Alexa sampai di depan rumah Adele. Ya ia mengantarkan Adele sampai ke depan rumahnya. Padahal, dengan berjalan kaki saja bisa.
" Mau mampir dulu nggak?"
" Kapan-kapan aja deh"
" Ya udah"
" Salam aja untuk Tante Serly"
" Mama gue belum pulang kayaknya"
" Berarti lo sendirian dong di rumah"
" Nggak juga. Kan ada bibi dan juga beberapa bodyguard"
" Benar juga. Ya udah kalau gitu gue balik dulu ya"
" Makasih ya udah mau nganterin sampai rumah"
" Sama-sama. Besok jangan telat lagi datangnya"
" Siap Eca"
" Kalau lo telat lagi, gue tinggal"
" Iya. Balik sana!"
" Lo ngusir gue"
" Anggap aja iya" kata Adele sambil berlari ke dalam rumah.
Alexa melajukan kembali motornya menuju mansion. Tidak butuh waktu lama, ia pun sampai di mansion. Karena rumah Adele, masih dalam area mansion milik keluarganya.
Alexa memarkirkan motornya ditempat biasa. Setelah itu ia masuk kedalam mansion sambil menenteng kantong plastik.
" Putri cantik mommy sudah pulang"
" Hhmm"
" Capek ya sayang"
" Lumayan Mom"
" Ini apa?" tanya Kiran saat melihat kantor plastik yang ditenteng putrinya.
" Snack Mom"
" Snack?"
" Hhmm"
" Sebanyak ini?"
" Iya untuk nemenin Eca nonton nanti"
" Apa kamu nggak takut gendut makan Snack sebanyak ini?"
Ya putrinya yang satu itu memang sangat menjaga bentuk tubuhnya. Naik dua kilo aja dia sudah panik dan berusaha diet ketat. Tapi sekarang kenapa dia membeli Snack sebanyak itu.
" Eca kan sudah rajin olahraga dan juga latihan beladiri. Jadi Eca udah nggak takut gendut lagi"
" Tapi kalau menurut mommy, lebih baik berat badan kamu ditambah agak dua kilo lagi"
" No, nanti nggak ada yang mau sama putri mommy ini?"
" Siapa bilang nggak ada yang mau sama putri cantik mommy ini"
" Buktinya sekarang Eca masih jomlo "
" Emang Eca udah mau pacaran?"
" Belum sih Mom"
" Sekarang kamu fokus sama sekolah dulu. Setelah itu baru mikirin pacaran"
" Siap Mom. Mom Eca haus"
" Bik, tolong buatkan jus jeruk untuk Alexa ya?"
" Baik nona"
Bibik pun pergi ke dapur untuk membuatkan jus untuk nona kecilnya. Alexa berbaring di atas sofa yang ada di ruang keluarga. Ia memakai paha sang mommy untuk bantalnya.
" Gimana hari pertamanya di sekolah?"
" Lumayan menyenangkan. Mommy tau?"
" Nggak"
" Axel membuat kegaduhan di sekolah"
" Kegaduhan apa?"
" Iya membuat orang-orang yang ada di sekolah salah paham dengan hubungan kami?"
" Salah paham gimana?"
" Mereka mengira aku sama Axel pacaran"
" Benarkah?"
" Hhmm"
Kiran tersenyum mendengar ucapan putrinya. Twins memang suka membuat kehebohan. Jadi kalau mereka membuat kehebohan sudah tidak heran lagi.
" Mom"
" Hhmm"
" Eca latihan beladiri sama Om Doni, boleh nggak?"
" Kenapa Eca mau latihan sama Om Doni?"
" Pengin aja. Habisnya paman galak"
" Galak gimana?"
" Iya, salah dikit dimarahin. Habis itu kasih hukumannya sadis banget lagi"
" Emang Eca takut kena marah sama paman?"
" Hhmm"
" Kalau Eca takut kena marah, jangan lakukan kesalahan yang membuat paman marah. Lagipula paman marah demi kebaikan Eca juga"
" Iya sih"
" Eca harus bisa beladiri, karena itu berguna untuk diri Eca"
" Iya mommy, Eca akan belajar lebih giat lagi"
" Itu baru kesayangan mommy"
Bibik datang membawa jus untuk Alexa. Setelah meletakkan jus itu, ia pamit undur diri. Ia akan melanjutkan pekerjaannya kembali.
" Daddy belum pulang ya Mom?"
" Belum sayang. Lagian ini masih siang"
" Iya juga ya. Mommy kok tumben jam segini udah di rumah?"
" Mommy kan nggak ngantor"
" Kenapa? apa mommy sakit?"
" Nggak sayang. Kebetulan kerjaan mommy nggak terlalu banyak. Jadi mommy bisa mengerjakannya dari rumah"
" Eca ganti baju dulu ya Mom. Setelah itu mau nonton, jadi mommy istirahat aja"
" Eca nonton dimana?"
" Di kamar Mom"
" Ya udah. Selamat nonton ya sayang"
" Makasih Mom"
" Tunggu! minum jus nya dulu"
Alexa meneguk jus jeruk yang dibuatkan sama bibik tadi. Setelah habis dia langsung pergi ke kamarnya. Karena sebentar lagi Drakor favoritnya akan tayang.
...***...
Axel dan Farel baru sampai di salah satu toko buku komik terlengkap di kota itu. Setelah memarkirkan mobilnya, ia dan Farel langsung masuk ke dalam toko.
Di dalam toko, mata mereka langsung di manjakan dengan berbagai macam komik. Dengan genre komik yang sangat beragam. Kedua lelaki tampan itu langsung berjalan menuju rak komik terbaru.
Mata Axel berbinar kala mendapatkan komik yang ia cari. Begitu juga dengan Farel. Kedua lelaki tampan itu membeli beberapa komik lagi untuk stok baca di saat mereka lagi boring.
" Lo pilih berapa komik?"
" Lima. Kalau Lo?" tanya balik Axel.
" Sama"
" Yuk ke kasir"
Setelah membayar komiknya. Axel dan Farel pun meninggalkan toko buku itu. Kedua cowok tampan itu sudah tidak sabar ingin membaca komik yang sudah mereka beli tadi.
" Habis ini mau langsung pulang atau gimana?" tanya Farel.
" Langsung pulang aja deh. Lagian gue udah gerah, mau mandi"
" Ok"
Axel melajukan mobilnya meninggalkan toko buku itu. Kedua cowok tampan itu memang tidak suka nongkrong di cafe, atau di tempat nongkrong anak muda biasanya.
Saat di lampu merah Axel melihat nenek yang hendak menyeberang jalan. Ia menepikan mobilnya ke pinggir jalan.
" Nenek mau nyeberang?"
" Iya, tapi takut"
" Emang nenek mau ke mana?"
" Pulang. Mau naik bus di halte yang ada di seberang sana"
" Saya bantu nyebrang ya Nek"
Axel menggandeng tangan nenek itu. Karena lampu lalu lintas masih warna merah. Ia pun membantu nenek itu menyeberang jalan.
" Makasih ya ***"
" Sama-sama Nek"
Saat Axel akan kembali ke mobilnya. Terdengar suara seseorang sedang memanggil nenek yang tadi ia tolong.
Axel menatap gadis yang berdiri dihadapan nenek yang ia bantu tadi. Ia teringat saudara kembarnya saat melihat gadis itu. Gadis itu sama dengan saudara kembarnya, suka makan permen. Bedanya, saudara kembarnya suka makan permen karet. Sedangkan gadis itu memakan lollipop.
" Nenek kok udah di sini? biasanya nenek nunggu aku datang dulu, baru nenek nyeberang"
" Iya, tadi kebetulan ada anak muda ini yang bantu nenek"
Gadis itu menoleh kearah Axel. Didalam hatinya ia sangat memuji ketampanan lelaki yang berdiri tidak jauh darinya.
" Apa kamu yang membantu nenek saya menyeberang?"
" Hhmm"
" Terima kasih"
" Sama-sama "
" Nih untuk kamu " kata cewek itu sambil menyerahkan lollipop pada Axel.
" Apa ini?"
" Lollipop"
" Untuk apa?"
" Sebagai rasa terima kasih aku, karena kamu udah nolong nenek aku nyeberang"
" Nggak usah. Saya bantu nenek kamu ikhlas"
" Aku juga ikhlas ngasih lollipop ini ke kamu" kata gadis itu sambil tersenyum pada Axel.
Mau tak mau, suka tidak suka. Akhirnya Axel menerima lollipop yang diberikan gadis itu padanya.
" Saya pamit dulu"
" Hati-hati, sekali lagi terima kasih"
" Hhmm"
Axel menyimpan lollipop yang diberikan gadis itu kedalam saku celananya. Ia kembali ke mobilnya. Karena ia sudah terlalu lama meninggalkan Farel.
" Lama amat sih Lo?"
" Sorry, soalnya tadi cucu nenek itu ngajak gue ngobrol dulu"
" Lo PDKT sama cucunya nenek itu ya?"
" Nggak lha"
" Bohong Lo"
" Ngapain juga gue bohong"
Axel pun melajukan kembali mobilnya, menuju rumah Farel.
To be continue.
Jangan lupa like, vote dan hadiahnya ya 🤗🤗
Happy reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
Yuni Verro
cie axel ktmu calon jodoh
2022-06-17
0
Wanda Everdine Kambey
Hahaha dapat deh.. Axel..
2022-06-14
0
Gita Lestari
mampir, walaupun blm baca S¹ nya nnti di baca❤️
baba ini Axel dah ketemu jodohnya ya🙈si kakak kalah
2022-06-11
0