" Mereka kemana sih? mana udah mau bel lagi?" kata Axel.
" Kamu yakin mereka udah berangkat duluan?" tanya Farel.
" Yakin. Gue sendiri yang suruh mereka ke sekolah duluan"
" Terus mereka nyangkut dimana?"
" Mana gue tau"
Akhirnya yang ditunggu datang juga. Axel segera menghampiri saudara kembarnya itu. Bukan apa-apa, ia sangat khawatir saudaranya itu.
" Kamu kemana aja?"
" Tadi ada sedikit masalah di jalan"
" Masalah apa?"
" Tadi ada nenek yang di ganggu sama preman"
" Apa kamu terluka?" tanya Axel sambil mengecek tubuh saudara kembarnya.
" Nggak, cuma premannya yang babak belur "
" Iya, kita menghajar mereka habis-habisan " kata Adele.
" Kalian senang-senang nggak ngajak kita berdua" kata Farel.
" Kapan-kapan kita ajak Lo berdua" kata Adele.
" Yuk kelapangan, ntar lagi bel bunyi" kata Axel.
" Ok"
Empat sekawan itu berjalan menuju lapangan. Karena mereka akan mengikuti acara MOS. Dan ini hari kedua mereka mengikuti MOS di SMA Tunas Bangsa.
Semua siswa siswi kelas satu sudah berada di lapangan. Termasuk empat sekawan. Mereka sudah memakai atribut mereka masing-masing.
" Selamat pagi semuanya"
" Pagi Kak"
" Apa ada yang tidak memakai atribut yang saya suruh kemarin?"
Para siswa siswi itu melihat atribut yang mereka pakai. Mereka mengecek apakah ada yang kurang dari atribut mereka.
" Kami akan mengecek satu persatu. Siapa yang tidak memakai atribut lengkap akan kami hukum" kata Kevin.
Kevin dan ketiga temannya berpencar. Mereka melihat siapa saja yang tidak memakai atribut lengkap mereka suruh ke depan.
Alexa masih asik mengunyah permen karet yang ada di mulutnya. Sesekali ia membuat bubble dengan permen karet itu.
Kevin tersenyum melihat bubble yang dibuat Alexa lumer mengenai bibirnya. Terlihat sangat menggemaskan. Gadis cantik itu berbeda dengan gadis lain.
Siswa siswi yang tidak memakai atribut lengkap sudah berdiri di depan. Salah satu siswi yang atributnya tidak lengkap adalah Diva.
" Kamu kenapa tidak membuat dasi?" tanya Kevin pada Diva.
" Bau Kak. Nanti baju aku ikutan bau juga"
" Sorak-in guys!" kata Alexa.
Para siswa itu pun menyoraki Diva. Suara yang paling keras diantara mereka, tentu saja suara empat sekawan itu.
Diva mengepalkan tangannya. Ia sangat marah karena Alexa memprovokasi teman-temannya yang lain untuk menyorakinya.
" Sudah-sudah. Sekarang bagi adik-adik yang tidak memakai atribut lengkap, silakan lari tiga keliling lapangan" kata Kevin.
" Banyak banget Kak. Dua aja ya Kak"
" Disini bukan pasar. Jadi tidak bisa tawar menawar"
Siswi yang tidak memakai atribut lengkap itu mulai lari mengelilingi lapangan. Sedangkan adik-adik yang memakai atribut lengkap, ikut dengan citra dan Intan ke kelas.
Mereka dibagi menjadi dua grup. Tapi sekarang dicampur, cowok dan cewek. Intan dan Citra pun mulai membagi grup A dad juga grup B.
" Grup A ikut saya " kata Intan.
" Dan yang grup B ikut sama saya ya" kata Citra.
Para junior itu mengikuti ketua grup mereka masing-masing. Adele bersyukur karena ia tetap satu grup dengan ketiga sahabatnya. Jadi ia bisa duduk berdua dengan Alexa.
" Adik-adik silakan pilih tempat duduknya masing-masing"
Alexa sebangku dengan Adele. Sedangkan Axel sebangku dengan Farel. Mereka mengambil tempat duduk yang paling belakang. Karena kalau di depan, mereka akan menjadi pusat perhatian.
" Baiklah adik-adik semua, hari ini kita akan memainkan game"
" Game apa Kak"
" Kita main tebak-tebak judul lagu nasional ya. Dan kalian, akan kakak bagi menjadi beberapa regu. Bagi regu yang tidak bisa menebak judul lagunya. Maka anggota regu itu harus maju ke depan untuk mendapatkan hukuman. Kalian mengerti"
" Mengerti Kak"
" Baiklah, saya akan membagi kalian menjadi beberapa regu. Biar gampang dan juga cepat, semua yang ada di barisan pertama, anggota regunya barisan kelompok dua. Dan barisan ke tiga, anggotanya barisan ke empat"
" Masing-masing regu jumlah anggotanya empat ya Kak"
" Betul. Sekarang barisan satu dan tiga, putar kursi kalian ke belakang"
Alexa dan Adele memutar kursi mereka ke belakang. Jadi sekarang mereka sudah duduk berhadap-hadapan.
" Sekarang kita mulai permainannya"
" Siap Kak"
" Dengarkan lagu berikut ini?"
Citra memutar musik yang ada di ponselnya. Sebelum itu ponselnya di sambungkan dulu ke speaker aktif yang ada di sana. Itu dilakukan supaya mereka semuanya bisa mendengar lagunya.
Para junior itu memasang telinga mereka baik-baik. Begitu juga dengan empat sekawan itu. Mereka juga tidak mau kalah dari teman-teman yang lain.
" Kalau kalian tau lagunya bilang ' tet' "
" Tet "
" Ya, regu empat silakan jawabannya "
" Bagimu negeri Kak"
" Betul, regu empat dapat poin sepuluh. Next lagu berikutnya"
" Tet"
" Silakan regu enam"
" Dari Sabang sampai Merauke"
" Betul. Sepuluh poin untuk regu enam"
Game itu terus berlanjut. Hingga keluarlah tiga pemenang. Regu Alexa mendapatkan juara pertama, juara kedua diraih oleh regu empat dan juara ke tiga diraih oleh regu pertama.
Bagi regu yang tidak dapat juara di hukum. Mereka di suruh menyanyi ke depan. Masing-masing regu menyanyikan salah satu lagu nasional.
...***...
Alisha dan neneknya sampai di kontrakan. Ia membersihkan luka-luka kecil yang ada di lutut dan juga siku sang nenek. Andai saja dia tidak terlambat datang, mungkin neneknya tidak akan mengalami hal seperti ini.
" Maafkan aku ya Nek, gara-gara aku nenek jadi seperti ini?"
" Nenek tidak apa-apa. Lagian Sha telat karena mengantarkan pesanan kue. Jadi jangan dipikirkan lagi ya?"
Andai kedua orang tuanya masih hidup, mungkin ia tidak akan hidup seperti ini. Untung ada nenek Maryam yang menjaganya. Kalau tidak mungkin hidupnya sudah luntang-lantung di jalanan.
" Sekarang Sha berangkat ke sekolah ya. Nanti terlambat"
" Nggak apa-apa Nek, lagian aku baru masuk sekolah. Jadi belum belajar"
" Tidak baik memberikan kesan buruk dihari pertama sekolah"
" Tapi aku mau menjaga nenek"
" Nenek tidak apa-apa. Lagipula nenek cuma luka kecil"
" Beneran nenek nggak apa-apa aku tinggal sendiri di rumah?"
" Nggak apa-apa. Nenek tidak sendirian, kan banyak tetangga juga "
" Baiklah, aku berangkat dulu ya Nek"
" Iya. Hati-hati dijalan"
" Siap Nek"
Alisha bersalaman dan mencium punggung tangan sang nenek. Setelah berpamitan ia berangkat ke sekolah. Tapi sebelum pergi, ia meminta tolong ibuk yang ada di kontrakan sebelah untuk menjaga neneknya.
Supaya cepat sampai di sekolah, Alisha memilih naik ojek. Kalau sama bus ia harus jalan ke halte dulu. Dan itu memakan waktu yang lumayan lama. Karena jarak kontrakan ke halte lumayan jauh.
Tidak butuh waktu lama untuk Alisha mendapatkan ojek. Karena di seberang kontrakannya ada pangkalan ojek.
" SMA Harapan ya Bang"
" Siap Neng. Sebelum kita berangkat, pake helm nya dulu "
" Siap Bang"
Setelah Alisha memakai helm. Abang ojek itu langsung melajukan motornya menuju SMA Harapan. Sekolah tempat Alisha menimbah ilmu.
To be continue.
Happy reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
Icka Shinbie Poespittasarrie
semoga alisha sering ketemu orang baik....alexa&axcel.....
jadi bisa ada uang tambahan,buat ngurus neneknya,,,aamiin🥰
2022-07-10
2
Yuni Verro
Smngt alisha
2022-06-17
1
Wanda Everdine Kambey
Semoga Alisha dibantu Akeca n Axel dkk
2022-06-14
1