Para siswa dan siswi yang ada di kantin heboh, karena kedatangan anggota OSIS. Sedangkan Empat sekawan itu tidak peduli akan kedatangan anggota OSIS. Mereka sibuk dengan dunia mereka.
Rian menghampiri meja Alexa. Diikuti ketiga temannya. Para siswa dan siswi yang ada di kantin histeris melihat anggota OSIS pergi ke meja empat sekawan itu.
" Boleh duduk di sini nggak?" tanya Rian.
" Duduk ya duduk aja, nggak perlu minta izin segala" jawab Alexa tanpa menoleh kearah Rian.
Citra dan intan tersenyum melihat Rian yang tidak dilirik sekalipun oleh adik kelasnya. Baru kali ini ada yang mengabaikan wakil ketua OSIS itu.
Biasanya banyak gadis-gadis yang selalu ingin dekat dengannya, tapi gadis ini berbeda. Jangankan dekat, menoleh saja gadis itu tidak mau. Rian tambah penasaran dengannya.
Kevin kagum dengan gadis cantik yang mencuri perhatiannya sejak dilapangkan tadi. Dan rasa kagumnya bertambah saat dia tidak terpengaruh sama kedatangannya dan juga sahabatnya. Kalau anak-anak lain pasti sudah histeris.
Rian duduk di kursi yang ada di sebelah Alexa. Sedangkan gadis cantik itu masih asik mengunyah permen karet yang ada di mulutnya.
Axel menatap saudara kembarnya. Alexa yang mengerti arti tatapan saudara kembarnya itu, langsung bangkit dari duduknya. Ia pindah ke kursi yang diduduki Axel tadi. Dan Axel pindah ke kursi yang di duduki Alexa tadi.
Rian kaget melihat Alexa dan Axel berganti posisi. Ia jadi bertanya-tanya, ada hubungan apa antara mereka berdua?. Apa sepasang kekasih, atau gimana?. Pertanyaan itu bermunculan di kepalanya.
Farel dan Adele sudah tidak kaget lagi melihat kejadian tadi. Karena Axel akan bertindak jika ada laki-laki genit yang ingin mendekati saudara kembarnya itu. Dan itulah yang ia lakukan tadi. Karena ia melihat kakak kelasnya itu tidak berhenti menatap Alexa.
Pesanan empat sekawan itu sudah datang. Mereka mulai menyantap makanan yang sudah ada di hadapan mereka masing-masing. Tanpa mempedulikan anggota OSIS yang ada di sana.
" Coba liat, berani sekali mereka mengabaikan anggota OSIS" kata Diva.
" Iya apalagi cewek yang bernama Alexa itu. Sok kecapekan " kata teman Diva.
" Benar. Padahal cantikan Diva " kata temannya yang satu lagi.
Alexa mendengar apa yang dikatakan Diva dan teman-temannya. Tapi ia hanya mendengarkan saja. Selagi cewek itu belum menyentuhnya, maka ia tidak akan membalasnya.
" Makan yang banyak " kata Axel.
" Kamu mau aku gendut?"
" Mau gendut ataupun kurus, kamu tetap orang yang ku sayang "
Uhuk..uhuk..
Kevin dan Rian tersedak minuman yang mereka minum. Untuk saja minuman itu tidak menyembur keluar. Ucapan Axel tadi sungguh membuat mereka tidak nyaman.
Apa mereka berdua pacaran?. Itulah yang ada dalam kepala Kevin dan juga Rian saat ini. Sedangkan pelakunya hanya santai dan bahkan Axel sengaja menyuapi Alexa.
Seluruh orang yang ada di kantin itu kaget melihat adegan yang baru saja terjadi. Mereka benar-benar shock melihat lelaki tampan itu menyuapi Alexa.
" Kamu bikin mereka mati mendadak " kata Alexa sambil merebut sendok dari tangan Axel.
" Bukankah itu menyenangkan" bisik Axel.
" Lumayan"
" Apa kita bikin yang lebih wow lagi"
" Contohnya"
Cup.
Satu kecupan mendarat di pipi Alexa.
Mommy pipi Eca sudah nggak perawan lagi. Rengek Alexa dalam hati.
Ia menatap tajam saudara kembarnya itu. Sedangkan yang ditatap, hanya tersenyum sambil memamerkan sederetan giginya yang putih.
Diva merasa kesal melihat Axel mencium Alexa. " Kalau mau pacaran jangan di sini!"
Alexa dan Axel tidak menghiraukan ucapan Diva. Ya seperti anjing menggonggong kafilah berlalu. Begitulah yang mereka lakukan sekarang.
Adele dan Farel geleng-geleng kepala melihat tingkah si kembar itu. Mereka memang nggak setengah-setengah mengerjai orang-orang yang ada di sana.
" Aku sudah selesai" kata Alexa.
" Aku juga. Kalian berdua?" tanya Axel.
" Kita berdua juga udah selesai kok" jawab Adele.
" Duluan ya Kak" kata Farel pada kakak seniornya.
" Ah I-iya " jawab Kevin.
Lelaki tampan itu masih shock dengan kejadian yang ia lihat tadi. Dia ingin bertanya, tapi dia takut menerima kenyataan kalau seandainya mereka berdua memang pacaran.
Empat sekawan itu pun pergi meninggalkan kantin sekolah. Tapi sebelum itu, mereka membayar pesanan mereka tadi.
Setelah mereka jauh dari kantin. Tawa empat sekawan itupun pecah. Mereka terbayang wajah-wajah orang-orang yang ada di kantin tadi.
" Sumpah! akting kalian berdua emang keren banget" kata Adele.
" Bener banget. Mereka terlihat sangat shock" kata Farel.
Pletak..
Aawwww.
" Eca! sakit tau"
" Itu balasan karena kamu berani mencium pipiku!"
" Aku ngelakuin itu karena terpaksa"
" Terpaksa gundul mu! lain kali kalau kau cium lagi. Habis kau!"
" Ya elah. Kita ini kan kembar, jadi apa salahnya"
" Ya salah lha. Kekasih aku aja belum pernah mencium ku"
" Heh! kamu itu jomlo, jadi mana ada kekasih yang akan mencium mu. Jadi harusnya kamu bersyukur karena dicium sama cowok tampan kek aku"
" Najis!"
Axel dan kedua sahabatnya tertawa mendengar ucapan Alexa. Saudara kembarnya itu memang tidak suka di cium seperti itu. Kecuali sama Daddy-nya.
" Adele, bagi gue tissue basah dong?" kata Alexa.
Adele mengambil tissue basah yang ada di sakunya. Kemudian memberikannya pada Alexa. Gadis cantik itu segera membersihkan bekas yang dicium sama saudara kembarnya tadi.
" Kenapa dihapus?" tanya Axel.
" Ntar gatal-gatal"
" Emang kamu pikir bibirku, bibir kodomo"
" Komodo Axel bukan kodomo " kata Adele.
" Ya itu maksud gue"
" Ya kan kamu saudaraan sama komodo"
" Berarti kamu dong. Saudara aku kan kamu"
" Iya juga ya. Nggak jadi, aku tarik lagi ucapan ku"
Axel tersenyum penuh kemenangan. Saudara kembarnya itu tidak akan menang berdebat dengannya.
" Kita jadi keliling sekolah nggak nih?" tanya Farel.
" Jadi dong" jawab Adele dan Alexa.
" Ya udah buruan. Ntar keburu bel berbunyi"
Keempat sekawan itu pun berkeliling sekolah. Mereka akan melihat seperti apa lingkungan sekolah yang mahal dan juga terkenal itu. Apakah fasilitas di sana lengkap atau tidak.
...***...
Rian tidak bisa menghabiskan makanan yang ia pesan tadi. Ia masih kepikiran sama gadis cantik yang di cium sama Axel tadi.
" Gue baru ingin mendekatinya, tapi ternyata dia sudah punya cowok" kata Rian.
" Makanya matanya jangan jelalatan" kata Citra.
" Tau tuh. Akhirnya kena batunya kan?" tambah Intan.
" Kalian berdua nggak asik banget sih. Teman lagi sedih bukannya di hibur, malah dibully "
Kevin juga merasakan hal yang sama dengan Rian. Dia shock melihat wanita yang ia kagumi sudah memiliki kekasih. Tapi ia bersyukur karena masih sebatas mengagumi gadis cantik itu.
" Terus kita harus gimana? harus ikut nangis juga?" tanya Citra.
" Ya nggak gitu juga Cit. Setidaknya kalian hibur dengan bayarin pesanan gue"
" Itu maunya Lo" kata Intan.
" Benar banget. Mengambil kesempatan dalam kesempitan" kata Citra.
" Ya elah, gitu banget kalian sama gue"
" Ya udah, cabut yuk. Benar lagi mau bel nih" kata Kevin.
" Yuk. Kita tinggal aja cowok yang lagi patah hati itu" kata Citra.
Kevin bangkit dari duduknya. Diikuti sama Citra dan juga Intan. Tak berselang lama Rian pun menyusul ketiga sahabatnya.
" Woi tungguin dong!"
To be continue.
Ini visual Empat sekawan.
Alexa Kirania Narendra 15 tahun.
Axel Evan Narendra. 15 tahun.
Farel Putra Wijaya. 14 tahun.
Adele Adriana Agatha. 14 tahun.
Happy reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
Dafi
adele nya laki apa perempuan ?
2025-01-03
0
Lovesekebon
Semakin betah baca 💚💯😘💖
2023-06-11
0
atheina_ARA
oppa2 cantik
2023-02-22
0