Kepergian mereka pun dilepas oleh kepala sekolah dan juga guru-guru. Kepala sekolah berpesan pada guru pembimbing yang ikut menemani para siswa untuk menjaga anak-anak itu dengan baik.
Bus pun mulai melaju meninggalkan pelataran sekolah. Lambaian tangan kepala sekolah dan juga guru-guru mengantarkan keberangkatan mereka semua.
Perjalanan mereka akan memakan waktu lebih kurang empat jam. Jadi para anggota OSIS pun membuat permainan untuk menghilangkan rasa jenuh selama di perjalanan.
" Perhatian semuanya, karena perjalanan kita lumayan jauh, bagaimana kita memainkan sebuah game" kata Citra.
" Setuju Kak. Tapi game nya apa Kak?" tanya Diva.
" Gimana kalau Keep the Beat " kata Intan.
" Kek mana permainannya Kak?" tanya teman Diva.
" Nanti Kak Kevin akan putar lagu yang populer, dan kita menyambung lagu itu. Bagi siapa yang tidak bisa menyambung lagunya, akan diberi hukuman. Bagaimana?"
" Setuju"
" Kita mulai dari siapa dulu nih?" tanya Citra.
" Mulai dari belakang aja deh" kata Intan.
" Baiklah, sekarang kita mulai ya. Vin play musik nya?" kata Intan.
Kevin pun memutar lagu dari ponselnya, kemudian di sambungkan ke speaker biar lagunya bisa terdengar sampai ke belakang.
Game pun segera dimulai. Peserta pertama pun berhasil melanjutkan dengan benar lagu yang diputar oleh Kevin tadi. Walaupun suaranya agak gimana gitu. Tapi itu menjadi hiburan untuk para teman-temannya.
Tiga hingga empat peserta berhasil melanjutkan lagu yang diputar sama ketua OSIS itu. Tapi belum ada yang menyanyikan dengan suara yang bagus.
" Axel, aku ngantuk"
" Ya udah tidur sini " kata Axel sambil menepuk bahunya.
Alexa merebahkan kepalanya di bahu saudara kembarnya itu. Semua perhatian Axel ke Alexa tak luput dari pandangan Kevin dan juga beberapa murid lainnya.
" Kalau mau tidur di rumah" kata Diva.
" Tau tuh, dasar cewek manja" kata teman Diva.
Mendengar kata manja membuat kuping Alexa panas. Tapi ia berusaha menahan dirinya supaya tidak terpancing oleh duo siluman ular ungu itu.
" Diva ngeselin banget sih jadi orang" kata Adele.
" Biarkan saja, nanti juga capek sendiri" kata Farel.
" Aku takutnya Eca yang bisa menahan dirinya. Bisa-bisa di cincang si Diva sama si Eca"
" Biarkan saja dia cincang, biar mulutnya nggak lemes lagi"
" Mending kita juga tidur yuk, daripada mendengarkan dogi menggonggong"
" Kamu aja deh, aku mau main game"
Tanpa permisi Farel merebahkan kepalanya di bahu Adele. Wajah Farel sangat dekat dengannya. Hingga ia bisa merasakan hembusan lelaki tampan itu.
Entah kenapa jantung Adele berdegup lebih kencang. saat nafas Farel menyentuh kulitnya. Aroma mint menyeruak masuk kedalam indra penciumannya.
" Rel"
" Hhmm"
" Jangan seperti ini?"
" Kenapa?" tanya Farel sambil mendongakkan kepalanya ke atas. Hingga matanya dan juga mata Adele bertemu.
Deg.
Adele segera memalingkan wajahnya. Pasti sekarang wajahnya memerah. Dan ia tidak ingin Farel melihat wajahnya yang sedang memerah itu.
Farel tersenyum melihat Adele yang tersipu malu. Gadis itu terlihat sangat menggemaskan. Ia kembali memejamkan matanya. Dengan posisi kepalanya masih berada di bahu Adele.
Oh God. Kenapa dengan jantungku? kenapa dia seperti berdisko didalam sana?. Apa aku terkena serangan jantung?.
Adele menoleh kearah Farel. Sepertinya lelaki tampan itu sudah terlelap. Ia mencoba me-noel pipi Farel. Tidak ada pergerakan dari lelaki tampan itu.
" Selamat, akhirnya dia tidur juga"
Adele merasa lega karena Farel sudah terlelap. Ia pun melanjutkan main game di ponselnya. Dengan Farel masih terlelap di bahunya.
...***...
Seperti yang dikatakan tuan mudanya. Doni meminta bawahannya untuk melajukan mobilnya agak jauh dari bus. Karena kehadiran mereka tidak boleh diketahui oleh keempat sekawan itu.
" Kamu ngantuk Sam. Kalau kamu udah ngantuk, biar yang lain yang gantiin" kata Doni pada anak buahnya.
" Belum bos"
" Kalau nanti kamu sudah ngantuk, bilang ya?"
" Ok bos"
Mobil itu terus mengikuti bus yang ada di depan. Mereka tidak boleh ketinggalan jejak, karena kalau sampai ketinggalan jejak, maka mereka akan kena hukum.
Dering ponsel Nando memecah kesunyian di dalam mobil itu. Ia segera mengambil ponselnya yang berada di saku celananya. Ia melihat nama Jihan tertera di layar ponselnya.
" Hallo Nan. Kata Ikbal kamu nggak ke kantor hari ini?"
" Hhhmm"
" Kok kamu nggak kasih kabar sama aku?"
" Maaf Ji"
" Emang kenapa kamu nggak masuk?"
" Ada urusan penting"
" Penting?"
" Hhmm"
" Sekarang kamu lagi dimana?"
" Lagi di jalan"
" Mau kemana?"
" Keluar kota"
" Sama siapa perginya?"
" Sama Bang Doni"
" Aku boleh tau nggak lokasi kotanya dimana?"
" Jangan bilang kalau kamu mau menyusul aku?"
" Kalau iya kenapa?"
" Jangan ngaco, aku lagi ada tugas penting. Bukannya mau liburan"
" Tugas penting apa?"
" Kamu nggak perlu tau. Udah dulu ya, aku mau tidur dulu. Soalnya perjalanan aku masih jauh"
Tanpa menunggu persetujuan dari Jihan, Nando memutuskan sambungan teleponnya. Ia menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Siapa? pacarnya ya?" tanya Doni.
" Teman"
" Teman apa TTM?"
" Teman Bang"
" Padahal Abang berharap tadi itu TTM kamu"
" Abang ada-ada saja"
" Lagian kamu itu ya, kenapa masih betah menjomlo?"
" Karena aku lebih nyaman sendiri Bang"
" Tapi kamu nggak membelok kan?"
Sontak anak buah Doni menutup tubuh mereka dengan kedua tangannya. Mereka takut kalau beneran Nando beneran membelok dan langsung menerkam.
" Ya nggak lha Bang. Masih normal"
" Siapa tau kan karena nyaman sendiri itu membuat kamu jadi belok"
" Sembarangan aja Abang ini kalau ngomong. Aku itu seratus persen masih doyan sama cewek Bang"
" Makanya kamu buruan cari pacar dong?"
" Ini juga lagi mencari Bang. Tapi sampe sekarang belum juga nemu tambatan hatinya"
" Kamu terlalu pilih-pilih sih?"
" Nggak! aku nggak pernah pilih-pilih"
" Ya siapa tau kan karena kamu ganteng, jadi pilih-pilih cewek. Apa kamu cuma mau sama yang cantik-cantik?"
" Kalau ditanya mau yang cantik, nggak munafik ya Bang, aku juga mau. Karena cantik itu juga bisa memperbaiki keturunan aku dan dia nantinya"
" Benar juga sih apa kata kamu"
" Iya, contohnya aja Abang Darren sama Kak Kiran. Kak Nadia dan Bang Romy. Dan yang terakhir Abang sama Kak Serly"
" Iya juga sih. bibit kami jadi cakep-cakep semua"
" Benar. Makanya seperti yang aku bilang tadi. Kalau aku juga suka wanita yang cantik. Tapi yang paling penting akhlaknya baik Bang. Buat apa cantik kalau akhlaknya jelek "
" Betul sekali"
" Nah aku lagi mencari gadis yang seperti itu Bang"
" Jihan, bagaimana dengan Jihan?"
" Aku menganggap dia cuma sebagai teman Bang. Dan lagi Ikbal juga suka sama dia"
" Apa karena Ikbal, kamu tidak menerima Jihan?"
" Nggak"
" Terus?"
" Jantung aku tidak berdegup kencang saat bersama dia"
" Kalau jantung nggak berdegup kencang susah juga sih itu"
" Iya. Makanya sekarang aku lagi mencari wanita yang bisa membuat jantung ini berdegup lebih kencang"
" Abang doakan semoga kamu segera menemukan gadis yang bisa mendebarkan jantung kamu "
" Makasih Bang"
Dalam hati Nando mengamini doa yang di ucapkan Doni. Ia juga ingin segera menemukan tambatan hatinya.
To be continue.
Happy reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
muhammad ibnuarfan
nando jodoh nya sapa dong...kalau Jihan dari awal kurang sreg....
2024-11-12
0
Hana Hana
Si Jian trllu berambisi
2023-03-07
1
Rena Rena
pertemukan sma alisha thor
2023-01-20
0