Tim B sudah menyelesaikan empat tenda. Mereka semua sangat kompak memasang tendanya.
" Kenapa nggak pake tenda yang bagus itu aja sih, lebih praktis" kata temen satu tim Alexa.
" Iya, kita nggak akan capek-capek mukul kayak gini"
" Ketuanya enak banget kerjanya, cuma memerintah kita aja"
" Betul. Ketua apaan dia itu"
Alexa dan Adele hanya jadi pendengar yang baik. Sebenarnya Alexa juga tidak suka cara Diva yang selalu mengatur mereka. Walaupun dia ketua tim, bukan berarti dia bisa santai-santai dan mengatur mereka. Tapi ia masih menahan, karena ia tidak ingin mencari masalah di hari pertamanya di sekolah.
" Teman-teman, gimana kalau kita bagi anggota. Supaya kita cepat menyelesaikan tugasnya" kata Alexa.
" Setuju"
" Hei! yang ketua tim disini itu gue. Bukan dia" kata Diva.
" Kalau Lo sadar sebagai ketua tim. Maka cepat bantu kami untuk segera menyelesaikan tugas ini. Jangan cuma hanya memerintah" kata Alexa.
Diva mengepalkan tangannya menahan emosi. Iya tidak suka ada yang melawannya.
" Kita bagi tiga kelompok ya" kata Alexa.
" Ok"
Alexa pun mulai membagi anggotanya menjadi tiga kelompok. Setelah tiga kelompok terbentuk, mereka segera mengerjakan tugas mereka masing-masing.
Walaupun kesal. Diva pun ikut membantu teman satu timnya. Karena ia tidak ingin dibilang tidak becus memimpin timnya.
Rian melihat cara kerja tim B sangat bagus. Mereka terlihat sangat kompak. Pandangannya tertuju pada gadis cantik yang sedang mengunyah permen karet. Gadis itu terlihat sangat cantik diantara yang lain.
" Ada yang bisa kakak bantu?" tawar Rian.
Semua anggota kelompok Alexa menoleh kearah Rian. Kecuali Alexa. Gadis cantik itu sibuk mengeratkan tali tenda.
Rian makin penasaran dengan adik kelasnya yang satu itu. Diluar sana banyak gadis yang ingin dekat dengannya, tapi gadis ini malah cuek padanya.
" Kak Rian, bantuin aku dong" kata Diva.
" Bantu apa?"
" Ini, aku nggak bisa pasangin talinya"
Adele dan yang lain ingin muntah melihat Diva yang sok manja. Mereka benar-benar malas melihat Diva.
" Adele bantu pegangin talinya dong" kata Alexa.
" Siap"
" Alexa bagian di samping sudah selesai" kata anggota kelompok Alexa.
" Bagus. Tinggal pasang satu tali ini, kita sudah selesai"
" Berarti kita bisa lanjut ke tenda selanjutnya"
" Iya. Semangat ya semuanya"
" Semangat!"
Akhirnya satu tenda lagi sudah selesai di buat. Sekarang Alexa dan anggotanya. Bersiap untuk membuat tenda berikutnya.
Tim A yang di pimpin oleh Axel, sudah berhasil mengerjakan enam tenda. Sekarang hanya tersisa empat tenda lagi. Mereka semua kompak mengerjakan tugas mereka masing-masing.
" Axel, yang ini talinya agak pendek" kata Farel.
" Gampang, sambung aja pake tali yang lain "
" Ok, siap laksanakan"
Farel menyambung tali yang pendek itu dengan tali yang lain. Setelah itu ia mengikatnya ke kayu. Dan siap ditancapkan ke tanah.
" Axel, pinjam palunya dong"
" Nih "
" Bantu pegangin kayunya dong"
Satu tenda lagi selesai di buat. Sekarang total tenda yang dibuat tim Axel sudah tujuh. Jadi mereka tinggal membuat tiga tenda lagi.
" Guys, tim biru udah menyelesaikan tujuh tenda juga" kata teman satu tim dengan Axel.
" Kita harus cepat-cepat nih. Masa kita kalah sama cewek" kata yang lain.
" Ayo semuanya kita kalahkan tim B"
" Semangat!"
Axel dan timnya sangat antusias. Mereka akan mengalahkan tim B. Jadi mereka harus segera menyelesaikan tugas membuat tenda ini sebelum tim B.
Kevin, Citra dan juga Intan berada di tengah-tengah tim A dan juga tim B. Mereka melihat kedua tim sama-sama kuat.
" Menurut kalian berdua, tim mana yang bakal menang?" tanya Intan.
" Nggak tau sih. Soalnya kedua tim sama kuatnya" kata Citra.
" Benar, mereka sama-sama tidak mau kalah" kata Kevin.
" Setidaknya kalian berdua punya jagoan masing-masing tim dong?" kata Intan.
" Aku pilih tim A" kata Davin.
" Aku tim B. Kalau kamu pilih tim mana? " tanya Citra.
" Aku sama ma Kevin, tim A"
" Baiklah, mari kita liat siapa yang menang"
Kedua tim semakin semangat memasang tenda. Tim B walaupun tidak suka dengan ketua mereka. Tapi demi menang mereka mengesampingkan ego mereka masing-masing.
" Alexa kayu untuk tenda terakhir kurang satu" kata salah satu anggota kelompok Alexa.
" Baiklah, aku akan cari dulu"
Alexa segera pergi ke kebun sekolah. Ia harus segera menemukan kayu untuk memperkokoh tendanya. Karena ia tidak boleh kalah dari kembarannya.
" Dapat"
" Eits aku yang duluan dapat"
Alexa menoleh kearah suara yang sangat ia kenal.
" Axel"
" Apa?"
" Siniin kayu nya"
" Tidak bisa. Kayu ini aku yang dapat duluan"
" Jangan asal. Jelas-jelas aku yang megang kayunya duluan "
" Kamu itu kan adek. Jadi ngalah sama kakak dong"
" Kakak darimana, kamu itu cuma lahir dua menit dari aku"
" Tetap aja aku kakak kamu "
" Kalau kamu kakak ku, berarti kamu yang harus ngalah"
" Kenapa harus aku? "
" Bukankah kakak harus mengalah pada adiknya"
" Kata siapa kakak harus mengalah sama adiknya"
" Kata mommy sama Daddy"
" Kapan mommy bilang begitu?"
" Kemarin"
" Ngaco, mana pernah mommy sama daddy bilang kek gitu"
" Ya udah biar adil, kayunya kita bagi dua aja, gimana?"
" Ok "
Axel pun mematahkan kayu itu menjadi dua bagian. Sekarang kayu itu sudah menjadi dua. Ia memberikan satu bagian kayunya pada Alexa.
" Kenapa aku harus punya adek kek kamu" kata Alexa sambil memukul kepala Axel dengan kayu yang ia dapat tadi. Setelah itu ia kabur.
" Alexa! awas kamu ya"
" Week.. kejar kalau kamu bisa"
Axel segera menyusul saudara kembarnya itu. Kalau soal lari, mereka sama-sama jago.
Semua teman-temannya kaget melihat Alexa dan Axel main kejar-kejaran. Mereka bertanya-tanya, apa hubungan kedua orang itu. Karena mereka tidak tau kalau Axel dan Alexa itu kembar.
Sedangkan Adele dan Farel sudah biasa melihat itu. Karena memang tiap hari, mereka akan seperti Tom and Jerry.
Kevin dan anggota OSIS lain juga kaget melihat keakraban Axel dan Alexa. Mereka juga penasaran, ada hubungan apa mereka berdua.
" Dasar cewek genit, baru pertama sekolah udah menggoda cowok" kata Diva.
" Kalian berdua, stop!" teriak Kevin.
Axel dan Alexa pun berhenti main kejar-kejaran. Di samping itu mereka berdua juga capek.
" Kalian berdua saya hukum squat jam sepuluh kali"
Bagi Axel dan Alexa squat jam sepuluh kali itu gampang. Karena biasanya ia dan saudara kembarnya bisa melakukan lebih dari sepuluh.
Diva sangat senang karena Alexa mendapatkan hukuman. Karena ia tidak suka melihat Alexa.
Axel dan Alexa dengan senang hati menjalankan hukuman pertama mereka. Itung-itung mereka olahraga. Sedangkan teman-teman mereka yang lain, melanjutkan kembali memasang tenda.
To be continue.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya reader terzayang 🤗🤗
Happy reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
Leni Setiamuni
ini tuh terusan novel yang berjudul apa ya, ko aku serasa kenal sama orang tua nya
2024-01-17
1
Yukaa
🤣🤣🤣
2023-07-15
0
Sri Juliani
jgn terlalu menjurus cinta lha thor...tapi tntng persahabatan...
2023-02-03
0