga pada sang cucu.
Pria paruh baya yang tengah menatap, punggung Arjuna penuh bangga itu, terlihat sangat meninggikan posisi sang cucu, tanpa memikirkan perasaan cucunya yang lain.
Dan itu membuat pria yang ada seberang, menatap tidak suka padanya, apa lagi pada saudara tirinya yang tengah tersenyum bangga pada sang Ayah.
Saudara satu Ayahnya itu, memang selalu mendapatkan hal yang lebih, sedari dulu dari sang Ayah. Disaat dia harus berjuang mati matian membangun sebuah perusahaan, saudara tirinya itu malah mendapatkan posisi tertinggi di perusahaan keluarga Malik dengan mudah.
"Sudah Yah, ayo kita ke kamar Radja saja!" Soraya segera menarik lengan sang suami, kalau dia tidak segera menarik pria itu, sudah dipastikan kalau suaminya dan sang Ayah mertua akan bertengkar seperti sebelumnya.
Untung saja pria itu menurut, dia segera bangkit dan mengikuti langkah sang istri. Tanpa diduga, gadis cantik yang sedari tadi melihat interaksi mereka semua ikut bangkit dan mengikuti langkah kedua orang tuanya.
"Dasar keluarga penjilat!" sarkas sang gadis
"Ambaresa!" teriak salah satu dari mereka.
Suara seruan keras itu, tidak dipedulikan oleh Sang gadis, dia melenggang pergi dengan menutup kedua telinganya menggunakan earphone.
ARJUNA PRADIPTA MALIK
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Mamah Kekey
seperti nya pernah baca tapi lupa..
2024-06-15
0
arynicha vlog
wahhhh....otornya penggemar india ya 🫢🫢
2023-10-28
0
Itis Rahmani Itis
saudara tiri untuk ayah mereka mungkin yg dimaksutkan dn Juna jg Raja cucu .
2023-10-27
0