Farel baru selesai membuat tas dari kantong plastik, dan topi dari kertas karton. Tinggal membuat dasi dari Pete yang belum ia buat.
" Ma"
" Iya sayang"
" Ada Pete nggak?"
" Nggak. Emang untuk apa?"
" Buat bikin dasi. Soalnya besok pagi mau pake atribut"
" Kenapa nggak bilang dari tadi siang? kalau sekarang mau cari dimana Pete nya?"
" Aku lupa Ma"
" Coba kamu tanya Axel, dia udah buat dasi atau belum?"
Farel mengambil ponselnya. Ia mencari kontak sahabatnya itu. Cukup lama ia menunggu panggilan teleponnya tersambung.
" Lama banget sih jawabnya?"
" Kalau nelpon itu ucap salam dulu kek"
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam. Ini baru bener. Ada apa Lo telpon gue malam-malam gini?"
" Baru jam sembilan. Gue cuma mau nanya, Lo udah bikin dasi untuk atribut besok?"
" Baru aja selesai. Lo gimana?"
" Belum. Gue nggak ada Pete. Lo ada stok banyak nggak? kalau ada bagi gue satu dong?"
" Gue juga Eca tadi yang beliin"
" Ada lebihnya nggak?"
" Gue tanyakan dulu ya"
" Hhmm"
Hening.
" Hallo Rel, Lo masih di sana"
" Masih. Gimana? masih ada stok nggak?"
" Nggak ada, Eca belinya tadi cuma dua. Tapi tenang, Adele udah beliin buat Lo. Mungkin dia juga udah buatkan dasinya"
" Alhamdulillah, berarti besok gue terbebas dari hukuman"
" Lo harus berterima kasih sama Adele. Berkat dia Lo bisa terbebas dari hukuman"
" Iya tau. Ya udah gue tutup dulu telponnya. Bye"
Panggilan telepon pun berakhir. Farel menyimpan ponselnya. Ia segera membuang sampah kertas karton. Setelah itu ia merapikan meja belajarnya. Setelah itu dia tidur, karena besok ia harus bangun pagi.
...***...
Suasana di meja makan di mansion Kiran sangat rame. Karena kedatangan kedua orang tuanya. Dan yang paling membahagiakan, Twins tidak berdebat pagi ini.
" Apa Eca baik-baik saja?" tanya Kiran pada putrinya.
" Eca baik-baik aja Mom. Kenapa?"
" Ah tidak. Hanya saja mommy merasa, pagi ini suasana agak tenang dari biasanya"
" Emang hari-hari biasanya nggak tenang ya Mom?"
" Hhmm"
" Itu pasti karena Axel, iya kan Mom?"
" Enak aja. Yang biang keributan itu kamu"
" Kamu"
" Kamu!"
Kiran menghela nafasnya. Baru saja ia bilang suasana pagi tenang. Eh kedua anaknya udah mulai kek Tom and Jerry lagi.
" Apa mereka setiap pagi seperti ini?" tanya Anggun.
" Iya Mom. Dan yang anehnya mereka meributkan hal-hal yang sepele"
" Yang sabar. Karena saat-saat seperti ini yang akan kalian berdua rindukan nanti, saat mereka sudah punya keluarga masing-masing"
" Iya Mom. Tapi sakit juga kuping mendengar suara gaduh mereka. Perasaan adek sama Abang Ken nggak kek mereka"
" Tentu saja berbeda. Kalian berdua lahir dengan jarak yang cukup jauh. Sedangkan Twins A lahir hampir bersamaan. Hanya beda menit saja"
" Iya sayang. Daddy malah merasa senang melihat suasana ramai seperti ini. Di rumah kadang kami merasa kesepian, karena nggak ada kalian. Apa kita bikin adek untuk Kiran sama Kenzo ya Mom?" kata Vandy.
Aawww..
Vandy mengadu kesakitan. Karena cubitan sang istri lumayan terasa sakit.
" Sakit sayang"
" Makanya jangan ngomong sembarangan. Ingat umur "
" Umur boleh tua sayang. Tapi tenaga nggak kalah sama anak muda"
" Sudah cepat habiskan sarapannya" kata Anggun pada suaminya. Ia tidak ingin suaminya berbicara yang tidak-tidak lagi. Sedangkan di sana masih ada cucu mereka.
" Iya sayang"
Kiran tersenyum melihat kemesraan mommy dan Daddy-nya. Walaupun mereka sudah menikah berpuluh tahun, tapi hubungan mereka tetap harmonis. Ia berdoa semoga pernikahannya dengan suaminya sama seperti mommy dan Daddy-nya.
" Eca sudah selesai"
" Axel juga"
Twins pun berpamitan pada kedua orang tua, Oma, Opa dan juga pamannya. Kedua anak itu menyalami secara bergantian.
" Eca berangkat dulu ya Mom, Dad. Semuanya"
" Axel juga "
" Hati-hati di jalan. Jangan ngebut-ngebut"
" Siap Mommy"
Setelah berpamitan Twins pun segera pergi menuju mobil dan juga mereka yang sudah terparkir di depan mansion.
" Aku nggak telat kan?" tanya Adele dengan nafas yang ngos-ngosan.
" Dikit lagi hampir telat" jawab Alexa sambil melihat jam tangannya.
" Kamu bareng sama aku atau Eca?" tanya Axel.
" Aku bareng Eca aja deh"
" Ya udah, aku jemput Farel dulu. Kalian berdua duluan aja ke sekolah"
" Siapa juga yang mau nunggu kamu" kata Alexa.
" Yuk berangkat, ntar kita telat" kata Adele sambil menarik tangan Alexa menjauh dari Axel. Karena kalau tidak di tarik, mereka akan melanjutkan perdebatan mereka sampai siang.
Axel melajukan mobilnya keluar dari mansion. Diikuti sama Alexa di belakang. Sampai di depan gerbang mereka pun berpisah. Karena Axel mau menjemput Farel ke rumahnya. Sedangkan Alexa terus melajukan mobilnya menuju sekolah.
" Lo kenapa sih suka ribut terus sama Axel?"
" Itu bentuk rasa sayang gue sama dia"
" Masa nunjukin rasa sayangnya dengan ribut terus?"
" Karena seperti itulah yang membuat kami Deket. Dan lagi setiap orang itu beda-beda dalam menunjukkan rasa sayangnya"
" Iya juga sih. Tapi cara kalian berdua sungguh unik"
" Hhmm"
Walaupun Alexa dan Axel sering ribut. Tapi mereka memang menyayangi satu sama lain. Dan hanya mereka berdualah yang bisa merasakan kasih sayang diantara mereka. Axel sangat melindunginya, begitu juga dengan Alexa. Ia akan melakukan apapun demi saudara kembarnya itu. Sekalipun harus mengorbankan nyawanya.
Saat Alexa melewati jalan yang agak sepi. Ia melihat seorang nenek dan juga anak gadis di ganggu beberapa orang preman.
" Kok berhenti? motornya mogok ya?" tanya Adele.
" Bukan, liat ke depan"
" Astaga. Kasian banget nenek itu. Buruan Eca, kita tolong nenek sama gadis itu"
" Ini juga mau bantu Adele"
Bugh..
" Sialan! siapa yang nendang bokong gue?!"
" Saya"
Orang itu pun menoleh kearah suara.
" Wah, ternyata dua gadis cantik. Apa kalian kesini mau ikut bersenang-senang sama Om"
" Dasar lelaki tua. Sudah tua masih saja mencari daur muda. Tidak tau diri!"
" Ternyata mulut kamu pedas juga gadis kecil. Tapi nggak masalah, Om suka gadis yang seperti kamu ini"
Aawwww...
Tangan lelaki itu langsung dipelintir sama Alexa.
" Jangan pernah sentuh tubuh saya dengan tangan yang menjijikkan ini"
" Hei! kalian kenapa diam saja, cepat hajar gadis itu!"
Bugh.
Anak buah preman itu tersungkur karena tersandung kaki Adele.
" UPS sorry, sengaja" kata Adele.
" Dasar bocah kurang ajar"
Para bos dan preman itu tambah emosi. Bisa-bisanya mereka dikerjai sama gadis kecil. Mereka pun menyerang Alexa dan Adele. Sedangkan anak gadis yang tadi membantu neneknya duduk. Ia melihat bagaimana dua gadis cantik itu menyerang para preman tadi.
Bos dan preman itu terkapar di tanah. Ternyata badan mereka saja yang besar. Tapi tenaga dan kekuatan mereka tidak ada apa-apanya bagi kedua gadis cantik itu.
" Payah, masa sama anak kecil aja kalah" kata Alexa.
" Badan ada yang gede, tapi kekuatan nol besar" kata Adele.
Alexa menghampiri nenek dan anak gadis yang seumuran dengannya. " Nenek nggak apa-apa?"
" Tidak apa-apa. Terima kasih sudah menolong kami"
" Sama-sama. Tapi sebaiknya kamu sama nenek kamu segera pergi. Karena takutnya preman itu memanggil anggotanya yang lain"
" Baik. Sekali lagi terima kasih. Oh iya saya nama kalian berdua siapa?"
" Saya Alexa "
" Saya Adele. Kalau kamu?"
" Saya Alisha. Apa kalian sekolah di SMA Tunas Bangsa"
" Iya. Kalau kamu?"
" Saya di SMA Harapan "
" Baiklah Elisha, kita pergi dulu ya. Lain kali jangan jalan di sini lagi"
" Iya Alexa. Terima kasih, dan hati-hati di jalan"
" Hhmm"
Alexa melajukan motornya. Ia melanjutkan perjalanannya menuju sekolah. Karena sebentar lagi bel akan berbunyi.
To be continue.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya reader terzayang 🤗🤗
Happy reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
Yuni Verro
uhuk twins udh nolongin satu cewek
2022-06-17
2
ko_okies an an
namanya alisha atau elisha sih thour
2022-06-16
1
Akhi Jemmy
manggil mommy sama Daddy sama om panggil paman,harusnya uncle Thor biar sepadan
2022-06-14
2