Nando dan Darren baru sampai di mansion. Entah janjian atau cuma kebetulan mereka bisa sampai di mansion bersamaan.
" Hubby janjian pulangnya sama Nando?" tanya Kiran.
" Nggak, kebetulan aja kita nyampenya bareng"
" Iya Kak. Lagian kantor aku sama Abang kan beda arah"
" Ya, siapa tau kalian berdua janjian?"
" Nggak lha. Twins udah pulang?"
" Udah dari tadi siang "
" Sekarang mereka dimana?"
" Di kamar"
" Kak, Bang, aku ke kamar dulu ya. Mau mandi"
" Iya Dek"
Nando segera pergi ke kamarnya. Tapi ia penasaran apa yang dilakukan Alexa di kamarnya. Apa gadis itu tidur?. Karena tidak biasanya ia tidak menyambut daddy-nya pulang dari kantor.
Ia pun mengurungkan niatnya untuk pergi ke kamarnya. Ia pergi ke kamar ponakannya untuk mengecek sedang apa gadis kecil itu.
Tok.
Tok.
Tok.
" Eca"
Tidak ada sahutan dari dalam. Nando mengetuk kembali pintu kamar ponakannya itu.
Karena tidak ada juga jawaban dari Alexa. Ia pun membuka handle pintu kamar itu.
Ceklek.
Nando melihat televisi menyala. Dan ia tidak melihat ponakannya itu. Samar-samar ia mendengar suara tangisan. Dan ia yakin itu suara tangis Alexa.
" Eca, kenapa?" tanya Nando saat melihat ponakannya menangis sesegukan di pojokan.
" Paman"
Alexa menghambur ke pelukan pamannya. Tangis gadis itu pecah di pelukan sang paman. Nando membalas pelukan ponakannya itu. Ia menepuk pelan punggung Alexa. Berharap gadis itu bisa tenang.
" Kenapa, hhmm?"
" Oppa?"
" Kenapa dengan Opa?"
" Opa meninggal"
Deg.
Nando kaget mendengar ucapan ponakannya itu. Apa kakaknya sudah tau tentang kabar ini?. Pasti kakaknya juga akan sangat sedih saat mendengar Daddy-nya sudah tiada.
" Siapa yang kasih kabar Eca kalau opa sudah meninggal?"
" Eca liat sendiri paman. Mobilnya masuk jurang"
" Jurang?"
" Hhmm"
" Kapan, kejadiannya?"
" Dua menit yang lalu"
Kejadiannya baru. Berarti kakaknya belum tau masalah ini?. Tapi tunggu! bukankah keponakannya itu dari tadi di dalam kamar. Jadi bagaimana bisa dia melihat opanya masuk kedalam jurang?. Apa keponakannya itu punya Indra keenam?. Itulah yang ada dipikiran Nando saat ini.
" Eca yakin itu opa?"
" Yakin paman"
" Lalu kenapa Eca diam aja saat mobil opa masuk kedalam jurang?"
" Bagaimana cara bantunya. Masa Eca harus masuk kedalam tv"
" TV?"
" Hhmm"
Nando langsung menoleh kearah televisi yang masih menyala itu. Ia melihat drama negeri ginseng itu sedang berputar. Dan terdengar juga seorang wanita menangis dengan memanggil 'Oppa'
Nando menghela nafasnya. Jadi maksud keponakannya itu Oppa-oppa yang ada di dalam drama yang ia tonton. Dan bodohnya ia malah memikirkan yang tidak-tidak.
" Jadi maksud Eca, Oppa yang ada di drama itu?"
" Hhmm"
" Bukan Opa Vandy?"
" Bukan"
Nando tertawa. Ia menertawakan dirinya yang bodoh. Bisa-bisanya ia berpikir kalau orang tua kakaknya meninggal. Dan gadis di depannya ini menangis sesenggukan seperti itu karena laki-laki yang ada di dalam drama yang ia tonton. Sungguh konyol sekali.
" Kenapa paman tertawa?"
" Nggak apa-apa"
" Paman senang melihat Oppa tampan Eca meninggal ya?"
" Nggak"
" Terus kenapa paman tertawa?"
" Karena lucu"
" Lucu?"
" Hhmm"
" Kok lucu? dimana letak lucunya coba?"
" Kamu tau. Saat kamu bilang opa meninggal? paman berpikir kalau opa Vandy yang meninggal. Taunya Oppa Korea "
Sekarang giliran Alexa yang tertawa. Bisa-bisanya pamannya itu berpikir kalau opanya yang meninggal.
" Udah ketawanya"
" Paman lucu"
" Kalau kamu ketawa lagi? paman akan hukum kamu"
Alexa pun menghentikan tawanya. Ia menutup mulutnya rapat-rapat. Dan itu terlihat sangat mengesankan bagi Nando.
" Good girl" kata Nando sambil membelai rambut Alexa.
" Eca bukan anak kecil lagi"
" Terus apa?"
" Eca sudah dewasa"
" Oh iya?"
" Hhmm"
" Tapi entah kenapa paman merasa Eca masih kecil" kata Nando sambil mengacak rambut keponakannya itu. Setelah itu ia kabur dari sana.
" Paman!"
Nando tertawa mendengar teriakkan keponakannya itu. Ia sangat senang melihat ponakannya kesal.
" Pantas paman jomlo sampai sekarang. Karena paman suka menindas Eca"
Lelaki tampan itu tidak menghiraukan ocehan keponakannya ia terus berlalu pergi ke kamarnya.
" Ada apa sih? berisik banget " kata Axel yang baru keluar dari kamarnya karena mendengar suara cempreng saudara kembarnya.
" Tutup kuping kamu biar nggak denger suaraku"
" Kamu kenapa? spaning terus?"
" Kalau aku kasih tau, kamu janji mau bantu?"
" Aku nggak janji"
" Ya udah nggak aku kasih tau"
" Ya udah" kata Axel yang akan menutup pintu kamarnya.
" Eits! tunggu dulu. Bantulah kakak kamu yang cantik ini, hhmm?"
" Bantu apaan?"
" Minta liburan sama daddy dan mommy"
" Liburan?"
" Hhmm"
" Ini tahun ajaran baru, mana ada liburan. Emang kamu mau bolos sekolah?"
" Ya nggak juga"
" Terus kenapa minta liburan"
" Aku mau kek Korea"
" Ck,, pasti gara-gara Oppa gaje itu lagi"
" Enak aja kamu bilang gaje. Yang ada kamu tu yang gaje. Dasar kulkas dua pintu" kata Alexa sambil membanting pintu kamarnya.
" Astagfirullah. Ck anak ini, bikin gue jantungan aja"
Axel pun masuk kedalam kamarnya. Karena kalau dia masih di luar, saudara kembarnya itu pasti merengek ingin pergi ke Korea lagi. Lagipula kenapa harus ke Korea, di mansion ini kan juga banyak cowok-cowok tampan.
...***...
Serly dan Doni baru pulang dari kantor. Ya tadi suaminya menjemputnya di kantor. Itu memang pekerjaan rutin Doni. Selain jadi bodyguard Darren, ia juga menjadi sopir pribadi sang istri. Kepulangannya langsung di sambut sama putri semata wayangnya.
" Selamat datang kembali mama, papa"
" Terima kasih sayang"
Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah. Mereka duduk di ruang keluarga.
" Mama capek ya?"
" Sedikit. Oh iya gimana hari pertamanya di sekolah?"
" Menyenangkan. Tapi ada satu teman yang membuat Adele kesal"
" Kesal?"
" Iya. Dia sok kecapekan lagi"
" Sepertinya anak itu memang benar-benar membuat putri mama kesal?"
" Sangat. Karena dia itu suka memerintah"
Apalagi tadi Twins membuat heboh sekolah"
" Oh iya. Apa yang dilakukan mereka?"
" Axel mencium Alexa. Dan itu sontak membuat semua orang yang ada di kantin shock. Terutama kakak kelas yang pengen mendekati Alexa"
" Anak itu jahil sekali" kata Doni.
" Iya. Biasanya dia sangat kalem dan dingin kek kulkas dua pintu" kata Serly.
" Kalau putri papa ini gimana? ada yang ganggu juga nggak?"
" Nggak Pa. Karena Alexa selalu menjaga Adele"
Serly dan Doni tersenyum mendengar ucapan putrinya itu. Ya Alexa memang seperti itu pada Adele. Gadis cantik itu memperlakukan Adele seperti adiknya. Mungkin karena Adele paling kecil di antara mereka berempat.
" Kamu bontotnya Alexa"
Adele mengerucutkan bibirnya. Ia tidak suka mamanya bilang dia bontot. Walaupun emang dia yang paling kecil diantara ketiga sahabatnya itu.
" Baiklah, mama sama papa mau ke kamar dulu"
" Hhmm"
Serly dan suaminya pergi ke kamarnya. Ia ingin segera membersihkan dirinya. Karena tubuhnya sudah lengket karena keringat.
To be continue.
Happy reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
Sri Juliani
wah hebatnya ya hubungan mereka,walaupun papa adele bodyguardnya papa alexa tapi akrab..
2023-02-03
1
Roro Ireng Rahayu
kecakepan thor.....
2022-12-10
0
Anni Zakiyani
kecakepan
2022-08-07
0