Alexa memilih berbagai macam Snack untuk camilan mereka nanti. Dirinya dan Adele memang suka ngemil. Tapi sekarang ia agak mengurangi sedikit memakan Snack. Karena ia harus menjaga berat badannya.
Satu troli pun penuh sama berbagai macam Snack dan juga minuman kaleng. Alexa pun pergi ke kasir untuk membayar semua belanjaannya.
Selesai membayar semua belanjaannya. Alexa bingung mau membawa belanjaannya gimana, soalnya ia bawa motor. Dan belanjaannya dua gede kantong plastik.
" Gimana cara bawa belanjaannya? apa minta Axel yang jemput ya. Yeah suruh dia aja. Gue memang pinter"
Alexa mengambil ponselnya, kemudian ia menghubungi nomor saudara kembarnya itu. Tak butuh waktu lama panggilan pun tersambung.
" Kamu udah nyampe mana?"
" Ucap salam dulu Eca"
" Oh iya lupa. Assalamualaikum adek ku yang tampan"
" Wa'alaikum salam. Kalau ngomongnya manis kek gini pasti ada maunya?"
" Hehehe, kamu memang adek aku yang paling pintar. Tapi lebih pintar aku tentunya"
" Ya.. ya, kamu memang yang paling pintar. Ada apa telpon aku?"
" Adek ku bantu kakak kamu yang cantik ini dong?"
" Bantu apa?"
" Tolong bawa barang belanjaan"
" Aku udah mau nyampe di mansion"
" Putar balik aja. Masa kamu nggak kasihan liat kakak kamu yang cantik ini?"
Terdengar helaan nafas diseberang sana.
" Baiklah, tunggu di sana"
" Ok, di supermarket xx ya"
" Hhhmm"
Panggilan telepon pun berakhir. Alexa menyimpan kembali ponselnya. Ia menunggu Axel di depan supermarket.
...***...
Axel memutar mobilnya. Padahal dia sudah sampai di depan pintu gerbang mansion. Tapi tadi saudara kembarnya minta bantuannya, jadi dia harus putar balik.
" Maaf ya Adele, gara-gara putri tidur itu kamu jadi telat pulang"
" Nggak apa-apa Axel. Lagian kasihan juga Eca kesusahan bawa belanjaannya"
" Makasih pengertiannya"
Alexa tersenyum kala melihat mobil saudara kembarnya sudah memasuki area supermarket. Pasti Axel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tadi.
" Banyak banget belanjaan kamu?"
" Bukan aku, tapi kita"
" Kita. Elo aja kali, gue mah enggak"
" Ya udah. Awas besok kalau kamu ikutan makan Snack sama minum minuman yang aku beli ini"
" Ok! kalau gitu bawa belanjaan kamu sendiri"
" Axel!"
" Apa?!"
" Ayolah adek ku yang tampan. Bantu kakak mu yang cantik ini bawa barang belanjaan ini ke mobil ya" kata Alexa dengan mata puppy eyes nya.
" Ok aku bantu. Tapi ada syaratnya?"
" Kok pake syarat segala sih?!"
" Mau nggak nih?"
" Ya deh mau"
" Gitu dong"
" Cepat katakan apa syaratnya?"
" Bagi aku Snack sama minumannya"
" Ok, sekarang cepat tolong bawakan belanjaannya"
Axel pun memasukkan dua kantong plastik besar itu kedalam bagasi.
" Ada lagi?"
" Nggak cuma itu aja"
" Ya udah, aku balik dulu"
" Ok, makasih bantuannya adik tampan ku"
" Hhmm"
Axel melajukan mobilnya menuju mansion, sedangkan Alexa mengambil motornya yang ia parkir di tempat parkir.
" Alexa"
" Eh Alisha"
" Selesai belanja ya?"
" Iya, kalau kamu mau belanja ya?"
" Nggak"
" Terus?"
" Mau kerja"
" Kamu kerja disini?"
" Iya. Aku kerja paruh waktu di sini"
" Wow hebat banget, masih kecil tapi udah bisa cari duit sendiri"
" Demi bisa sekolah, mau nggak mau aku harus kerja"
" Gue salut sama Lo yang bisa biayai uang sekolah sendiri. Jadi minder nih gue"
" Kenapa harus minder?"
" Karena gue masih minta uang jajan sama orang tua. Sedangkan Lo, udah bisa cari uang sendiri"
" Jangan gitu. Aku malahan iri sama kamu. Kamu masih punya orang tua, sedangkan aku udah nggak punya orang tua lagi"
" Maksudnya?"
" Orang tua aku udah meninggal"
" Maaf, aku nggak tau"
" Nggak apa-apa. Astagfirullah hampir saja lupa"
" Kenapa?"
" Aku harus kerja. Gara-gara keasikan ngobrol jadi lupa. Aku masuk dulu ya"
" Ok, selamat bekerja"
" Makasih"
Alisha segera masuk kedalam supermarket. Alexa melajukan motornya meninggalkan supermarket. Saudara kembarnya itu mungkin sudah sampai di mansion.
...***...
Adele kesal karena Axel hanya mengantarkannya sampai di mansion-nya. Padahal kalau ia pulang dengan Alexa pasti diantarkan sampai ke depan rumahnya.
" Kenapa belum turun?"
" Rumah gue bukan disini"
" Ya elah, tinggal jalan doang nyampe"
" Nggak mau! lagian lo itu ya, ngantar kok setengah-setengah. Harusnya lo itu nganterin penumpang sampe ke alamatnya"
" Ya kan gue bukan driver taksi "
" Sama aja. Buruan antarin gue sampe rumah"
" Ck, ribet banget sih nih bocah?"
Axel pun masuk kembali kedalam mobilnya. Walaupun kesal, ia tetap nganterin Adele sampai depan rumahnya.
Adele tersenyum puas. Akhirnya ia bisa juga mengerjai cowok kulkas itu. Siapa suruh nganterin nya setengah jalan.
" Udah sampe di depan rumahnya nih nona?"
" Oh iya, kok nggak berasa ya"
" Buruan turun!"
" Ya elah, nih juga mau turun "
Brak..
" Astagfirullah"
Adele membanting pintu mobil Axel. Setelah itu dia kabur masuk kedalam rumahnya.
" Adele!"
Adele tertawa terbahak mendengar teriakkan Axel. Ia tau lelaki tampan itu pasti sangat marah, karena pintu mobil kesayangan ia banting dengan keras.
Axel segera melajukan mobilnya menuju mansion. Ia lupa kalau sifat Adele hampir mirip dengan saudara kembarnya, sama-sama menyebalkan.
" Siang Den Axel" sapa Doni.
" Anak om ngeselin"
" Eh"
" Dia banting pintu mobil aku tadi. Untung nggak lecet"
Doni tersenyum mendengar aduan tuan muda kecil itu. Putrinya memang seperti itu kalau lagi kesal. Ia yakin, kalau Axel yang membuat putrinya kesal duluan.
" Kok Om malah senyum?"
" Pasti Den Axel membuat Adele kesal duluan, makanya Adele kek gitu"
" Aku nggak ada buat kesal dia"
" Yakin?"
Axel mengingat kejadian berapa menit yang lalu. Ia tersenyum kala teringat bagaimana Adele tidak mau turun dari mobilnya, karena ia nganterin cuma sampai mansion.
" Aku masuk dulu Om"
Axel memilih melarikan diri, daripada nanti ia diketawain sama bodyguard Daddy-nya. Mending ia cari aman dengan cara kabur secepatnya dari sana.
" Tampannya mommy sudah pulang"
" Mommy nggak kerja?"
" Kerja "
" Tumben cepat pulang, biasanya sore baru pulang"
" Mommy tadi cuma meeting sama klien. Setelah selesai mommy langsung pulang. Axel nggak bareng sama Eca pulangnya?"
" Emang Eca belum pulang?"
" Bocah ini, mommy tanya dia malah balik nanya "
" Bareng, mungkin dia nyangkut di pohon mangga tetangga kali Mom"
Pletak..
Aawwww..
" Dasar adik durhakim kamu. Emang kamu pikir aku layangan pake nyangkut segala" kata Alexa yang baru saja datang.
" Eca kebiasaan nih mukul kepala aku?"
" Makanya lain kali ngomongnya yang bener"
" Itu juga udah bener kali"
" Bener apaan. Lagian nih ya, mana ada cewek cantik, pintar dan juga rajin menabung ini nyangkut di pohon mangga"
" Terus nyangkut dimana coba?"
" Di pohon duit"
" Ini nih salah satu korban Drakor, pohon mangga di sangka pohon duit"
" Heh! buah mangga itu kalau dijual bisa menghasilkan duit!"
" Ya kan harus dijual dulu tuh buah, baru bisa dapet duit"
" Stop! mommy pusing mendengarkan perdebatan kalian. Sekarang Axel sama Eca ganti baju sana!"
Alexa dan Axel segera pergi ke kamar mereka. Karena kalau mereka masih melanjutkan perdebatannya, bisa-bisa mommy-nya kultum sampe lima jam. Mending mereka berdua cari aman.
To be continue.
Happy reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
Sri Juliani
katanya tanda kasi sayang..
2023-02-03
0
Dewi Kijang
lanjut
2022-06-18
0
Yuni Verro
kacau twins
2022-06-18
0