Selesai makan siang, Nando dan kedua sahabatnya kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda tadi.
" Bal, tambang kita akan di buka di kota Sumatra gimana?" tanya Nando.
" Berjalan lancar. Para pekerja juga sudah sampai di lokasi"
" Ada yang menggangu mereka selama di perjalanan?"
" Nggak, semuanya aman dan terkendali. Lagian kita juga sudah menyiapkan beberapa pengawal untuk mereka. Jadi Lo tenang aja"
" Syukurlah, gue nggak mau ada yang menggangu. Karena lahan itu susah payah kita dapatkan"
Ya Ikbal tau bagaimana perjuangan Dia dan Nando untuk mendapatkan wilayah tambang itu. Bahkan mereka membeli lokasi itu dengan sangat mahal. Dibandingkan tambang yang ada di kota K.
" Kapan kita akan melihat lokasinya?"
" Bulan depan aja gimana?"
" Kenapa nggak Minggu besok aja?"
" Dalam dua Minggu ini gue sibuk ngajar ponakan gue"
" Iya juga sih. Emang Alexa belum bisa juga?"
" Dia agak lambat dari pada Axel. Lo kan tau kalau dia sedang latihan. Ada aja alasan dia supaya nggak ikut latihan"
Ikbal memang tau seperti apa kelakuan keponakan sahabatnya itu. Dan cewek cantik yang bernama Alexa itu memang susah kalau sudah di suruh latihan.
" Bukankah ini pertama kali mereka masuk SMA?"
" Ya. Dan gue nggak tau kehebohan apa yang akan dibuat gadis cantik itu"
Nando tersenyum membayangkan bagaimana ponakannya itu membuat ulah di sekolahnya. Ia sangat tau betul, bagaimana sifat kedua ponakannya itu.
" Kayaknya Lo sakit deh?"
" Maksud lo apa?" tanya Nando.
" Lo udah mulai nggak waras. Senyum-senyum sendiri"
Pena mendarat tepat di kepala Ikbal. Ya siapa lagi pelakunya kalau bukan Nando. Bos sekaligus sahabatnya.
" Dasar bos nggak ada akhlak Lo. Ntar kalau gue geger otak gimana?"
" Nggak usah lebay. Lagian itu pena, bukan batu"
" Ya udah, gue mau balik ke ruangan gue dulu"
" Hhmm"
Ikbal keluar dari ruangan sahabatnya itu. Setelah sahabatnya menghilang dibalik pintu. Nando kembali melanjutkan pekerjaannya.
...***...
Keempat sekawan sekarang sedang berada di Rooftop. Mereka istirahat setelah capek berkeliling sekolah.
" Kalian berdua kapan latihan beladiri lagi?" tanya Farel.
" Mungkin besok. Kalian berdua mau ikut?" tanya Axel.
" Kalau aku latihan sama papa" kata Adele.
" Aku juga mau sama Om Doni, tapi Daddy nggak kasih izin" kata Alexa.
" Kamu aja latihan sama paman sering malas-malasan. Apalagi nanti sama Om Doni" kata Axel.
" Tapi setidaknya, Om Doni masih punya perasaan. Sedangkan paman, selalu menghukum aku"
" Wajar lha kamu dihukum. Kamu malas"
" Mana ada aku malas, aku cuma berhenti karena capek"
" Alasan. Kamu sibuk main game"
" Ya kan lagi istirahat, wajarlah kalau aku main game"
" Ya,,ya terserah kamu "
" Coba tanyain sama papa kamu, dia mau menerima murid baru nggak?"
" Ntar gue coba tanyakan sama papa"
" Beneran ya Adele. Kalau bokap Lo ada buka lowongan untuk murid baru, segera hubungi gue"
" Om Doni nggak akan mau ngajarin kamu"
" Kita liat saja nanti"
" Lo mau belajar sama paman Nando nggak?" tanya Axel pada Farel.
" Mau lha, papa gue hanya bisa ngajarinnya saat libur doang"
" Ya udah besok sore kita latihan sama paman"
" Ok "
Bel sekolah pun berbunyi. Empat sekawan itu pun turun ke bawah. Karena mereka akan berkumpul lagi di lapangan.
...***...
Semua siswa siswi kelas satu sudah berkumpul di lapangan. Termasuk juga empat sekawan itu. Mereka siap mendengarkan apa yang akan di sampaikan ketua OSIS.
" Baiklah hari pertama MOS kita cukupkan sampai di sini"
" Asik pulang"
" Tapi kalian akan kami kasih tugas"
" Tugas apa Kak?" tanya Diva.
" Besok kalian harus pakai atribut"
" Atribut?"
" Ya. Seperti memakai topi dari kertas karton, dasi dari Pete dan tas dari kantong plastik. Bagi siapa yang tidak memakai atribut yang sudah di sebutkan tadi? maka siap-siap terima hukuman. Mengerti?"
" Mengerti Kak"
" Sekarang kalian boleh pulang. Besok tidak boleh ada yang terlambat. Satu lagi, kalian juga bikin nama kalian masing-masing dengan kertas karton dan dikalungkan di leher"
" Siap Kak"
Semua siswa siswi kelas satu bersiap pulang ke rumah masing-masing. Termasuk empat sekawan itu.
" Kita langsung pulang, atau gimana nih?" tanya Adele.
" Langsung pulang aja deh. Gue mau nonton Drakor favorit gue" kata Alexa.
" Bukankah tayangnya ntar malam"
" Udah di ganti sama siang Adele"
" Wah harus cepat nih. Kalau nggak kita akan melewatkan Oppa-oppa tampan. Yuk, Axel kita pulang"
" Gue sama Farel mau mampir ke toko buku dulu. Iya kan Rel?" kata Axel.
" Betul banget. Kami mau beli komik terbaru" kata Farel.
" Ya udah, gue pulang bareng Eca aja. Yuk Eca"
" Yuk, kita tinggalkan saja dua cowok pecinta komik itu" kata Alexa.
" Daripada ngehalu Oppa-oppa yang tidak pernah tergapai" kata Axel.
" Biarin, daripada ngehalu sama gambar yang tidak nyata" kata Alexa.
" Udah, yuk cabut. Ntar kita telat lagi nontonnya" kata Adele sambil menarik tangan Alexa menjauh dari sana.
" Ntar kalau mommy tanya bilang aku pergi ke toko buku ya?" kata Axel.
" Nggak, ntar aku bilang kamu cari pacar"
" Ya udah, aku telpon mommy aja"
Axel segera mengambil ponselnya, kemudian ia segera menghubungi nomor sang mommy. Tidak butuh waktu lama telpon pun tersambung.
" Assalamualaikum Mom"
" Wa'alaikum salam sayang"
" Ntar aku pulangnya agak telat ya"
" Emang kamu mau kemana?"
" Ke toko buku "
" Eca juga ikut?"
" Nggak, aku sama Farel aja"
" Kenapa Eca nggak di ajak juga?"
" Mommy kan tau gimana dia. Lagian aku cuma mau cari komik aja kok, habis itu langsung pulang"
" Ya udah, hati-hati "
" Siap mommy"
Panggilan telepon pun berakhir. Axel menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Yuk Rel, kita cabut"
" Ok"
Farel segera masuk kedalam mobil, meninggalkan kedua wanita cantik itu. Axel melajukan mobilnya meninggalkan parkiran sekolah.
" Yuk Adele, naik"
" Ok"
" Pasang helm dulu?"
" Oh iya hampir aja lupa"
Setelah Adele memasang helm. Alexa pun melajukan motornya meninggalkan parkiran sekolah. Karena ia membonceng Adele, ia melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
" Eca, di rumah gue nggak ada Pete"
" Sama, di mansion gue juga nggak ada"
" Gimana kalau kita cari di supermarket "
" Emang ada?"
" Nggak tau juga sih. Kita liat aja dulu"
" Ok "
Mereka pergi ke supermarket untuk mencari Pete untuk atribut mereka besok pagi. Karena mereka tidak mau kena hukum hanya karena atribut yang dia pakai tidak lengkap.
Mereka pun sampai di supermarket dekat komplek. Setelah memarkirkan motornya, Alexa dan Adele masuk kedalam supermarket itu.
" Mau pake troli nggak?" tanya Adele.
" Nggak usah, lagian cuma beli Pete doang"
" Siapa tau kamu mau beli Snack untuk camilan sambil nonton nanti"
" Oh iya, untung Lo ingetin. Snack gue udah habis"
Kedua gadis cantik itu pun mencari Pete dan juga Snack untuk camilan sambil nonton Drakor nanti. Karena nonton tanpa camilan itu tidak asik.
To be continue.
Udah up lagi nih. Jadi, boleh dong minta like, vote dan juga hadiahnya 🤗🤗
Happy reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
Wahyuni
padahal Mos sudah dihapus loh
2023-02-03
0
Yuni Verro
uwah alexa kita serasi dan adel gas nntn drakor
2022-06-17
0
Pink Cat
dear kaka-kaka,
mampir k karya terbaru aku "Cowok Cantik Milik Zahra."
2022-06-17
0