Semua siswa baru berkumpul di lapangan sekolah. Hari ini mereka akan bertemu dengan kepala sekolah dan juga anggota OSIS.
Alexa dan Adele berbaris dibarisan siswi cewek. Sedangkan Axel dan Farel, berbaris di barisan siswa cowok.
" Selamat pagi semuanya" ucap lelaki paruh baya.
" Pagi Pak"
" Perkenalkan nama bapak Trisno. Jabatan bapak di sekolah ini, adalah sebagai kepala sekolah. Bapak ucapkan selamat datang di SMA Tunas Bangsa"
" Pantas saja perutnya buncit" bisik salah satu siswi cewek yang ada di belakang Alexa"
" Mungkin bapak itu suka makan duit yang nggak halal" bisik temannya.
" Baiklah, karena kalian semua yang ada di sini siswa-siswi baru. Dan kalian akan melakukan Masa Orientasi Siswa, atau sering kita dengar dengan sebutan MOS. Acara MOS itu akan di pandu sama OSIS. Dan Kakak-kakak yang berdiri di depan, mereka semua adalah anggota OSIS di SMA kita"
Semua siswa melihat kearah anggota OSIS yang berdiri di sebelah bapak kepala sekolah. Anggota OSIS itu terlihat cantik dan juga tampan.
Tapi tidak bagi Alexa. Baginya tidak ada yang setampan Daddy-nya. Dan juga tidak ada yang secantik mommy-nya.
" Baiklah, sekarang acara MOS ini bapak serahkan sepenuhnya kepada ketua OSIS dan para anggotanya. Sekalian Bapak akan pamit undur diri dulu. Sekali lagi selamat datang di SMA Tunas Bangsa"
Suara tepuk tangan mengiringi kepergian bapak kepala sekolah. Sekarang tinggallah semua murid kelas satu dan Anggota OSIS.
" Selamat pagi adik-adik semua. Perkenalkan nama saya Kevin Hardiansyah. Saya ketua OSIS"
" Saya Rian Permana sebagai wakil ketua OSIS"
" Saya Intan Putri Sanjaya, sekretaris OSIS"
" Saya Citra Jovanka, bendahara OSIS"
" Sekarang kalian lihat wajah kakak-kakaknya dan hafalkan nama mereka" kata Kevin.
Semua siswa kelas satu pun menghafal nama-nama anggota OSIS. Kecuali Empat sekawan itu. Mereka tidak perlu menghafalkan nama-nama anggota OSIS.
" Apa kalian sudah hafal nama kakak-kakak yang ada di depan?"
" Sudah Kak"
" Sekarang kalian akan saya bagi menjadi dua grup. Grup A dan juga grup B. Cowok tim A dan cewek tim B. Sekarang saya akan pilih ketua masing-masing tim"
Kevin mengedarkan pandangannya. Matanya tertuju pada Alexa dan juga Axel. Dua orang itu sangat cocok untuk menjadi ketua tim.
" Kalian berdua maju ke depan"
Semua siswa melirik satu sama lain. Mereka tidak tau siapa yang di panggil oleh ketua OSIS.
Kevin berjalan menghampiri Alexa. Para siswi cewek berdoa dalam hati mereka masing-masing supaya mereka bisa satu tim dengan cowok-cowok tampan.
" Kalian berdua maju ke depan sebagai ketua tim" kata Kevin pada Axel dan Alexa.
" Saya " tunjuk Alexa ke dirinya.
" Iya, kamu"
" Maaf Kak, pilih yang lain saja"
" Tidak bisa! keputusan saya sudah mutlak "
Alexa menatap saudara kembarnya. Meminta saudaranya itu untuk menolak menjadi ketua tim. Tapi Axel hanya mengangkat bahunya. Itu tandanya ia tidak tau dan juga tidak bisa membantu.
" Saya keberatan Kak" kata salah satu siswi cewek.
" Alasan kamu keberatan?"
" Karena saya lebih cantik dan juga lebih pintar dari dia"
Alexa menutup mulutnya supaya tawanya tidak lepas. Ia tidak menyangka ada cewek yang sangat percaya diri mengatakan dirinya cantik dan juga pintar.
" Darimana rasa percaya diri cewek ini" bisik Farel ditelinga Axel.
" Dari negeri dongeng "
Kevin menatap adik kelasnya itu. Ia tidak habis pikir dengan gadis itu. Kenapa dia sangat percaya diri sekali mengatakan dirinya cantik dan juga pintar.
" Baiklah kalau emang kamu merasa cantik dan pintar, maka kamulah yang akan jadi ketuanya. Dan buktikan pada kami semua kalau apa yang kamu katakan tadi memang benar adanya"
" Ok Kak"
" Siapa nama kamu?" tanya Kevin pada gadis itu.
" Diva Putri Aditama"
" Baiklah, silakan ke depan "
Kevin melirik Alexa sekilas, kemudian ia kembali bergabung bersama teman-temannya.
" Baiklah sekarang sudah ada ketua dari masing-masing tim. Ketua tim A perkenalkan diri kamu. Setelah itu dilanjutkan sama ketua tim B"
" Saya Axel Evan N, ketua tim A "
" Saya Diva Putri Aditama, ketua tim B"
" Hari ini tugas kedua tim adalah memasang tenda. Siapa tim yang paling cepat memasang tenda, maka tim merekalah yang akan jadi pemenang"
" Pasti tim A akan menang"
" Percaya diri sekali. Kami tim B tidak akan kalah dari kalian tim A"
" Kalian jangan senang dulu. Karena kalian membuat tendanya tidak hanya satu. Tapi sepuluh"
" Kecil Kak" kata tim A.
" Tim B jangan mau kalah dari tim A" kata Citra bendahara OSIS.
" Pasti Kak. Kami tidak akan kalah dari tim A"
" Bagus. Semangat!"
" Waktu kalian cuma satu jam. Setelah tenda datang, waktu mulai berjalan. Mengerti!"
" Mengerti Kak"
" Sekarang ketua tim, segera ambil tenda di gudang"
" Gudangnya di mana Kak?" tanya Axel.
" Dari sini kalian jalan lurus. Setelah itu kalian bertemu ruang Labor. Nah di sebelah kiri Labor adalah gudang sekolah"
Ketua tim A dan B segera mengambil tenda di gudang. Sedangkan yang lain, menyiapkan kayu untuk memasang tendanya nanti.
Sedangkan anggota OSIS duduk santai menunggu ke dua regu selesai membuat sepuluh tenda.
" Anak-anak tahun ajaran baru sekarang cakep-cakep ya" kata Rian.
" Iya. Dan mental mereka juga bagus. Nggak ada yang mental kerupuk"
" Menurut Lo ketua tim B tadi cantik nggak?" tanya Rian.
" Si Reva maksud lo?" tanya balik Kevin.
" Bukan, cewek yang pertama kali Lo tunjuk jadi ketua. Cantik kan?"
" Menurut gue biasa aja" jawan Intan.
" Bilang aja Lo takut kalah saing sama tu cewek"
" Nggak lha"
" Udah ngaku aja. Lo takut Kevin kepincut sama tu cewek kan?"
" Kenapa Lo bawa-bawa nama gue" kata Kevin.
" Tau tuh si Rian" kata Intan.
" Sudah-sudah, kalian bertiga itu berisik banget" kata Citra.
" Wow ternyata Citra bisa marah juga" ledek Rian.
" Diam Lo Yan, mending Lo cek tim A. Daripada Lo berisik di sini.
" Gue mau liat tim cewek aja" kata Rian beranjak dari duduknya.
Mending dia liat cewek bening-bening, daripada melihat tim cowok. Siapa tau nanti dia bisa deketin cewek cantik. Lumayan kan.
***
Alexa, Adele dan teman-temannya yang lain, mencari kayu untuk memasang tenda nanti.
" Eca"
" Hhhmm"
" Kenapa kamu nggak mau jadi ketua tim?"
" Malas"
" Kalau kamu yang jadi ketua kan bagus nggak kayak dia"
" Hei kalian berdua, jangan cuma ngobrol aja. Cepat cari kayunya"
" Tuh kan si tukang perintah udah ngomong lagi"
" Udah biarkan saja, lagipula dia ketua tim kita"
" Bukan ketua tim, tapi ketua tukang perintah-perintah"
" Dia bosnya hari ini. Jadi kita harus patuh. Mengerti"
" Mengerti"
" Anak pintar" kata Alexa sambil mengusap kepala Adele.
Adele mengerucutkan bibirnya karena Alexa selalu memperlakukannya seperti anak kecil. Ya walaupun kenyataannya emang umur Alexa besar enam bulan darinya. Tapi terkadang ia senang, karena bisa merasakan kasih sayang seorang kakak.
To be continue.
Jangan lupa like, komen dan vote nya ya 🤗🤗
Happy reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
Lovesekebon
Hmm🤔🙄 mungkin kepedean akut tuh ketua dadakan
2023-04-06
0
Edah J
Baru dua part udah menarik aja nie cerita 👍
2022-08-10
0
Mara_Lee
bagus novelnya, berkesan...ke masuk ke masa sekolah lagi
btw jangan lupa baca karya aku ya
@Rapuh @tak kalah tampan
2022-07-17
0