Di sebuah perusahaan terlihat seorang lelaki tampan dan juga tinggi. Tubuhnya yang atletis menandakan dia sering berolahraga. Ya dia adalah Nando Pratama.
Dia berhasil mewujudkan mimpi dan cita-citanya untuk menjadi pengusaha yang sukses seperti kakak dan Abangnya. Walaupun perusahaannya tidak sebesar perusahaan kakak dan Abangnya. Tapi perusahaannya termasuk perusahaan yang banyak di cari oleh perusahaan lain untuk melakukan kerjasama.
Ya perusahaan yang didirikan Nando bergerak di bidang properti, perhotelan dan juga pertambangan. Khususnya tambang batubara.
Tok.
Tok.
Tok.
" Masuk"
Muncullah seorang wanita cantik. Dia tersenyum kearah lelaki tampan yang ada dihadapannya itu. Ya wanita itu adalah Jihan Kusuma Ningrum.
Wanita yang selalu mengejar Nando dari dulu sampai sekarang. Tapi sampai sekarang lelaki itu belum juga mau menerimanya sebagai kekasih.
Padahal ia sudah berusaha keras untuk membuat lelaki itu tertarik padanya. Tapi lelaki itu tidak juga tertarik padanya. Kadang ia berpikir kalau Nando menyukai sesama jenis. Namun dia tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan cinta lelaki tampan itu.
" Ada apa Ji?"
" Makan siang bareng yuk"
Lelaki tampan itu melirik jam tangan yang melingkar sempurna di tangannya. Benar saja, jam sudah menunjukkan pukul dua belas lewat sepuluh menit.
" Ikbal juga ikutkan?"
" Hhmm"
" Baiklah"
Nando dan Jihan keluar dari ruangan itu. Mereka berjalan beriringan menuju lift. Di depan pintu lift Ikbal sudah menunggu kedua sahabatnya.
" Lama banget sih kalian berdua?"
" Kalau Lo pengin cepat, kenapa nggak pergi aja duluan"
" Ck, Lo itu"
" Apa?"
" Kejam"
Nando masuk ke dalam lift. Ia tidak ingin membalas ucapan sahabatnya tadi. Jihan pun ikut masuk ke dalam lift, diikuti sama Ikbal.
" Kita mau makan di mana nih?" tanya Ikbal.
" Restoran depan kantor" jawab Jihan.
Tiga sekawan itu keluar dari lift ketika lift sudah berhenti. Dan di sana tertulis angka satu. Berarti mereka sudah sampai di lobi.
Para karyawan yang melihat bosnya lewat, langsung membungkukkan badan memberi hormat. Nando terus berjalan melewati para karyawan itu.
" Daebak! si bos makin tampan aja"
" Iya. Walaupun dingin kek kulkas dua pintu. Tapi setiap melihatnya membuat hati meleleh"
Mereka terus memandang punggung bos tampan itu. Hingga punggung itu menghilang dari pandangan mereka.
***
Tiga sekawan itu sampai di restoran seberang kantor. Mereka langsung mencari tempat duduk yang kosong. Berhubung sekarang jam istirahat, jadi restoran itu sangat ramai.
" Duduk di sana aja yuk" kata Jihan.
Nando dan Ikbal hanya mengikuti wanita cantik itu. Mereka bertiga duduk di kursi yang agak pojokan dekat jendela.
Pelayan datang dengan membawa buku menu. Ia memberikan buku menu itu pada Nando dan juga kedua sahabatnya.
Jihan memesankan makanan untuk Nando. Ya wanita cantik itu sudah hafal makanan dan juga minuman kesukaan Nando.
" Lo kapan sih Ji hafal makanan kesukaan gue?" kata Ikbal.
" Ntar kalau stok lelaki tampan sudah berkurang"
" Sadis amat sih Lo sama gue"
" Biarin "
Setelah pelayan mencatat pesanan tiga sekawan itu. Pelayan itupun pamit undur diri untuk membuatkan pesanan mereka bertiga.
" Weekend besok ke bali yuk?" kata Jihan.
" Boleh, kitakan udah lama nggak pergi refreshing. Gimana bro?" tanya Ikbal pada Nando.
" Kalian berdua aja deh. Gue mau melatih keponakan gue"
" Sekali-kali libur melatih mereka nggak apa-apa kali Nan?" kata Jihan.
" Nggak bisa. Mereka masih butuh banyak latihan, terutama Alexa"
Jihan tidak bisa berkata-kata lagi. Kalau Nando sudah bilang nggak bisa, maka jangan harap dia akan merubah keinginannya itu. Entah harus dengan cara apalagi ia bisa menarik perhatian lelaki tampan itu.
Pesanan mereka pun datang. Pelayan menyajikan makanan dan juga minuman yang mereka pesan tadi. Setelah itu pelayan itu meninggal meja itu.
Ketiga sekawan itu mulai menyantap makanan yang ada di depan mereka. Mereka makan dengan hikmat tanpa ada yang bersuara. Kecuali suara garpu dan juga sendok yang saling beradu.
Sesekali Jihan melirik Nando. Sedang mengunyah makanan aja lelaki itu tetap terlihat tampan. Bagaimana ia tidak jatuh hati sampai dalam pada lelaki tampan itu.
Nando melihat dengan ekor matanya. Ia tau sedari tadi, wanita cantik itu memperhatikannya.
Jihan segera memalingkan wajahnya, kala matanya dan Nando bertemu. Ia malu karena udah ketahuan curi-curi pandang pada lelaki tampan itu.
Seulas senyum terukir dibibir Nando, kala melihat wajah Jihan yang memerah. Ia tau wanita cantik malu, karena ketahuan mencuri-curi pandang.
" Aku mau ke toilet dulu" kata Jihan sambil bangkit dari duduknya. Ia segera berjalan menuju toilet.
Sesampainya di toilet, Jihan membasuh wajahnya. Ia tidak menyangka akan ketahuan sama lelaki tampan itu. Tapi ia juga senang, karena tadi bisa melihat senyuman Nando. Walaupun hanya sekilas, tapi mampu membuat jantungnya berdegup kencang.
Setelah dirasa cukup, Jihan menghentikan membasuh wajahnya. Ia mengusap air yang ada di wajahnya dengan sapu tangan yang ada di dalam tasnya. Kemudian ia memperbaiki make up nya.
Sekarang tampilan sudah cantik dan juga rapi. Ia pun keluar dari toilet. Dan kembali bergabung bersama kedua sahabatnya.
***
Akhirnya lomba memasang tenda camping, dimenangkan oleh tim A. Diva pun sangat kesal gara-gara Alexa, tim mereka jadi kalah.
" Baiklah, karena sekarang sudah jam istirahat. Kalian boleh istirahat dulu" kata Kevin.
Semua anak baru pun bersorak kegirangan. Pasalnya mereka juga sudah kecapean, jadi sekarang mereka butuh tenaga untuk memulihkan kembali tenaga mereka. Mereka pergi ke kantin sekolah. Begitu juga dengan empat sekawan itu.
Sepanjang jalan menuju kantin, Alexa melihat-lihat sekolah tempat mereka menimba ilmu sampai tiga tahun ke depan.
Fasilitas di sekolah itu sangat lengkap. Mungkin karena sekolah itu sekolah yang bagus dan juga sekolah dengan biaya yang mahal. Bisa dibilang itu sekolah orang berduit.
" Nanti setelah makan, kita keliling-keliling sekolah ini yuk?" kata Adele.
" Boleh" kata Alexa.
" Kalian berdua gimana?" tanya Adele pada Axel dan juga Farel.
" Kita berdua ngikut aja" kata Farel.
" Berarti semuanya sepakat ya?"
" Iya Adele" kata Farel.
Suasana kantin sekolah sangat ramai. Mungkin karena sudah jam istirahat. Jadi semua siswa mau mengisi tenaga yang sudah terkuras karena belajar tadi. Tiga sekawan itu ikut mengantre untuk memesan makanan.
Setelah mendapatkan makanan, mereka bertiga mencari tempat duduk yang kosong. Dan kursi yang kosong ada di paling belakang.
Banyak siswi cewek yang terpesona akan ketampanan Axel dan juga Farel. Bahkan ada diantara mereka yang terang-terangan menggoda kedua cowok tampan itu.
Tapi Axel dan Farel tidak tergoda oleh rayuan kakak kelas itu. Mereka terus berjalan menuju mejanya.
" Wah, baru pertama kali sekolah, kalian berdua sudah punya fans" kata Alexa dengan nada mengejek.
" Berisik! cepat makan makanan kamu" kata Axel.
" Ck, cowok kulkas ini nggak bisa di ajak bercanda"
Axel tidak mendengarkan ucapan saudara kembarnya itu. Karena kalau ia balas urusannya akan jadi panjang. Dan mungkin akan melewatkan jam makan siangnya.
To be continue.
Jangan lupa like, komen dan vote nya ya 🤗🤗
Happy reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
Kikan dwi
aku kira Nando jodohnya Alexa 🤭apa om nya ?
2023-08-05
3
Lovesekebon
Lanjutkan menyimak 💚💯😘💖
2023-06-11
0
Edah J
Dasar Tom and Jerry 😁
2022-08-10
0