* Like dulu sebelum baca ya, gomawo🤗🤗*
Adele sangat senang karena mama dan papanya mengizinkan ia pergi hiking. Ia tidak menyangka hanya dengan memakai nama twins, dirinya dengan mudah mendapatkan izin.
" Apa nama Axel sama Alexa keramat ya. Kok mama sama papa gampang banget kasih izinnya?"
Sebenarnya bukan karena nama Axel dan Alexa keramat. Karena Serly yakin kalau Kiran dan Darren tidak akan memberikan izin twins begitu saja. Pasti mereka sudah menyiapkan bodyguard untuk menjaga mereka. Apalagi suaminya juga ikut untuk memantau mereka nanti. Jadi dia tidak begitu khawatir.
" Apa keperluan untuk pergi hiking nya udah dibawa?" tanya Serly pada putrinya.
" Udah mommy. Tapi aku bingung mau bawa apalagi?"
Serly tersenyum mendengar kata putrinya. Ini kali pertamanya sang putri akan pergi tanpa dirinya.
" Bawa barang-barang yang diperlukan saja. Biar nanti kamu nggak keberatan dan juga tidak repot membawa tas kamu nanti"
" Benar juga apa yang mama bilang. Handuk sama keperluan mandinya udah di masukin?"
" Untung mama ingetin peralatan mandinya. Kalau nggak, aku mandi nggak pake sabun" kata Adele sambil berjalan menuju kamar mandi.
" Tendanya bagaimana?" tanya sang papa.
" Dari sekolah Pa. Kami di suruh menyiapkan keperluan saat berada di sana saja. Seperti pakaian, peralatan mandi dan yang lainnya"
" Bawa keperluan secukupnya, biar nanti kamu nggak kesusahan membawanya"
" Iya Pa, tadi mama udah ngingetin aku juga kok"
" Jam berapa berangkatnya?"
" Mungkin siang Pa"
" Selesai membereskan ini, kamu istirahat. Mama sama papa istirahat dulu"
" Ok papa"
Doni dan Serly pun meninggalkan kamar putri mereka. Serly memang capek karena tadi ia ia memang banyak pekerjaan di kantor.
...***...
Nando baru pulang dari kantor saat lampu di ruang tamu sudah mati. Itu pertanda kalau penghuninya sudah tidur. Baru kali ini ia pulang malam. Ia tidak ingin lembur, tapi mau gimana lagi pekerjaannya banyak. Karena merasa haus ia pergi ke dapur.
Sesampainya di dapur, Ia menghidupkan lampu biar bisa melihat dengan jelas. Saat lampu hidup ia kaget melihat keponakannya sedang mengobrak-abrik isi kulkas.
" Astagfirullah, Eca"
" Eh paman, baru pulang ya?"
" Eca ngapain malam-malam gini cari kulkas"
" Bukan cari kulkas paman. Tapi cari isi kulkas"
" Emang cari apa?"
" Buah, lapar soalnya"
" Tadi nggak makan malam"
" Cuma dikit"
" Kenapa dikit, diet lagi?"
" Nggak, tadi lagi banyak pikiran"
Nando tersenyum mendengar jawaban keponakannya itu. Ia tidak menyangka kalau Alexa yang masih remaja itu banyak pikiran.
" Mikirin apaan? masalah berat badan naik lagi?"
" Bukan, mikirin gimana cara minta izin sama mommy, daddy"
" Izin? emang Eca mau kemana?"
" Hiking"
" Hiking? sama siapa?"
" Sama teman-teman dan juga kakak kelas"
" Terus nggak di kasih izin sama mommy dan daddy?"
" Kasih dong"
" Kalau mommy sama daddy udah kasih izin, apa yang mau Eca pikirkan lagi"
" Tadi sebelum mommy kasih izin, Eca bikin drama dulu. Dan hampir saja Eca di kutuk jadi wajan penggorengan sama mommy "
" Kok bisa?"
" Eca bikin mommy sedih, dengan kata-kata Eca"
" Eca bilang apa sama mommy?"
" Mommy jahat"
" Kenapa Eca bilang mommy jahat?"
" Eca udah gede paman. Dan udah bisa jaga diri juga. Tapi mommy bilang kalau mau pergi harus sama bodyguard"
" Mommy itu khawatir sama Eca, makanya dia ingin para bodyguard menemani Eca. Walaupun Eca udah bisa jaga diri, tapi bahaya itu bisa datang kapan saja. Dan untuk mengantisipasi bahaya itu terjadi, makanya mommy ingin para bodyguard menjaga Eca dan juga Axel"
" Eca tau paman. Tapi paman tenang aja, Eca udah minta maaf kok sama mommy. Dan ini pertama dan terakhir kalinya Eca ngomong kek tadi sama mommy"
" Good girl" kata Nando sambil mengacak rambut keponakannya itu.
" Paman! jangan di acak-acak gitu rambut Eca, ntar kusut" kata Alexa sambil mengerucutkan bibirnya.
" Kamu gemesin banget sih kalau bibirnya dimanyunin kek gitu"
" Paman kenapa telat pulang?"
" Banyak kerjaan di kantor. Oh iya, Eca masih lapar nggak?"
" Masih"
" Mau ramyeon nggak?"
" Mau. Emang paman bisa bikinnya?"
" Bisa dong. Kamu tunggu di sana"
Alexa duduk di kursi mini bar yang ada di dapur. Ia ingin melihat apakah pamannya benar-benar bisa membuat ramyeon.
Nando melipat lengan kemejanya hingga siku. Ia akan membuatkan ramyeon untuk dirinya dan juga keponakannya. Ia mengambil bahan pelengkap untuk ramyeon nya nanti.
Setelah bahan pelengkapnya sudah siap. Nando mulai membuat ramyeon yang super enak dan lezat.
Alexa menatap punggung nan tegap itu. Postur tubuh sang paman benar-benar sempurna dimatanya. Sungguh beruntung wanita yang bisa menikah dengan pamannya.
" Apa paman juga sering membuatkan Kak Jihan ramyeon?"
" Tidak. Eca yang pertama yang paman buatkan ramyeon"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Kalau masak masakan lain, pernah dong?"
" Nggak juga. Ini kali pertamanya paman masak untuk cewek"
Ada perasaan senang yang dirasakan Alexa kala mendengar dialah orang yang pertama kali dibuatkan makanan oleh lelaki tampan itu.
" Masa iya paman belum pernah masak untuk Kak Jihan?"
" Benar, lagian kita juga nggak pernah jalan bareng juga"
" Kenapa paman nggak ngajak Kak Jihan ngedate"
" Ngedate?"
" Hhmm"
" Paman itu bukan remaja lagi. Lagian paman nggak punya waktu untuk itu"
" Gimana paman mau menikah kalau kerjaan terus yang ada dalam pikiran paman. Ingat umur paman itu udah mau jalan 30 tahun. Ibarat kata nih ya? paman itu udah Mateng, kek buah mangga tetangga"
" Kamu itu ada-ada aja"
" Paman dibilangin nggak mau. Ntar ditinggal nikah sama Kak Jihan. Nangis di pojokan ntar"
" Bukannya Eca yang suka nangis dipojokkan?"
" Ng-nggak! paman suka ngarang nih?"
" Oh suka ngarang ya. Terus yang kemarin nangis liat Oppa-oppa nya masuk jurang siapa ya?"
" Mana Eca tau. Kucing tetangga kali"
Nando menggelengkan kepalanya. Keponakannya itu paling pinter ngeles.
" Masih lama ya paman?"
" Nggak, ini udah jadi. Tinggal dipindahin ke mangkok. Eca bantu paman ambilkan mangkoknya"
" Siap paman"
Alexa segera mengambil mangkok yang ada di kitchen set. Ia memberikan pada pamannya. Dari jarak dekat ia bisa mencium aroma ramyeon yang dibuat pamannya.
" Hati-hati ilernya masuk"
" Ih paman"
" Benarkan? soalnya paman ilernya udah mau netes"
Sontak Alexa mengusap sudut bibirnya. Dan ia tidak merasakan apa-apa seperti yang dikatakan pamannya.
" Yuk makan, ntar cacing diperut kamu pada demo lagi"
Alexa duduk manis di kursi mini bar. Ia tidak sabar mencicipi ramyeon buatan pamannya. Apa rasanya akan enak seperti yang ia lihat di Drakor favorit nya? atau rasanya akan mengecewakannya.
Dilihat dari tampilannya ramyeon itu terlihat sangat lezat. Tanpa menunggu lama, Alexa segera menyantap ramyeon itu ke dalam mulutnya.
Mata Alexa membulat sempurna kala ramyeon itu masuk kedalam mulutnya. Sungguh, rasa ramyeon itu sangat enak.
" Bagaimana? enak nggak?"
Alexa memberikan dua jempolnya pada sang paman. Karena ramyeon itu memang benar-benar enak.
Nando tersenyum melihat keponakannya memberikan dua jempol padanya. Apakah ramyeon nya seenak itu. Sampai-sampai Alexa tidak bisa berkata untuk hanya sekedar bilang enak atau tidaknya. Ia pun mulai menyantap ramyeon yang ada di mangkoknya.
To be continue.
Jangan lupa kasih like, vote dan hadiah yang banyak ya🤗🤗
Happy Reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
mrs jungkook 💜
kenapa ya aku mau nya alexa sama nando aja, ga sama kevin
2022-06-20
0
mrs jungkook 💜
kenapa ya rasa nya aku mau alexa sama nando aja,, ga mau sma kevin
2022-06-20
1
Yuni Verro
nando gak suka sama alexa kan
2022-06-18
0