Selesai makan malam, Kiran dan keluarganya berkumpul di ruang keluarga. Ya itu hal rutin yang mereka lakukan setiap hari setelah selesai makan malam ataupun saat waktu bersantai.
" Bagaimana hari pertama kalian di sekolah?" tanya Darren pada kedua anaknya.
" Biasa aja, nggak ada yang menarik" jawab Alexa.
Darren tersenyum mendengar ucapan putrinya itu. Bagi Alexa tidak ada yang menarik selain film Drakor nya. Ya iya tau betul bagaimana putrinya sangat mengidolakan Oppa-oppa asal negeri ginseng itu.
" Daddy, tadi Axel bilang dia mau liburan" kata Alexa.
Axel kaget mendengar ucapan saudara kembarnya itu. Ia tidak menyangka kalau dia akan dijadikan kambing hitam oleh saudaranya itu.
" Liburan?" tanya Darren.
" Iya Daddy. Bahkan Dia merengek minta aku bilangin sama daddy"
Kiran geleng kepala saat mendengar ucapan putrinya itu. Ia yakin kalau Axel tidak pernah merengek minta liburan. Karena ia hafal betul sifat kedua anaknya itu.
" Axel yang merengek atau Eca nih?" kata Nando.
" Axel lha. Aku mana pernah merengek" jawab Alexa.
" Perasaan kamu selalu merengek jika minta sesuatu sama daddy ataupun mommy" kata Axel.
" Aku nggak pernah kek gitu ya"
" Buktinya tadi sore kamu merengek di depan kamar aku"
" Jangan ngaco"
" Aku punya buktinya, kalau tadi sore kamu lha yang merengek di depan kamar aku"
Alexa terdiam. Ia lupa kalau di mansion ada CCTV nya. Ia melirik ke arah Nando, meminta pamannya itu untuk membelanya.
" Jangan cari sekutu. Karena tidak akan ada yang bantu kamu"
" Daddy, Axel selalu saja menindas Eca. Padahal Eca kan kakaknya" rengek Alexa.
" Coba liat, kalau udah salah selalu saja minta pembelaan. Entah itu sama Daddy ataupun paman" kata Axel.
" Tuh Dad, dia selalu mem-bully Eca" kata Alexa dengan wajah sedih.
" Jadi siapa sebenarnya yang pengin liburan? Eca atau Axel" tanya Darren.
" Eca" jawab Alexa.
" Emang Eca mau liburan kemana?"
" Ke Korea boleh nggak?"
" Korea?"
" Hhmm"
" Kalau bulan ini mungkin tidak bisa. Soalnya Daddy banyak kerjaan. Dan lagi Eca juga masih sekolah dan juga latihan kan?"
" Yeah? jadi kapan dong bisa liburannya?"
" Kalau Eca udah libur sekolah"
" Masih lama Dad. Gimana kalau weekend besok?"
" Maksud kamu kita cuma semalam di Korea gitu?" tanya Axel.
" Hhmm"
" Kamu pikir Korea itu Deket? lagian kasian pilotnya "
" Terus gimana dong? aku mau liburan"
" Liburan yang Deket aja dulu. Seperti ke mall, Zoo, atau ke bioskop"
" Nggak mau. Aku maunya ke Korea"
" Ya udah, pergi aja sendiri!"
Hiks..hiks..
" Oppa!" teriak Alexa.
" Ya"
Semua orang yang ada di ruang keluarga itu kaget. Mereka melihat kearah suara yang sangat familiar di telinga mereka semua.
" Kalian kenapa kaget gitu?" tanya Vandy yang datang entah darimana.
" Daddy sama mommy kapan di kesini?" tanya Kiran.
" Baru nyampe. Dan langsung mendengar cucu kesayangan Daddy teriak manggil Opa" kata Vandy.
Alexa hanya tersenyum mendengar ucapan opanya. Begitu juga dengan Nando. Ia teringat akan kejadian tadi sore saat Alexa menangis di pojokan karena ' Oppa'
Vandy dan istrinya duduk di samping cucu mereka. Kiran menyalami kedua orang tuanya. Diikuti sama Darren, Twins dan Nando.
" Sudah malam Eca kenapa teriak-teriak?" tanya Vandy pada cucu perempuannya.
" Karena Axel, Opa "
" Emang aku ngapain?"
" Kamu mem-bully kakak kamu yang cantik ini" kata Alexa dengan mimik wajah yang sedih.
" Mulai lagi dramanya" kata Axel.
" Tenang, sekarang Opa ada di sini. Jadi Axel tidak akan bisa mem-bully cucu opa yang cantik ini lagi"
" Opa memang yang terbaik. Apa Oma sama opa akan menginap di sini?"
" Tentu saja Oma sama Opa nginap di sini "
" Asik. Ntar kita nonton Drakor bareng ya Oma"
Vandy menggelengkan kepalanya. Ternyata cucunya itu juga hobi nonton Drakor. Kalau sudah begini ia pasti akan tidur ditemani sama guling lagi.
" Yang sabar ya Dad" kata Darren pada mertuanya.
" Putri kamu tuh. Masa iya Daddy harus tidur sama guling lagi"
"Lagi?"
" Hhmm"
" Semalam mommy kemana? kok Daddy bisa tidur sama guling?"
" Semalam teman-teman Daddy ngajakin nongkrong. Karena keasikan ngobrol Daddy telat pulang"
" Daddy pulang jam berapa?"
" Dua belas malam"
" Pantas aja mommy marah. Daddy pulangnya udah tengah malam"
" Emang kamu nggak pernah pulang tengah malam?"
" Selama aku menikah dan sudah punya anak, aku belum pernah pulang larut malam. Paling telat aku pulang jam sepuluh malam. Dan itupun karena lembur di kantor"
Darren tersenyum mendengar jawaban menantunya itu. Ternyata ia memang tidak salah pilih menantu. Darren benar-benar menantu idaman baginya.
" Semuanya Axel pamit tidur dulu ya. Soalnya besok mau sekolah"
" Iya sayang, selamat tidur" kata Anggun pada cucu tampannya itu.
" Tunggu! kita belum membuat dasi dari Pete" kata Alexa.
" Astaga, kenapa aku bisa lupa. Yuk kita buat sekarang"
" Emang kamu punya Pete nya?"
" Nggak. Mommy di dapur ada stok Pete nggak?"
" Nggak ada sayang"
" Gimana dong?"
" Tenang, serahkan semuanya pada kakak kamu yang cantik ini"
" Emang kamu punya Pete?"
" Tentu saja punya"
" Beneran? kamu nggak becandakan?"
" Siapa juga yang becanda. Yuk ikut aku"
Axel mengikuti Alexa ke dapur. Ia berharap saudara kembarnya itu tidak berbohong. Karena ia tau bagaimana jahilnya saudaranya itu.
Alexa membuka kulkas. Ia mengambil dua papan Pete yang ia beli di supermarket bersama Adele.
" Nih Pete nya"
Axel kaget karena Alexa benar-benar punya Pete. Tapi bukankah tadi Mommy-nya bilang nggak ada stok Pete.
" Kamu nyolong dimana nih Pete?"
Pletak.
Aaaawww.
" Sakit Eca"
" Makanya jangan sembarangan ngomong"
" Ya kalau bukan nyolong, terus darimana kamu dapat tuh Pete"
" Ya beli lha "
" Beli?"
" Iya. Tadi pas pulang sekolah aku mampir ke supermarket "
" Makasih, Eca memang kakak Axel yang paling cantik"
" Ck, kalau ada maunya baru mau manggil gue kakak"
" Hehe, Eca cantik deh. Bagi Axel Pete nya satu ya"
" Berhubung Eca cantik, baik hati dan juga tidak sombong. Maka Eca akan bagi satu untuk Axel"
" Makasih Eca cantik yang baik hati dan tidak sombong"
" Sama-sama adikku yang tampan"
Mereka pun mulai membuat dasi. Setelah itu mereka mengambil kantong plastik untuk dijadikan tas. Karena mereka akan memakai atribut itu nanti.
" Axel, kamu punya kertas karton nggak?"
" Nggak"
" Gimana dong. Kita kan harus bikin nama dan juga topi"
" Tanya sama Daddy. Siapa tau daddy punya"
Alexa pun kembali keruang keluarga untuk menanyakan kertas karton pada Daddy-nya.
" Daddy"
" Ya sayang"
" Ada kertas karton nggak?"
" Ada, untuk apa?"
" Untuk bikin topi sama papan nama"
" Ambil di ruang kerja Daddy"
" Ok"
Alexa segera pergi ke ruang kerja Daddy-nya. Setelah kertas kartonnya di dapat, ia segera menyerahkannya pada Axel. Karena saudara kembarnya lha yang bertugas untuk membuat papan nama.
To be continue.
Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan juga hadiahnya 🤗
Happy reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
Indah Alifah
aku suka cerita ini karna kehangatan keluarga keluarga cemara
2024-03-20
1
Kikan dwi
lucu bgt mereka, semoga anak2 ku kaya mereka saling sayang, bener sih yg cewek Emang suka jail
2023-08-05
0
Nf@. Conan 😎
Derren sdah punya mantu
2023-05-24
0